Disease

Diare: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya agar Tidak Berlanjut Parah

logo author

Ditulis Oleh

Admin27 Agustus 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang paling sering dialami, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini ditandai dengan buang air besar (BAB) dengan konsistensi lebih cair dan frekuensi lebih sering dari biasanya.

Meski sering dianggap sepele, diare yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan dehidrasi berat, bahkan berisiko fatal terutama pada anak-anak dan lansia. Menurut WHO/UNICEF, tata laksana diare yang tepat, termasuk pemberian cairan rehidrasi oral sejak dini, dapat mencegah komplikasi dehidrasi yang membahayakan.

Lantas, apa saja penyebab diare dan bagaimana cara mengatasinya dengan benar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Diare?

Diare adalah kondisi ketika seseorang buang air besar dengan tekstur lebih encer sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Diare dapat bersifat akut, yakni berlangsung kurang dari dua minggu, atau kronis apabila berlangsung lebih lama.

Penyebab Diare

Diare dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga gangguan pencernaan lainnya. Berikut beberapa penyebab yang paling umum:

1. Infeksi Virus

Infeksi virus seperti rotavirus dan norovirus merupakan penyebab paling umum diare akut, terutama pada anak-anak. Penularannya biasanya terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

2. Infeksi Bakteri dan Parasit

Bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae, serta parasit seperti Giardia, juga dapat menyebabkan diare, umumnya melalui makanan atau air minum yang tidak higienis.

3. Intoleransi Makanan

Beberapa orang mengalami diare setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti produk susu (intoleransi laktosa) atau makanan yang mengandung pemanis buatan tertentu.

4. Efek Samping Obat

Konsumsi antibiotik dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, sehingga memicu diare.

5. Gangguan Pencernaan Kronis

Kondisi seperti irritable bowel syndrome (IBS), penyakit Crohn, atau kolitis ulseratif juga dapat menyebabkan diare yang berlangsung lebih lama dan berulang.

Baca Juga: Maag: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Gejala Diare yang Perlu Diwaspadai

Selain BAB cair, diare juga sering disertai gejala lain, seperti:

  • Nyeri atau kram perut
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Demam
  • Rasa ingin BAB yang mendesak
  • Tubuh lemas akibat kehilangan cairan

Pada kondisi yang lebih berat, diare dapat menyebabkan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, jarang buang air kecil, dan tubuh terasa sangat lemas.

Cara Mengatasi Diare

Sebagian besar kasus diare ringan dapat membaik dengan penanganan mandiri di rumah. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Perbanyak Asupan Cairan

Langkah pertama dan terpenting dalam mengatasi diare adalah mencegah dehidrasi. WHO merekomendasikan pemberian oralit atau oral rehydration solution (ORS) yang mengandung kombinasi glukosa dan elektrolit untuk membantu tubuh menyerap cairan lebih optimal dibandingkan air putih biasa.

2. Tetap Makan Makanan Bergizi

Berbeda dengan anggapan umum, sejumlah tinjauan sistematis dari studi di negara berpenghasilan rendah dan menengah menunjukkan bahwa tetap melanjutkan asupan makanan selama episode diare, dikombinasikan dengan pemberian oralit, justru membantu mengurangi dampak buruk diare terhadap status gizi, tanpa meningkatkan risiko komplikasi dibandingkan menunda makan.

Pilih makanan yang mudah dicerna seperti nasi, pisang, roti tawar, atau sup bening, dan hindari makanan berlemak, pedas, atau tinggi serat kasar untuk sementara waktu.

3. Konsumsi Suplementasi Zinc (Khusus Anak-Anak)

Pada anak-anak, WHO merekomendasikan pemberian suplemen zinc selama episode diare untuk membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan gejala, serta menurunkan risiko diare berulang dalam 2–3 bulan ke depan.

4. Hindari Minuman dan Makanan Pemicu

Selama masa pemulihan, sebaiknya hindari kafein, alkohol, produk susu (kecuali yogurt), serta minuman tinggi gula karena berpotensi memperparah gejala diare.

5. Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan energi lebih banyak untuk melawan infeksi penyebab diare. Istirahat yang cukup dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

6. Konsumsi Obat sesuai Anjuran Dokter

Pada sebagian besar kasus diare akut, WHO menegaskan bahwa antibiotik tidak diperlukan dan hanya direkomendasikan untuk kondisi tertentu, seperti disentri atau diare persisten dengan indikasi infeksi bakteri spesifik. Obat antidiare atau antibiotik sebaiknya hanya dikonsumsi sesuai resep dan evaluasi dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Diare berlangsung lebih dari 2 hari tanpa perbaikan
  • BAB disertai darah atau lendir
  • Demam tinggi di atas 39°C
  • Tanda-tanda dehidrasi berat, seperti pusing, lemas ekstrem, atau jarang buang air kecil
  • Nyeri perut hebat
  • Diare pada bayi, lansia, atau orang dengan kondisi medis tertentu

FAQ

Apa yang sebaiknya diminum saat diare?

Oralit atau larutan rehidrasi oral adalah pilihan utama karena mengandung kombinasi glukosa dan elektrolit yang membantu mengganti cairan tubuh yang hilang lebih efektif dibandingkan air putih biasa.

Apakah boleh makan saat diare?

Boleh, bahkan dianjurkan. Tetap makan makanan yang mudah dicerna selama diare dapat membantu menjaga status gizi tubuh dan mempercepat pemulihan, selama dibarengi dengan asupan cairan yang cukup.

Berapa lama diare biasanya sembuh?

Diare akut umumnya membaik dalam 1–3 hari dengan penanganan yang tepat. Jika berlangsung lebih dari 2 minggu, kondisi ini tergolong diare kronis dan perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.

Apakah diare bisa menular?

Diare akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit dapat menular, terutama melalui makanan, air, atau kontak dengan orang yang terinfeksi. Menjaga kebersihan tangan dan makanan menjadi langkah pencegahan yang penting.

Periksakan Keluhan Diare Anda di Tzu Chi Hospital

Diare yang berlangsung lama, disertai darah, atau menimbulkan tanda dehidrasi berat sebaiknya tidak dibiarkan tanpa penanganan medis, karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Tzu Chi Hospital menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam maupun spesialis anak, lengkap dengan fasilitas penunjang diagnostik untuk mengetahui penyebab diare secara akurat.

Jangan tunda pemeriksaan jika keluhan tidak kunjung membaik. Jadwalkan konsultasi Anda melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Team Medis Tzu Chi Hospital

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS