Disease
Hipertiroid: Gejala dan Terapinya
Ditulis Oleh
Admin • 08 Januari 2026

Hipertiroid adalah kondisi kadar hormon tiroid dalam tubuh yang terlalu tinggi. Kelebihan hormon tiroid bisa menyebabkan metabolisme tubuh bekerja lebih cepat dari normal, yang ditandai dengan jantung berdebar kencang, berat badan turun walau nafsu makan meningkat, hingga rasa lelah yang terus-menerus.
Baca Juga: Hernia pada Anak Juga Bisa Terjadi, Kenali Gejalanya!
Hipertiroid dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih berisiko pada wanita. Kadar hormon tiroid yang berlebih dapat mengganggu siklus menstruasi dan kesuburan wanita. Karena itu, hipertiroid tidak boleh dibiarkan begitu saja dan perlu ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes.
Lantas, apa saja gejala hipertiroid dan bagaimana penanganannya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Gejala Hipertiroid
Hipertiroid dapat memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda, tergantung usia dan tingkat keparahannya. Akan tetapi, berikut ini beberapa gejala hipertiroid yang umumnya muncul:
- Jantung sering berdebar-debar
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas, meski nafsu makan meningkat
- Mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat
- Mudah gelisah atau cemas
- Sulit tidur
- Tangan gemetar/tremor
- Rambut rontok
- Mata tampak menonjol
- Sering buang air besar
- Gangguan menstruasi pada wanita
Penyebab Hipertiroid
Penyebab hipertiroid yang paling umum adalah penyakit autoimun yang bernama Graves’ Disease. Penyakit ini terjadi ketika tubuh menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid secara berlebihan.
Selain itu, terdapat beberapa penyebab lain, yaitu:
- Peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis)
- Nodul tiroid, yaitu benjolan pada kelenjar tiroid
- Konsumsi obat yang mengandung yodium dosis tinggi
Faktor Risiko Hipertiroid
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertiroid, antara lain:
- Riwayat keluarga dengan Grave’s Disease atau penyakit autoimun lainnya
- Berjenis kelamin perempuan
- Usia produktif, terutama 20–40 tahun
- Konsumsi iodium berlebihan
- Riwayat kehamilan atau melahirkan (ttiroiditis postpartum)
Memiliki faktor risiko tidak berarti pasti terkena hipertiroid, namun kewaspadaan dan pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.
Diagnosis Hipertiroid
Diagnosis hipertiroid dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes. Pemeriksaan tersebut meliputi:
-
Pemeriksaan fisik, untuk mengamati tanda dan gejala yang tampak
- Tes darah hormon tiroid, untuk menilai fungsi kelenjar tiroid
- USG tiroid, untuk melihat kondisi struktural kelenjar tiroid serta mendeteksi adanya pembesaran atau benjolan
Pengobatan Hipertiroid
Hipertiroid merupakan kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Namun, semakin cepat ditangani, kadar hormon tiroid bisa dikendalikan dan keparahan gejalanya bisa dikurangi.
Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan hiperteroid yang bisa dilakukan, yaitu:
-
Pemberian obat-obatan
Obat antitiroid bekerja dengan menghambat produksi hormon tiroid. Terapi ini sering menjadi pilihan awal yang diberikan dokter, terutama pada penderita Graves’ Disease.
-
Terapi iodine radioaktif
Terapi ini menggunakan zat radioaktif dosis terkontrol yang secara khusus menargetkan sel tiroid yang terlalu aktif. Pengobatan ini relatif aman dan umumnya memberikan dampak minimal pada organ tubuh lainnya bila dilakukan sesuai indikasi dan di bawah pengawasan dokter spesialis kedokteran nuklir.
-
Operasi tiroid
Untuk kasus hipertiroid yang sering kambuh, terdapat pembesaran kelenjar tiroid (gondok) yang menekan saluran napas dan menimbulkan keluhan seperti sulit menelan atau sesak, nodul tiroid yang dicurigai ganas, dan tidak bisa diatasi dengan obat-obatan, dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi.
Baca Juga: Ini Penyebab Ambeien di Usia Muda, Apakah Makanan Pedas Salah Satunya?
Rekomendasi Dokter Spesialis untuk Periksa Tiroid di Tzu Chi Hospital
DR. Dr. Indra Wijaya, M.Kes, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, FACP
DR. Dr. Indra Wijaya, M.Kes, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACP merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes. Beliau memiliki kompetensi dalam diagnosis dan penanganan berbagai gangguan hormon, termasuk penyakit tiroid seperti hipertiroid, serta gangguan metabolik lainnya.
Rekomendasi Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Tzu Chi Hospital

Dr. Aulia Huda, Sp.KN-TM (K) adalah Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler. Dr. Aulia memiliki keahlian dalam memberikan layanan terapeutik dan diagnostik kedokteran nuklir, serta menggunakan alat SPECT dan PET-CT.

Dr. Christilia Oktaviani, Sp.KN-TM
Dr. Christilia Oktaviani, Sp.KN-TM adalah Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler. Dokter yang akrab disapa Dr. Lia ini menangani penyakit yang memerlukan pemeriksaan dan terapi berbasis radioaktif, seperti hipertiroid dan kanker tiroid.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah pada hipertiroid, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke Tzu Chi Hospital. Dengan dukungan dokter berpengalaman dan fasilitas medis yang komprehensif, penanganan hipertiroid dapat dilakukan secara tepat untuk membantu menjaga kesehatan tiroid dan kualitas hidup Anda.
Artikel ini telat direview secara medis oleh DR. Dr. Indra Wijaya, M.Kes, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, FACP
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

Amoxicillin: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

Menu Diet Sehat 7 Hari untuk Turunkan BB tanpa Menyiksa Diri

Kedutan Mata Kanan & Kiri Bawah: Penyebab & Cara Mengatasinya menurut Medis


