Disease
Jangan Abaikan Jika Muncul Benjolan : Waspadai Kelenjar Getah Bening
Ditulis Oleh
Admin • 05 Maret 2026

Pernah merasakan benjolan kecil di leher, ketiak, atau selangkangan saat sedang flu atau sakit tenggorokan? Banyak orang langsung merasa cemas ketika menemukan pembengkakan tersebut. Padahal, dalam banyak kasus, itu adalah reaksi normal tubuh terhadap infeksi.
Baca Juga: 7 Rumah Sakit Kanker Terbaik di Indonesia, Fasilitas Lengkap!
Kelenjar getah bening merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Namun, pembengkakan yang menetap atau disertai gejala tertentu tetap perlu diwaspadai agar tidak terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa Itu Kelenjar Getah Bening?
Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik, yaitu jaringan dan organ yang membantu tubuh melawan infeksi. Kelenjar ini berbentuk kecil seperti kacang dan tersebar di berbagai bagian tubuh, terutama di:
* Leher
* Ketiak
* Selangkangan
* Belakang telinga
Fungsinya adalah menyaring cairan limfa dan menangkap kuman, virus, atau sel abnormal sebelum menyebar ke bagian tubuh lain.
Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) biasanya terjadi karena tubuh sedang melawan infeksi. Beberapa penyebab umum antara lain:
1. Infeksi virus (flu, batuk, cacar air)
2. Infeksi bakteri (radang tenggorokan, infeksi gigi)
3. Infeksi telinga atau kulit
4. Penyakit autoimun
5. Gangguan tertentu seperti tuberkulosis
6. Kondisi serius seperti kanker atau kelainan darah (lebih jarang)
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Gejala dapat berbeda tergantung penyebabnya, tetapi umumnya meliputi:
* Benjolan kecil yang terasa lunak atau kenyal
* Nyeri saat ditekan
* Disertai demam
* Sakit tenggorokan atau batuk
* Badan terasa lemas
Namun, segera periksa jika pembengkakan:
* Tidak mengecil setelah 2–4 minggu
* Semakin membesar
* Terasa keras dan tidak nyeri
* Disertai penurunan berat badan tanpa sebab
* Disertai keringat malam berlebihan
* Benjolan dengan ukuran lebih dari 1–2 cm, terutama jika menetap lebih dari 4 minggu, perlu evaluasi lebih lanjut
Cara Mencegah Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Karena sebagian besar disebabkan oleh infeksi, pencegahan dapat dilakukan dengan:
* Menjaga kebersihan tangan
* Mengonsumsi makanan bergizi
* Istirahat cukup
* Menjaga kebersihan gigi dan mulut
* Melakukan vaksinasi sesuai jadwal
Cara Menangani dan Mengobati
1. Jika Disebabkan oleh Infeksi Ringan
Biasanya cukup dengan:
* Istirahat yang cukup
* Minum air putih yang cukup
* Obat penurun demam sesuai anjuran dokter
2. Jika Disebabkan oleh Infeksi Bakteri
Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik sesuai kebutuhan.
3. Jika Pembengkakan Tidak Wajar
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti:
* Tes darah
* USG
* Rontgen
* Biopsi (jika diperlukan)
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan jika benjolan tidak kunjung mengecil, terasa keras, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan diagnosis yang akurat.
Baca Juga: Kencing Berbusa? Ketahui 10 Penyebabnya!
Kelenjar getah bening yang membengkak sering kali merupakan tanda tubuh sedang bekerja melawan infeksi. Namun, penting untuk tetap waspada terhadap perubahan yang tidak biasa.
Jika Anda atau keluarga mengalami pembengkakan yang menetap, demam berkepanjangan, atau keluhan lain yang mengganggu, segera hubungi Call Center Tzu Chi Hospital.
Tzu Chi Hospital menyediakan layanan pemeriksaan komprehensif dengan tenaga medis berpengalaman untuk membantu menemukan penyebab dan memberikan penanganan yang tepat.
Jangan abaikan tanda-tanda yang diberikan tubuh Anda. Pemeriksaan lebih awal adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Cynthia Natalia, Sp.PD, AIFO-K
Referensi Ilmiah:
Kumar, Abbas, Aster. Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease. 10th ed. Elsevier; 2020.
– Menjelaskan mekanisme pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi, inflamasi, hingga keganasan.
Jameson JL, Fauci AS, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 21st ed. McGraw-Hill; 2022.
– Referensi utama penyakit dalam, termasuk evaluasi klinis limfadenopati dan pendekatan diagnosis.
Bazemore AW, Smucker DR. Lymphadenopathy and Malignancy. American Family Physician. 2002;66(11):2103–2110.
– Membahas tanda klinis yang membedakan limfadenopati jinak dan yang mencurigakan keganasan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Swollen Lymph Nodes.
https://www.cdc.gov
– Informasi umum tentang penyebab infeksi dan respons imun.
National Health Service (NHS). Swollen glands.
https://www.nhs.uk
– Edukasi pasien mengenai kapan pembengkakan perlu diperiksakan.
UpToDate. Evaluation of peripheral lymphadenopathy in adults.
– Panduan klinis berbasis bukti untuk tenaga medis dalam evaluasi limfadenopati
Topik





