Gaya Hidup Sehat

Terlalu Sering Scroll Media Sosial? Kenali Brainrot dan Cara Mencegahnya

logo author

Ditulis Oleh

Admin13 Februari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Di era digital saat ini, kita sering menghabiskan waktu untuk scroll media sosial, baik itu untuk hiburan, informasi, atau sekadar mengikuti perkembangan teman dan berita terkini. Namun, pernahkah Anda merasa bahwa semakin lama Anda melakukannya, semakin kosong atau bosan rasanya? Fenomena ini disebut dengan Brainrot, dan dapat berisiko mengganggu kesehatan mental Anda.

Dalam penjelasannya, dr. Mahaputra, Sp.KJ, menyampaikan bahwa kebiasaan mengonsumsi konten secara berlebihan tanpa makna yang jelas dapat memengaruhi fokus, kestabilan emosi, dan kualitas hidup seseorang. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang apa itu Brainrot, penyebabnya, dampaknya, dan bagaimana cara mencegahnya.

Apa itu Brainrot?

Brainrot adalah kondisi di mana seseorang merasa kehilangan minat atau dampak negatif setelah terlalu sering mengonsumsi konten media sosial yang tidak bermakna. Dalam penjelasan medis, kondisi ini dapat berhubungan dengan gangguan pada otak yang terjadi akibat terlalu banyaknya rangsangan informasi tanpa adanya kedalaman atau tujuan yang jelas. Konten yang sifatnya dangkal, terus-menerus, dan tidak memberi manfaat yang berarti bagi perkembangan pribadi atau mental bisa mengarah pada penurunan kualitas perhatian, fokus, dan perasaan kosong.

Penyebab Brainrot

Brainrot disebabkan oleh kebiasaan scrolling media sosial yang berlebihan tanpa kontrol. Terlalu banyak mengonsumsi konten visual, video pendek, atau postingan yang bersifat hiburan sesaat bisa mengurangi kemampuan otak untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih bermakna. Konten semacam ini seringkali dirancang untuk memicu dopamin, hormon yang memberi rasa senang, sehingga otak merasa terus ingin mencari hiburan yang sama. Kebiasaan ini lama kelamaan mengurangi kapasitas otak untuk berpikir jernih dan menurunkan fokus pada hal-hal penting.

Dampak ke Otak Bila Sering Mengonsumsi Konten Tidak Bermakna

Saat otak terpapar terus-menerus dengan konten ringan dan kurang bermakna, beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain:

  • Penurunan konsentrasi: Otak terbiasa menerima rangsangan cepat dan bersifat sementara, sehingga kesulitan fokus pada tugas yang membutuhkan perhatian lebih lama.
  • Gangguan emosional: Terlalu banyak paparan informasi tanpa kedalaman dapat menurunkan keseimbangan emosi, bahkan bisa menimbulkan kecemasan atau stres.
  • Kehilangan motivasi: Tergantung pada konten yang terus-menerus memberikan kepuasan instan, seseorang bisa kehilangan semangat untuk mengejar tujuan yang lebih besar dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
  • Keterputusan sosial: Walaupun terhubung dengan orang lain melalui media sosial, seseorang yang terjebak dalam scrolling berlebihan bisa merasa terisolasi dan kehilangan koneksi yang lebih dalam dengan dunia nyata.
     

Tanda Seseorang Telah Mengalami Problematic Internet Use

Beberapa tanda yang dapat menunjukkan seseorang telah mengalami Problematic Internet Use (PIU) atau penggunaan internet yang bermasalah adalah:

  • Menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial dan merasa kesulitan untuk berhenti meskipun sudah berniat untuk melakukannya.
  • Merasa cemas atau gelisah ketika tidak dapat mengakses media sosial.
  • Mengabaikan pekerjaan, tugas sekolah, atau aktivitas penting lainnya hanya untuk mengecek media sosial.
  • Rasa frustrasi saat tidak bisa mendapatkan kepuasan instan atau interaksi di media sosial.
  • Penurunan kualitas tidur karena terlalu banyak waktu di depan layar gadget.
     

Langkah-Langkah Saat Mengalami Problematic Internet Use

Jika Anda merasa terjebak dalam kebiasaan scrolling berlebihan atau mengalami Brainrot, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Kurangi waktu online secara bertahap: Tentukan batasan waktu untuk penggunaan media sosial, misalnya 30 menit setiap sesi.
  2. Fokus pada konten yang bermakna: Alihkan perhatian Anda ke konten yang lebih mendalam, seperti membaca artikel, mengikuti kursus online, atau berkegiatan fisik.
  3. Lakukan detoks digital: Cobalah untuk tidak membuka media sosial selama beberapa hari untuk memulihkan keseimbangan mental.
  4. Jaga keseimbangan aktivitas offline: Luangkan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang secara langsung atau melakukan aktivitas yang menyenangkan tanpa gadget.
  5. Gunakan aplikasi pengontrol waktu: Ada banyak aplikasi yang membantu mengatur berapa lama Anda bisa menghabiskan waktu di media sosial setiap harinya.
     

Siapa Saja yang Berpotensi Terkena Problematic Internet Use?

Beberapa kelompok yang lebih berisiko mengalami Problematic Internet Use atau Brainrot antara lain:

  • Remaja dan anak muda yang sedang dalam fase pembentukan identitas, lebih rentan terpengaruh oleh sosial media.
  • Orang dengan kecenderungan kecemasan atau stres yang mencari pelarian dalam dunia maya.
  • Pengguna yang bekerja atau belajar dengan mengandalkan media sosial untuk pekerjaan atau studi, yang membuat mereka terus-menerus terpapar informasi.
  • Orang yang merasa kesepian atau kurang mendapatkan dukungan sosial di dunia nyata, sehingga beralih ke dunia maya untuk mencari kenyamanan.

 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika Anda merasa sulit berhenti menggunakan media sosial meskipun sudah mencoba mengurangi waktu online, atau mulai merasakan dampak negatif yang serius terhadap kesehatan mental Anda, saatnya untuk berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog. Konsultasi ke dokter akan sangat membantu untuk menangani kecemasan, stres, atau gangguan mental yang disebabkan oleh penggunaan media sosial yang berlebihan. Dokter juga dapat memberikan strategi yang lebih terarah dan terapeutik untuk mengatasi masalah ini.

Untuk mendapatkan konsultasi kesehatan yang tepat dan komprehensif, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, dan jadwal praktik tenaga medis dapat diakses dengan mudah melalui menu Cari Dokter. Didukung fasilitas rumah sakit yang lengkap serta layanan pemeriksaan penunjang terpadu, proses konsultasi dan penanganan dapat dilakukan secara aman dan nyaman dalam satu tempat.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Mahaputra, Sp.KJ

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS