Tindakan Medis & Terapi

10 Cara Menghilangkan Cegukan dengan Cepat dan Aman

logo author

Ditulis Oleh

Admin01 September 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Cegukan adalah salah satu gangguan ringan yang hampir pernah dialami setiap orang. Meski umumnya tidak berbahaya, cegukan yang muncul di waktu yang tidak tepat, misalnya saat rapat atau makan bersama, tetap terasa mengganggu.

Menurut Mayo Clinic, cegukan disebabkan oleh kejang tak terkendali pada diafragma, otot yang berperan penting dalam proses pernapasan, dan pada sebagian besar kasus bersifat tidak berbahaya serta dapat mereda dengan sendirinya.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan cegukan yang aman dan efektif dilakukan di rumah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Cegukan?

Cegukan terjadi ketika diafragma mengalami kontraksi tiba-tiba dan tidak disengaja, yang kemudian diikuti oleh penutupan pita suara secara cepat sehingga menghasilkan bunyi "hik" yang khas. Pada umumnya, cegukan berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam dan akan reda dengan sendirinya.

Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam dikategorikan sebagai cegukan persisten, sementara yang berlangsung lebih dari satu bulan disebut cegukan intractable atau sulit disembuhkan.

Penyebab Cegukan

Beberapa faktor yang umum memicu cegukan antara lain:

  • Makan terlalu cepat atau dalam porsi besar
  • Minum minuman berkarbonasi
  • Konsumsi makanan pedas atau panas secara mendadak
  • Perubahan suhu makanan/minuman secara tiba-tiba
  • Konsumsi alkohol atau kafein berlebihan
  • Menelan udara berlebihan, misalnya saat mengunyah permen karet
  • Stres atau perubahan emosi yang mendadak

Pada kasus yang lebih jarang, cegukan berkepanjangan juga dapat dikaitkan dengan gangguan pada saraf vagus atau frenikus, gangguan pencernaan seperti GERD, hingga kondisi medis lain yang memengaruhi saraf yang mengatur diafragma.

Baca Juga: Cara Mengatasi Asam Lambung Naik, Ampuh dan Bisa Dilakukan di Rumah!

Cara Menghilangkan Cegukan

Sebagian besar cegukan dapat mereda dengan sendirinya, namun berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mempercepat prosesnya:

1. Tahan Napas Sejenak

Menahan napas selama beberapa detik dapat membantu meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah, yang dipercaya dapat membantu menghentikan kejang pada diafragma.

2. Minum Air Putih Perlahan

Minum air putih secara perlahan dan dalam tegukan kecil dapat membantu menenangkan saraf yang memicu kontraksi diafragma.

3. Bernapas dalam Kantong Kertas

Bernapas ke dalam kantong kertas (bukan kantong plastik) dapat membantu meningkatkan kadar karbon dioksida yang berpotensi menghentikan cegukan.

4. Tarik Lutut ke Dada

Menarik kedua lutut ke arah dada dan menahannya selama beberapa saat dipercaya dapat membantu menekan diafragma dan menghentikan kejang otot yang terjadi.

5. Berkumur dengan Air Dingin

Berkumur atau minum air es dapat membantu merangsang saraf vagus, yang berperan dalam menghentikan siklus cegukan.

6. Menelan Sesendok Gula Pasir

Menelan satu sendok teh gula pasir dipercaya dapat membantu merangsang saraf vagus dan menghentikan kejang pada diafragma, meski penelitian ilmiah mengenai efektivitasnya masih terbatas.

7. Menekan Area Ulu Hati Secara Perlahan

Menekan area ulu hati dengan lembut dapat membantu meredakan tekanan pada diafragma yang mengalami kejang.

8. Hindari Makan atau Minum Terlalu Cepat

Untuk mencegah cegukan berulang, biasakan makan dengan perlahan dan hindari berbicara sambil makan agar tidak banyak menelan udara.

9. Kelola Stres dengan Baik

Karena stres dan perubahan emosi mendadak dapat memicu cegukan, teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dapat membantu mencegah kekambuhannya.

10. Konsultasi ke Dokter jika Cegukan Berkepanjangan

Menurut sebuah tinjauan Cochrane, bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi farmakologis maupun nonfarmakologis untuk cegukan persisten atau intractable masih terbatas, sehingga penanganan sebaiknya diarahkan pada evaluasi dan penanganan penyebab yang mendasarinya oleh dokter, dibandingkan hanya mengandalkan cara-cara di atas.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:

  • Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam
  • Cegukan disertai nyeri dada, sesak napas, atau demam
  • Cegukan yang mengganggu tidur, makan, atau aktivitas sehari-hari dalam waktu lama
  • Cegukan berulang tanpa penyebab yang jelas

Sebuah tinjauan sistematis dalam NIH/PMC bahkan melaporkan bahwa pada beberapa kasus, cegukan persisten dapat menjadi gejala awal dari kondisi medis yang lebih serius, seperti infeksi paru atau gangguan pada sistem saraf pusat, sehingga evaluasi medis penting dilakukan apabila cegukan tidak kunjung reda.

FAQ

Apakah cegukan berbahaya?

Cegukan yang berlangsung sebentar umumnya tidak berbahaya dan akan reda dengan sendirinya. Namun, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam sebaiknya dievaluasi karena berpotensi menjadi tanda kondisi medis tertentu.

Berapa lama cegukan biasanya berlangsung?

Sebagian besar episode cegukan berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam. Jika berlangsung lebih dari 48 jam, kondisi ini disebut cegukan persisten dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Apakah mengagetkan seseorang efektif menghentikan cegukan?

Belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung metode ini. Cara-cara berbasis pernapasan dan stimulasi saraf vagus umumnya lebih direkomendasikan dibandingkan mengagetkan seseorang secara tiba-tiba.

Apakah cegukan pada bayi perlu dikhawatirkan?

Cegukan pada bayi umumnya normal dan sering terjadi, terutama setelah menyusu. Namun, jika disertai gejala lain seperti rewel berlebihan atau kesulitan menyusu, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter anak.

Konsultasikan Keluhan Cegukan Anda di Tzu Chi Hospital

Cegukan yang berlangsung lama, sering berulang, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada sebaiknya tidak dibiarkan tanpa evaluasi medis, karena dapat menjadi tanda kondisi yang mendasarinya.

Tzu Chi Hospital menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam maupun dokter saraf untuk membantu menentukan penyebab dan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Jangan tunda pemeriksaan jika keluhan tidak kunjung membaik. Cari dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Team Medis Tzu Chi Hospital


Referensi:

Hiccups – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic

Intractable or Persistent Hiccups Treated with Extracranial Acupuncture: Two Case Reports – NIH/PMC

Persistent Hiccups as an Atypical Presentation of SARS-CoV-2 Infection: A Systematic Review of Case Reports – NIH/PMC

Acupuncture for Hiccups: Case Reports and Literature Review – NIH/PMC

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS