Edukasi Obat & Apotek

Sucralfate (Obat untuk Dinding Lambung): Kegunaan, Dosis & Efek Samping

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi • 01 November 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Sucralfate adalah obat yang bekerja dengan melindungi dinding lambung dan usus yang mengalami luka, bukan dengan mengurangi produksi asam lambung.

Berbeda dengan obat golongan proton pump inhibitor (PPI) seperti omeprazole atau lansoprazole yang menekan produksi asam lambung, sucralfate tetap membiarkan asam diproduksi secara normal.

Sebaliknya, obat ini membentuk lapisan pelindung di atas jaringan yang terluka sehingga tidak terus-menerus terpapar asam selama proses penyembuhan.

Karena mekanisme tersebut, sucralfate banyak digunakan untuk membantu penyembuhan tukak lambung, tukak usus dua belas jari, serta beberapa kondisi lain yang menyebabkan iritasi pada saluran cerna bagian atas.

Apa Itu Sucralfate dan Cara Kerjanya?

sucralfate

Sucralfate | Sumber: Dianti Farma

Sucralfate adalah obat berbahan dasar garam aluminium yang akan bereaksi saat bertemu suasana asam di dalam lambung. Reaksi ini membentuk lapisan gel yang lengket dan menempel pada bagian lambung atau usus yang mengalami luka.

Cara kerjanya berbeda dengan obat penurun asam lambung seperti omeprazole atau lansoprazole. Jika obat golongan PPI mengurangi produksi asam lambung, sucralfate tetap membiarkan asam diproduksi, tetapi melindungi jaringan yang terluka dari paparan asam tersebut.

Sederhananya, sucralfate bekerja seperti "perban" yang melapisi luka di lambung. Lapisan ini melindungi jaringan dari asam lambung, enzim pencernaan, dan cairan empedu sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung lebih optimal.

Selain membentuk lapisan pelindung, sucralfate juga membantu meningkatkan produksi lendir dan zat pelindung alami pada dinding lambung sehingga regenerasi jaringan menjadi lebih cepat.

Karena bekerja terutama di saluran cerna dan hanya sedikit yang diserap ke aliran darah, risiko efek samping sistemiknya relatif rendah dibandingkan beberapa obat lain.

Indikasi Penggunaan Sucralfate

Sucralfate digunakan untuk melindungi dan menyembuhkan lapisan dalam saluran pencernaan atas yang rusak akibat asam atau iritasi kimia. 

Cakupannya meliputi:

1. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka yang terbentuk di dinding lambung, sedangkan tukak duodenum terjadi di usus dua belas jari. 

Kedua kondisi ini menimbulkan rasa nyeri ulu hati yang khas, terutama saat perut kosong. Sucralfate efektif menyembuhkan keduanya dengan cara menutup dan melindungi dasar luka, sehingga jaringan di bawahnya punya kesempatan pulih tanpa terus-menerus terpapar asam.

2. Esofagitis Erosif dan GERD

GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan lama-kelamaan mengiritasi serta melukai dindingnya. 

Sucralfate membantu dengan membentuk lapisan pelindung di kerongkongan bagian bawah sehingga iritasi berkurang dan proses penyembuhan dapat berlangsung.

3. Proteksi Mukosa pada Pengguna NSAID

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin yang digunakan jangka panjang dapat mengikis lapisan pelindung alami lambung dan memicu tukak. 

Kondisi ini sering dialami penderita radang sendi kronis atau mereka yang mengonsumsi aspirin dosis rendah untuk menjaga kesehatan jantung.

Dosis Sucralfate

Waktu dan cara minum sucralfate sama pentingnya dengan dosis yang diberikan. Berikut aturan pakai untuk berbagai kondisi dan kelompok usia:

  • Untuk mengobati tukak aktif, dosis dewasa yang lazim adalah 1 gram (1 tablet) sebanyak 4 kali sehari, yaitu 1 jam sebelum setiap makan dan 1 kali sebelum tidur, selama 4-8 minggu. 

  • Untuk tukak duodenum, dokter dapat meresepkan 2 gram sebanyak 2 kali sehari (pagi dan malam), khususnya agar lebih mudah dijalankan. 

  • Untuk terapi pemeliharaan, dosisnya biasanya diturunkan menjadi 1 gram 2 kali sehari.

Untuk pasien anak-anak, dosis dihitung berdasarkan berat badan dan wajib berada di bawah petunjuk dokter. 

Jika anak kesulitan menelan tablet, tersedia bentuk suspensi yang lebih mudah diminum. Jangan menghancurkan tablet secara sembarangan, karena bentuk sediaan yang tepat turut memengaruhi cara kerja obat di saluran cerna.

Efek Samping dan Interaksi Obat

Sucralfate umumnya sangat dapat ditoleransi oleh tubuh karena hampir tidak terserap ke aliran darah. 

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni efek samping yang mungkin muncul, seperti:

Efek Samping Umum

Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah sembelit, yang berkaitan dengan kandungan aluminum di dalam obat. 

Aluminum cenderung memperlambat pergerakan usus sehingga tinja bisa lebih keras dan sulit dikeluarkan. 

Sebagai langkah antisipasi, perbanyak konsumsi air putih dan makanan berserat selama menjalani terapi.

Beberapa pengguna juga kadang merasakan:

  • Mual ringan

  • Mulut terasa kering

  • Sedikit sakit kepala di awal pemakaian

Interaksi dengan Obat Lain

Sucralfate dapat mengurangi penyerapan beberapa obat lain jika diminum bersamaan, termasuk antibiotik tertentu, obat pengencer darah, obat anti-jamur, maupun obat jantung. 

Gel lengket yang terbentuk di lambung dapat “mengikat” obat-obatan lain sehingga tidak terserap dengan baik. Oleh karena itu, jarak pemberian antara sucralfate dan obat lain sebaiknya minimal 2 jam. 

Antasida juga tidak boleh diminum 30 menit sebelum atau sesudah sucralfate, karena antasida menetralkan keasaman lambung, padahal sucralfate justru membutuhkan suasana asam agar bisa berubah menjadi gel pelindung. 

Peringatan Khusus

Beberapa kelompok pasien memerlukan perhatian ekstra sebelum menggunakan sucralfate, di antaranya pasien dengan kondisi ginjal, ibu hamil, dan anak-anak.

Pasien dengan gangguan fungsi ginjal perlu lebih berhati-hati dalam penggunaan jangka panjang. 

Meskipun jumlah aluminum yang terserap sangat sedikit, pada ginjal yang tidak berfungsi optimal, mineral ini bisa menumpuk di tubuh seiring waktu. 

Kelompok pasien ini sebaiknya menggunakan sucralfate hanya di bawah pengawasan dokter dengan pemantauan berkala.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sucralfate tergolong aman, segera hubungi dokter jika gejala tukak lambung seperti nyeri ulu hati dan mual tidak membaik setelah 2 minggu penggunaan.

Keluhan lambung yang menetap tidak perlu Anda tebak-tebak sendiri. Tim gastroenterologi Tzu Chi Hospital dapat menilai penyebabnya dan memastikan terapi sucralfate berjalan tepat dosis dan waktu. 

Anda bisa jadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau memilih dokter yang sesuai lewat Cari Dokter!

Referensi

  1. Hollander D. (1994). Gastrointestinal complications of nonsteroidal anti-inflammatory drugs. J Rheumatol, 21(Suppl 41):21-27.

  2. McCarthy DM. (1991). Sucralfate. N Engl J Med, 325(14):1017-1025.

  3. BPOM RI. (2023). Informasi Produk Sucralfate. Jakarta.

  4. Kamenisch W, et al. (2018). Sucralfate and its use in gastroduodenal diseases. Review. Pharmacist Praxis.

  5. Kemenkes RI. (2022). Formularium Nasional 2022. Jakarta.

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Sayuri Suwandi, Sp.PD, FINASIM


 


Related Article



VIDEOS