Gaya Hidup Sehat

15 Pantangan Setelah Pasang Ring Jantung & Efek Medisnya, Catat!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi06 Januari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Pantangan setelah pasang ring jantung sering kali menjadi sumber kegelisahan bagi pasien maupun keluarganya. 

Mulai dari makanan yang harus dihindari, aktivitas fisik yang aman, hingga aturan minum obat, semuanya penting diperhatikan demi menjaga kesehatan jantung.

Artikel ini membahas 15 pantangan setelah pasang ring jantung beserta penjelasan medisnya, agar Anda lebih tenang dalam proses pemulihan dan terhindar dari risiko serius.

Apa Itu Ring Jantung (Stent)?

pantangan setelah pasang ring jantung

Ilustrasi prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) | Sumber: Cleveland Clinic

Ring jantung atau stent adalah tabung jaring logam kecil yang dimasukkan ke dalam arteri koroner yang menyempit untuk memperlancar aliran darah ke otot jantung. Prosedur pemasangannya disebut angioplasti atau PCI. 

Penting untuk diketahui, prosedur ini termasuk minimal invasif sehingga menjawab pertanyaan apakah pasang ring jantung operasi besar atau kecil, maka pasang ring jantung termasuk ke dalam prosedur operasi kecil (non-bedah terbuka).

Prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan ring jantung merupakan tindakan non-bedah yang sangat umum di negara maju, dengan angka sekitar 2.300 prosedur PCI per juta penduduk setiap tahunnya di negara-negara berpenghasilan tinggi. 

Di Eropa, jumlah pemasangan ring jantung mencapai lebih dari 1 juta kasus per tahun, dengan peningkatan sekitar 10% dalam satu dekade terakhir. 

Angka kematian pasca-PCI relatif rendah, yaitu sekitar 0,4%, menunjukkan bahwa prosedur ini tergolong aman dan efektif dalam menyelamatkan nyawa pasien dengan penyakit jantung koroner.

Pemasangan stent bertujuan utama untuk mengurangi risiko serangan jantung berulang dan meningkatkan harapan hidup setelah pasang ring jantung pasien.

15 Pantangan Setelah Pasang Ring Jantung (Stent)

Menurut studi prospektif multinasional, keberhasilan prosedur PCI mencapai sekitar 91,5% dengan mayoritas pasien mendapatkan penyempitan arteri kurang dari 30% setelah tindakan.

Komplikasi serius seperti kejadian kardiak mayor (MACE) hanya terjadi pada 6,1% pasien, dengan angka infark miokardium 2,0%, dan kebutuhan tindakan revascularisasi ulang sebesar 4,1% dalam satu tahun setelah prosedur. 

Hal ini menunjukkan bahwa PCI adalah pilihan efektif dan relatif aman dalam mengelola penyakit arteri koroner, khususnya pada pasien dengan riwayat tindakan bedah jantung sebelumnya

Agar tidak semakin bingung seperti apa larangan yang dimaksud, berikut adalah 15 pantangan setelah pasang ring jantung yang wajib dipatuhi setelah pemasangan ring jantung:

1. Jangan Berhenti Minum Obat Pengencer Darah

obat pengencer

Tahapan Pemasangan Stent dalam Arteri Koroner yang Tersumbat | Sumber: NHLBI

Menghentikan obat antiplatelet ganda (seperti Aspirin dan Clopidogrel) tanpa izin dokter adalah pantangan paling fatal. 

Pasien harus patuh minum obat pengencer darah (antiplatelet) sesuai anjuran dokter. Jika diabaikan, ada risiko pembekuan darah di dalam stent (stent thrombosis).

Obat ini sangat krusial untuk mencegah pembentukan gumpalan darah yang dapat menyumbat stent yang baru terpasang (disebut stent thrombosis).

Selalu konsultasikan dengan dokter jantung Anda jika ada rencana operasi gigi atau prosedur lain yang mungkin memerlukan penghentian obat.

2. Hindari Merokok

hindari merokok

Visualisasi Stent yang Menahan Arteri Tetap Terbuka | Sumber: Houston Cardiovascular Institute

Merokok merupakan faktor risiko terbesar yang dapat menyebabkan kegagalan stent dan kerusakan pembuluh darah baru. Nikotin merusak lapisan arteri dan mempercepat proses penyempitan pembuluh darah kembali.

Pasien perlu menghindari merokok & alkohol, karena kedua hal ini bisa merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat penyumbatan ulang.

3. Batasi Konsumsi Alkohol Berlebihan

Asupan alkohol yang melampaui batas yang diizinkan dokter dapat membebani jantung dan menyebabkan interaksi berbahaya dengan obat-obatan jantung, terutama pengencer darah.

Selain itu, konsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu aritmia. Jadi, coba tanyakan batas aman konsumsi alkohol kepada dokter, atau hindari sama sekali.

4. Kurangi Makanan Tinggi Lemak Jenuh & Trans

Lemak jenuh dan trans yang banyak ditemukan pada gorengan, fast food, daging berlemak, serta kue-kue pabrikan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Kondisi ini menjadi kelemahan pasang ring jantung jika tidak dikontrol karena plak baru dapat terbentuk di pembuluh darah lain.

Pasien disarankan untuk menghindari minyak terhidrogenasi atau lemak trans serta lemak dari kulit dan lemak hewan.

Sebagai gantinya, gunakan lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan ikan berlemak yang kaya omega-3.

Lemak tidak sehat dapat mempercepat aterosklerosis pada arteri yang belum dipasang stent, sehingga pengendaliannya menjadi sangat penting.

5. Batasi Garam (Sodium)

Asupan garam yang berlebihan menjadi pantangan penting karena dapat memicu retensi cairan dan meningkatkan volume darah.

Kondisi ini berhubungan langsung dengan peningkatan tekanan darah atau hipertensi, yang sangat berisiko bagi jantung dengan stent baru.

Disarankan untuk membatasi konsumsi garam kurang dari 1.500 mg per hari atau sekitar tiga perempat sendok teh.

Pasien juga perlu menghindari makanan kemasan, makanan kaleng, dan fast food yang cenderung tinggi sodium.

Hipertensi kronis akibat asupan garam berlebih dapat memicu kerusakan lebih lanjut pada arteri.

6. Hindari Makanan Tinggi Kolesterol

Walaupun obat-obatan dapat membantu, makanan tinggi kolesterol seperti jeroan, kuning telur dalam jumlah berlebihan, otak, serta beberapa jenis seafood tetap harus dihindari.

Kolesterol tinggi merupakan akar masalah utama penyakit jantung koroner, sehingga asupannya perlu dibatasi.

Pasien dianjurkan mengurangi konsumsi makanan hewani yang tinggi kolesterol serta memperbanyak makanan berserat larut seperti oat dan kacang-kacangan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

Tingkat kolesterol juga harus dipantau secara ketat melalui pemeriksaan darah rutin agar kondisi tetap terkontrol.

7. Jangan Konsumsi Makanan/Minuman Tinggi Gula

Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya berakibat pada kenaikan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes.

Kondisi diabetes dapat memperburuk kesehatan pembuluh darah, termasuk arteri koroner, dan menurunkan efektivitas stent.

Pasien perlu berhati-hati terhadap gula tersembunyi yang banyak terdapat dalam minuman kemasan dan makanan olahan.

Jika gula tidak dikendalikan, lapisan pembuluh darah atau endothelium bisa rusak. Diabetes yang tidak terkelola dengan baik bahkan dapat mengurangi harapan hidup setelah prosedur pasang ring jantung.

8. Hindari Stres Berlebihan

Stres kronis memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah mendadak atau spasme.

Kondisi ini juga meningkatkan detak jantung serta tekanan darah. Tekanan darah yang melonjak akibat stres bisa membebani jantung secara signifikan.

Dalam jangka panjang, stres juga meningkatkan risiko terjadinya peradangan dalam tubuh yang memperburuk kondisi jantung.

Oleh karena itu, stres perlu dikelola dengan baik melalui teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam. 

9. Hindari Aktivitas Fisik Terlalu Berat di Awal

Meskipun olahraga sangat dianjurkan, aktivitas fisik yang terlalu intens atau angkat beban berat menjadi pantangan pada masa awal pemulihan. Hal ini dapat memberikan tekanan berlebihan pada dada dan area luka bekas prosedur.

Pasien dianjurkan mengikuti program rehabilitasi jantung sesuai rekomendasi dokter. Selama beberapa minggu pertama, hindari mengangkat beban lebih dari lima kilogram.

Pemulihan sebaiknya dimulai dari aktivitas ringan seperti berjalan kaki, lalu secara bertahap ditingkatkan intensitasnya.

10. Jangan Menyetir dalam 1 Minggu Pertama (atau Sesuai Anjuran Dokter)

Aktivitas menyetir, terutama mobil, dapat menimbulkan tekanan pada area dada, lengan, atau pangkal paha tempat kateter dimasukkan.

Pantangan setelah pasang ring jantung ini juga bertujuan mencegah risiko jika terjadi pingsan mendadak di jalan.

Karena itu, pasien disarankan meminta bantuan orang lain untuk mengantar selama lima hingga tujuh hari pertama.

Waktu pantangan bisa lebih lama apabila luka sayatan cukup besar atau terdapat komplikasi. Pastikan kondisi tubuh sudah stabil dan luka bekas prosedur sembuh total sebelum kembali menyetir.

11. Jangan Mengabaikan Kontrol Rutin

Mengabaikan jadwal kontrol pasca pemasangan stent merupakan kesalahan besar. Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter memantau kondisi stent serta kesehatan jantung secara menyeluruh.

Pasien wajib mematuhi semua jadwal follow-up, termasuk tes darah dan EKG, karena kontrol rutin membantu mendeteksi restenosis atau penyempitan ulang sejak dini.

Perlu diingat, mengubah dosis obat tanpa sepengetahuan dokter jantung sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan.

12. Jangan Tidur Terlalu Larut Terus-Menerus

Kurang tidur yang kronis dan berlangsung terus-menerus dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Hal ini terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes.

Oleh sebab itu, pasien dianjurkan tidur cukup selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Menjaga jadwal tidur yang teratur juga membantu stabilitas tekanan darah dan mendukung pemulihan.

Sebaliknya, kekurangan tidur akan meningkatkan hormon stres yang merugikan kesehatan arteri.

13. Hindari Dehidrasi

Kekurangan cairan tubuh menyebabkan darah menjadi lebih kental sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompanya. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang berbahaya bagi stent.

Oleh karena itu, pasien disarankan minum air putih yang cukup sepanjang hari, kecuali ada batasan cairan khusus dari dokter

14. Batasi Kafein Berlebihan

Konsumsi kafein dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan jantung berdebar atau palpitasi, serta sedikit meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Selain itu, kafein dapat mengganggu pola tidur, yang pada akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan jantung seperti yang dijelaskan pada poin tentang tidur.

Oleh karena itu, kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya sebaiknya dibatasi. Perhatikan juga bagaimana tubuh merespons kafein karena setiap pasien berbeda. 

15. Jangan Menambah Suplemen/Herbal Sembarangan

Banyak produk suplemen, vitamin dosis tinggi, atau obat herbal dapat berinteraksi dengan obat jantung yang diresepkan dokter, terutama pengencer darah.

Beberapa contoh yang perlu diwaspadai adalah jahe, bawang putih dosis tinggi, serta Ginkgo biloba karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Oleh karena itu, pasien harus benar-benar menghindari memulai suplemen baru tanpa izin dokter. Beberapa herbal juga dapat memengaruhi metabolisme obat di hati.

Agar aman, selalu informasikan daftar lengkap suplemen yang dikonsumsi kepada dokter, baik sebelum maupun sesudah prosedur.

Baca Juga: Prosedur Pasang Ring Jantung: Penyebab, Langkah, Risiko & Biaya

FAQ Seputar Pasang Ring Jantung

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan yang berkaitan dengan ring jantung:

1. Berapa persen penyumbatan jantung harus pasang ring?

Prosedur stent umumnya diindikasikan jika penyumbatan mencapai 70% atau lebih. Namun, jika ada gejala berat (angina) atau hasil tes menunjukkan iskemia parah, ring bisa dipasang pada penyumbatan antara 50%–70%.

2. Pasang ring jantung BPJS?

Ya, prosedur pasang ring jantung di-cover oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan indikasi medis dan alur rujukan berjenjang (dari FKTP hingga rumah sakit rujukan).

3. Apakah ring jantung bisa dilepas?

Tidak, ring jantung tidak bisa dilepas. Stent dipasang secara permanen, dan seiring waktu, lapisan sel akan tumbuh di atasnya, menjadikannya bagian dari dinding pembuluh darah.

4. Berapa lama pasang ring jantung?

Prosedur kateterisasi hingga pemasangan ring biasanya berlangsung antara 1 hingga 3 jam. Pasien umumnya dirawat inap selama 1–2 hari setelah prosedur untuk observasi.

5. Pasang ring jantung berapa biayanya?

Biaya pemasangan ring di luar BPJS sangat bervariasi, tergantung jenis ring (Drug-Eluting Stent lebih mahal) dan fasilitas rumah sakit, berkisar dari puluhan hingga ratusan juta Rupiah per ring.

Baca Juga: 10 RS Jantung Jakarta Terbaik – Layanan, Fasilitas & Alamat

Jadwalkan Konsultasi dan Penanganan Jantung di Tzu Chi Hospital PIK Hari Ini!

Untuk mendapatkan penanganan terbaik atau konsultasi mendalam mengenai harapan hidup setelah pasang ring jantung dan pantangan yang sesuai dengan kondisi Anda, segera hubungi layanan spesialis jantung kami.

Dapatkan langkah preventif dengan Paket Skrining Jantung (berlaku hingga 31 Desember 2025)

Paket Pemeriksaan

Harga

Layanan Utama

Paket Lite

Rp1.188.000

Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Jantung, Profil Lemak, Gula Darah Puasa, ECG, Tes Latihan Treadmill.

Paket Basic

Rp2.188.000

Semua di Paket Lite + HbA1c, Hitung Darah Lengkap, dan Ekokardiogram.

Paket Advance

Rp3.188.000

Semua di Paket Basic + Rontgen Dada dan Skor Kalsium CT.

Paket Premium

Rp8.188.000

Semua di Paket Advance + Elektrolit, Panel Fungsi Hati & Ginjal, Pemeriksaan Urin, dan CT Cardiac / Angiografi Koroner.

Untuk kondisi gawat darurat jantung, segera kunjungi IGD Tzu Chi Hospital agar bisa mendapat penanganan cepat dan tepat.

Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda dapat mencari dokter spesialis jantung melalui menu Cari Dokter untuk menemukan ahli yang sesuai.

Untuk kebutuhan informasi, pembuatan janji temu, maupun reservasi poliklinik, silakan hubungi kami langsung melalui WhatsApp.

 

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Hendra Simarmata, Sp.JP

 

Referensi:

European Society of Cardiology. Percutaneous Coronary Interventions (PCI) (per Million People).

PubMed Central. Outcomes of Percutaneous Coronary Intervention in Patients With Prior Coronary Artery Bypass Grafting: A Two-Country Perspective.


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS