Health
Mata Merah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya sesuai Penyebab
Ditulis Oleh
Admin • 31 Agustus 2026

Mata merah adalah salah satu keluhan mata yang paling sering dialami, mulai dari yang ringan seperti iritasi akibat debu, hingga yang memerlukan penanganan medis seperti infeksi. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil pada permukaan mata melebar akibat peradangan atau iritasi.
Menurut American Academy of Family Physicians, mata merah merupakan tanda utama dari peradangan pada mata, dan konjungtivitis atau radang selaput mata menjadi penyebab paling umum, meski sejumlah kondisi lain seperti abrasi kornea hingga glaukoma akut juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Lantas, apa saja penyebab mata merah dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Mata Merah?
Mata merah adalah kondisi ketika bagian putih mata (sklera) tampak kemerahan akibat pelebaran pembuluh darah di permukaan mata. Kondisi ini dapat disertai gejala lain seperti gatal, perih, keluar cairan, hingga penglihatan kabur, tergantung penyebabnya.
Penyebab Mata Merah
Mata merah dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, di antaranya:
1. Konjungtivitis (Mata Merah Menular)
Konjungtivitis atau yang dikenal sebagai pink eye adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi kelopak mata dan bagian putih mata. Menurut Mayo Clinic, sebagian besar kasus konjungtivitis disebabkan oleh infeksi virus, meski infeksi bakteri dan reaksi alergi juga dapat menjadi penyebabnya.
2. Alergi
Paparan debu, serbuk sari, bulu hewan, atau iritan lain dapat memicu reaksi alergi pada mata, yang umumnya ditandai dengan mata merah, gatal, dan berair pada kedua mata.
3. Iritasi Lingkungan
Asap, debu, klorin dari kolam renang, hingga udara kering dapat menyebabkan iritasi ringan yang membuat mata tampak merah.
4. Mata Kering
Kurangnya produksi air mata dapat menyebabkan permukaan mata menjadi kering dan meradang, sehingga tampak merah, terutama setelah menatap layar dalam waktu lama.
5. Perdarahan Subkonjungtiva
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata pecah, biasanya akibat batuk keras, bersin, atau tekanan mendadak. Umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya.
6. Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Tepat
Pemakaian lensa kontak dalam waktu terlalu lama atau kurang menjaga kebersihannya dapat meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi pada mata.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Gejala yang Menyertai Mata Merah
Selain kemerahan pada bagian putih mata, gejala lain yang mungkin menyertai antara lain:
- Rasa gatal atau perih
- Mata berair atau keluar cairan/kotoran mata
- Kelopak mata bengkak
- Sensasi seperti ada benda asing di mata
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
- Penglihatan kabur
Cara Mengatasi Mata Merah
Penanganan mata merah perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut beberapa langkah umum yang dapat dilakukan:
1. Kompres dengan Air Dingin atau Hangat
Kompres dingin dapat membantu meredakan gatal akibat alergi, sementara kompres hangat lebih efektif untuk membantu meredakan gejala akibat infeksi bakteri.
2. Gunakan Air Mata Buatan (Artificial Tears)
Menurut Mayo Clinic, obat tetes mata pelumas seperti air mata buatan dapat membantu meredakan gejala mata merah akibat iritasi ringan atau mata kering. Mayo Clinic juga menyarankan untuk menghindari obat tetes mata yang diklaim khusus menghilangkan kemerahan, karena penggunaan berulang berpotensi memperparah gejala.
3. Hindari Mengucek Mata
Mengucek mata dapat memperparah iritasi dan berisiko menyebarkan infeksi, terutama pada kasus konjungtivitis yang bersifat menular.
4. Jaga Kebersihan Tangan dan Barang Pribadi
Karena konjungtivitis dapat menular melalui kontak langsung, penting untuk rajin mencuci tangan dan menghindari berbagi handuk atau barang pribadi lain selama gejala berlangsung.
5. Istirahatkan Mata dari Layar
Memberi jeda saat menggunakan gawai atau komputer dapat membantu mengurangi kelelahan dan kekeringan pada mata.
6. Gunakan Obat sesuai Anjuran Dokter
Pada kasus konjungtivitis bakteri, dokter mungkin akan meresepkan obat tetes atau salep antibiotik. Namun, sebuah tinjauan dalam American Family Physician menegaskan bahwa penggunaan antibiotik sebaiknya didasarkan pada evaluasi dokter, karena sebagian besar kasus konjungtivitis bersifat self-limiting atau dapat membaik dengan sendirinya tanpa antibiotik.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter spesialis mata apabila mengalami:
- Nyeri mata yang hebat
- Penglihatan kabur atau menurun secara tiba-tiba
- Sensitif terhadap cahaya yang parah
- Keluar cairan kental berwarna kuning atau hijau dalam jumlah banyak
- Mata merah yang tidak membaik setelah beberapa hari
- Riwayat cedera atau kemasukan benda asing pada mata
FAQ
Apakah mata merah selalu menular?
Tidak selalu. Mata merah akibat alergi, iritasi, mata kering, atau perdarahan subkonjungtiva tidak menular. Namun, mata merah akibat konjungtivitis virus atau bakteri dapat menular melalui kontak langsung.
Berapa lama mata merah biasanya sembuh?
Mata merah akibat iritasi ringan umumnya membaik dalam 1–2 hari. Sementara itu, konjungtivitis virus dapat berlangsung selama 1–2 minggu, meski gejalanya biasanya mulai membaik setelah beberapa hari.
Bolehkah memakai lensa kontak saat mata merah?
Sebaiknya hindari penggunaan lensa kontak selama mata merah berlangsung untuk mencegah iritasi lebih lanjut atau penyebaran infeksi, hingga kondisi mata benar-benar pulih.
Apakah mata merah pada anak berbahaya?
Mata merah pada anak umumnya disebabkan oleh konjungtivitis yang menular, terutama di lingkungan sekolah. Meski jarang berbahaya, tetap perlu diwaspadai dan diperiksakan ke dokter apabila disertai gejala berat seperti bengkak signifikan atau demam.
Konsultasikan Keluhan Mata Merah Anda di Tzu Chi Hospital
Mata merah yang tidak kunjung membaik, disertai nyeri, atau memengaruhi penglihatan sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan, karena beberapa penyebabnya memerlukan penanganan khusus.
Tzu Chi Hospital menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis mata yang didukung fasilitas pemeriksaan lengkap untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
Jangan tunda pemeriksaan jika keluhan tidak kunjung membaik. Cari dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis mata Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Team Medis Tzu Chi Hospital
Referensi:
Diagnosis and Management of Red Eye in Primary Care – American Family Physician
Red eye – Causes and definition – Mayo Clinic
Pink Eye (Conjunctivitis) – Symptoms and Causes – Mayo Clinic
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!

10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya

8 Cara Menurunkan Demam Anak tanpa Obat, Pakai Minyak Kayu Putih!

