Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

Stroke: Gejala, Penyebab, dan Tindakan Darurat

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi24 Agustus 2026

BAGIKAN
artikel feature image

apa itu stroke

Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Tanpa pasokan oksigen dan nutrisi, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit.

Pada stroke iskemik akut yang tidak segera ditangani, diperkirakan sekitar 1,9 juta neuron dapat hilang setiap menit yang berlalu tanpa penanganan [1]. Namun, kecepatan kerusakan otak dapat berbeda pada setiap pasien.

Karena itu, mengenali gejala stroke dan segera mencari pertolongan medis sangat penting. Penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan lebih baik sekaligus mengurangi risiko kecacatan maupun kematian.

Apa Itu Stroke?

Stroke adalah kondisi ketika aliran darah menuju otak terganggu sehingga sebagian jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, sel-sel otak akan mengalami kerusakan dan fungsi tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak tersebut ikut terganggu.

Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis utama:

1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke bagian tertentu dari otak berkurang atau terhenti akibat penyumbatan pembuluh darah, umumnya oleh bekuan darah. Akibatnya, jaringan otak tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga dapat mengalami kerusakan atau kematian sel [6].

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan. Darah yang keluar dapat menekan jaringan otak di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan [7].

Selain stroke iskemik, dikenal pula istilah Transient Ischemic Attack (TIA) atau serangan iskemik sementara. TIA terjadi ketika aliran darah ke bagian tertentu dari otak, retina, atau medula spinalis terganggu untuk sementara waktu. Gejala yang muncul dapat menyerupai stroke, seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, wajah mencong, gangguan bicara, atau gangguan penglihatan, tetapi kemudian menghilang sepenuhnya.

Perbedaan utama antara TIA dan stroke iskemik terletak pada ada atau tidaknya kematian jaringan otak. Pada TIA, gangguan aliran darah tidak berlangsung cukup lama untuk menimbulkan infark atau kerusakan jaringan permanen. Sebaliknya, pada stroke iskemik, sumbatan berlangsung lebih lama sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak dan terbentuknya infark serebral.

Oleh karena itu, TIA tidak tepat jika hanya dianggap sebagai “stroke ringan”. Meskipun gejalanya bersifat sementara dan dapat membaik sendiri, TIA merupakan keadaan darurat medis serta tanda peringatan bahwa pasien berisiko mengalami stroke iskemik dalam waktu dekat. Setiap gejala yang menyerupai stroke tetap harus segera diperiksa, meskipun telah menghilang.

 

Gejala Stroke

Cara paling mudah mengenali stroke adalah dengan akronim internasional FAST (Face, Arms, Speech, Time). Karena FAST klasik dapat melewatkan gejala stroke sirkulasi posterior seperti gangguan keseimbangan dan penglihatan, beberapa pusat layanan stroke kini menggunakan versi yang diperluas, BE-FAST (menambahkan Balance dan Eyes) [2]. Kementerian Kesehatan RI juga mempopulerkan versi Indonesia dengan akronim SeGeRa Ke RS (Senyum tidak simetris, Gerak separuh anggota tubuh melemah mendadak, bicaRa pelo, Kebas separuh tubuh, Rabun atau pandangan kabur mendadak, dan Sakit kepala hebat mendadak) sehingga lebih mudah diingat dan mencakup ketujuh gejala yang akan dibahas berikut ini [3].

1. Face (Wajah)

Salah satu sisi wajah tampak mencong atau sulit digerakkan. Coba minta penderita tersenyum dan lihat apakah kedua sisi wajah bergerak simetris.

2. Arms (Lengan)

Salah satu lengan terasa lemah atau mati rasa. Mintalah penderita mengangkat kedua tangan; apabila satu tangan turun atau tidak mampu terangkat, segera waspadai stroke.

3. Speech (Bicara)

Penderita tiba-tiba berbicara pelo, sulit mengucapkan kata-kata, atau tidak memahami pembicaraan orang lain.

4. Time (Waktu)

Jika muncul salah satu gejala di atas, segera hubungi layanan darurat atau bawa pasien ke rumah sakit. Jangan menunggu gejala membaik sendiri karena setiap menit sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

5. Gangguan Penglihatan

Stroke juga dapat menyebabkan penglihatan tiba-tiba kabur, ganda, atau hilang pada salah satu mata ataupun gangguan pada lapang pandang.

6. Sakit Kepala Hebat

Sakit kepala yang muncul sangat mendadak, terutama jika merupakan yang paling berat sepanjang hidup, bisa menjadi tanda stroke akibat perdarahan otak.

7. Gangguan Keseimbangan

Penderita dapat mengalami gejala berupa pusing berat, kehilangan keseimbangan, atau sulit berjalan tanpa sebab yang jelas dan tiba- tiba.

Penyebab dan Faktor Risiko Stroke

Stroke umumnya dipicu oleh berbagai faktor yang meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah.

1. Hipertensi

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling banyak berkontribusi terhadap kejadian stroke secara global karena dapat merusak pembuluh darah otak secara perlahan [5].

2. Fibrilasi Atrium

Gangguan irama jantung ini dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian mengalir ke otak dan kemudian menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya stroke.

3. Diabetes

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko stroke.

4. Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga aliran darah menuju otak menjadi terhambat.

5. Merokok

Merokok merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.

6. Riwayat TIA

Orang yang pernah mengalami TIA memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan stroke ulang sehingga memerlukan evaluasi dan pengobatan lebih lanjut.

Diagnosis Stroke

Dokter akan melakukan pemeriksaan secepat mungkin untuk memastikan jenis stroke sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

●      CT scan kepala untuk membedakan stroke akibat sumbatan atau perdarahan.

●      MRI otak bila diperlukan untuk melihat kondisi jaringan otak lebih detail.

●      Pemeriksaan jantung jika dicurigai terdapat sumber bekuan darah dari jantung.

●      Tes darah untuk membantu menilai kondisi pasien secara menyeluruh.

Cara Mengobati Stroke

Penanganan stroke bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya.

1. Obat Pelarut Bekuan Darah atau trombolitik

Pada stroke iskemik, dokter dapat memberikan obat untuk melarutkan bekuan darah (umumnya dalam 4,5 jam pertama sejak gejala muncul, atau lebih lama pada kasus tertentu berdasarkan hasil pencitraan otak) apabila pasien memenuhi kriteria-kriteria tertentu [2].

2. Trombektomi Mekanik

Pada beberapa kasus stroke akibat sumbatan pembuluh darah besar, dokter dapat mengangkat bekuan darah menggunakan kateter melalui prosedur khusus, yang pada pasien terpilih dapat dilakukan hingga 24 jam sejak gejala muncul berdasarkan evaluasi pencitraan [2].

3. Pengobatan Sesuai Jenis Stroke

Selain mengatasi penyumbatan atau perdarahan, dokter juga akan mengendalikan tekanan darah, gula darah, kolesterol, maupun gangguan irama jantung untuk mencegah komplikasi.

4. Rehabilitasi

Setelah kondisi stabil, pasien biasanya memerlukan rehabilitasi berupa fisioterapi, terapi wicara, atau terapi okupasi agar kemampuan tubuh dapat kembali semaksimal mungkin.

Cara Mencegah Stroke

Sebagian besar kasus stroke sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko. Kementerian Kesehatan RI merangkum langkah-langkah ini dalam kampanye CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) [4].

1. Kontrol Tekanan Darah

Periksa tekanan darah secara rutin dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter bila memiliki hipertensi.

2. Kelola Diabetes dan Kolesterol

Menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap terkendali membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan.

3. Berhenti Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menurunkan risiko stroke.

4. Terapkan Pola Hidup Sehat

Konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta membatasi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak.

5. Kontrol Penyakit Jantung

Bagi penderita gangguan irama jantung atau penyakit jantung lainnya, lakukan kontrol rutin agar risiko terbentuknya bekuan darah dapat ditekan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera pergi ke IGD apabila muncul salah satu atau beberapa gejala berikut:

●      Wajah tiba-tiba mencong.

●      Salah satu lengan atau kaki mendadak lemah atau mati rasa.

●      Bicara pelo atau sulit berbicara.

●      Penglihatan tiba-tiba kabur atau hilang.

●      Kehilangan keseimbangan secara mendadak.

●      Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba tanpa penyebab jelas.

Jangan menunggu gejala membaik sendiri. Penanganan yang cepat memberikan peluang pemulihan yang jauh lebih baik dan dapat mengurangi risiko kecacatan permanen.

Tzu Chi Hospital menyediakan Stroke Center yang beroperasi 24/7 dengan tim multidisiplin dan kemampuan trombektomi mekanik.

Untuk memastikan Anda ditangani oleh dokter yang tepat, jadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau cari spesialis neurologi melalui halaman Cari Dokter.

Referensi

  1. Saver JL. Time Is Brain—Quantified. Stroke. 2006;37(1):263–266. ahajournals.org

  2. Powers WJ, Rabinstein AA, Ackerson T, et al. Guidelines for the Early Management of Patients With Acute Ischemic Stroke: 2019 Update. Stroke (AHA/ASA). 2019;50(12):e344–e418. ahajournals.org

  3. Tanglay O, Cappelen-Smith C, Parsons MW, Cordato DJ. Enhancing Stroke Recognition: BE-FAST vs FAST in Identifying Posterior Circulation Strokes. J Clin Med. 2024;13(19):5912. ncbi.nlm.nih.gov

  4. Kementerian Kesehatan RI. (2023). SeGeRa ke RS untuk Cegah Faktor Risiko Stroke. kemkes.go.id

  5. Feigin VL, Brainin M, Norrving B, et al. World Stroke Organization: Global Stroke Fact Sheet 2025. Int J Stroke. 2025;20(2):132–144. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

  6. Mayo Clinic. (2026). Stroke – Symptoms and Causes. mayoclinic.org

  7. Cleveland Clinic. (2025). Stroke: What It Is, Causes, Symptoms & Treatment. my.clevelandclinic.org

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Graha Agung Mulyono, Sp.N, FINA, AIFO-K


 


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS