Edukasi Obat & Apotek
Bisoprolol: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 24 Agustus 2026

Bisoprolol adalah obat golongan beta-blocker yang banyak digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah. Obat ini bekerja terutama dengan memperlambat kerja jantung sehingga beban jantung menjadi lebih ringan.
Bisoprolol sering diresepkan untuk pasien dengan hipertensi (tekanan darah tinggi), gagal jantung kronis, nyeri dada akibat penyakit jantung (angina), serta gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.
Meski bekerja dengan cara “menenangkan” aktivitas jantung, bisoprolol bukan obat yang boleh digunakan sembarangan.
Penggunaan obat ini perlu mengikuti dosis dan arahan dokter karena penghentian secara tiba-tiba dapat menyebabkan kondisi jantung memburuk.
Apa Itu Bisoprolol dan Cara Kerjanya?

Bisoprolol adalah obat beta-blocker selektif yang bekerja dengan menghambat reseptor beta-1 pada jantung. Reseptor ini biasanya menerima sinyal dari hormon stres seperti adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras.
Dengan menghambat sinyal tersebut, bisoprolol memberikan beberapa efek utama, yaitu:
-
Menurunkan denyut jantung: Membantu jantung berdetak lebih lambat sehingga kebutuhan oksigen pada otot jantung berkurang.
-
Mengurangi beban kerja jantung: Jantung tidak perlu memompa terlalu kuat sehingga energi yang digunakan menjadi lebih efisien.
-
Membantu menurunkan tekanan darah: Denyut jantung yang lebih terkontrol dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Karena lebih selektif terhadap reseptor di jantung, bisoprolol memiliki risiko gangguan saluran napas yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis beta-blocker lama.
Namun, pada dosis tinggi, efek terhadap saluran napas tetap dapat terjadi sehingga penggunaannya harus tetap dalam pengawasan dokter.
Bisoprolol tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis 2,5 mg, 5 mg, dan 10 mg. Beberapa merek dagang bisoprolol yang tersedia di Indonesia antara lain Concor, Maintate, dan berbagai produk bisoprolol generik.
Manfaat dan Indikasi Bisoprolol
Bisoprolol digunakan untuk beberapa kondisi yang berkaitan dengan jantung dan tekanan darah, di antaranya:
1. Gagal Jantung Kronis
Pada penderita gagal jantung, jantung mengalami kesulitan memompa darah secara optimal sehingga mudah lelah dan menyebabkan keluhan seperti sesak napas atau tubuh terasa lemas.
Bisoprolol membantu mengurangi beban kerja jantung sehingga organ tersebut dapat bekerja lebih efisien. Pada pasien tertentu dengan gagal jantung, obat ini terbukti membantu memperbaiki fungsi jantung dan menurunkan risiko komplikasi.
Penggunaan untuk gagal jantung biasanya dimulai dari dosis rendah yang kemudian dinaikkan secara bertahap sesuai respons tubuh pasien.
2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Bisoprolol dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah dengan memperlambat denyut jantung dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah.
Pada beberapa pasien, bisoprolol dikombinasikan dengan obat hipertensi lain seperti ACE inhibitor, ARB, diuretik, atau calcium channel blocker agar hasil pengobatan lebih optimal.
Selain mengonsumsi obat, pasien hipertensi tetap perlu menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan memantau tekanan darah secara berkala.
3. Fibrilasi Atrium dan Gangguan Irama Jantung
Pada fibrilasi atrium, jantung mengalami gangguan irama yang membuat denyutnya menjadi tidak teratur dan dapat berdetak terlalu cepat.
Bisoprolol membantu mengontrol kecepatan denyut jantung agar tidak terlalu tinggi sehingga kerja jantung menjadi lebih stabil. Dokter biasanya akan menyesuaikan dosis berdasarkan kondisi pasien dan hasil pemeriksaan jantung.
Dosis Bisoprolol
Dosis bisoprolol berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan dan tujuan pengobatan. Karena termasuk obat resep, dosis harus mengikuti anjuran dokter.
Secara umum:
-
Hipertensi atau angina: Dosis awal biasanya sekitar 5 mg sekali sehari dan dapat disesuaikan hingga 10 mg per hari bila diperlukan.
-
Gagal jantung: Dosis biasanya dimulai sangat rendah, kemudian dinaikkan secara bertahap untuk memberikan waktu bagi tubuh beradaptasi.
Bisoprolol umumnya diminum satu kali sehari pada waktu yang sama setiap hari, baik sebelum maupun setelah makan.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan menghentikan konsumsi bisoprolol secara tiba-tiba. Penghentian mendadak dapat menyebabkan jantung kembali bekerja terlalu cepat dan meningkatkan risiko gangguan jantung.
Jika obat perlu dihentikan, dokter biasanya akan menurunkan dosis secara bertahap.
Efek Samping Bisoprolol
Seperti obat lainnya, bisoprolol dapat menyebabkan efek samping, terutama ketika tubuh sedang menyesuaikan diri terhadap obat.
1. Denyut Jantung Melambat
Karena bekerja dengan memperlambat detak jantung, bisoprolol dapat menyebabkan denyut jantung menjadi lebih rendah dari biasanya.
Segera konsultasikan ke dokter apabila denyut jantung terasa terlalu lambat, disertai pusing berat, lemas, atau hampir pingsan.
2. Tekanan Darah Terlalu Rendah
Sebagian pasien dapat mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah setelah mengonsumsi bisoprolol.
Gejala yang mungkin muncul antara lain:
-
Pusing saat berdiri.
-
Tubuh terasa lemas.
-
Pandangan berkunang-kunang.
Dokter dapat melakukan penyesuaian dosis apabila efek tersebut terjadi.
3. Mudah Lelah Saat Beraktivitas
Bisoprolol dapat membuat tubuh lebih sulit meningkatkan denyut jantung saat berolahraga, sehingga sebagian pasien merasa lebih cepat lelah.
Keluhan ini biasanya membaik setelah tubuh mulai beradaptasi dengan obat.
4. Gangguan Pernapasan pada Kondisi Tertentu
Meskipun lebih fokus bekerja pada jantung, bisoprolol tetap perlu digunakan dengan hati-hati pada penderita asma atau penyakit paru tertentu.
Pasien dengan riwayat gangguan pernapasan sebaiknya memberi tahu dokter sebelum menggunakan obat ini.
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Bisoprolol
Bisoprolol tidak cocok digunakan oleh semua orang. Beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian khusus antara lain:
-
Riwayat denyut jantung sangat lambat.
-
Tekanan darah sangat rendah.
-
Gangguan irama jantung tertentu.
-
Asma berat atau gangguan paru kronis.
-
Diabetes yang menggunakan insulin karena bisoprolol dapat menyamarkan tanda gula darah rendah.
Selain itu, beri tahu dokter mengenai seluruh obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan kondisi Anda apabila mengalami:
-
Denyut jantung sangat lambat.
-
Pusing berat hingga hampir pingsan.
-
Sesak napas yang memburuk.
-
Nyeri dada.
-
Gejala jantung terasa semakin berat setelah mengonsumsi obat.
Pemeriksaan rutin seperti evaluasi tekanan darah, denyut jantung, dan pemeriksaan jantung juga penting dilakukan agar efektivitas terapi dapat terus dipantau.
Bisoprolol dapat membantu menjaga kerja jantung tetap stabil apabila digunakan dengan tepat dan sesuai arahan dokter.
Di Tzu Chi Hospital, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau menemukan dokter yang sesuai melalui halaman Cari Dokter.
Layanan juga tersedia untuk pasien BPJS Kesehatan, asuransi swasta, maupun biaya mandiri.
Referensi
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Lydia Tantoso, Sp.PD, Subsp.GH(K), MARS, FINASIM
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!

10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya

8 Cara Menurunkan Demam Anak tanpa Obat, Pakai Minyak Kayu Putih!

