Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

10 Penyebab Radang Telinga Tengah, Bisa Infeksi Bakteri & Virus!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi24 Agustus 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Radang telinga tengah, atau dalam istilah medis disebut sebagai otitis media, merupakan kondisi di mana terjadi peradangan akibat infeksi virus atau bakteri pada ruang di belakang gendang telinga.

Area ini seharusnya berisi udara, namun saat terjadi peradangan, cairan dapat menumpuk dan menekan gendang telinga, yang memicu rasa nyeri tajam hingga gangguan pendengaran sementara.

Menurut penelitian systematic review oleh Onifade (2025) yang menganalisis 29 studi berbasis populasi komunitas, prevalensi global chronic suppurative otitis media (radang telinga tengah kronis) diperkirakan mencapai 3,8% dari populasi dunia atau sekitar 297 juta orang.

Studi ini juga menemukan bahwa sekitar 85% kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, serta 62% penderita mengalami gangguan pendengaran signifikan. 

Infeksi saluran pernapasan atas merupakan pemicu paling dominan yang menyebabkan disfungsi pada tuba eustachius, yang kemudian berkembang menjadi radang telinga tengah.

Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar atau menyebabkan kerusakan permanen pada struktur telinga Anda.

10 Penyebab Radang Telinga Tengah yang Perlu Anda Waspadai

radang telinga tengah

Penyebab radang telinga tengah sangat bervariasi, mulai dari faktor lingkungan hingga kondisi anatomi tubuh. Memahami penyebab ini adalah langkah awal bagi Anda untuk melakukan pencegahan secara efektif.

Dalam studi global yang dipublikasikan di BMC Infectious Diseases, otitis media (radang telinga tengah) diperkirakan memengaruhi sekitar 1,23 miliar orang di seluruh dunia, menjadikannya salah satu penyakit dengan beban global tertinggi dan penyebab utama gangguan pendengaran.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan, serta prevalensi lebih tinggi ditemukan di negara berkembang. 

Berikut adalah rincian penyebab yang perlu Anda ketahui:

1. Infeksi Bakteri

Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae adalah biang keladi utama infeksi telinga. Bakteri ini biasanya bermigrasi dari saluran hidung menuju telinga tengah melalui tuba eustachius.

2. Infeksi Virus

Virus penyebab flu atau pilek seringkali menjadi pemicu awal. Virus menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan yang kemudian menyumbat aliran udara ke telinga tengah, menciptakan lingkungan lembap yang disukai kuman.

3. Disfungsi Tuba Eustachius

Tuba eustachius berfungsi menyeimbangkan tekanan udara di telinga. Jika saluran ini tersumbat atau membengkak, cairan tidak dapat keluar dan akan terperangkap di telinga tengah, memicu peradangan.

4. Alergi Musiman atau Kronis

Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan dapat menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan tenggorokan. Hal ini secara tidak langsung menyumbat tuba eustachius dan memicu penumpukan cairan.

5. Pembesaran Adenoid

Adenoid adalah jaringan limfoid di dekat pembukaan tuba eustachius. Jika adenoid membengkak (terutama pada anak-anak), mereka dapat menekan saluran tersebut dan menghalangi drainase alami telinga.

6. Paparan Asap Rokok

Dalam hal ini, paparan asap rokok (perokok pasif) secara signifikan meningkatkan risiko iritasi pada saluran pernapasan. Iritasi ini memicu peradangan yang memudahkan bakteri masuk ke telinga tengah.

7. Perubahan Tekanan Udara (Barotrauma)

Perubahan tekanan udara yang drastis, seperti saat berada di dalam pesawat atau saat menyelam, dapat menyebabkan ketidakseimbangan tekanan yang memicu trauma ringan hingga peradangan pada gendang telinga.

8. Polusi Udara

Kualitas udara yang buruk di lingkungan perkotaan dapat mengiritasi selaput lendir. Iritasi kronis ini membuat sistem pertahanan di saluran telinga dan hidung melemah terhadap serangan infeksi.

9. Posisi Menyusui yang Kurang Tepat

Pada bayi, memberikan botol susu saat mereka berbaring rata dapat menyebabkan cairan masuk ke dalam tuba eustachius lebih mudah dibandingkan jika posisi kepala sedikit terangkat.

10. Faktor Genetik dan Struktur Anatomi

Beberapa individu memiliki bentuk tuba eustachius yang lebih pendek atau lebih horizontal secara alami. Berdasarkan riset dalam Journal of Clinical Medicine, variasi anatomi ini membuat seseorang lebih rentan mengalami penyumbatan dan infeksi berulang sepanjang hidupnya.

Kapan Anda Harus Segera Berkonsultasi ke Dokter?

Mengetahui kapan harus mencari bantuan medis profesional adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius seperti pecahnya gendang telinga atau hilangnya pendengaran. Anda tidak perlu menunggu hingga rasa sakit menjadi tidak tertahankan untuk bertindak.

  • Nyeri Telinga Hebat: Jika rasa nyeri menetap lebih dari 24 jam atau terasa menusuk.

  • Keluar Cairan: Adanya cairan bening, kuning, atau menyerupai nanah yang keluar dari lubang telinga.

  • Gangguan Pendengaran: Telinga terasa tersumbat atau suara terdengar meredam secara tiba-tiba.

  • Demam Tinggi: Suhu tubuh meningkat drastis yang menyertai nyeri telinga.

  • Keseimbangan Terganggu: Merasa pusing berputar (vertigo) atau sulit menjaga keseimbangan saat berjalan.

Jangan biarkan kesehatan pendengaran Anda dan keluarga terganggu oleh infeksi yang sebenarnya bisa ditangani dengan cepat.

Di Tzu Chi Hospital PIK, kami menyediakan layanan kesehatan komprehensif dengan teknologi modern dan tenaga medis yang berdedikasi untuk kenyamanan Anda.

Untuk kemudahan pendaftaran dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami via WhatsApp sekarang juga untuk menjadwalkan konsultasi Anda. Kami siap memberikan pelayanan terbaik dengan hati untuk kesembuhan Anda.

 

Referensi:

Onifade, O. T., et al. (2025). Global prevalence of chronic suppurative otitis media: A systematic review and meta-analysis. Journal of Epidemiology and Global Health. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40178730/

Monasta, L., Ronfani, L., Marchetti, F., Montico, M., Vecchi Brumatti, L., Bavcar, A., Grasso, D., Barbiero, C., & Tamburlini, G. (2012). Burden of disease caused by otitis media: Systematic review and global estimates. BMC Infectious Diseases, 12, 169. https://doi.org/10.1186/s12879-020-4950-y

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Lia Natalia, Sp.THT-KL


 


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS