Kecantikan

15 Cara Menghilangkan Bruntusan agar Kulit Wajah Kembali Halus

logo author

Ditulis Oleh

Admin • 06 November 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Cara menghilangkan bruntusan bertumpu pada satu prinsip: membuka pori yang tersumbat tanpa membuat kulit iritasi. Langkahnya meliputi membersihkan wajah dengan lembut, eksfoliasi ringan dengan bahan seperti asam salisilat, dan memilih produk yang tidak menyumbat pori. Hasilnya tidak instan, tetapi kulit umumnya mulai lebih halus dalam beberapa minggu.

Bruntusan sering dianggap sepele, padahal benjolan kecil ini bisa berkembang menjadi jerawat bila tidak dirawat dengan tepat. Berikut penjelasan tentang penyebab bruntusan, 15 cara menghilangkannya, kebiasaan yang sebaiknya dihindari, dan kapan perlu ke dokter spesialis kulit.

Apa Itu Bruntusan?

Bruntusan adalah istilah sehari-hari untuk benjolan-benjolan kecil yang membuat permukaan kulit terasa kasar dan tidak rata. Benjolan ini biasanya berwarna seperti kulit atau keputihan, tidak terasa sakit, dan sering muncul di dahi, pipi, atau dagu.

Pada sebagian besar kasus, bruntusan merupakan komedo tertutup (closed comedones atau whiteheads). Komedo ini terbentuk ketika minyak kulit (sebum) dan sel kulit mati terperangkap di dalam pori yang tertutup lapisan tipis kulit.

Namun, benjolan kecil di kulit tidak selalu berupa komedo. Kondisi lain yang tampak mirip antara lain milia, folikulitis (peradangan folikel rambut), iritasi akibat produk perawatan, atau dermatitis. Karena penanganannya berbeda, bruntusan yang tidak kunjung membaik sebaiknya diperiksa dokter spesialis kulit.

Penyebab Bruntusan

Beberapa hal yang dapat memicu atau memperburuk bruntusan antara lain:

  • produksi minyak berlebih, terutama pada kulit berminyak;

  • penumpukan sel kulit mati yang tidak terangkat dengan baik;

  • sisa riasan, tabir surya, atau produk perawatan yang tidak dibersihkan tuntas;

  • produk kosmetik, pelembap, atau minyak rambut yang menyumbat pori;

  • perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi;

  • kebiasaan menyentuh atau memencet wajah, serta keringat yang dibiarkan menempel lama.

15 Cara Menghilangkan Bruntusan

1. Cuci Wajah Dua Kali Sehari dengan Pembersih Lembut

Bersihkan wajah di pagi dan malam hari, serta setelah berkeringat banyak. Pilih pembersih yang lembut dan tidak membuat kulit terasa kesat, karena kulit yang terlalu kering justru bisa memproduksi minyak lebih banyak.

2. Bersihkan Riasan dan Tabir Surya secara Tuntas

Sisa riasan dan tabir surya yang tertinggal dapat menyumbat pori. Bila memakai riasan atau tabir surya tahan air, bersihkan terlebih dahulu dengan pembersih berbasis minyak atau micellar water, lalu lanjutkan dengan sabun wajah.

3. Gunakan Produk Berlabel Noncomedogenic

Pilih pelembap, tabir surya, dan riasan berlabel noncomedogenic atau oil-free, yang dirancang agar tidak mudah menyumbat pori. Label ini bukan jaminan mutlak, tetapi menjadi langkah awal yang baik.

4. Eksfoliasi dengan Asam Salisilat (BHA)

Asam salisilat larut dalam minyak sehingga dapat masuk ke dalam pori dan membantu meluruhkan sumbatan. Bahan ini tersedia dalam bentuk pembersih, toner, atau serum. Mulailah dengan pemakaian dua hingga tiga kali seminggu, lalu tingkatkan bila kulit tidak iritasi.

5. Coba AHA untuk Meratakan Permukaan Kulit

Alpha hydroxy acid (AHA) seperti asam glikolat dan asam laktat membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit. AHA cocok untuk kulit yang kusam dan kasar. Hindari memakai beberapa produk eksfoliasi sekaligus agar kulit tidak teriritasi.

6. Pertimbangkan Retinoid Topikal

Retinoid membantu mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah pori tersumbat, sehingga efektif untuk komedo tertutup. Retinoid yang kuat, seperti adapalen atau tretinoin, sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter. Awal pemakaian dapat menimbulkan kulit kering, kemerahan, atau mengelupas ringan.

7. Gunakan Benzoil Peroksida bila Muncul Jerawat Meradang

Bila bruntusan mulai berubah menjadi jerawat merah atau bernanah, benzoil peroksida dapat membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat. Oleskan tipis-tipis dan mulai dari konsentrasi rendah.

8. Tetap Pakai Pelembap

Bahan aktif seperti asam salisilat dan retinoid dapat membuat kulit kering. Pelembap ringan yang tidak menyumbat pori membantu menjaga lapisan pelindung kulit sehingga perawatan bisa dijalankan secara rutin.

9. Gunakan Tabir Surya Setiap Hari

Tabir surya membantu mencegah bekas jerawat menjadi lebih gelap, terutama saat Anda memakai eksfoliasi atau retinoid yang membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.

10. Jangan Memencet Bruntusan

Komedo tertutup tidak memiliki lubang terbuka, sehingga memencetnya justru dapat merusak kulit, memicu peradangan, dan meninggalkan flek atau bopeng.

11. Ganti Sarung Bantal secara Rutin

Sarung bantal menyerap minyak, keringat, dan sisa produk rambut. Menggantinya secara rutin membantu mengurangi kotoran yang menempel di kulit wajah saat tidur.

12. Perhatikan Produk Rambut

Minyak rambut, pomade, atau kondisioner yang mengenai dahi dapat memicu bruntusan di area tersebut. Jauhkan rambut dari wajah dan bersihkan dahi setelah memakai produk rambut.

13. Coba Produk Baru Satu per Satu

Gunakan satu produk baru dalam satu waktu dan amati reaksi kulit selama beberapa minggu. Dengan begitu, Anda lebih mudah mengetahui produk mana yang memicu bruntusan.

14. Jaga Pola Hidup Sehat

Tidur cukup, mengelola stres, dan menerapkan pola makan bergizi seimbang dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap stabil. Bila Anda merasa jerawat sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, catat dan batasi makanan tersebut.

15. Lakukan Perawatan di Dokter Spesialis Kulit

Bila bruntusan membandel, dokter dapat melakukan ekstraksi komedo secara steril, chemical peeling, atau meresepkan obat oles yang lebih kuat. Dokter juga dapat memastikan apakah benjolan tersebut memang komedo atau kondisi lain yang memerlukan pengobatan berbeda.

Kebiasaan yang Bisa Memperparah Bruntusan

Beberapa kebiasaan berikut sering dilakukan dengan niat baik, tetapi justru membuat bruntusan bertambah:

  • Menggosok wajah terlalu keras atau memakai scrub butiran kasar setiap hari.

  • Memakai terlalu banyak bahan aktif sekaligus, misalnya AHA, BHA, dan retinoid dalam satu malam, sehingga kulit iritasi.

  • Sering berganti produk sebelum memberi waktu kulit untuk beradaptasi.

  • Memakai krim racikan tanpa izin edar. BPOM berkali-kali menemukan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, asam retinoat, atau steroid. Krim steroid yang dipakai tanpa pengawasan dokter bahkan dapat memicu jerawat.

  • Mengoleskan bahan dapur seperti air jeruk nipis, pasta gigi, atau baking soda yang dapat mengiritasi kulit.

Ingat pula bahwa bruntusan membutuhkan waktu untuk membaik. Pada beberapa minggu pertama pemakaian retinoid atau eksfoliasi, bruntusan kadang tampak bertambah sementara sebelum akhirnya berkurang. Bila disertai rasa perih, panas, atau kemerahan yang berat, hentikan produk tersebut dan konsultasikan ke dokter.

Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Bruntusan

Berapa lama bruntusan bisa hilang?

Bruntusan umumnya mulai membaik dalam beberapa minggu dengan perawatan yang konsisten. Bila memakai retinoid, perbaikan yang jelas biasanya baru terlihat setelah 6–12 minggu.

Apa bedanya bruntusan dan jerawat?

Bruntusan umumnya berupa komedo tertutup yang tidak meradang, berwarna seperti kulit, dan tidak sakit. Jerawat meradang tampak merah, bengkak, terkadang bernanah, dan terasa nyeri. Bruntusan dapat berkembang menjadi jerawat bila sumbatannya meradang.

Apakah bruntusan bisa disebabkan skincare yang tidak cocok?

Bisa. Produk yang terlalu berat, mengandung minyak tertentu, atau mengiritasi kulit dapat memicu benjolan kecil. Bila bruntusan muncul setelah memakai produk baru, hentikan produk tersebut dan amati perubahannya.

Bolehkah bruntusan dipencet sendiri?

Tidak dianjurkan. Komedo tertutup sulit dikeluarkan tanpa alat steril dan teknik yang tepat. Memencet sendiri berisiko menimbulkan infeksi, flek hitam, atau bopeng.

Apakah bruntusan di dahi berbeda dari bruntusan di pipi?

Penyebab dasarnya sama, tetapi bruntusan di dahi lebih sering dipicu produk rambut, poni, dan keringat. Bruntusan di pipi lebih sering berkaitan dengan sarung bantal, ponsel, atau kebiasaan menyentuh wajah.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Konsultasikan bruntusan Anda ke dokter spesialis kulit bila:

  • tidak membaik setelah 6–8 minggu perawatan mandiri yang rutin;

  • bruntusan makin banyak, meradang, atau berubah menjadi jerawat yang nyeri;

  • benjolan terasa gatal, menyebar ke dada atau punggung, atau muncul setelah berkeringat banyak;

  • mulai meninggalkan flek hitam atau bopeng;

  • kulit menjadi sangat merah, perih, atau mengelupas setelah memakai produk tertentu;

  • Anda sedang hamil atau menyusui dan membutuhkan pilihan perawatan yang aman.

Cari dokter spesialis kulit Tzu Chi Hospital untuk mengetahui penyebab bruntusan dan mendapatkan perawatan yang sesuai jenis kulit Anda, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Ditinjau oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital

Artikel Terkait

Topik


Related Article



VIDEOS