Tindakan Medis & Terapi

10 Efek Samping Mamografi & Risikonya, Kenali Sebelum Periksa!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi25 Februari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Efek samping mamografi sering menjadi kekhawatiran bagi banyak orang, meskipun pemeriksaan ini sebenarnya merupakan salah satu metode skrining paling efektif untuk menjaga kesehatan payudara.

Mammografi adalah sebuah pemeriksaan menggunakan sinar-X dosis rendah untuk menghasilkan gambar jaringan payudara, sehingga dokter dapat mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara bahkan sebelum munculnya benjolan atau gejala lainnya.

Dengan identifikasi dini, peluang keberhasilan pengobatan serta angka harapan hidup dapat meningkat secara signifikan.

Walaupun mammografi dikenal sebagai standar emas dalam deteksi dini kanker payudara, kekhawatiran mengenai potensi efek samping adalah hal yang wajar. Perlu Anda ketahui bahwa manfaat pemeriksaan rutin ini umumnya jauh melebihi risikonya.

Untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh, berikut penjelasan mengenai 10 efek samping yang mungkin Anda alami selama atau setelah menjalani mammografi.

10 Efek Samping Mamografi yang Perlu Anda Ketahui

efek samping mamografi

Pemeriksaan mammografi pada pasien dengan mesin rontgen payudara di rumah sakit | Sumber: Vakhospital

Sebagaimana dijelaskan dalam suatu penelitian, risiko utama dari mammografi skrining termasuk ketidaknyamanan atau nyeri akibat kompres payudara, kemungkinan panggilan ulang untuk pemeriksaan tambahan, serta biopsi positif palsu, meskipun secara umum dosis radiasi yang digunakan sangat rendah dan risikonya dianggap kecil.

Berikut adalah rincian 10 efek samping yang mungkin Anda hadapi, termasuk potensi risiko yang lebih serius.

1. Nyeri atau Ketidaknyamanan Akibat Penekanan

Nyeri dan ketidaknyamanan adalah efek samping mamografi yang paling umum. Selama prosedur, payudara Anda akan ditekan di antara dua pelat.

Tujuannya adalah untuk meratakan jaringan agar gambar sinar-X lebih jelas dan mengurangi dosis radiasi. Penekanan ini, meskipun berlangsung singkat, bisa menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman.

2. Memar Ringan

Pada beberapa kasus efek samping mamografi, biasanya berasal dari tekanan kuat dari alat kompresor yang dapat menyebabkan memar ringan pada payudara. Hal ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

3. Rasa Sakit yang Berlanjut Setelah Pemeriksaan

Meskipun sebagian besar rasa sakit hilang segera, efek samping mamografi pada beberapa wanita sering kali dilaporkan berupa rasa nyeri ringan yang bertahan selama beberapa jam hingga satu atau dua hari.

4. Hasil Positif Palsu

Bentuk ini sering kali terjadi ketika hasil mammografi menunjukkan adanya kelainan, padahal pada kenyataannya tidak ada kanker.

Hal ini dapat menimbulkan kecemasan yang tidak perlu dan memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti USG atau biopsi.

5. Hasil Negatif Palsu

Sama halnya seperti sebelumnya, hasil negatif palsu adalah situasi di mana mammografi tidak mendeteksi kanker yang sebenarnya ada. Kemungkinan ini lebih tinggi pada wanita muda dengan jaringan payudara yang padat.

6. Paparan Radiasi Dosis Rendah

Mammografi menggunakan sinar-X, yang berarti ada paparan radiasi. Namun, dosis yang digunakan sangat minimal, setara dengan paparan radiasi alami dari lingkungan selama sekitar 7 minggu. Risiko kanker akibat radiasi ini dianggap sangat rendah dibandingkan manfaat deteksi dini.

7. Membutuhkan Tes Tambahan (Recall)

Jika gambar mammografi tidak jelas atau menunjukkan sesuatu yang mencurigakan, Anda akan diminta untuk kembali melakukan pemeriksaan tambahan atau diagnostik, yang dapat menambah kecemasan.

8. Keharusan Skrining yang Lebih Awal (Overdiagnosis)

Mammografi kadang-kadang mendeteksi kanker kecil atau lambat tumbuh yang mungkin tidak akan pernah menimbulkan masalah serius seumur hidup pasien.

Hal ini dapat menyebabkan pengobatan yang tidak perlu (overtreatment), seperti operasi atau radioterapi kanker serviks stadium 3b (walaupun ini adalah skenario kanker serviks, prinsip overtreatment tetap relevan).

9. Kerusakan Implan Payudara

Meskipun jarang, tekanan dari pelat kompresor dapat berpotensi merusak atau memecahkan implan payudara.

Dokter akan menggunakan teknik pemeriksaan mammografi khusus untuk pasien dengan implan.

10. Tidak Dapat Membedakan Kista dan Tumor Padat

Mammografi bisa menunjukkan adanya massa, tetapi sering kali tidak bisa membedakan secara pasti apakah itu kista berisi cairan atau tumor padat. Pemeriksaan lanjutan seperti USG atau biopsi diperlukan untuk konfirmasi.

Jadi, Seberapa Aman Mamografi?

Meskipun ada efek samping, risiko jangka panjang yang ditimbulkan oleh mammografi sangat minimal. Kekhawatiran terbesar seringkali berkisar pada paparan radiasi, hasil positif palsu, dan overdiagnosis.

Dalam analisis yang dibahas pada sebuah jurnal penelitian, dosis radiasi dari mammografi digital dan teknik pencitraan payudara lainnya menghasilkan tingkat risiko kanker yang sangat kecil, artinya manfaat deteksi dini tetap jauh lebih besar dibanding potensi risiko radiasi.

1. Paparan Radiasi minimal

Anda mungkin mendengar tentang efek samping sinar dalam kanker serviks yang parah akibat radioterapi dosis tinggi.

Namun, ini tidak berlaku untuk mammografi. Dosis radiasi yang digunakan dalam mammografi jauh lebih rendah daripada radioterapi.

2. Kecemasan Akibat Positif Palsu

Hasil positif palsu memang dapat memicu kecemasan. Namun, pemeriksaan lanjutan seperti perbedaan mamografi dan USG mammae secara lebih detail dapat segera memberikan kepastian. Dokter akan menggunakan hasil mammografi sebagai petunjuk awal, bukan diagnosis akhir.

3. Manfaat yang Jauh Melebihi Risiko

Pada intinya, risiko dari kanker payudara yang tidak terdeteksi jauh melebihi risiko dari efek samping mammografi yang bersifat minor.

Pemeriksaan ini telah terbukti secara klinis dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara.

Kapan Harus Melakukan Tes Mamografi? 

Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan mammografi sangat penting agar deteksi dini kanker payudara dapat berjalan optimal.

Rekomendasi waktu skrining biasanya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, serta faktor risiko pribadi.

Berikut panduan lengkapnya:

1. Skrining Rutin Usia 40 Tahun Ke Atas

Bagi wanita tanpa faktor risiko tinggi, panduan medis umumnya merekomendasikan mulai melakukan mammografi pada usia 40 tahun, dengan frekuensi setahun sekali atau dua tahun sekali. Tujuannya adalah mendeteksi perubahan kecil yang mungkin belum tampak secara fisik.

2. Skrining Rutin Usia 45-54 Tahun

Pada rentang usia ini, perubahan jaringan payudara cenderung lebih dinamis. Karena itu, banyak organisasi kesehatan menyarankan mammografi setiap tahun untuk memaksimalkan akurasi deteksi.

3. Skrining Rutin Usia 55 Tahun Ke Atas

Memasuki usia 55 tahun, Anda dapat memilih skrining setiap dua tahun sekali. Namun, jika memiliki kondisi tertentu atau berdasarkan pertimbangan dokter, Anda tetap bisa melanjutkan pemeriksaan tahunan, terutama jika jaringan payudara tergolong padat atau ada faktor risiko tambahan.

4. Jika Memiliki Risiko Tinggi (Usia Lebih Muda)

Jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau faktor risiko genetik tertentu, dokter mungkin akan menyarankan skrining mammografi dimulai lebih awal, bahkan sebelum usia 40 tahun.

Beberapa faktor di antaranya yaitu:

  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium,
  • Riwayat genetik seperti mutasi BRCA1/BRCA2,
  • Riwayat radiasi pada area dada di usia muda,

5. Jika Terdapat Gejala Payudara

Jika Anda merasakan benjolan, nyeri persisten, perubahan bentuk atau kulit payudara, atau keluar cairan dari puting, mammografi diagnostik akan direkomendasikan tanpa memandang usia.

Dokter juga mungkin merujuk Anda untuk perbedaan mamografi dan usg mammae sebagai pemeriksaan pelengkap.

6. Pemeriksaan Lanjutan dari Benjolan atau Kelainan

Jika dokter atau Anda sendiri menemukan benjolan saat pemeriksaan payudara mandiri (SADARI) atau pemeriksaan klinis (SADANIS), mammografi diagnostik dilakukan untuk melihat struktur jaringan secara lebih rinci.

Pemeriksaan ini dapat membantu memastikan apakah kelainan bersifat jinak atau memerlukan penanganan lebih lanjut.

7. Mempersiapkan Pemeriksaan Jika Menggunakan BPJS

Perlu Anda ketahui bahwa mammografi BPJS dapat tersedia di fasilitas kesehatan tertentu yang bekerja sama.

Anda perlu mencari informasi lebih lanjut mengenai alur dan persyaratannya di fasilitas kesehatan pilihan Anda.

Ambil Langkah Deteksi Dini di Tzu Chi Hospital!

cta efek samping mamografi

Setelah memahami apa itu mammografi dan potensi efek sampingnya, kini Anda sebaiknya tidak perlu takut lagi.

Sebab, mammografi adalah kunci untuk hidup lebih sehat dan memperbesar peluang kesembuhan jika kanker terdeteksi.

Dengan fasilitas modern dan tim medis yang profesional, Tzu Chi Hospital menyediakan layanan mammografi yang nyaman dan akurat.

Kami berkomitmen untuk memberikan perawatan yang komprehensif, mulai dari deteksi dini hingga penanganan lanjutan untuk kasus kompleks seperti radioterapi kanker serviks stadium 3b.

Jangan tunda kesehatan Anda, mari ambil langkah pencegahan sekarang:

  • Silakan Cari Dokter berpengalaman di Tzu Chi Hospital untuk berdiskusi tentang skrining yang tepat bagi Anda.
  • Jadwalkan medical check-up tahunan Anda sekarang, termasuk mammografi, untuk deteksi dini yang optimal. Ingat, biaya mamografi yang Anda keluarkan adalah investasi untuk hidup sehat di masa depan.

Yuk, segera hubungi kami via WhatsApp untuk menjadwalkan konsultasi dan janji temu bersama dokter. Kami siap membantu Anda menjaga kesehatan.

 

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dismas, Sp.B

 

Referensi:

PubMed. Adverse Effects of Screening Mammography.

PubMed. Radiation Doses and Risks in Breast Screening.


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS