Health

Mata Ikan: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

logo author

Ditulis Oleh

Admin31 Agustus 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Munculnya benjolan keras di telapak kaki yang terasa nyeri saat berjalan atau memakai sepatu bisa jadi merupakan tanda mata ikan. Kondisi ini cukup umum ditemui, terutama pada orang yang sering menggunakan alas kaki sempit atau melakukan aktivitas dengan tekanan berulang pada kaki.

Banyak orang mengira mata ikan sama dengan kutil, padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda baik dari segi penyebab maupun penanganannya. Sebuah studi cross-sectional yang dipublikasikan di NIH/PMC menunjukkan bahwa pemeriksaan dermoskopi dapat membantu membedakan kutil, mata ikan (corn), dan kapalan (callus) secara lebih akurat, karena ketiganya memiliki gambaran klinis yang mirip namun penanganannya berbeda.

Lantas, apa sebenarnya mata ikan dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Mata Ikan?

Mata ikan atau dalam istilah medis disebut clavus adalah penebalan kulit (hiperkeratosis) yang terbentuk sebagai respons alami tubuh terhadap tekanan atau gesekan berulang pada area kulit tertentu, terutama di telapak kaki, jari kaki, atau tangan.

Berbeda dengan kutil yang disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV), mata ikan bersifat tidak menular dan murni terbentuk akibat faktor mekanis, seperti tekanan dari alas kaki yang tidak sesuai.

Penyebab Mata Ikan

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya mata ikan antara lain:

1. Penggunaan Alas Kaki yang Tidak Sesuai

Sepatu yang terlalu sempit, terlalu longgar, atau memiliki hak tinggi dapat menimbulkan gesekan berulang pada area tertentu di kaki.

2. Kebiasaan Tidak Menggunakan Kaus Kaki

Bergesekan langsung dengan alas kaki tanpa pelindung dapat mempercepat munculnya penebalan kulit.

3. Kelainan Bentuk Tulang atau Cara Berjalan

Kondisi seperti jari kaki bengkok (hammer toe) atau kelainan struktur tulang kaki dapat menyebabkan tekanan tidak merata saat berjalan.

4. Aktivitas dengan Tekanan Berulang

Aktivitas seperti berlari, berdiri dalam waktu lama, atau pekerjaan yang melibatkan tekanan berulang pada tangan maupun kaki turut meningkatkan risiko mata ikan.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Kutil dan Kapalan agar Tidak Salah Penanganan

Ciri-Ciri Mata Ikan

Mata ikan dapat dikenali melalui beberapa ciri berikut:

  • Benjolan kecil dengan tekstur keras dan memiliki inti di bagian tengah
  • Dikelilingi oleh kulit yang menebal
  • Terasa nyeri terutama saat ditekan atau memakai alas kaki
  • Umumnya berwarna kekuningan atau menyerupai warna kulit sekitar
  • Muncul di area yang sering mengalami gesekan, seperti telapak kaki, sela jari, atau tangan

Berbeda dengan kutil yang permukaannya cenderung kasar menyerupai kembang kol dan dapat ditemukan bintik hitam kecil (pembuluh darah pecah), mata ikan memiliki inti keras yang jelas tanpa gambaran pembuluh darah tersebut.

Cara Mengatasi Mata Ikan

Penanganan mata ikan bertujuan untuk mengurangi penebalan kulit sekaligus mengatasi sumber tekanan penyebabnya. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Rendam dengan Air Hangat

Merendam area yang terkena mata ikan dengan air hangat selama 10–15 menit dapat membantu melunakkan kulit yang menebal sebelum dibersihkan.

2. Gunakan Batu Apung Secara Perlahan

Setelah kulit melunak, batu apung dapat digunakan untuk mengikis lapisan kulit yang menebal secara perlahan. Hindari mengikis terlalu dalam agar tidak melukai kulit sehat di sekitarnya.

3. Gunakan Produk Keratolitik sesuai Anjuran

Sebuah uji klinis acak yang dipublikasikan di NIH/PMC membandingkan efektivitas bahan keratolitik seperti asam salisilat dalam membantu mengurangi ketebalan kulit pada kasus kapalan dan mata ikan, dengan hasil yang sebanding dengan penanganan podiatri standar. Produk yang mengandung asam salisilat dapat membantu melunakkan lapisan kulit, namun sebaiknya digunakan sesuai petunjuk untuk mencegah iritasi.

4. Gunakan Bantalan Pelindung (Padding)

Bantalan khusus pada sepatu dapat membantu mengurangi tekanan langsung pada area mata ikan sehingga mempercepat pemulihan.

5. Ganti Alas Kaki yang Sesuai

Memilih alas kaki dengan ukuran pas dan bantalan yang nyaman menjadi langkah penting untuk mencegah mata ikan muncul kembali, mengingat kondisi ini dapat berulang selama sumber tekanan tidak diatasi.

6. Hindari Memotong Sendiri dengan Benda Tajam

Memotong mata ikan sendiri menggunakan pisau atau gunting berisiko menyebabkan luka dan infeksi, terutama pada penderita diabetes atau gangguan peredaran darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:

  • Mata ikan yang terasa sangat nyeri atau mengganggu aktivitas
  • Tanda infeksi, seperti kemerahan, bengkak, atau keluar nanah
  • Mata ikan yang tidak kunjung membaik meski sudah ditangani mandiri
  • Anda memiliki diabetes atau gangguan peredaran darah, karena risiko komplikasi lebih tinggi
  • Muncul benjolan baru yang tidak yakin apakah mata ikan atau kutil

FAQ

Apakah mata ikan bisa hilang sendiri?

Mata ikan umumnya tidak akan hilang dengan sendirinya selama sumber tekanan atau gesekan penyebabnya masih berlangsung. Diperlukan penanganan dan perubahan kebiasaan, seperti mengganti alas kaki, agar tidak muncul kembali.

Apakah mata ikan menular?

Tidak. Berbeda dengan kutil yang disebabkan oleh infeksi virus HPV dan bersifat menular, mata ikan murni terbentuk akibat tekanan atau gesekan sehingga tidak dapat ditularkan ke orang lain.

Bagaimana cara membedakan mata ikan dan kutil di rumah?

Mata ikan biasanya memiliki inti keras yang jelas dan permukaan halus, sedangkan kutil memiliki permukaan kasar dengan bintik hitam kecil. Namun, cara paling akurat untuk membedakan keduanya tetap melalui pemeriksaan oleh dokter kulit.

Apakah aman menggunakan plester khusus mata ikan yang dijual bebas?

Produk yang mengandung asam salisilat umumnya dapat digunakan sesuai petunjuk kemasan. Namun, penggunaannya perlu dihindari pada penderita diabetes atau gangguan sirkulasi darah tanpa anjuran dokter, karena berisiko menimbulkan luka yang sulit sembuh.

Konsultasikan Keluhan Mata Ikan Anda di Tzu Chi Hospital

Mata ikan yang nyeri, sering berulang, atau disertai tanda infeksi sebaiknya tidak dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, apalagi bila Anda memiliki kondisi seperti diabetes.

Baca Juga: Solusi Aman & Cepat Menghilangkan Kutil: Penjelasan dr. Deasy Thio tentang Laser Fotona

Tzu Chi Hospital menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk membantu menentukan diagnosis serta penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Jangan tunda pemeriksaan jika keluhan tidak kunjung membaik. Cari dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kulit Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Team Medis Tzu Chi Hospital


Referensi:

Dermoscopic Findings in Clinically Diagnosed Cases of Plantar Warts, Corns, and Calluses: A Cross-Sectional Study – NIH/PMC

The Evaluation of Three Treatments for Plantar Callus: A Three-Armed Randomised, Comparative Trial Using Biophysical Outcome Measures – NIH/PMC

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS