Disease

Trikomoniasis: Penyebab Keputihan Berbau yang Sering Tak Disadari, Kenali dan Atasi

logo author

Ditulis Oleh

Admin • 29 Oktober 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Keputihan yang berubah warna menjadi kuning kehijauan, berbau tidak sedap, atau berbusa sering dianggap sekadar masalah kebersihan. Pada sebagian orang, penyebabnya adalah trikomoniasis, infeksi menular seksual yang disebabkan parasit mikroskopis. Yang membuatnya mudah terlewat, sebagian besar penderita tidak merasakan gejala sama sekali, sehingga dapat menularkannya tanpa sadar. Kabar baiknya, trikomoniasis dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Memahami gejala, cara penularan, dan pengobatannya membantu Anda serta pasangan terlindung dari infeksi berulang dan komplikasi.

Apa Itu Trikomoniasis?

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh parasit bersel satu bernama Trichomonas vaginalis. Parasit ini menginfeksi saluran kemih dan kelamin, yaitu vagina, leher rahim, dan saluran kemih pada wanita, serta saluran kemih (uretra) pada pria.

Trikomoniasis adalah salah satu IMS non-virus yang paling umum di dunia. Infeksi ini dapat dicegah dan dapat disembuhkan.

Bagaimana Trikomoniasis Menular?

Parasit menular melalui kontak seksual, yaitu hubungan seksual vaginal dan kontak alat kelamin dengan alat kelamin. Orang yang terinfeksi dapat menularkan meski tidak memiliki gejala.

Trikomoniasis umumnya tidak menular melalui ciuman, pelukan, atau berbagi alat makan. Penularan lewat benda seperti dudukan toilet sangat jarang terjadi, dan penularan terutama melalui hubungan seksual.

Faktor Risiko Trikomoniasis

  • Berganti-ganti pasangan seksual atau memiliki pasangan dengan banyak pasangan

  • Tidak menggunakan kondom secara konsisten

  • Riwayat IMS sebelumnya

  • Pasangan yang terdiagnosis trikomoniasis

  • Usia reproduksi yang aktif secara seksual

Gejala Trikomoniasis

Sebagian besar penderita tidak mengalami gejala. Bila gejala muncul, biasanya dalam 5 hingga 28 hari setelah terinfeksi, tetapi dapat muncul jauh lebih lambat. Gejala juga dapat datang dan pergi.

Gejala pada Wanita

  • Keputihan berwarna putih, abu-abu, kuning, atau hijau

  • Keputihan berbusa dan berbau tidak sedap

  • Gatal, kemerahan, atau perih pada area kelamin

  • Nyeri saat buang air kecil

  • Nyeri saat berhubungan seksual

  • Nyeri di perut bagian bawah pada sebagian kasus

Gejala pada Pria

Pria lebih sering tidak bergejala. Bila ada, gejala dapat berupa:

  • Rasa gatal atau panas di dalam penis

  • Nyeri saat buang air kecil atau setelah ejakulasi

  • Keluarnya cairan dari penis

Mengapa Trikomoniasis Tidak Boleh Diabaikan?

Bila tidak diobati, infeksi dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan dapat menimbulkan masalah lain:

  • Meningkatkan risiko tertular HIV dan IMS lain, karena peradangan pada area kelamin

  • Pada wanita, meningkatkan risiko radang panggul

  • Pada ibu hamil, dikaitkan dengan risiko persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah

  • Pada pria, dapat berkaitan dengan peradangan prostat dan epididimis, serta penurunan gerak sperma

  • Rasa tidak nyaman yang berkepanjangan saat berhubungan seksual

Bagaimana Trikomoniasis Didiagnosis?

Karena gejalanya mirip keputihan akibat sebab lain, seperti infeksi jamur atau vaginosis bakterial, diagnosis memerlukan pemeriksaan. Dokter, terutama dokter spesialis kulit dan kelamin atau kebidanan dan kandungan, dapat melakukan:

  • Wawancara: gejala, riwayat seksual, pasangan, dan riwayat IMS.

  • Pemeriksaan fisik: pada wanita, pemeriksaan panggul dapat menunjukkan peradangan di vagina atau leher rahim.

  • Pemeriksaan laboratorium: pemeriksaan sampel cairan vagina atau urine di bawah mikroskop, atau tes yang mendeteksi materi genetik parasit, seperti tes amplifikasi asam nukleat.

  • Pemeriksaan IMS lain: karena sering terjadi bersamaan dengan klamidia, gonore, atau infeksi lain.

Cara Mengatasi Trikomoniasis

Obat-obatan

Trikomoniasis diobati dengan obat antiparasit dari golongan nitroimidazol, seperti metronidazol atau tinidazol, yang diresepkan dokter. Obat ini juga dapat digunakan pada ibu hamil sesuai pertimbangan dokter. Jenis, dosis, dan lama pengobatan ditentukan dokter dan berbeda pada tiap orang.

Beberapa hal penting:

  • Habiskan obat sesuai anjuran, meski gejala sudah hilang.

  • Obati pasangan secara bersamaan. Pasangan seksual perlu diperiksa dan diobati agar tidak terjadi penularan kembali.

  • Hindari hubungan seksual sampai pengobatan selesai dan gejala hilang. Umumnya dianjurkan menunggu sekitar satu minggu setelah pengobatan.

  • Tanyakan pantangan selama pengobatan, termasuk alkohol, karena beberapa obat dapat menimbulkan reaksi tidak nyaman bila dikonsumsi bersama alkohol.

  • Jangan mengobati sendiri dengan antibiotik atau ramuan, dan jangan menggunakan obat oles saja, karena tidak efektif.

Pemeriksaan Ulang

Infeksi ulang cukup sering terjadi. Sekitar 1 dari 5 orang dapat terinfeksi lagi dalam tiga bulan setelah pengobatan. Karena itu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan ulang sekitar tiga bulan setelah pengobatan, meski pasangan sudah diobati.

Cara Mencegah Trikomoniasis

  • Gunakan kondom lateks secara benar dan konsisten setiap berhubungan seksual. Penggunaan yang benar dapat membantu mencegah penularan.

  • Hindari berganti-ganti pasangan atau batasi jumlah pasangan.

  • Bicarakan riwayat kesehatan seksual dengan pasangan sebelum berhubungan.

  • Lakukan pemeriksaan IMS secara berkala, terutama bila berisiko atau berganti pasangan.

  • Segera periksakan diri dan pasangan bila muncul gejala.

  • Selesaikan pengobatan dan hindari hubungan seksual selama masa pengobatan.

  • Jaga kebersihan area kelamin dengan cara yang lembut dan hindari membilas vagina secara berlebihan.

Trikomoniasis pada Ibu Hamil

Ibu hamil dengan gejala sebaiknya diperiksa dan diobati, karena trikomoniasis dapat berkaitan dengan persalinan prematur dan bayi dengan berat badan rendah. Pengobatan tertentu dapat digunakan pada kehamilan sesuai pertimbangan dokter. Konsultasikan keluhan keputihan kepada dokter kandungan, dan jangan menggunakan obat tanpa petunjuk.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter bila mengalami kondisi berikut:

  • Keputihan yang berubah warna, berbau tidak sedap, berbusa, atau lebih banyak dari biasanya

  • Gatal, perih, atau kemerahan di area kelamin

  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual

  • Keluar cairan dari penis atau rasa panas saat berkemih

  • Pasangan terdiagnosis trikomoniasis atau IMS lain

  • Pernah berhubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang berisiko

  • Gejala berulang setelah pengobatan

  • Sedang hamil atau merencanakan kehamilan dengan keluhan keputihan

  • Ingin melakukan pemeriksaan skrining IMS

  • Nyeri perut bagian bawah hebat, demam, atau perdarahan di luar siklus haid. Kondisi ini dapat menandakan radang panggul sehingga segera cari pertolongan medis.

Jika Anda mengalami keputihan abnormal atau ingin memeriksakan kemungkinan infeksi menular seksual, jangan ragu untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Cari dokter spesialis kulit dan kelamin atau kebidanan dan kandungan Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Ditinjau oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital

Artikel Terkait

Topik


Related Article



VIDEOS