Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Nutrisi untuk Pasien Kanker, Panduan Makan Selama Kemoterapi
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 24 Agustus 2026


Malnutrisi pada pasien kanker sering tidak disadari, tetapi dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan proses pemulihan.
Tubuh yang kekurangan gizi tidak memiliki cukup energi dan protein untuk memperbaiki jaringan sehat yang terdampak pengobatan.
Pasien dengan status gizi baik cenderung lebih mampu menjalani kemoterapi dan mempertahankan kekuatan tubuh.
Nutrisi yang terjaga juga mendukung sistem imun, mempercepat pemulihan, dan membantu mempertahankan kualitas hidup.
Tidak ada diet khusus yang dapat menyembuhkan kanker secara langsung.
Pasien membutuhkan pola makan yang disesuaikan dengan kondisi, jenis kanker, terapi, dan keluhan yang dialami.
Apa Itu Nutrisi untuk Pasien Kanker?
Nutrisi untuk pasien kanker bukan sekadar meningkatkan jumlah makanan. Intervensi gizi harus direncanakan berdasarkan kebutuhan setiap pasien selama pengobatan.
Nutrisi medis disesuaikan dengan jenis kanker, stadium penyakit, kondisi tubuh, dan terapi yang sedang dijalani.
Kebutuhan pasien kanker payudara dapat berbeda dari pasien kanker saluran cerna yang mengalami kesulitan menelan.
Tujuan intervensi gizi adalah mencegah malnutrisi, mempertahankan massa otot, mendukung toleransi terhadap terapi, dan menjaga kualitas hidup.
Nutrisi medis berbeda dari suplemen atau diet “anti-kanker” yang beredar tanpa dasar ilmiah. Intervensi gizi klinik disusun berdasarkan pemeriksaan, pengukuran objektif, kondisi medis, dan bukti ilmiah.
Asupan yang terjaga dapat membantu mengurangi risiko penundaan terapi akibat kondisi tubuh yang terlalu lemah.
Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi merupakan bagian penting dari rencana pengobatan kanker.
Masalah Nutrisi yang Sering Dialami Pasien Kanker
Efek kanker dan pengobatannya dapat mengganggu selera makan, kemampuan menelan, pencernaan, dan pemanfaatan nutrisi oleh tubuh.
1. Mual dan Muntah
Mual dan muntah merupakan efek samping kemoterapi yang sering mengurangi asupan makanan.
Obat kemoterapi dapat merangsang pusat mual di otak dan mengiritasi saluran pencernaan. Obat antimual dari dokter dapat membantu mengendalikan keluhan tersebut. Pasien juga dapat memilih makanan beraroma ringan dalam porsi kecil, tetapi lebih sering.
2. Mukositis
Mukositis adalah peradangan dan luka pada mulut atau tenggorokan akibat kemoterapi maupun radioterapi.
Kondisi ini dapat menyebabkan makan, minum, mengunyah, dan menelan terasa menyakitkan. Luka di mulut juga dapat meningkatkan risiko infeksi. Kebersihan mulut perlu dijaga secara lembut dan konsisten sesuai anjuran tenaga medis.
3. Perubahan Rasa dan Penurunan Nafsu Makan
Kemoterapi dapat membuat makanan terasa pahit, metalik, hambar, atau berbeda dari biasanya.
Perubahan rasa dan penciuman sering menyebabkan pasien kehilangan minat untuk makan. Protein seperti telur, ikan, tahu, atau tempe dapat dipilih jika daging terasa tidak nyaman dikonsumsi.
Penurunan nafsu makan juga dapat dipengaruhi kanker, peradangan, stres, nyeri, dan efek pengobatan.
4. Gangguan Saluran Pencernaan
Diare atau konstipasi dapat terjadi selama kemoterapi, radioterapi, atau penggunaan obat tertentu.
Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab, kondisi pasien, kebutuhan cairan, dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Pasien tidak disarankan mengubah konsumsi serat atau menggunakan obat pencahar tanpa arahan tenaga medis.
5. Cachexia
Cachexia adalah kondisi hilangnya massa otot dan berat badan akibat perubahan metabolisme serta peradangan kronis.
Kondisi ini berbeda dari kekurangan makan biasa dan tidak selalu membaik hanya dengan menambah porsi makanan.
Penanganan cachexia memerlukan dukungan nutrisi, pengelolaan gejala, aktivitas fisik, dan terapi penyakit dasarnya.
Penyebab Masalah Nutrisi pada Pasien Kanker
Masalah gizi pada pasien kanker biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan.
Efek Samping Pengobatan
Mual, muntah, mukositis, diare, konstipasi, nyeri, dan kelelahan dapat menurunkan asupan makanan secara signifikan.
Pasien mungkin tidak memiliki tenaga untuk menyiapkan, mengunyah, atau menghabiskan makanan.
Mengendalikan efek samping sejak awal membantu menjaga asupan selama siklus pengobatan.
Perubahan Metabolisme Tubuh
Kanker dapat memicu peradangan yang menyebabkan tubuh memecah cadangan lemak dan protein secara berlebihan.
Akibatnya, massa otot dapat terus berkurang meskipun pasien masih makan. Penurunan berat badan pada pasien kanker perlu dievaluasi karena dapat menunjukkan hilangnya massa otot.
Hambatan pada Saluran Pencernaan
Tumor pada saluran pencernaan dapat menghambat jalannya makanan secara fisik. Kanker kerongkongan, lambung, atau usus dapat menyebabkan kesulitan menelan, cepat kenyang, muntah, atau penyumbatan.
Dukungan nutrisi melalui jalur lain mungkin diperlukan jika pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan melalui makanan biasa.
Cara Dokter Menilai Status Gizi Pasien Kanker
Penilaian status gizi dilakukan sejak awal diagnosis dan diulang secara berkala selama pengobatan.
Dokter akan menilai perubahan berat badan, nafsu makan, asupan harian, keluhan pencernaan, dan kemampuan beraktivitas.
Pengukuran komposisi tubuh dapat dilakukan untuk mendeteksi penurunan massa otot. Pemeriksaan darah juga dapat membantu menilai peradangan, fungsi organ, dan kondisi metabolik pasien.
Catatan makanan harian membantu tenaga medis mengetahui jumlah asupan dan hambatan yang dialami pasien.
Konsultasi gizi sebaiknya dilakukan sebelum malnutrisi berkembang menjadi lebih berat. Di Tzu Chi Hospital, penilaian nutrisi disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan setiap pasien.
Cara Menangani Masalah Nutrisi Pasien Kanker
Penanganan gizi disesuaikan dengan gejala, kemampuan makan, fungsi saluran pencernaan, dan kebutuhan nutrisi pasien.
1. Strategi Makan saat Mual
Makanlah dalam porsi kecil sebanyak lima hingga enam kali sehari. Pilih makanan dingin atau bersuhu ruang jika aroma makanan panas memicu mual.
Hindari makanan berminyak, berlemak tinggi, terlalu pedas, atau beraroma kuat. Minuman atau makanan berbahan jahe dapat membantu sebagian pasien, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi medis.
2. Strategi Makan saat Mukositis
Pilih makanan lunak, lembut, tidak panas, dan mudah ditelan. Yogurt, puding, bubur, sup lembut, atau smoothie dapat menjadi pilihan sesuai toleransi pasien.
Hindari makanan pedas, asam, keras, tajam, atau terlalu panas karena dapat memperparah nyeri.
3. Suplemen Nutrisi Oral
Oral Nutritional Supplement atau ONS merupakan formula nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan ketika makanan biasa belum mencukupi.
ONS dapat membantu pasien yang mengalami penurunan nafsu makan, cepat kenyang, atau kesulitan menghabiskan makanan. Jenis dan jumlah ONS sebaiknya ditentukan bersama dokter spesialis gizi klinik atau dietisien.
4. Nutrisi Enteral
Nutrisi enteral diberikan melalui selang ketika pasien tidak dapat memenuhi kebutuhan melalui mulut, tetapi saluran pencernaan masih berfungsi.
Pemberian dapat dilakukan melalui selang nasogastrik atau akses lain sesuai kondisi pasien. Metode ini membantu menjaga fungsi saluran pencernaan dan memenuhi kebutuhan energi serta protein.
5. Nutrisi Parenteral
Nutrisi parenteral diberikan langsung melalui pembuluh darah ketika saluran pencernaan tidak dapat digunakan.
Metode ini membutuhkan pengawasan ketat karena berisiko menimbulkan infeksi, gangguan elektrolit, dan komplikasi metabolik. Nutrisi parenteral hanya diberikan berdasarkan indikasi medis yang jelas.
Cara Mencegah Malnutrisi pada Pasien Kanker
Pencegahan perlu dimulai sejak awal terapi, bukan setelah berat badan turun secara signifikan.
1. Konsultasi Gizi Sejak Awal
Konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik atau dietisien membantu pasien menyusun pola makan yang sesuai.
Rencana tersebut dapat disesuaikan ketika efek samping terapi mulai muncul. Pasien tidak disarankan menjalani diet ketat atau eksklusif tanpa pengawasan tenaga medis.
2. Hindari Suplemen Sembarangan
Suplemen vitamin, herbal, atau produk tradisional dapat berinteraksi dengan kemoterapi dan pengobatan lainnya.
Beritahukan seluruh suplemen yang dikonsumsi kepada dokter sebelum memulai atau melanjutkan penggunaannya.
3. Pertahankan Aktivitas Fisik
Aktivitas ringan membantu mempertahankan massa otot, meningkatkan fungsi tubuh, dan mendukung nafsu makan.
Berjalan santai selama 10–15 menit dapat dilakukan sesuai kemampuan dan persetujuan dokter.
4. Pantau Berat Badan
Timbang berat badan secara rutin pada waktu dan kondisi yang serupa. Laporkan kepada dokter jika berat badan turun lebih dari 5% dalam satu bulan. Penurunan tersebut dapat menjadi tanda awal malnutrisi atau cachexia.
5. Libatkan Keluarga
Keluarga dapat membantu menyiapkan makanan, mencatat asupan, dan mengenali perubahan kondisi pasien. Dukungan keluarga juga membantu pasien menjalani pola makan secara lebih konsisten.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter jika pasien kehilangan lebih dari 5% berat badan dalam satu bulan. Pemeriksaan juga diperlukan jika pasien tidak mampu makan atau minum dengan cukup selama lebih dari tiga hari.
Hubungi tenaga medis jika mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri mulut, atau kesulitan menelan mengganggu asupan secara signifikan.
Waspadai tanda dehidrasi seperti mulut kering, jarang buang air kecil, pusing, lemas berat, atau penurunan kesadaran.
Nutrisi yang optimal membantu pasien mempertahankan kekuatan selama pengobatan kanker. Jangan menunggu sampai kondisi tubuh melemah sebelum mencari bantuan.
Jadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau temukan dokter spesialis gizi klinik melalui menu Cari Dokter.
Referensi
-
American Cancer Society. (2024). Cancer Information & Resources. cancer.org
-
World Health Organization. (2023). Cancer Fact Sheet. who.int
-
Mayo Clinic. (2024). Cancer – Symptoms and Causes. mayoclinic.org
-
Cleveland Clinic. (2024). Cancer: Types, Symptoms & Treatments. my.clevelandclinic.org
-
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Panduan Nasional Penanganan Kanker. kemkes.go.id
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Dian Araminta Ramadhania, M.Gizi, Sp.GK
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!

10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya

8 Cara Menurunkan Demam Anak tanpa Obat, Pakai Minyak Kayu Putih!

