Disease

Mengenal Herpes Genital: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

logo author

Ditulis Oleh

Admin02 Januari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Herpes genital adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes. Gejala khas penyakit ini adalah munculnya lepuhan kecil berisi cairan di area kelamin atau sekitar anus yang terasa gatal dan panas.

Meskipun tak selalu berbahaya, herpes genital tidak akan membaik dengan sendirinya. Jika tidak ditangani dengan tepat, gejala herpes genital dapat berlangsung lebih lama dan meningkatkan risiko penularan kepada pasangan, sehingga penting untuk memahami penyakit ini agar kita bisa lebih waspada dan melakukan pencegahan yang tepat.

Mengapa Herpes Genital Bisa Terjadi?

Virus yang dapat menyebabkan herpes genital adalah virus herpes simpleks (HSV). Penularan HSV terjadi melalui kontak skin-to-skin saat seseorang melakukan aktivitas seksual dengan orang yang terinfeksi, seperti seks vaginal, anal, dan oral.

Perlu diketahui bahwa terdapat 2 jenis HSV penyebab herpes genital, yaitu HSV-1 dan HSV-2. Herpes genital utamanya disebabkan oleh HSV-2, sementara HSV-1 menimbulkan herpes di sekitar mulut. Namun, dalam kasus tertentu, HSV-1 bisa menyebabkan herpes genital melalui penularan seks oral.

Selain melalui aktivitas seksual, herpes genital juga dapat menular dari ibu ke bayi saat proses persalinan, bila ibu memiliki infeksi herpes genital aktif atau baru pertama kali terinfeksi. Virus dapat berpindah ke bayi melalui kontak langsung dengan luka atau cairan yang mengandung virus di jalan lahir.

Gejala Herpes Genital

Ada kemungkinan seseorang bisa terinfeksi virus HSV dan tidak merasakan gejala sama sekali. Pada umumnya, gejala yang didapati dari infeksi herpes genital, antara lain:

  • Adanya lepuh kecil dan lecet di area genital
  • Rasa gatal, kesemutan, dan panas
  • Buang air kecil terasa nyeri
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha
  • Terkadang disertai demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan

Virus HSV akan menetap di tubuh penderitanya untuk seumur hidup, sehingga sangat mungkin untuk mengalami infeksi berulang, terutama ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Hal ini tentunya bukan hanya dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, tetapi juga bisa menurunkan kepercayaan diri penderitanya.

Diagnosis Herpes Genital

Untuk menegakkan diagnosis herpes genital, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang meliputi:

  1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan melihat langsung apakah ada lepuhan atau lesi di area kelamin atau sekitar anus. Pemeriksaan ini biasanya perlu dikonfirmasi dengan tes tambahan.

  1. Pemeriksaan laboratorium

Jika masih terdapat lepuhan atau luka terbuka, dokter dapat mengambil sampel cairan dari lesi tersebut. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium guna mendeteksi virus HSV secara langsung. Pemeriksaan ini merupakan cara paling akurat untuk memastikan diagnosis, terutama bila dilakukan saat luka masih baru dan masih berbentuk lepuh.

  1. Tes darah (serologi)

Tes darah dilakukan untuk mendeteksi antibodi terhadap HSV-1 atau HSV-2. Pemeriksaan ini bermanfaat terutama pada pasien yang tidak memiliki gejala yang jelas atau ketika lesi sudah sembuh, sehingga membantu mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi virus herpes sebelumnya. Tes darah juga perlu dilakukan pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau ibu hamil, untuk mencegah penularan ke janin.

Pengobatan Herpes Genital

Hingga saat ini, belum tersedia obat yang dapat menyembuhkan herpes genital secara tuntas. Namun, pengobatan medis yang ada bertujuan untuk mengendalikan infeksi, mempercepat penyembuhan luka, mengurangi keparahan dan frekuensi kekambuhan, serta menurunkan risiko penularan.

Terapi utama herpes genital adalah obat antivirus yang bekerja dengan menghambat replikasi virus untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan, dan menurunkan risiko kekambuhan bila digunakan secara rutin.

Selain minum obat, pasien juga dianjurkan untuk:

  • Menjaga kebersihan area genital
  • Menghindari hubungan seksual saat terdapat luka atau gejala aktif
  • Menggunakan kondom untuk menurunkan risiko penularan
  • Menjaga daya tahan tubuh, termasuk mengelola stres

Pencegahan Herpes Genital

Langkah utama untuk mencegah penularan herpes genital adalah tidak melakukan hubungan seksual sama sekali (abstinence). Bagi yang sudah berpasangan, setialah pada satu pasangan seksual saja dan selalu terbuka mengenai kesehatan seksual masing-masing.

Selain itu, penggunaan kondom saat melakukan hubungan seksual dapat membantu mengurangi risiko penularan herpes genital. Meskipun kondom tidak memberikan perlindungan 100% karena virus dapat menyebar melalui kontak kulit di sekitar area kelamin, penggunaannya tetap sangat dianjurkan sebagai langkah perlindungan tambahan.

Hindari pula berbagi penggunaan alat mandi bersama-sama, seperti handuk, pisau cukur, celana dalam, dan lainnya. Meskipun penularan herpes genital paling sering terjadi melalui kontak langsung kulit ke kulit, penggunaan barang pribadi bersama tetap berisiko, terutama bila terdapat luka atau iritasi pada kulit.

Terakhir dan tidak kalah penting, menjaga daya tahan tubuh berperan penting dalam mencegah herpes genital. Pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup dengan membiasakan tidur paling lambat pukul 10 malam, mengelola stres, serta menjaga pola hidup sehat secara konsisten

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mendapati lesi atau lenting yang tidak biasa di area kelamin, segera konsultasikan ke dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika (Sp.DVE) di Tzu Chi Hospital. Cek jadwal dokter kulit hari ini melalui menu cari dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan diagnosis dan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Herpes genital dapat dikendalikan dengan baik bila dikenali dan ditangani sejak dini. Dengan pendampingan medis yang tepat, penderita herpes genital tetap dapat menjalani kehidupan yang sehat, aktif, dan berkualitas.

Artikel telah direview secara medis oleh Dr. Deasy Thio, Sp.DVE, FINSDV, FAADV

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS