Kesehatan Ibu dan Anak

ASI Tidak Lancar? Simak Tips Melancarkan ASI dari Dr. Stephanie Clara

logo author

Ditulis Oleh

Admin02 Januari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Menjadi ibu baru adalah fase kehidupan yang penuh makna. Di satu sisi, ada kebahagiaan menyambut kehadiran buah hati. Namun di sisi lain, tak sedikit ibu yang menghadapi tantangan, salah satunya ketika ASI terasa tidak lancar. Kondisi ini sering menimbulkan rasa cemas, takut tidak mampu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi.

Baca Juga: Menyusui Tanpa Ragu: Meluruskan Mitos demi Ibu dan Bayi yang Lebih Sehat

Kabar baiknya, ASI tidak lancar adalah kondisi yang umum dan sebagian besar dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Dalam video edukasi ini, Dr. Stephanie Clara, dokter laktasi di Tzu Chi Hospital, membagikan penjelasan medis yang mudah dipahami serta langkah-langkah praktis untuk membantu merangsang dan melancarkan produksi ASI. Dengan pemahaman yang benar, proses menyusui dapat menjadi pengalaman yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi ibu maupun bayi.

5 Cara Efektif Merangsang ASI

1. Bayi Membutuhkan Sentuhan Skin to Skin

Kontak kulit langsung antara ibu dan bayi (skin to skin contact) memiliki peran penting dalam merangsang produksi ASI. Saat kulit ibu bersentuhan langsung dengan kulit bayi, tubuh ibu akan melepaskan hormon oksitosin dan prolaktin, dua hormon utama yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI.

Selain membantu kelancaran ASI, skin to skin juga memperkuat ikatan emosional ibu dan bayi, menstabilkan suhu tubuh bayi, serta membantu bayi menyusu dengan lebih efektif.

2. Makin Sering Menyusui, Makin Sering Produksi ASI

Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Artinya, semakin sering payudara dikosongkan melalui menyusui atau memompa ASI, tubuh akan mendapatkan sinyal untuk memproduksi ASI lebih banyak.

Dr. Stephanie menekankan pentingnya menyusui sesuai kebutuhan bayi, bukan berdasarkan jadwal ketat. Jika bayi sering menyusu atau ibu rutin memompa ASI, produksi ASI akan menyesuaikan secara alami.

3. Makan Makanan Bergizi sebagai Bahan Baku ASI

ASI terbentuk dari nutrisi yang dikonsumsi ibu. Oleh karena itu, pola makan seimbang sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas ASI. Ibu menyusui dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Asupan cairan juga tidak kalah penting. Meski tidak harus berlebihan, ibu disarankan minum cukup air agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dengan nutrisi yang optimal, tubuh memiliki “bahan baku” yang cukup untuk memproduksi ASI.

4. Pijat Laktasi agar Kelenjar ASI Lebih Efektif

Pijat laktasi dapat membantu melancarkan aliran ASI dengan merangsang kelenjar susu dan melancarkan sirkulasi darah di area payudara. Teknik pijat yang tepat juga dapat membantu mengurangi payudara terasa penuh atau keras (engorgement).

Pijat laktasi sebaiknya dilakukan dengan lembut dan benar. Bila perlu, ibu dapat belajar dari tenaga kesehatan terlatih agar manfaatnya maksimal dan aman.

5. Hormon Stres Sangat Berpengaruh pada ASI

Stres, kelelahan, dan tekanan emosional dapat menghambat pelepasan hormon oksitosin, sehingga ASI menjadi sulit keluar meskipun sebenarnya diproduksi. Inilah alasan mengapa kondisi psikologis ibu sangat memengaruhi proses menyusui.

Di sarankan ibu untuk memberi waktu beristirahat, meminta dukungan keluarga, dan tidak ragu mencari bantuan. Lingkungan yang tenang dan suportif akan membantu ibu merasa lebih rileks, sehingga proses menyusui berjalan lebih lancar.

Kapan Ibu Menyusui Pelru Konsultasi Laktasi?

Konsultasi laktasi dianjurkan bila ASI tetap tidak lancar meski sudah menerapkan berbagai cara, bayi tampak tidak puas setelah menyusu, berat badan bayi tidak naik sesuai usia, atau ibu mengalami nyeri payudara yang menetap.

Dengan pendampingan dokter laktasi, ibu akan mendapatkan evaluasi menyeluruh, mulai dari teknik menyusui, kondisi payudara, hingga faktor medis yang mungkin memengaruhi produksi ASI. Dukungan profesional ini dapat membantu ibu menjalani perjalanan menyusui dengan lebih percaya diri, nyaman, dan penuh kasih.

Baca Juga: Demam pada Anak - Gejala, Penyebab, & 3 Cara Pengobatan

Untuk mendapatkan layanan konsultasi laktasi yang tepat dan komprehensif, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, sementara jadwal praktik tenaga medis dapat diakses melalui menu Cari Dokter. Didukung fasilitas rumah sakit yang lengkap mulai dari layanan rawat ibu dan anak hingga pemeriksaan penunjang seluruh proses pendampingan menyusui dapat dilakukan secara terpadu dalam satu tempat, aman dan nyaman bagi ibu serta bayi.

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS