Health

15 Cara Menghilangkan Biduran dengan Cepat dan Aman di Rumah

logo author

Ditulis Oleh

Admin • 06 November 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Cara menghilangkan biduran dengan cepat dimulai dari dua langkah: menjauhi pemicunya dan meredakan gatal, misalnya dengan kompres dingin atau obat antihistamin sesuai anjuran apoteker. Sebagian besar biduran ringan mereda dalam 24–48 jam. Namun, biduran yang disertai bengkak di bibir atau sesak napas merupakan kondisi gawat darurat.

Biduran bisa muncul tiba-tiba dan rasa gatalnya sangat mengganggu. Berikut penjelasan tentang penyebab biduran, 15 cara meredakannya dengan cepat dan aman, tanda bahaya yang perlu diwaspadai, serta kapan perlu ke dokter.

Apa Itu Biduran?

Biduran atau urtikaria adalah bentol-bentol kemerahan atau pucat yang menonjol di kulit dan terasa gatal, kadang perih atau panas. Bentol ini bisa berpindah tempat, saling menyatu menjadi bercak yang lebih besar, lalu menghilang tanpa bekas dalam hitungan jam.

Biduran terjadi karena sel tertentu di kulit melepaskan histamin dan zat kimia lain yang membuat pembuluh darah kecil melebar dan bocor. Diperkirakan sekitar 20 persen orang dewasa pernah mengalami biduran setidaknya sekali seumur hidup.

Biduran Akut dan Biduran Kronis

Biduran akut berlangsung kurang dari enam minggu, dan pada sebagian besar kasus hanya bertahan satu hingga dua hari. Biduran disebut kronis bila muncul hampir setiap hari selama lebih dari enam minggu. Biduran kronis umumnya bukan disebabkan alergi dan sering kali tidak ditemukan pemicu yang jelas.

Penyebab Biduran yang Sering Terjadi

  • Makanan, seperti kacang, telur, makanan laut, atau susu, pada orang yang alergi.
  • Obat-obatan, misalnya antibiotik tertentu atau obat antinyeri golongan NSAID.
  • Infeksi, termasuk infeksi virus seperti batuk pilek, terutama pada anak.
  • Gigitan atau sengatan serangga.
  • Pemicu fisik, seperti panas, dingin, keringat, tekanan, gesekan pakaian, atau paparan sinar matahari.
  • Stres dan kelelahan, yang dapat memperberat gejala.

15 Cara Menghilangkan Biduran dengan Cepat

1. Jauhi Pemicunya

Langkah paling penting adalah menghentikan paparan terhadap hal yang dicurigai memicu biduran, misalnya makanan, obat, atau produk perawatan tubuh yang baru dipakai. Bila curiga biduran dipicu obat resep, jangan menghentikannya sendiri; segera hubungi dokter yang meresepkan.

2. Kompres dengan Air Dingin

Tempelkan kain bersih yang dibasahi air dingin, atau es batu yang dibungkus kain, pada area yang gatal selama 10–15 menit. Suhu dingin membantu meredakan gatal dan bengkak. Lewati cara ini bila biduran Anda justru dipicu oleh suhu dingin.

3. Mandi dengan Air Sejuk

Mandi atau berendam dengan air sejuk membantu menenangkan kulit yang gatal di area yang luas. Gunakan sabun yang lembut dan tanpa pewangi.

4. Hindari Air Panas

Mandi air panas dapat memperburuk gatal dan memperlebar pembuluh darah sehingga bentol makin tampak. Gunakan air suam-suam kuku atau sejuk.

5. Minum Antihistamin sesuai Anjuran

Antihistamin adalah pengobatan utama biduran. Antihistamin generasi baru yang tidak terlalu menimbulkan kantuk, seperti setirizin atau loratadin, umumnya menjadi pilihan pertama. Tanyakan kepada apoteker atau dokter mengenai jenis dan aturan pakainya, terutama untuk anak, ibu hamil atau menyusui, dan orang dengan penyakit kronis.

6. Jangan Menggaruk

Menggaruk dapat membuat bentol makin banyak, memicu luka, dan meningkatkan risiko infeksi. Potong kuku agar pendek dan tepuk atau kompres area yang gatal bila sulit menahan diri.

7. Kenakan Pakaian Longgar dan Berbahan Lembut

Pakaian ketat, ikat pinggang, atau tali tas yang menekan kulit dapat memicu biduran baru. Pilih pakaian longgar berbahan katun yang menyerap keringat.

8. Oleskan Losion Kalamin

Losion kalamin memberi efek sejuk yang membantu meredakan rasa gatal sementara. Manfaatnya terutama untuk kenyamanan, bukan menghilangkan penyebab biduran.

9. Jaga Ruangan Tetap Sejuk

Panas dan keringat dapat memperburuk biduran. Istirahat di ruangan yang sejuk dan berventilasi baik membantu kulit lebih tenang.

10. Hindari Alkohol

Alkohol dapat memperlebar pembuluh darah dan memperburuk gejala biduran, sehingga sebaiknya dihindari sampai biduran mereda.

11. Tunda Olahraga Berat

Bagi sebagian orang, olahraga berat dan keringat berlebih dapat memicu biduran. Pilih aktivitas ringan sampai bentol hilang.

12. Gunakan Produk Perawatan Kulit yang Lembut

Pilih sabun, losion, dan deterjen tanpa pewangi. Hindari mencoba produk perawatan kulit baru selama biduran masih kambuh.

13. Kelola Stres dan Tidur Cukup

Stres dan kurang tidur dapat memperberat gejala biduran, terutama biduran kronis. Teknik relaksasi, tidur yang cukup, dan istirahat dapat membantu.

14. Catat Kemungkinan Pemicunya

Tulis apa yang Anda makan, obat yang diminum, aktivitas, dan kondisi lingkungan sebelum biduran muncul. Catatan ini membantu Anda dan dokter mengenali pola pemicunya.

15. Periksakan ke Dokter bila Tidak Membaik

Bila biduran tidak membaik dengan antihistamin, sering kambuh, atau berlangsung lama, dokter dapat menyesuaikan pengobatan, misalnya memberikan obat jangka pendek untuk meredakan gejala berat atau melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya.

Tanda Bahaya: Biduran yang Perlu Pertolongan Segera

Sebagian orang dengan biduran juga mengalami angioedema, yaitu pembengkakan di lapisan kulit yang lebih dalam, sering di bibir, kelopak mata, lidah, atau tenggorokan. Biduran juga dapat menjadi bagian dari anafilaksis, reaksi alergi berat yang mengancam nyawa.

Segera ke IGD terdekat atau hubungi layanan gawat darurat 119 bila biduran disertai:

  • bengkak di bibir, mulut, lidah, wajah, atau tenggorokan;
  • sesak napas, napas berbunyi (mengi), atau sulit bicara;
  • rasa tercekik atau sulit menelan;
  • pusing berat, lemas, atau terasa ingin pingsan;
  • jantung berdebar cepat, mual, atau muntah setelah terpapar pemicu.

Jika orang tersebut memiliki suntikan epinefrin otomatis yang diresepkan dokter, gunakan sesuai petunjuk sambil menuju fasilitas kesehatan. Antihistamin minum tidak cukup untuk menangani reaksi berat.

Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Biduran

Berapa lama biduran biasanya hilang?

Satu bentol biduran umumnya hilang dalam waktu kurang dari 24 jam, dan sebagian besar episode biduran akut mereda dalam satu hingga dua hari. Bila bentol terus muncul selama lebih dari enam minggu, kondisinya disebut biduran kronis dan perlu diperiksa dokter.

Apakah biduran menular?

Tidak. Biduran adalah reaksi kulit dan tidak menular melalui sentuhan. Namun, bila biduran dipicu oleh infeksi virus, infeksinya sendiri bisa menular.

Apakah biduran selalu disebabkan alergi?

Tidak selalu. Biduran akut memang bisa dipicu alergi makanan atau obat, tetapi juga sering muncul setelah infeksi virus. Biduran kronis umumnya tidak disebabkan alergi dan sering kali tidak ditemukan pemicu yang jelas.

Bolehkah mandi saat biduran?

Boleh. Mandi dengan air sejuk dan sabun yang lembut justru membantu meredakan gatal. Hindari air panas dan menggosok kulit terlalu keras.

Apakah bedak atau minyak gosok aman untuk biduran?

Bedak atau minyak beraroma kuat dapat mengiritasi kulit pada sebagian orang. Bila ingin mengoleskan sesuatu, pilih losion kalamin atau pelembap tanpa pewangi.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter bila biduran:

  • tidak membaik dalam dua hingga tiga hari meski sudah menjauhi pemicu dan minum antihistamin;
  • sering kambuh atau berlangsung lebih dari enam minggu;
  • muncul setelah mulai minum obat baru;
  • disertai demam, nyeri sendi, atau badan terasa tidak enak;
  • meninggalkan memar atau bekas kehitaman setelah bentol hilang;
  • mengganggu tidur, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari;
  • dialami bayi, anak kecil, atau ibu hamil.

Cari dokter spesialis kulit Tzu Chi Hospital untuk menangani biduran yang tidak kunjung membaik, dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi untuk biduran yang sering kambuh, serta dokter spesialis anak untuk keluhan pada si Kecil, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Ditinjau oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital

Artikel Terkait

Topik


Related Article



VIDEOS