Tindakan Medis & Terapi
Persiapan Kemoterapi untuk Menghadapi Sesi Pertama: Durasi & Prosedur
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 24 Agustus 2026


Memasuki ruang kemoterapi untuk pertama kali dapat terasa menakutkan. Banyak pasien memikirkan rasa sakit, durasi sesi, dan proses yang akan dijalani.
Rasa takut terhadap hal yang belum diketahui merupakan reaksi wajar. Informasi yang tepat dapat membantu pasien menjalani pengobatan dengan lebih tenang.
Artikel ini menjelaskan tahapan kemoterapi, mulai dari persiapan hingga perawatan setelah sesi. Informasi ini membantu pasien mempersiapkan kondisi fisik dan emosional.
Apa Itu Ruang Kemoterapi?
Ruang kemoterapi adalah area khusus untuk memberikan pengobatan kanker. Sebagian besar pasien menerima perawatan secara rawat jalan tanpa perlu menginap.
Ruang ini juga disebut klinik infus kanker atau day chemotherapy unit. Obat biasanya diberikan melalui infus dengan pengawasan tenaga medis.
Pasien datang sesuai jadwal, menjalani pemeriksaan, menerima obat, lalu pulang pada hari yang sama. Namun, alurnya dapat berbeda sesuai kondisi pasien.
Di Tzu Chi Hospital, ruang kemoterapi dirancang untuk mendukung kenyamanan pasien. Pemantauan dilakukan oleh tenaga medis selama sesi berlangsung.
Setiap area perawatan dilengkapi fasilitas untuk memantau kondisi pasien. Tim medis juga memberikan bantuan apabila muncul keluhan selama pengobatan.
Jenis Pemberian Kemoterapi
Kemoterapi tidak selalu diberikan melalui infus. Metode pemberian dipilih berdasarkan jenis obat, penyakit, kondisi pasien, dan rencana terapi.
1. Infus Intravena
Infus intravena merupakan metode pemberian kemoterapi yang paling umum. Obat dialirkan melalui selang yang dipasang pada pembuluh darah.
Obat masuk langsung ke aliran darah dan menyebar ke tubuh. Kecepatan pemberian disesuaikan dengan jenis obat serta protokol pengobatan.
Pasien yang menjalani terapi jangka panjang dapat menggunakan port-a-cath atau PICC line. Akses ini membantu mengurangi penusukan berulang pada pembuluh darah.
Pemasangan akses tersebut memerlukan pertimbangan dokter. Perawat juga akan memberikan panduan mengenai perawatan dan tanda infeksi.
2. Kemoterapi Oral
Beberapa obat kemoterapi tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul. Obat dapat dikonsumsi di rumah sesuai dosis dan jadwal dokter.
Kemoterapi oral tetap termasuk obat keras yang membutuhkan pemantauan. Pasien tidak boleh mengubah dosis atau menghentikan obat sendiri.
Tim medis akan menjelaskan jadwal konsumsi dan cara penyimpanan obat. Pasien juga perlu memahami gejala yang harus segera dilaporkan.
3. Injeksi Subkutan atau Intramuskular
Obat tertentu diberikan melalui suntikan di bawah kulit atau ke dalam otot. Prosedurnya biasanya berlangsung lebih singkat daripada infus.
Pemberian tetap dilakukan oleh tenaga medis terlatih. Langkah ini memastikan dosis dan lokasi penyuntikan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Nyeri atau iritasi ringan dapat muncul di area suntikan. Segera beri tahu tenaga medis apabila keluhan memburuk atau tidak menghilang.
Persiapan Sebelum Sesi Kemoterapi
Persiapan yang baik dapat meningkatkan kenyamanan selama sesi. Pasien perlu memperhatikan pemeriksaan medis, kondisi tubuh, dan barang bawaan.
1. Pemeriksaan Pra-Kemoterapi
Sebelum kemoterapi, pasien biasanya menjalani pemeriksaan darah lengkap. Pemeriksaan menilai sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit.
Dokter juga dapat memeriksa fungsi ginjal serta hati. Kedua organ tersebut berperan dalam mengolah dan membuang obat dari tubuh.
Sesi dapat ditunda jika hasil pemeriksaan belum memenuhi batas aman. Penundaan dilakukan untuk melindungi pasien dari komplikasi.
Penundaan bukan berarti pengobatan gagal. Dokter akan menentukan waktu yang lebih aman berdasarkan kondisi tubuh pasien.
2. Barang yang Perlu Dibawa
Sesi kemoterapi dapat berlangsung selama beberapa jam. Barang yang tepat membantu pasien tetap nyaman selama menunggu.
-
Dokumen medis: Bawa kartu pasien, hasil pemeriksaan, dan dokumen yang diperlukan untuk memperlancar proses administrasi.
-
Daftar obat: Catat seluruh obat, vitamin, herbal, dan suplemen yang sedang dikonsumsi untuk mencegah interaksi.
-
Makanan ringan: Pilih makanan yang mudah dicerna dan tidak beraroma tajam sesuai anjuran tenaga medis.
-
Minuman: Bawa air minum jika tidak ada pembatasan cairan dari dokter atau kondisi medis tertentu.
-
Hiburan: Buku, musik, atau perangkat elektronik dapat membantu mengisi waktu selama infus berlangsung.
-
Pakaian hangat: Jaket atau selimut ringan dapat membantu karena ruangan mungkin terasa dingin.
-
Pendamping: Pendamping dapat membantu saat sesi pertama dan mengantar pasien pulang setelah pengobatan.
3. Persiapan Kondisi Fisik
Tidurlah dengan cukup pada malam sebelum sesi. Istirahat membantu tubuh menghadapi pengobatan dalam kondisi lebih baik.
Konsumsi makanan ringan beberapa jam sebelum kemoterapi. Hindari makanan sangat berlemak, pedas, asam, atau beraroma menyengat.
Minumlah air sesuai kebutuhan dan arahan dokter. Kebutuhan cairan dapat berbeda berdasarkan kondisi ginjal, jantung, atau penyakit lainnya.
Minum obat antimual sesuai petunjuk tenaga medis. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Apa yang Terjadi di Ruang Kemoterapi?
Mengetahui alur pengobatan dapat mengurangi kecemasan. Setiap rumah sakit dapat menerapkan tahapan yang sedikit berbeda.
1. Saat Tiba
Pasien menjalani registrasi sebelum masuk ke ruang perawatan. Perawat kemudian memeriksa identitas dan rencana pengobatan.
Tekanan darah, suhu, denyut nadi, dan berat badan akan diperiksa. Berat badan dapat digunakan untuk menentukan dosis obat.
Perawat memasang akses infus atau memeriksa akses yang telah tersedia. Obat disiapkan oleh tenaga farmasi sesuai resep dokter.
Pemeriksaan identitas dan obat dilakukan secara teliti. Langkah ini membantu memastikan keamanan sebelum kemoterapi dimulai.
2. Selama Sesi Kemoterapi
Pasien biasanya menerima obat pendahuluan sebelum kemoterapi. Obat tersebut dapat membantu mengurangi mual atau reaksi alergi.
Perawat mengatur kecepatan infus sesuai protokol. Kondisi pasien akan dipantau secara berkala selama obat diberikan.
Pasien dapat membaca, mendengarkan musik, berbincang, atau beristirahat. Namun, keluhan apa pun harus segera disampaikan kepada perawat.
Jangan menunggu sampai keluhan terasa berat. Penanganan dini dapat membantu mencegah reaksi berkembang menjadi lebih serius.
3. Durasi Sesi
Durasi kemoterapi berbeda untuk setiap pasien. Waktunya bergantung pada obat, dosis, protokol, dan kondisi kesehatan.
-
Sesi pendek: Beberapa jenis pengobatan dapat selesai dalam waktu sekitar 30–60 menit.
-
Sesi sedang: Banyak protokol kemoterapi berlangsung sekitar dua hingga empat jam.
-
Sesi panjang: Obat tertentu dapat membutuhkan enam hingga delapan jam atau lebih.
Tanyakan perkiraan durasi kepada dokter atau perawat. Informasi tersebut membantu pasien mengatur jadwal dan mempersiapkan kebutuhan pribadi.
Efek Samping Selama Kemoterapi
Efek samping berbeda pada setiap pasien. Jenis dan tingkat keluhan juga dipengaruhi oleh obat yang digunakan.
Tidak semua pasien mengalami efek samping berat. Sebagian pasien hanya merasakan keluhan ringan atau sementara.
Beberapa keluhan harus segera dilaporkan selama sesi:
-
Reaksi infus: Kemerahan, gatal, sesak, menggigil, atau rasa panas mendadak dapat menunjukkan reaksi terhadap obat.
-
Mual dan muntah: Beri tahu perawat jika obat antimual belum cukup mengendalikan keluhan.
-
Kelelahan: Rasa lelah dapat muncul selama atau setelah pemberian obat dan perlu dipantau.
-
Kesemutan: Obat tertentu dapat menyebabkan kesemutan atau sensitivitas terhadap suhu dingin.
-
Nyeri dada: Keluhan ini harus segera disampaikan karena dapat memerlukan pemeriksaan langsung.
-
Pusing: Pusing berat atau rasa ingin pingsan dapat berkaitan dengan perubahan tekanan darah.
-
Nyeri area infus: Rasa terbakar, bengkak, atau nyeri dapat menandakan obat keluar dari pembuluh darah.
Pasien berada dalam pengawasan tim medis selama sesi. Keluhan dapat dievaluasi dan ditangani sesuai kondisi yang muncul.
Setelah Sesi Kemoterapi Selesai
Setelah infus selesai, akses akan dilepas atau ditutup dengan aman. Pasien dapat diminta menunggu untuk memastikan tidak ada reaksi lanjutan.
Pendamping sebaiknya mengantar pasien pulang, terutama setelah sesi pertama. Beberapa obat dapat menyebabkan kantuk, lemas, atau pusing.
Istirahat yang cukup diperlukan setelah kemoterapi. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan memulihkan jaringan sehat.
Minumlah cairan sesuai arahan dokter. Jangan memaksakan asupan berlebihan jika terdapat pembatasan karena kondisi kesehatan tertentu.
Konsumsi makanan dalam porsi kecil jika nafsu makan berkurang. Pilih makanan yang mudah dicerna dan tidak memicu mual.
Catat efek samping yang muncul setelah sesi. Informasi tersebut membantu dokter mengevaluasi kebutuhan obat tambahan atau penyesuaian terapi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi tim medis jika terjadi demam, menggigil, atau kondisi tubuh memburuk. Infeksi dapat berkembang cepat ketika daya tahan tubuh menurun.
Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya jika muncul keluhan serius. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan keterlambatan terapi.
Kondisi yang perlu segera dilaporkan meliputi:
-
Demam: Suhu tubuh 38°C atau lebih perlu segera dilaporkan kepada tim medis.
-
Sesak napas: Kesulitan bernapas, nyeri dada, atau napas cepat membutuhkan pemeriksaan segera.
-
Muntah berulang: Muntah yang tidak terkendali dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit.
-
Diare berat: Buang air besar berulang dapat menyebabkan kehilangan cairan dan kelemahan.
-
Perdarahan: Mimisan, gusi berdarah, memar luas, atau darah pada urine dan feses perlu diperiksa.
-
Penurunan kesadaran: Kebingungan, pingsan, atau sulit dibangunkan merupakan kondisi darurat.
-
Nyeri berat: Nyeri yang tiba-tiba, memburuk, atau tidak membaik dengan obat perlu dievaluasi.
-
Tidak bisa makan: Kesulitan makan dan minum dapat meningkatkan risiko malnutrisi serta dehidrasi.
Jangan menunda evaluasi jika kondisi terasa tidak biasa. Anda dapat jadwalkan pemeriksaan via WhatsApp Tzu Chi Hospital untuk mendapatkan arahan medis.
Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan dokter yang sesuai. Pilih jadwal pemeriksaan berdasarkan kebutuhan dan kondisi Anda.
Referensi
-
American Cancer Society. Chemotherapy and You: Support for People with Cancer. Atlanta: ACS; 2022.
-
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Kanker. Jakarta; 2023.
-
Oncology Nursing Society. Chemotherapy and Biotherapy Guidelines. 5th ed. Pittsburgh: ONS; 2019.
-
Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI). Panduan Praktik Klinis Kemoterapi. Jakarta; 2022.
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Rajesh Kalwani, Sp.PD-KHOM, FINASIM
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!

10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya

8 Cara Menurunkan Demam Anak tanpa Obat, Pakai Minyak Kayu Putih!

