Bahagianya Karsam Mendapat Kacamata Baru

Setelah mendapat kacamata baru dari Tzu Chi, Karsam tampak bersemangat saat mencoba mengendarai sepeda motor bersama istrinya Turyanah. Kini ia pun tak takut lagi terjatuh saat mengatar istrinya belanja ke pasar.

Dua bulan lebih pascamengikuti Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-138 di Tzu Chi Hospital pada Mei 2023, pengelihatan mata kiri Karsam mulai memulih setelah operasi katarak. Namun karena sebelum operasi katarak mata kirinya juga minus, pengelihatannya pun tidak sepenuhnya kembali. Mengetahui hal ini, relawan Tzu Chi dan tim medis TIMA Indonesia mencoba mengunjungi Karsam untuk melihat masalah yang dialaminya pada Rabu, 12 Juli 2023.

Karsam pun langsung tersenyum saat mendapat kunjungan dari Tzu Chi ke rumahnya yang terletak di wilayah Kampung Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Sebelum operasi katarak, setiap harinya Karsam menggunakan kacamata yang dibeli di penjual kacamata yang kebetulan lewat di depan rumahnya karena saat itu kemampuan pengelihatannya mulai berkurang. Namun kacamatanya tersebut ternyata ukuran lensanya tidak sesuai dengan minus di matanya karena Karsam sama sekali belum pernah memeriksakan matanya ke optik ataupun dokter mata akibat keterbatasan biaya.

“Ada orang keliling nawarin kacamata, kebetulan mata saya kan lamur (buram). Kemudian saya coba-coba merasa cocok, trus beli bayarnya nyicil dua kali,” ungkap Karsam.

Suster Weni Yunita dari TIMA Indonesia memeriksa kondisi mata kiri Karsam saat berkunjung ke rumahnya di kampung Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Kacamata ini pun kini kondisinya sudah rusak, salah satu lensanya juga pecah. Lagi-lagi karena keterbatasan biaya, kacamata yang sudah tidak layak ini pun masih dipakai setelah operasi. Hal inilah yang membuat pengelihatan Karsam belum sepenuhnya pulih pascaoperasi katarak.

Setelah mengetahui masalah yang dihadapi Karsam, tim medis TIMA yang berkunjung kemudian berkoordinasi dengan relawan Tzu Chi untuk mengatasi kondisi Karsam. Setelah koordinasi, Karsam diminta untuk datang ke Tzu Chi Hospital keesokan harinya (Kamis, 13 Juli 2023) untuk diperiksa dan melakukan pengukuran ulang untuk menentukan kacamata yang pas bagi Karsam.

Kacamata usang milik Karsam yang sudah tidak layak pakai lagi. Tampak lensa sebelah kanannya juga sudah pecah.

Setibanya di Tzu Chi Hospital, Karsam ditemani oleh anak bungsunya Njum (23). Setelah bertemu dengan tim medis TIMA dan relawan Tzu Chi, Karsam segera diantarkan ke poli mata di Tzu Chi Hospital untuk diperiksa oleh dokter mata. “Kalau dulu ya nggak ada diukur-ukur, cuma tanya pengelihatan bagus ya sudah oke. Kalau di rumah sakit (Tzu Chi Hospital) kan lengkap diukur, huruf gede kecil, dilihat jauh dekatnya,” kata Karsam.

Selesai di poli mata Tzu Chi Hospital, Karsam pun kembali pulang sambil membawa obat tetes dari dokter mata dan menunggu kacamata barunya selesai dibuat dalam waktu beberapa hari.

Tampak Bersemangat dan Bersukacita

Setelah pembuatan kacamata yang prosesnya dibantu oleh relawan Tzu Chi selesai, relawan kembali datang ke rumahnya. Kunjungan pada Senin, 17 Juli 2023 ini pun sekaligus membawakan kacamata baru bagi Karsam.  Turyanah, istri Karsam langsung menyambut kedatangan relawan siang itu.

Walaupun tidak bisa membaca dan menulis, Karsam mencoba mengikuti instruksi dari perawat di poli mata Tzu Chi Hospital saat proses pemeriksaan mata dan pembuatan kacamata baru.

Setelah saling bertanya kabar, relawan Tzu Chi yang juga anggota TIMA Indonesia drg. Laksmi Widyasuti kemudian memberikan kacamata yang baru. Raut wajah Karsam pun tampak ceria setelah kacamata diterima, tak menunggu lama kacamata baru pun segera dicobanya. “Yahh terang hahahaha, jadi kelihatannya jelas,” kata Karsam.

Spontan Turyanah pun berkata. “Kalau lihat saya bagaimana?” “Ouwww cakep, hahahaha,” jawab Karsam. Situasi pun langsung ceria dan penuh tawa mendengar Karsam bercanda dengan istrinya.

Salah satu dokter mata di Tzu Chi Hospital juga mengecek kondisi kedua mata Karsam untuk melihat perkembangan pengelihatannya.

Setelah itu, Karsam juga mencoba mengendarai sepeda motor dengan kacamata barunya. Turyanah pun ikut dibonceng. Dulu kalau Karsam mengendarai sepeda motor mengatar istrinya ke pasar, Turyanah yang mengarahkan harus ke kanan atau kiri sambil membonceng. Tentu saja ini adalah hal yang berbahaya dan tak jarang mereka sering jatuh di jalan. Namun kini setelah oprasi katarak dan mendapatkan kacamata baru, mereka berdua pun tampak bahagia bisa berkendara dengan aman lagi.

Momentum ini pun juga Karsam gunakan untuk mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi karena telah banyak membantunya. “Ada bantuan dari Buddha Tzu Chi, banyak-banyak terima kasih. Tanpa dipungut bayaran sepeser pun, dikasih kacamata. Saya benar-banar bersyukur ada bantuan dari Tzu Chi,” ucap Karsam bersyukur.

Sesaat setelah memakai kacamata baru, Karsam langsung tertawa bahagia bersama relawan Tzu Chi, drg. Laksmi Widyasuti dan istrinya Turyanah. Pengelihatannya kini kembali normal dan terang seperti sediakala.

Begitu pula dengan drg. Laksmi Widyasuti yang ikut bahagia melihat Karsam begitu senang dengan kacamata barunya. “Tentu saja senang sekali, Pak Karsam bisa melihat lebih jelas, dibandingkan dengan kacamata yang sudah pecah itu,” jelas drg. Laksmi Widyasuti.

Ia juga berharap kedepannya Karsam bisa membantu istrinya ke pasar lebih baik dan tidak sampai jatuh-jatuh dari sepeda motor seperti sebelumnya. “Jadi ibu kan ngabanin (memberi aba-aba) kanan-kiri, kanan-kiri, sekarang kan sudah tidak, jadi lebih aman untuk Pak Karsam. Semoga nanti usahanya jadi lebih lancar setelah memakai kacamata baru,” harap drg. Laksmi Widyasuti.



Jurnalis : Arimami Suryo A

Fotografer : Arimami Suryo A

Editor: Metta Wulandari

Previous
Previous

Meresmikan Tzu Chi Hospital, Presiden Jokowi: Kalau Sakit ke Tzu Chi Hospital Saja

Next
Next

Syifa, Pasien Talasemia Akhirnya Melakukan Transplantasi Sel Punca di Tzu Chi Hospital