Kesehatan Gigi dan Mulut

Cara Menghilangkan Karang Gigi yang Aman dan Efektif

logo author

Ditulis Oleh

Admin03 September 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Karang gigi atau kalkulus adalah salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum ditemukan di masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia tercatat meningkat dari 25,9% pada tahun 2013 menjadi 57,6% pada tahun 2018, dengan penyakit periodontal akibat plak dan kalkulus sebagai salah satu penyebab utamanya.

Banyak orang beranggapan menyikat gigi secara rutin sudah cukup untuk menjaga kebersihan mulut. Padahal, menurut Cleveland Clinic, karang gigi yang sudah terbentuk tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi atau flossing, dan memerlukan pembersihan profesional oleh dokter gigi.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan karang gigi yang aman dan efektif? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Karang Gigi?

Karang gigi (kalkulus) adalah plak gigi yang mengeras akibat proses mineralisasi dari air liur, mineral, dan bakteri yang menumpuk pada permukaan gigi. Berbeda dengan plak yang masih lunak dan dapat dibersihkan dengan sikat gigi, karang gigi memiliki tekstur keras dan menempel erat pada gigi, sehingga memerlukan alat khusus untuk mengangkatnya.

Penyebab Terbentuknya Karang Gigi

Beberapa faktor yang dapat mempercepat pembentukan karang gigi antara lain:

1. Kebiasaan Menyikat Gigi yang Kurang Tepat

Sebuah penelitian di RSGM Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menemukan bahwa jenis sikat gigi, waktu menyikat gigi, dan cara menyikat gigi merupakan faktor yang paling memengaruhi terjadinya penumpukan karang gigi pada pasien.

2. Sisa Makanan yang Tidak Dibersihkan

Sisa makanan yang menumpuk dan bercampur dengan air liur dapat membentuk plak, yang jika dibiarkan akan mengeras menjadi karang gigi dalam waktu 2–3 hari.

3. Susunan Gigi yang Tidak Rapi

Gigi yang berjejal atau malposisi lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh, sehingga meningkatkan risiko retensi plak dan pembentukan kalkulus.

4. Kebiasaan Merokok

Rokok dapat mempercepat penumpukan plak dan karang gigi, sekaligus meningkatkan risiko penyakit gusi.

5. Kondisi Medis Tertentu

Kondisi seperti diabetes yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kesehatan gusi dan mempercepat pembentukan karang gigi.

Baca Juga: Gusi Bengkak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya yang Tepat

Dampak Karang Gigi jika Dibiarkan

Karang gigi yang tidak segera dibersihkan dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti bau mulut kronis, perubahan warna gigi, hingga memicu gingivitis (radang gusi). Sebuah tinjauan mengenai prinsip dasar scaling dan root planing menegaskan bahwa plak bakteri dan kalkulus yang terakumulasi pada permukaan gigi merupakan penyebab utama penyakit periodontal, yang jika dibiarkan dapat berkembang menjadi periodontitis dan berisiko menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi.

Jenis-Jenis Karang Gigi

Karang gigi dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan lokasi pembentukannya, dan keduanya memerlukan perhatian yang berbeda.

1. Karang Gigi Supragingiva

Karang gigi jenis ini terbentuk di atas garis gusi dan dapat terlihat langsung dengan mata telanjang. Umumnya berwarna putih kekuningan hingga kecokelatan, tergantung pada kebiasaan konsumsi makanan atau minuman seperti kopi, teh, atau rokok. Karang gigi supragingiva lebih mudah dijangkau saat prosedur scaling karena lokasinya yang terlihat jelas.

2. Karang Gigi Subgingiva

Berbeda dengan jenis sebelumnya, karang gigi subgingiva terbentuk di bawah garis gusi sehingga tidak terlihat secara langsung dan hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan menggunakan alat khusus oleh dokter gigi. Jenis karang gigi ini umumnya berwarna lebih gelap, kehijauan hingga kehitaman, karena bercampur dengan darah dari peradangan gusi di sekitarnya. Karang gigi subgingiva cenderung lebih sulit dibersihkan dan lebih erat kaitannya dengan risiko penyakit periodontal yang lebih serius, sehingga penanganannya sering kali memerlukan root planing selain scaling biasa.

Mengetahui jenis karang gigi yang dialami penting untuk menentukan pendekatan pembersihan yang tepat. Pada kasus karang gigi subgingiva yang sudah cukup dalam, dokter gigi mungkin perlu melakukan evaluasi kedalaman poket periodontal terlebih dahulu sebelum menentukan apakah cukup dengan scaling rutin atau memerlukan tindakan tambahan seperti kuretase.

Cara Menghilangkan Karang Gigi

Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan karang gigi secara aman:

1. Lakukan Scaling di Dokter Gigi

Menurut American Dental Association (ADA), scaling adalah prosedur pembersihan plak dan karang gigi di atas maupun di bawah garis gusi menggunakan alat khusus, baik manual maupun ultrasonik, yang hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi atau dental hygienist.

2. Root Planing untuk Kasus Lebih Lanjut

Pada kondisi penyakit gusi yang lebih lanjut, dokter gigi biasanya akan melakukan root planing, yaitu menghaluskan permukaan akar gigi untuk membantu gusi menempel kembali pada gigi setelah karang gigi diangkat.

3. Scaling Rutin Setiap 6 Bulan

Melakukan scaling secara rutin setiap 6 bulan sekali dapat membantu mencegah penumpukan karang gigi yang berlebihan. Pada kelompok berisiko tinggi, seperti perokok atau penderita diabetes, scaling mungkin perlu dilakukan lebih sering, yaitu setiap 3–4 bulan.

4. Sikat Gigi Secara Rutin dan Benar

Menyikat gigi minimal dua kali sehari selama dua menit dengan sikat berbulu lembut membantu mencegah penumpukan plak sebelum mengeras menjadi karang gigi.

5. Gunakan Benang Gigi (Flossing)

Flossing membantu membersihkan sisa makanan dan plak di sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi, sehingga mengurangi risiko pembentukan karang gigi di area tersebut.

6. Hindari Mengorek Karang Gigi Sendiri

Mencoba menghilangkan karang gigi sendiri menggunakan alat tajam berisiko melukai gusi dan merusak enamel gigi. Karang gigi hanya dapat dihilangkan dengan aman melalui prosedur profesional oleh dokter gigi.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Segera periksakan diri ke dokter gigi apabila mengalami:

  • Terdapat lapisan kekuningan atau kecokelatan yang menempel keras pada gigi
  • Gusi mudah berdarah atau bengkak
  • Bau mulut yang tidak kunjung membaik meski sudah rajin menyikat gigi
  • Gigi terasa goyang
  • Belum melakukan pemeriksaan gigi dalam 6 bulan terakhir

Konsultasikan Kesehatan Gigi Anda di Tzu Chi Hospital

Karang gigi yang dibiarkan menumpuk dapat meningkatkan risiko penyakit gusi hingga kerusakan tulang penyangga gigi. Tzu Chi Hospital menyediakan layanan konsultasi dan tindakan scaling oleh dokter gigi berpengalaman untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut Anda.

Jangan tunda pemeriksaan gigi Anda. Cari dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter gigi Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS