Disease

Limfadenitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

logo author

Ditulis Oleh

Admin • 29 Oktober 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Menemukan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan sering membuat orang cemas. Pada banyak kasus, benjolan tersebut adalah kelenjar getah bening yang membengkak karena tubuh sedang melawan infeksi. Bila kelenjar itu sendiri terinfeksi dan meradang, kondisi ini disebut limfadenitis. Biasanya benjolan terasa nyeri bila ditekan dan dapat disertai demam. Meski sering ringan dan membaik setelah infeksi tertangani, limfadenitis tetap perlu dikenali penyebabnya. Pada kondisi tertentu, benjolan juga dapat menjadi tanda penyakit lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Apa Itu Limfadenitis?

Limfadenitis adalah peradangan atau infeksi pada satu atau lebih kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang menyaring cairan limfe dan menangkap kuman. Kelenjar ini tersebar di hampir seluruh tubuh, antara lain di leher, bawah rahang, ketiak, selangkangan, serta rongga dada dan perut.

Dalam keadaan normal, kelenjar getah bening berukuran kecil dan sering tidak teraba. Saat terinfeksi, kelenjar membengkak, terasa nyeri, dan kadang kulit di atasnya tampak merah dan hangat.

Perbedaan Limfadenitis dan Limfadenopati

Dua istilah ini sering tertukar:

  • Limfadenopati: istilah umum untuk pembesaran kelenjar getah bening apa pun penyebabnya, termasuk infeksi, peradangan, dan keganasan.

  • Limfadenitis: pembesaran kelenjar akibat infeksi atau peradangan, yang biasanya disertai nyeri tekan.

Pembesaran kelenjar tanpa nyeri, kemerahan, atau tanda peradangan lain tetap perlu diperiksa dokter karena dapat berkaitan dengan penyakit lain.

Jenis Limfadenitis

  • Limfadenitis lokal: mengenai satu atau beberapa kelenjar di dekat sumber infeksi. Ini jenis yang paling umum. Contohnya kelenjar di leher yang membengkak akibat infeksi amandel.

  • Limfadenitis umum (generalisata): mengenai dua atau lebih kelompok kelenjar di bagian tubuh berbeda, biasanya akibat infeksi yang menyebar melalui aliran darah atau penyakit yang melibatkan seluruh tubuh.

Penyebab Limfadenitis

Limfadenitis hampir selalu disebabkan infeksi, baik bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Infeksi sering menyebar ke kelenjar dari area di dekatnya.

Infeksi di Dekat Kelenjar

  • Infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek, radang tenggorokan, dan amandel

  • Infeksi gigi, mulut, telinga, hidung, atau mata

  • Infeksi kulit, luka terinfeksi, atau bisul

  • Infeksi pada kaki, yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar di selangkangan

  • Infeksi menular seksual, yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar di selangkangan

Infeksi Tertentu

  • Infeksi virus, seperti mononukleosis dan cytomegalovirus

  • Infeksi bakteri streptokokus

  • Tuberkulosis (TBC), termasuk TBC kelenjar di leher

  • Sifilis

  • HIV

  • Infeksi akibat cakaran atau gigitan hewan

Penyebab Nonifeksi

Pembesaran kelenjar getah bening dapat pula disebabkan hal lain, seperti penyakit autoimun, reaksi obat tertentu, atau keganasan, termasuk limfoma. Karena itu, benjolan yang tidak khas perlu dievaluasi.

Gejala Limfadenitis

Tanda yang sering muncul meliputi:

  • Benjolan di leher, bawah rahang, ketiak, atau selangkangan

  • Benjolan terasa nyeri bila ditekan

  • Kulit di atas benjolan merah dan terasa hangat

  • Demam

  • Lemas atau tidak enak badan

  • Tanda infeksi di dekat benjolan, misalnya sakit tenggorokan, gigi berlubang, atau luka di kulit

  • Pada kasus tertentu, kantong nanah (abses) dan keluarnya cairan dari benjolan

Benjolan yang lunak, nyeri, dan dapat digerakkan biasanya berkaitan dengan infeksi. Benjolan yang keras, melekat, membesar cepat, atau tidak nyeri perlu mendapat perhatian lebih.

Tanda Benjolan yang Perlu Diwaspadai

Pembengkakan kelenjar getah bening perlu dievaluasi lebih lanjut bila:

  • Ukuran lebih dari 1 hingga 2 cm dan menetap lebih dari empat minggu

  • Teraba keras, tidak dapat digerakkan, atau menempel erat pada jaringan sekitar

  • Membesar dengan cepat

  • Tidak nyeri tetapi terus membesar

  • Disertai demam berkepanjangan, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

  • Muncul di beberapa area tubuh sekaligus

  • Berada di area di atas tulang selangka

Bagaimana Limfadenitis Didiagnosis?

Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, infeksi sebelumnya, riwayat bepergian, kontak dengan hewan, riwayat TBC, dan obat yang dikonsumsi. Diagnosis dapat melibatkan:

  • Pemeriksaan fisik: menilai ukuran, kekenyalan, nyeri, dan lokasi kelenjar, serta mencari sumber infeksi di sekitarnya.

  • Pemeriksaan darah: untuk menilai infeksi dan peradangan.

  • USG, rontgen, atau CT scan: untuk melihat kelenjar yang membengkak dan menilai kemungkinan abses atau massa.

  • Pemeriksaan penyebab infeksi: misalnya tes TBC, tes sifilis, atau tes HIV bila ada indikasi.

  • Biopsi: pengambilan sampel kelenjar bila penyebab belum jelas atau dicurigai keganasan.

Cara Mengatasi Limfadenitis

Penanganan bergantung pada penyebab infeksi.

Mengatasi Penyebab Infeksi

  • Antibiotik pada infeksi bakteri

  • Obat antivirus atau penanganan suportif pada infeksi virus tertentu

  • Obat antijamur pada infeksi jamur

  • Obat anti-TBC dalam jangka panjang bila disebabkan TBC

  • Penanganan penyakit dasar, seperti penyakit autoimun, sesuai diagnosis

Jenis dan lama pengobatan ditentukan dokter. Jangan membeli atau menghentikan antibiotik sendiri.

Meredakan Gejala

  • Kompres hangat basah pada area yang meradang untuk membantu meredakan nyeri

  • Obat pereda nyeri dan penurun demam sesuai petunjuk dokter atau apoteker

  • Istirahat cukup dan minum air yang cukup

Tindakan Medis

Bila terbentuk abses atau kantong nanah yang tidak membaik dengan obat, dokter dapat melakukan tindakan pengeluaran nanah (drainase). Pada kasus tertentu, dokter juga dapat melakukan pengangkatan kelenjar atau biopsi.

Berapa Lama Limfadenitis Sembuh?

Setelah infeksi ditangani, kelenjar yang membengkak umumnya mengecil perlahan dan nyeri berkurang. Pada sebagian orang, kelenjar masih dapat teraba, keras, tetapi tidak nyeri, setelah infeksi sembuh. Bila benjolan tidak mengecil atau malah membesar dalam beberapa minggu, kembali periksakan diri ke dokter.

Cara Mencegah Limfadenitis

  • Obati infeksi saluran napas, gigi, kulit, atau telinga sejak dini.

  • Jaga kebersihan mulut dan periksa gigi secara berkala.

  • Bersihkan dan rawat luka dengan benar agar tidak terinfeksi.

  • Cuci tangan secara teratur.

  • Gunakan pengaman saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual.

  • Hindari kontak dengan hewan liar dan cuci luka akibat cakaran atau gigitan hewan dengan benar.

  • Selesaikan pengobatan TBC sesuai anjuran bila Anda menderitanya.

  • Pastikan vaksinasi sesuai jadwal.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter bila mengalami kondisi berikut:

  • Benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan yang tidak mengecil setelah dua hingga empat minggu

  • Benjolan yang nyeri, merah, hangat, atau mengeluarkan nanah

  • Benjolan keras, tidak dapat digerakkan, atau terus membesar

  • Demam berkepanjangan, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

  • Pembengkakan kelenjar di beberapa area tubuh sekaligus

  • Benjolan tanpa nyeri yang muncul tanpa infeksi yang jelas

  • Kontak dengan penderita TBC atau memiliki faktor risiko infeksi menular seksual

  • Gigi berlubang, luka, atau infeksi lain yang tidak membaik dan disertai benjolan

  • Sulit bernapas, sulit menelan, atau pembengkakan cepat di leher. Kondisi ini darurat sehingga segera ke IGD terdekat.

Jika Anda menemukan benjolan yang mengarah pada limfadenitis atau tidak kunjung mengecil, jangan ragu untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Cari dokter spesialis penyakit dalam atau spesialis THT Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Ditinjau oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital

Artikel Terkait

Topik


Related Article



VIDEOS