Kesehatan Gigi dan Mulut

Scaling Gigi: Prosedur, Manfaat, dan Kapan Harus Dilakukan

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi • 29 Oktober 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Scaling gigi adalah prosedur pembersihan gigi profesional yang dilakukan dokter gigi untuk mengangkat plak dan karang gigi yang tidak dapat dihilangkan dengan sikat gigi biasa. 

Meski sering dianggap hanya sebagai prosedur kecantikan, scaling gigi pada dasarnya adalah tindakan medis penting.

Prosedur ini membantu mencegah penyakit gusi, infeksi akar gigi, dan bahkan dampak ke organ lain seperti jantung. Hal ini berkaitan erat dengan bakteri yang berasal dari mulut.

Oleh karena itu, memahami apa itu scaling dan mengapa prosedur ini penting menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan mulut!

Apa Itu Scaling Gigi?

Scaling Gigi

Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi, baik di permukaan gigi yang terlihat maupun di bawah garis gusi, yang menggunakan alat bergetar bertenaga tinggi (ultrasonic scaler) dan/atau alat tangan khusus. 

Karang gigi sendiri berasal dari plak, yaitu lapisan lengket berisi bakteri dan sisa makanan yang perlahan mengeras karena menyerap mineral dari air liur, mirip kerak yang menempel di panci yang jarang dicuci.

Sekali terbentuk, karang gigi tidak dapat dihilangkan dengan sikat gigi apa pun, sekeras atau serajin apa pun Anda menyikat. 

Inilah sebabnya banyak pasien yang rutin menyikat gigi dua kali sehari tetap memiliki karang tebal, terutama di sisi dalam gigi depan bawah dan sekitar geraham, karena area tersebut dekat dengan muara kelenjar air liur sehingga pengerasan berlangsung lebih cepat.

Pada kasus penyakit gusi yang lebih serius, scaling sering dikombinasikan dengan penghalusan permukaan akar gigi (SRP atau Scaling and Root Planing). 

Prosedur ini tidak hanya membersihkan karang, tetapi juga membuat permukaan akar lebih halus sehingga bakteri lebih sulit menempel kembali.

Manfaat Scaling Gigi bagi Kesehatan

Manfaat scaling gigi jauh melampaui sekadar estetika; prosedur ini merupakan tindakan pencegahan sekaligus pengobatan bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Berikut beberapa manfaat utamanya, mulai dari kesehatan gusi hingga dampaknya pada organ tubuh lain.

1. Mencegah dan Mengobati Penyakit Gusi

Bakteri yang bersarang di karang gigi terus-menerus memproduksi racun yang memicu peradangan pada gusi. 

Apabila dibiarkan, peradangan ini dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi lebih serius yang merusak tulang penyangga gigi.

2. Mencegah Kehilangan Gigi

Penyakit gusi merupakan penyebab utama gigi tanggal pada orang dewasa, bahkan lebih sering dibanding gigi berlubang pada kelompok usia lanjut. 

Dengan scaling rutin yang dimulai sejak dini, kerusakan tulang penyangga gigi ini dapat dicegah atau setidaknya diminimalkan, sehingga gigi asli dapat dipertahankan jauh lebih lama. 

3. Manfaat Sistemik untuk Jantung dan Diabetes

Manfaat scaling ternyata tidak berhenti di rongga mulut. Bakteri penyebab penyakit gusi yang menumpuk di bawah garis gusi dapat masuk ke aliran darah melalui jaringan gusi yang meradang dan mudah berdarah. 

Bayangkan gusi yang meradang seperti luka terbuka kecil, di mana setiap kali berdarah, bakteri dari mulut punya jalan masuk langsung ke aliran darah dan bisa memicu peradangan di seluruh tubuh, termasuk di pembuluh darah jantung.

Prosedur Scaling Gigi

Pada kenyataannya, scaling adalah prosedur yang aman dan relatif nyaman, terutama jika dilakukan oleh tenaga profesional dengan peralatan modern. 

Berikut tahapan yang umumnya Anda lalui.

Pemeriksaan dan Perencanaan

Sebelum scaling dimulai, dokter gigi akan memeriksa kondisi gusi Anda menggunakan alat kecil seperti penggaris tipis untuk mengukur kedalaman celah antara gigi dan gusi. 

Semakin dalam celah tersebut, semakin serius peradangan yang terjadi, karena gusi yang sehat menempel erat pada gigi dengan celah yang sangat dangkal. 

2. Proses Scaling

Setelah rencana disusun, proses pembersihan dimulai dengan alat bergetar bertenaga tinggi (ultrasonic scaler) yang mengeluarkan getaran disertai semburan air halus. 

Getaran ini bekerja memecah dan melepaskan karang keras dari permukaan gigi, sementara semburan air berfungsi mendinginkan alat sekaligus membilas serpihan karang yang terangkat.

Bagi sebagian pasien, sensasi getaran dan suara berdengung ini terasa asing pada awalnya, namun umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. 

3. Polishing dan Instruksi Kebersihan Mulut

Setelah seluruh karang gigi terangkat, tahap berikutnya adalah polishing, yaitu penghalusan permukaan gigi menggunakan sikat kecil berputar dan pasta pembersih khusus. 

Tujuan tahap ini adalah menghilangkan noda permukaan sekaligus membuat gigi terasa lebih licin. 

Frekuensi Ideal dan Mitos Scaling Gigi

Secara umum, frekuensi scaling yang ideal bagi orang dengan kesehatan mulut baik adalah setiap 6 bulan sekali atau dua kali dalam setahun. Namun, frekuensi ini bukanlah aturan kaku yang berlaku sama untuk semua orang.

Pasien dengan penyakit gusi aktif, kondisi mulut kering, atau kebiasaan merokok umumnya memerlukan scaling lebih sering, yaitu setiap 3 sampai 4 bulan. 

Hal ini terjadi karena kondisi-kondisi tersebut mempercepat penumpukan plak dan karang gigi, sehingga interval pembersihan perlu dipersingkat agar penyakit gusi tetap terkendali.

Perawatan Pascascaling

Setelah menjalani scaling, langkah perawatan di rumah sangat menentukan seberapa lama hasil pembersihan dapat bertahan. 

Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu menjaga gigi tetap bersih dan mencegah karang cepat kembali:

  • Hindari makanan dan minuman berwarna pekat seperti kopi, teh, dan saus tomat selama kurang lebih 48 jam

  • Menyikat gigi yang benar setiap dua kali sehari dengan gerakan melingkar lembut selama sekitar dua menit.

  • Gunakan benang gigi minimal sekali sehari untuk membersihkan sela-sela gigi serta obat kumur antiseptik sesuai anjuran dokter.

Apabila muncul sensitivitas ringan setelah prosedur, keluhan ini umumnya dapat diatasi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif yang dijual bebas di apotek. 

Lebih lanjut, sangat disarankan untuk menjadwalkan kontrol sekitar satu bulan pascascaling agar dokter dapat memantau kondisi gusi Anda dan menyesuaikan langkah perawatan lanjutan bila diperlukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski scaling idealnya terjadwal, segera periksakan diri bila muncul tanda seperti gusi berdarah setiap menyikat gigi atau justru surut sehingga gigi tampak memanjang, bau mulut yang menetap, dan nyeri saat mengunyah. 

Gejala-gejala ini kerap menandakan penyakit gusi serius yang perlu ditangani sebelum kerusakan tulang bertambah parah.

Karena karang gigi menumpuk tanpa gejala, deteksi dini adalah cara terbaik menyelamatkan gigi Anda. 

Jangan tunggu nyeri datang, jadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau pilih dokter gigi Anda lewat menu Cari Dokter. 

Layanan Tzu Chi Hospital terbuka untuk BPJS Kesehatan, asuransi swasta, maupun biaya mandiri.

Referensi

  1. Tonetti MS, et al. (2017). Impact of the global burden of periodontal diseases. J Clin Periodontol, 44(Suppl 18):S5-S11.

  2. Pihlstrom BL, et al. (2005). Periodontal diseases. Lancet, 366(9499):1809-1820.

  3. Chapple ILC & Genco R. (2013). Diabetes and periodontal diseases. J Clin Periodontol, 40(Suppl 14):S106-S112.

  4. Kemenkes RI. (2020). Pedoman Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta.

  5. AAP (American Academy of Periodontology). (2015). Position Paper: Periodontal Maintenance. J Periodontol, 74(9).

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Drg. Yogi Kartawijaya


 


Related Article



VIDEOS