Kesehatan Mental

Stres Berlebih Bisa Pengaruhi Kesehatan Tubuh, Kenali Tandanya

logo author

Ditulis Oleh

Admin23 Juli 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Stres adalah respons alami tubuh ketika seseorang menghadapi tekanan, tantangan, atau situasi yang terasa berat. Dalam kadar tertentu, stres dapat membantu seseorang lebih waspada, fokus, dan termotivasi untuk menyelesaikan masalah. Namun, stres yang berlebihan dan berlangsung dalam waktu lama dapat menjadi masalah serius karena tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Menurut Dr. Maria Irene Hendrata, SpKJ, stres berkepanjangan dapat menimbulkan berbagai keluhan fisik dan psikologis. Tubuh sering kali memberikan “sinyal” saat seseorang mulai kewalahan menghadapi tekanan. Sinyal tersebut bisa berupa sulit tidur, sakit kepala, keluhan lambung, jantung berdebar, hingga rasa cemas yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 15 Ciri-Ciri Bipolar Kambuh, Ketahui Cara Mengatasinya!

Sayangnya, banyak orang masih menganggap stres sebagai hal biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada atau bahkan memicu munculnya keluhan baru. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda stres sejak awal agar dapat segera mengambil langkah yang tepat.

Mengapa Stres Bisa Berdampak pada Tubuh?

Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan mengaktifkan respons “fight or flight” atau respons untuk menghadapi ancaman. Pada kondisi ini, tubuh melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol. Respons ini sebenarnya bermanfaat ketika terjadi dalam waktu singkat, misalnya saat seseorang harus menghadapi situasi mendesak.

Namun jika stres berlangsung terus-menerus, tubuh akan berada dalam kondisi tegang dalam waktu lama. Paparan hormon stres yang berlebihan dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, seperti sistem pencernaan, sistem kardiovaskular, kualitas tidur, daya tahan tubuh, hingga kemampuan berpikir dan berkonsentrasi. Stres yang tidak tertangani juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, gangguan tidur, keluhan pencernaan, sakit kepala, dan masalah mood.

Inilah alasan mengapa seseorang yang sedang banyak pikiran dapat merasakan keluhan fisik. Misalnya, saat pekerjaan menumpuk atau sedang menghadapi masalah pribadi, tubuh bisa terasa mudah lelah, kepala terasa berat, perut tidak nyaman, atau tidur menjadi tidak nyenyak. Keluhan tersebut adalah bentuk respons tubuh terhadap tekanan psikologis.

Penyakit atau Keluhan yang Bisa Dipicu oleh Stres Berlebih

Stres berlebih dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang lebih sering mengalami keluhan pencernaan, ada yang mengalami gangguan tidur, dan ada pula yang merasa jantung berdebar atau mudah cemas. Berikut beberapa keluhan yang dapat dipicu atau diperburuk oleh stres.

1. GERD dan gangguan asam lambung

Salah satu keluhan yang sering muncul saat stres adalah gangguan pencernaan, termasuk GERD atau asam lambung naik. Ketika stres, pola makan dapat berubah, produksi asam lambung dapat terganggu, dan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap rasa tidak nyaman. Keluhan yang dapat dirasakan antara lain nyeri ulu hati, mual, rasa panas di dada, perut kembung, atau mulut terasa asam.

Pada beberapa orang, stres juga membuat kebiasaan makan menjadi tidak teratur. Misalnya, tidak nafsu makan, sering terlambat makan, makan berlebihan, konsumsi kopi berlebihan, atau memilih makanan pedas dan berlemak sebagai pelampiasan. Kebiasaan ini dapat memperburuk keluhan lambung.

2. Insomnia atau gangguan tidur

Stres berlebih juga sering menyebabkan sulit tidur. Pikiran yang terus aktif, overthinking, atau rasa khawatir yang sulit dikendalikan dapat membuat seseorang sulit memulai tidur atau sering terbangun di malam hari. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Jika berlangsung lama, insomnia dapat membuat tubuh terasa lelah, konsentrasi menurun, emosi naik turun, dan produktivitas terganggu. Gangguan tidur juga dapat memperburuk stres, sehingga terbentuk siklus yang sulit diputus: stres membuat sulit tidur, lalu kurang tidur membuat seseorang lebih mudah stres.

3. Hipertensi atau tekanan darah meningkat

Saat stres, detak jantung dapat meningkat dan pembuluh darah mengalami perubahan respons. Dalam jangka pendek, hal ini dapat membuat tekanan darah naik sementara. Namun bila stres sering terjadi dan tidak dikelola, kondisi ini dapat menjadi beban bagi sistem kardiovaskular.

Stres yang berkepanjangan juga dapat mendorong kebiasaan yang kurang sehat, seperti kurang tidur, jarang berolahraga, merokok, makan berlebihan, atau konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Kombinasi faktor ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan lain.

4. Anxiety atau kecemasan berlebih

Stres yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi kecemasan berlebih. Seseorang mungkin merasa gelisah terus-menerus, sulit tenang, mudah panik, atau merasa takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi. Pada kondisi tertentu, kecemasan dapat disertai gejala fisik seperti jantung berdebar, sesak, keringat dingin, gemetar, atau rasa tidak nyaman di dada.

Kecemasan yang menetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, pekerjaan, dan kualitas hidup. Karena itu, keluhan cemas yang berlangsung lama sebaiknya tidak diabaikan.

Tanda Stres Sudah Perlu Diwaspadai

  1. Gangguan tidur
     
     Sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur tidak nyenyak dapat menjadi tanda stres mulai mengganggu kondisi tubuh.
  2. Keluhan fisik berulang
     
     Stres dapat memicu keluhan seperti sakit kepala, pusing, nyeri otot, dada berdebar, atau tubuh terasa mudah lelah.
  3. Masalah pencernaan
     
     Saat stres meningkat, beberapa orang dapat mengalami perut tidak nyaman, mual, kembung, atau asam lambung meningkat.
  4. Perubahan emosi
     
     Stres berlebih dapat membuat seseorang lebih mudah marah, sedih, cemas, gelisah, atau merasa kewalahan dalam menjalani aktivitas.
  5. Sulit fokus dan menarik diri
     
     Stres dapat membuat konsentrasi menurun, mudah lupa, kehilangan minat, atau mulai menghindari interaksi dengan orang sekitar.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Konsultasi ke dokter sebaiknya dilakukan bila stres sudah berlangsung lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, sulit tidur hampir setiap malam, sering merasa cemas tanpa sebab jelas, mudah panik, mengganggu pekerjaan, dan mengganggu hubungan dengan keluarga dan orang sekitar.

Baca Juga: 10 Ciri ADHD pada Orang Dewasa & Penanganannya, Bisa Disembuhkan?

Anda juga perlu mencari bantuan profesional bila keluhan fisik muncul berulang tanpa penyebab yang jelas, seperti sakit kepala, nyeri dada, gangguan lambung, jantung berdebar, atau tekanan darah meningkat. Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan kondisi medis tertentu, stres, atau kombinasi keduanya.

Untuk mendapatkan konsultasi kesehatan yang tepat dan komprehensif, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, dan jadwal praktik tenaga medis dapat diakses dengan mudah melalui menu Cari Dokter. Didukung fasilitas rumah sakit yang lengkap serta layanan pemeriksaan penunjang terpadu, proses konsultasi dan penanganan dapat dilakukan secara aman dan nyaman dalam satu tempat.

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS