Kesehatan Ibu dan Anak

Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi dengan Aman, Tanpa Panik

logo author

Ditulis Oleh

Admin • 05 November 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Cara menghilangkan cegukan pada bayi umumnya cukup sederhana: hentikan menyusu sejenak, sendawakan bayi dalam posisi tegak, lalu tenangkan ia. Cegukan pada bayi hampir selalu tidak berbahaya dan biasanya berhenti sendiri dalam beberapa menit. Yang perlu dihindari justru cara-cara tradisional yang dapat membuat bayi kaget atau tidak nyaman.

Bayi baru lahir memang sering cegukan, terutama setelah menyusu. Berikut penjelasan tentang penyebab cegukan pada bayi, cara aman meredakannya, langkah pencegahan, mitos yang sebaiknya tidak diikuti, serta tanda yang perlu diperiksakan ke dokter.

Mengapa Bayi Sering Cegukan?

Cegukan terjadi ketika diafragma, yaitu otot pemisah rongga dada dan perut, berkontraksi tiba-tiba di luar kendali. Kontraksi ini membuat pita suara menutup sesaat sehingga muncul suara "hik" yang khas.

Pada bayi, cegukan paling sering dipicu oleh:

  • Lambung yang penuh atau teregang, misalnya setelah menyusu terlalu banyak atau terlalu cepat.

  • Udara yang ikut tertelan, terutama bila pelekatan saat menyusu kurang baik atau aliran dot terlalu deras.

  • Bayi gagal bersendawa sehingga udara terperangkap di lambung dan menekan diafragma.

  • Refluks, yaitu naiknya sebagian isi lambung ke kerongkongan, yang cukup umum terjadi pada bulan-bulan pertama karena sistem pencernaan bayi masih berkembang.

Apakah Cegukan pada Bayi Berbahaya?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa cegukan pada bayi dan anak umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Bila bayi hanya sesekali cegukan, tetap aktif, mau menyusu, bernapas normal, dan tumbuh dengan baik, kondisi ini termasuk wajar. Banyak bayi bahkan tetap bisa tidur atau menyusu dengan tenang saat sedang cegukan. Cegukan juga cenderung berkurang seiring bertambahnya usia, umumnya menjelang usia satu tahun.

Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi

1. Hentikan Menyusu Sejenak

Bila bayi cegukan saat menyusu, beri jeda sebentar. Lambung yang terlalu penuh atau udara yang tertelan dapat menekan diafragma, sehingga istirahat singkat memberi kesempatan bagi perut bayi untuk lebih rileks.

2. Sendawakan Bayi

Menyendawakan bayi membantu mengeluarkan udara yang terperangkap di lambung. Ada beberapa posisi yang bisa dicoba:

  • Di bahu: gendong bayi tegak dengan dagunya bersandar di bahu Anda, lalu tepuk atau usap punggungnya perlahan.

  • Duduk di pangkuan: dudukkan bayi tegak di pangkuan, sangga dada dan dagunya dengan satu tangan, lalu tepuk punggungnya dengan tangan lain.

  • Tengkurap di pangkuan: letakkan bayi tengkurap di atas paha dengan kepala tersangga dan sedikit lebih tinggi dari dadanya, lalu usap punggungnya.

Untuk bayi yang minum dari botol, American Academy of Pediatrics menyarankan menyendawakan bayi setiap sekitar 60–90 ml susu. Untuk bayi yang menyusu langsung, sendawakan saat berpindah payudara.

3. Gendong dalam Posisi Tegak

Setelah menyusu, gendong bayi dalam posisi tegak selama beberapa saat. Posisi ini membantu isi lambung tetap di bawah dan mengurangi tekanan pada diafragma.

4. Tawarkan Gerakan Mengisap

Gerakan mengisap dapat membantu diafragma lebih rileks. Bila bayi masih ingin menyusu, Anda dapat menawarkan payudara kembali secara perlahan. Bagi bayi yang sudah terbiasa memakai empeng, empeng juga bisa dicoba, meskipun buktinya masih berupa pengalaman orang tua. Pada bayi yang menyusu langsung, sebaiknya tunggu hingga kegiatan menyusui berjalan lancar sebelum mengenalkan empeng.

5. Usap Punggung dan Tenangkan Bayi

Usapan lembut di punggung sambil mengayun pelan dapat membuat bayi lebih tenang. Bayi yang rileks biasanya lebih cepat berhenti cegukan.

6. Biarkan Berhenti dengan Sendirinya

Bila bayi tampak tenang dan tidak terganggu, Anda tidak perlu buru-buru menghentikan cegukannya. Pada bayi sehat, cegukan umumnya hilang sendiri dalam beberapa menit.

Cara Mencegah Bayi Sering Cegukan

Cegukan tidak selalu bisa dicegah, tetapi beberapa kebiasaan berikut dapat mengurangi frekuensinya:

  • Susui sebelum bayi terlalu lapar. Bayi yang sudah menangis keras cenderung menyusu dengan tergesa-gesa dan menelan lebih banyak udara.

  • Pastikan pelekatan menyusui baik. Mulut bayi sebaiknya terbuka lebar dan mencakup sebagian besar areola, bukan hanya puting.

  • Susui dalam posisi yang lebih tegak dan tidak terlalu datar.

  • Bila memakai botol, pilih dot dengan aliran sesuai usia dan miringkan botol agar dot selalu terisi susu, bukan udara.

  • Hindari memberi susu terlalu banyak sekaligus. Berikan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering.

  • Hindari aktivitas yang terlalu aktif setelah menyusu, seperti mengayun atau memantul-mantulkan bayi.

Mitos Cara Menghilangkan Cegukan yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa cara yang sering dilakukan turun-temurun tidak terbukti bermanfaat dan sebagian dapat membahayakan bayi:

  • Mengagetkan bayi. Cara ini tidak menghentikan cegukan dan justru membuat bayi takut serta menangis.

  • Menempelkan benang basah atau kertas di dahi bayi. Tidak ada dasar ilmiahnya, dan benda kecil berisiko masuk ke mulut atau hidung bayi.

  • Menarik lidah atau menekan mata dan ubun-ubun bayi. Tindakan ini dapat melukai bayi.

  • Memberi air putih pada bayi di bawah enam bulan. Bayi usia ini cukup mendapat ASI atau susu formula, dan pemberian air dapat mengganggu asupan gizinya.

  • Memberi ramuan, madu, atau minuman lain. Madu tidak boleh diberikan pada bayi di bawah satu tahun, dan ramuan tanpa anjuran dokter belum terbukti aman.

  • Memberi obat tanpa resep. Cegukan biasa tidak memerlukan obat.

Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi

Berapa lama cegukan pada bayi biasanya berlangsung?

Umumnya hanya beberapa menit, dan sering berhenti dalam 5–10 menit tanpa perlu ditangani. Bila cegukan berlangsung jauh lebih lama atau membuat bayi tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter.

Bolehkah tetap menyusui saat bayi cegukan?

Boleh, selama bayi tampak tenang dan mau menyusu. Bila cegukan membuat bayi rewel atau kesulitan menyusu, hentikan sebentar, sendawakan, lalu lanjutkan menyusui setelah bayi lebih tenang.

Apakah bayi cegukan karena kedinginan?

Belum ada bukti kuat bahwa udara dingin menyebabkan cegukan pada bayi. Penyebab yang paling sering adalah lambung yang penuh dan udara yang tertelan saat menyusu. Meski begitu, menjaga bayi tetap hangat dan nyaman tetap dianjurkan.

Bolehkah menidurkan bayi yang sedang cegukan?

Boleh. Cegukan tidak mengganggu napas bayi. Tetap baringkan bayi telentang di permukaan yang rata dan kokoh saat tidur.

Apakah bayi yang sering cegukan pasti mengalami refluks?

Tidak. Cegukan saja tidak cukup untuk menyimpulkan bayi mengalami penyakit refluks (GERD). Dokter akan menilai gejala lain, seperti muntah berulang, rewel hebat setelah menyusu, dan pertambahan berat badan.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Periksakan bayi ke dokter bila cegukan:

  • terjadi sangat sering dan tampak membuat bayi kesakitan atau gelisah;

  • berlangsung sangat lama, misalnya lebih dari satu jam;

  • disertai muntah berulang, gumoh yang banyak, batuk, atau tersedak saat menyusu;

  • disertai bayi melengkungkan punggung dan menangis hebat setelah menyusu;

  • mengganggu tidur atau membuat bayi sulit menyusu;

  • disertai berat badan yang tidak naik sesuai grafik pertumbuhan;

  • masih sering terjadi setelah anak berusia lebih dari satu tahun.

Segera ke IGD bila bayi tampak sesak, bibir atau wajahnya kebiruan, sangat lemas, atau tidak mau menyusu sama sekali.

Cari dokter spesialis anak Tzu Chi Hospital untuk memeriksa cegukan bayi yang sering atau disertai keluhan lain, serta konselor laktasi untuk membantu memperbaiki posisi dan pelekatan menyusui, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Ditinjau oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital

Artikel Terkait

Topik


Related Article



VIDEOS