Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

10 Gejala Asam Urat Tinggi, Bisa Nyeri Sendi & Demam!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi24 Agustus 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Penyakit asam urat sering kali datang tiba-tiba seperti pencuri di malam hari, meninggalkan rasa nyeri yang luar biasa pada sendi Anda. Memahami kondisi ini sejak dini bukan hanya soal meredakan nyeri, tetapi juga mencegah kerusakan permanen pada tubuh.

Artikel ini disusun berdasarkan standar kesehatan terkini untuk membantu Anda mengenali tanda-tandanya secara mendalam.

Silakan baca hingga tuntas agar Anda mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai cara menangani dan kapan waktu terbaik untuk mencari bantuan medis profesional.

Apa Itu Asam Urat Tinggi?

asam urat tinggi gejala

Gejala Asam Urat | Sumber:  Allentown Family Foot Care

Asam urat adalah bentuk radang sendi (artritis) yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada jaringan ikat, terutama di dalam sendi.

Dalam dunia medis, asam urat dikenal sebagai gout, yaitu kondisi ketika tubuh menghasilkan asam urat berlebih akibat pemecahan purin.

Purin sendiri merupakan zat alami yang terdapat di dalam tubuh serta pada beberapa jenis makanan, seperti jeroan dan makanan laut. Dalam kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan keluar melalui urine.

Ketika ginjal tidak mampu membuang asam urat secara efektif atau tubuh memproduksinya secara berlebihan, kadar asam urat dalam darah akan meningkat tajam (hiperurisemia). Akibatnya, terbentuklah kristal urat yang tajam seperti jarum yang memicu peradangan hebat.

Beberapa faktor risiko yang perlu Anda waspadai meliputi:

  • Pola makan: Konsumsi tinggi purin dan minuman manis (fruktosa).

  • Kondisi medis: Memiliki riwayat obesitas, diabetes, atau penyakit ginjal.

  • Genetik: Riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

  • Usia dan Jenis Kelamin: Pria cenderung lebih berisiko pada usia 30-50 tahun.

10 Gejala Asam Urat Tinggi

Mengenali gejala asam urat sedini mungkin sangat krusial agar Anda bisa segera melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi komplikasi kronis.

Berikut adalah rincian mengenai gejala asam urat yang paling umum dirasakan oleh pasien:

1. Nyeri Sendi yang Intens

Gejala yang paling menonjol adalah rasa nyeri yang sangat hebat secara mendadak. Biasanya, rasa sakit ini mencapai puncaknya dalam 4 hingga 12 jam pertama setelah serangan dimulai.

2. Jempol Kaki Terasa Sakit (Podagra)

Serangan paling sering terjadi pada sendi besar di jempol kaki. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, sekitar 50% kasus serangan pertama dialami pada area jempol kaki karena suhu di ujung ekstremitas tubuh cenderung lebih dingin, yang mempermudah pembentukan kristal urat.

3. Pembengkakan pada Area Sendi

Sendi yang terkena akan mengalami pembengkakan yang cukup terlihat. Hal ini terjadi karena respons peradangan tubuh yang mengirimkan sel darah putih untuk melawan "benda asing" berupa kristal tajam di dalam sendi.

4. Kemerahan pada Kulit

Selain bengkak, kulit di sekitar sendi biasanya akan tampak merah cerah atau keunguan. Hal ini menandakan adanya peningkatan aliran darah di area yang mengalami inflamasi akut.

5. Rasa Panas di Sendi

Saat Anda menyentuh bagian yang nyeri, area tersebut akan terasa jauh lebih hangat atau panas dibandingkan bagian tubuh lainnya. Ini adalah tanda khas dari peradangan aktif.

6. Kekakuan Sendi

Seiring berkurangnya nyeri hebat, Anda mungkin akan merasakan kekakuan pada sendi. Hal ini membuat Anda sulit untuk menggerakkan kaki atau tangan secara leluasa karena ruang gerak sendi yang terbatas.

7. Rasa Tidak Nyaman yang Berkepanjangan

Setelah rasa sakit yang luar biasa mereda, rasa tidak nyaman pada sendi biasanya tetap tertinggal selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Serangan berikutnya mungkin bertahan lebih lama dan memengaruhi lebih banyak sendi jika tidak segera diobati.

8. Munculnya Benjolan Keras (Tophi)

Pada tahap kronis, kristal asam urat dapat membentuk gumpalan keras di bawah kulit (tophi). Menariknya, studi dalam jurnal Frontiers in Immunology (2026) mengungkapkan bahwa pasien dengan kondisi ini sering kali memiliki kaitan erat dengan Metabolic Syndrome (seperti obesitas dan hipertensi), di mana resistensi insulin dapat meningkatkan penyerapan kembali asam urat oleh ginjal.

9. Demam dan Menggigil

Beberapa pasien melaporkan gejala sistemik seperti demam ringan atau badan terasa menggigil saat serangan hebat terjadi. Ini menunjukkan bahwa peradangan sudah memengaruhi respons tubuh secara keseluruhan.

10. Kulit di Sekitar Sendi Mengelupas

Setelah pembengkakan mereda, kulit di atas sendi yang terkena sering kali tampak kering, bersisik, atau mengelupas dan terasa gatal.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun gejala asam urat bisa datang dan pergi, Anda sangat disarankan untuk tidak menyepelekannya. Penanganan yang terlambat berisiko menyebabkan kerusakan sendi yang permanen dan gangguan fungsi ginjal (batu ginjal).

Segera konsultasikan kondisi Anda jika mengalami nyeri hebat yang muncul mendadak secara berulang, atau jika Anda melihat adanya perubahan bentuk pada sendi.

Intervensi medis sejak dini dapat membantu mengontrol kadar asam urat agar tetap stabil. Pemeriksaan rutin adalah kunci utama untuk memantau kesehatan jangka panjang Anda.

Tzu Chi Hospital PIK menghadirkan layanan kesehatan komprehensif dengan fasilitas modern untuk membantu Anda menangani berbagai masalah persendian dan kesehatan umum lainnya. Mari ambil langkah preventif sebelum gejala semakin memburuk.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal atau layanan, silakan hubungi kami via WhatsApp untuk menjadwalkan konsultasi dan janji temu bersama dokter terbaik kami.

 

Referensi:

Kuo, C. F., Grainge, M. J., Zhang, W., & Doherty, M. (2016). Gout. The Lancet, 388(10054), 1901-1912. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(16)00346-9/abstract

Li, X., Wang, Y., & Zhang, H. (2026). Multi-dimensional evidence establishing the causal association between metabolic syndrome and gout. Frontiers in Immunology, 17, Article 1769138. https://www.frontiersin.org/journals/immunology/articles/10.3389/fimmu.2026.1769138/full

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Paskalis Andrew Gunawan, Sp.PD, Subsp.Ger (K), FINASIM


 


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS