Tindakan Medis & Terapi
Luka Diabetes: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Perawatannya
Ditulis Oleh
Admin • 29 Oktober 2026

Luka kecil di kaki sering dianggap sepele, apalagi bila tidak terasa sakit. Namun, pada penderita diabetes, luka sekecil apa pun dapat berkembang menjadi masalah serius karena sulit sembuh dan mudah terinfeksi. Luka diabetes, terutama di kaki, termasuk komplikasi yang sering terjadi dan dapat berujung pada infeksi berat, bahkan amputasi bila terlambat ditangani. Kabar baiknya, sebagian besar masalah ini dapat dicegah dengan kontrol gula darah, pemeriksaan kaki rutin, dan penanganan yang tepat sejak awal.
Apa Itu Luka Diabetes?
Luka diabetes, atau ulkus diabetik, adalah luka terbuka yang sulit sembuh pada penderita diabetes akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Luka ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering di kaki dan tungkai, sehingga disebut luka kaki diabetes atau diabetic foot ulcer.
Diperkirakan sekitar 15% penderita diabetes akan mengalami luka atau borok di kaki atau jari kaki pada suatu waktu. Luka kaki dapat membuka jalan bagi infeksi bila tidak ditangani dengan baik.
Mengapa Luka Diabetes Sulit Sembuh?
Gula darah yang tinggi dalam jangka panjang merusak saraf dan pembuluh darah, serta melemahkan daya tahan tubuh. Beberapa faktor utama:
-
Kerusakan saraf (neuropati diabetik): kaki menjadi mati rasa atau kurang peka sehingga luka tidak terasa dan sering terlambat disadari.
-
Gangguan aliran darah: penyempitan pembuluh darah, termasuk penyakit arteri perifer, mengurangi suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan.
-
Gula darah tinggi: menghambat fungsi sel darah putih dan menjadi lingkungan yang mudah bagi bakteri berkembang.
-
Tekanan dan gesekan berulang: akibat sepatu yang tidak pas, bentuk kaki yang berubah, atau berjalan tanpa alas kaki.
-
Faktor tambahan: merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kurangnya perawatan kaki.
Faktor Risiko Luka Diabetes
-
Gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama
-
Neuropati atau mati rasa pada kaki
-
Penyakit pembuluh darah tungkai
-
Bentuk kaki yang berubah, seperti jari kaki bengkok atau tulang menonjol
-
Kulit kaki kering dan pecah-pecah, kapalan, atau kuku yang tumbuh ke dalam
-
Riwayat luka kaki atau amputasi sebelumnya
-
Penggunaan sepatu yang tidak sesuai
-
Merokok
-
Penglihatan yang buruk sehingga sulit memeriksa kaki sendiri
-
Lamanya menderita diabetes
Ciri-Ciri Luka Diabetes
Luka diabetes tidak selalu terasa nyeri. Waspadai tanda berikut:
-
Luka terbuka atau lecet di kaki yang tidak sembuh
-
Cairan atau nanah yang membasahi kaus kaki
-
Kemerahan, bengkak, atau terasa hangat di sekitar luka
-
Bau tidak sedap dari luka
-
Kulit kering, pecah-pecah, melepuh, atau kapalan yang menebal
-
Jaringan kehitaman di sekitar luka (gangren)
-
Rasa kebas, kesemutan, atau terbakar di kaki
-
Perubahan warna atau suhu kaki, kaki terasa dingin
-
Rambut di jari kaki atau tungkai rontok
-
Demam atau menggigil bila infeksi sudah menyebar
Komplikasi Luka Diabetes
Bila tidak ditangani, luka diabetes dapat menyebabkan:
-
Infeksi kulit dan jaringan lunak (selulitis) serta abses
-
Infeksi tulang (osteomielitis)
-
Kematian jaringan atau gangren
-
Penyebaran infeksi ke aliran darah (sepsis)
-
Amputasi pada kaki atau tungkai
Penanganan sedini mungkin sangat menurunkan risiko amputasi.
Bagaimana Luka Diabetes Didiagnosis?
Dokter, terutama dokter spesialis penyakit dalam atau bedah, menilai melalui:
-
Wawancara: lama diabetes, kontrol gula darah, riwayat luka, dan kebiasaan merawat kaki.
-
Pemeriksaan kaki: menilai ukuran dan kedalaman luka, tanda infeksi, bentuk kaki, serta sensasi (misalnya dengan alat khusus).
-
Pemeriksaan aliran darah: meraba denyut nadi kaki, dan bila perlu pemeriksaan USG Doppler atau indeks tekanan ankle-brachial.
-
Pemeriksaan darah: gula darah, HbA1c, tanda infeksi, dan fungsi ginjal.
-
Kultur luka: bila ada tanda infeksi untuk menentukan antibiotik yang tepat.
-
Rontgen atau MRI: bila dicurigai infeksi tulang atau kelainan tulang.
Cara Mengatasi Luka Diabetes
Penanganan umumnya melibatkan tim, seperti dokter diabetes, dokter bedah, perawat luka, dan ahli gizi.
Mengontrol Gula Darah
Gula darah yang terkontrol membantu luka sembuh lebih cepat dan tubuh melawan infeksi. Dokter dapat menyesuaikan obat atau insulin. Pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan gula darah rutin tetap penting.
Perawatan Luka
-
Pembersihan luka dengan cairan steril
-
Pengangkatan jaringan mati (debridement) oleh tenaga medis
-
Penutupan luka dengan balutan yang sesuai. Perawatan luka dengan prinsip lembab (moist wound healing) dapat dipertimbangkan sesuai kondisi luka.
-
Pergantian balutan secara teratur sesuai arahan
Mengurangi Tekanan pada Luka
Luka kaki membutuhkan pengurangan tekanan agar dapat sembuh. Dokter dapat menyarankan sepatu khusus, penyangga, gips, atau alat bantu jalan, dan membatasi berjalan.
Mengatasi Infeksi
Bila ada infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan. Infeksi berat dapat memerlukan perawatan di rumah sakit dan antibiotik lewat infus.
Memperbaiki Aliran Darah
Bila luka sulit sembuh karena aliran darah buruk, dokter dapat mempertimbangkan tindakan untuk memperlancar sirkulasi, misalnya prosedur pembuluh darah.
Tindakan Bedah
Pada kasus tertentu, operasi dapat diperlukan, misalnya untuk mengangkat jaringan yang rusak, memperbaiki kelainan bentuk kaki, atau mengatasi infeksi tulang. Amputasi dilakukan bila jaringan sudah rusak parah dan tidak dapat diselamatkan, untuk mencegah infeksi menyebar.
Perawatan di Rumah bagi Penderita Diabetes
-
Periksa kaki setiap hari, termasuk telapak dan sela jari. Gunakan cermin atau minta bantuan bila sulit.
-
Cuci kaki dengan air hangat dan sabun lembut, lalu keringkan, terutama di sela jari.
-
Jangan memecah lepuh, mengorek kapalan, atau memotong kulit mati sendiri.
-
Jangan menaruh ramuan, bubuk, atau obat tanpa petunjuk pada luka.
-
Jangan berjalan tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah.
-
Gunakan sepatu dan kaus kaki yang pas, lembut, dan tidak sempit.
-
Ikuti jadwal ganti balutan dan kontrol sesuai anjuran.
-
Jaga gula darah dalam target dari dokter.
-
Hentikan kebiasaan merokok.
Cara Mencegah Luka Diabetes
-
Kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol secara teratur.
-
Lakukan pemeriksaan kaki oleh dokter secara berkala, termasuk pemeriksaan saraf dan aliran darah.
-
Potong kuku dengan lurus dan rapi.
-
Lembapkan kulit kaki yang kering, tetapi jangan di sela jari.
-
Hindari berendam di air yang terlalu panas atau memakai bantal pemanas pada kaki yang mati rasa.
-
Gunakan alas kaki yang sesuai, termasuk saat di rumah.
-
Periksa bagian dalam sepatu sebelum dipakai.
-
Segera obati luka kecil, lepuh, atau lecet.
-
Berhenti merokok dan jaga berat badan ideal.
-
Ikuti anjuran dokter tentang pola makan dan olahraga.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter bila mengalami kondisi berikut:
-
Luka di kaki atau tungkai yang tidak membaik dalam beberapa hari
-
Luka disertai kemerahan, bengkak, hangat, nanah, atau bau tidak sedap
-
Kulit kaki pecah-pecah, lepuh, atau kapalan yang berdarah
-
Kaki terasa kebas, kesemutan, atau terbakar
-
Perubahan warna atau suhu kaki, atau jaringan yang menghitam
-
Kaki dingin atau denyut nadi sulit diraba
-
Gula darah sulit terkontrol
-
Memiliki diabetes dan belum pernah menjalani pemeriksaan kaki
-
Demam, menggigil, atau lemas disertai luka di kaki
-
Luka dengan jaringan hitam, nyeri hebat, atau infeksi yang menyebar cepat. Kondisi ini darurat sehingga segera ke IGD terdekat.
Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami luka yang sulit sembuh, jangan ragu untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Cari dokter spesialis penyakit dalam atau spesialis bedah Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.
Ditinjau oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital
Topik
