Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

11 Ciri-Ciri Rambut Rontok karena Penyakit dan Cara Mengatasinya

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi14 Juli 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Rambut rontok sering kali dianggap sebagai masalah sepele yang disebabkan oleh stres, perubahan hormon sementara, atau kesalahan dalam perawatan rambut. 

Padahal, pada kondisi tertentu, kerontokan rambut bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. 

Ciri-ciri rambut rontok karena penyakit umumnya memiliki pola yang berbeda, misalnya terjadi secara tiba-tiba, jumlahnya berlebihan, atau disertai keluhan fisik lain. 

Oleh karena itu, topik ini penting dipahami, terutama bagi kamu yang mengalami kerontokan berkepanjangan dan tidak kunjung membaik meski sudah mencoba berbagai perawatan mandiri.

Penyakit Apa yang Menyebabkan Rambut Anda Rontok?

Rambut rontok dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis yang memengaruhi keseimbangan tubuh dan siklus pertumbuhan rambut. 

Memahami penyebabnya penting agar kamu bisa mengenali ciri-ciri rambut rontok karena penyakit sejak dini dan menentukan penanganan yang tepat.

1. Gangguan Hormon

Ketidakseimbangan hormon, seperti gangguan tiroid atau perubahan hormon tertentu, dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Akibatnya, rambut lebih mudah rontok dan sulit tumbuh kembali secara optimal.

2. Penyakit Autoimun

Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut secara keliru. Kondisi ini dapat menyebabkan rambut rontok secara tiba-tiba dan memicu munculnya area botak di kulit kepala.

3. Infeksi Jamur di Kulit Kepala

Infeksi jamur dapat merusak kulit kepala dan folikel rambut. Rambut rontok biasanya disertai rasa gatal, kemerahan, dan kulit kepala bersisik.

4. Efek Samping Pengobatan Tertentu

Beberapa jenis obat dapat memicu kerontokan rambut sebagai efek samping. Kerontokan terjadi karena obat memengaruhi proses pembelahan sel pada folikel rambut.

5. Kekurangan Nutrisi akibat Penyakit Kronis

Penyakit kronis dapat menghambat penyerapan nutrisi penting bagi rambut. Akibatnya, rambut menjadi lemah, mudah rontok, dan pertumbuhannya melambat.

Ciri-Ciri Rambut Rontok karena Penyakit

Tidak semua rambut rontok tergolong normal. Pada kondisi tertentu, kerontokan rambut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memengaruhi tubuh secara keseluruhan dan tidak bisa diatasi hanya dengan perawatan luar.

1. Rambut Rontok Berlebihan Setiap Hari

Rambut rontok terjadi dalam jumlah banyak setiap hari, bahkan tanpa aktivitas berat seperti menyisir atau mengikat rambut. Kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan pada siklus pertumbuhan rambut akibat penyakit tertentu.

2. Rambut Menipis secara Menyeluruh

Penipisan rambut terjadi di seluruh bagian kepala, bukan hanya di satu area saja. Hal ini sering berkaitan dengan gangguan hormon, stres fisik, atau penyakit sistemik.

3. Rambut Rontok dalam Gumpalan

Rambut sering tertinggal dalam jumlah besar di bantal, lantai, atau saluran air kamar mandi. Kerontokan dalam gumpalan menunjukkan bahwa banyak folikel rambut masuk ke fase rontok secara bersamaan.

4. Muncul Area Botak atau Patch Kosong

Beberapa bagian kulit kepala tampak botak atau memiliki area kosong yang jelas. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan autoimun yang menyerang folikel rambut.

5. Kulit Kepala Terasa Gatal, Perih, atau Meradang

Kerontokan rambut disertai rasa gatal, nyeri, atau peradangan pada kulit kepala. Gejala ini dapat menandakan infeksi, iritasi, atau masalah kulit tertentu.

6. Rambut Mudah Patah dan Rapuh

Rambut menjadi kering, mudah patah, dan kehilangan elastisitasnya. Hal ini bisa terjadi karena tubuh kekurangan nutrisi penting akibat penyakit yang sedang dialami.

7. Rambut Tidak Tumbuh Kembali dalam Waktu Lama

Setelah rambut rontok, pertumbuhan rambut baru berlangsung sangat lambat atau tidak terlihat sama sekali. Ini bisa menjadi tanda bahwa folikel rambut masih terganggu oleh kondisi kesehatan tertentu.

8. Kerontokan Muncul Setelah Sakit 

Rambut mulai rontok beberapa minggu hingga bulan setelah mengalami penyakit serius atau stres fisik yang berat. 

Kondisi ini sering terjadi karena tubuh memprioritaskan pemulihan organ vital dibandingkan pertumbuhan rambut.

9. Disertai Gejala Kesehatan Lain

Rambut rontok tidak terjadi sendiri, tetapi disertai keluhan lain seperti mudah lelah, perubahan berat badan, atau gangguan tidur. Gejala tambahan ini bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

10. Rambut Rontok Infeksi Kulit Kepala

Kulit kepala tampak bersisik, kemerahan, atau berkerak di area tertentu. Infeksi atau gangguan kulit kepala dapat merusak folikel rambut dan menyebabkan kerontokan.

11. Tidak Membaik Meski Sudah Ganti Produk Perawatan

Kerontokan rambut tetap berlangsung meskipun sudah mencoba berbagai produk perawatan. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab rambut rontok kemungkinan berasal dari dalam tubuh, bukan dari faktor perawatan luar.

Cara Mengatasi Rambut Rontok karena Penyakit

Rambut rontok akibat penyakit tidak bisa ditangani dengan cara sembarangan. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu yang memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. 

Oleh karena itu, penanganannya perlu fokus pada penyebab medisnya, bukan hanya perawatan luar. Adapun caranya yaitu:

1. Periksakan ke Dokter atau Dermatolog

Langkah pertama yang paling penting adalah mencari tahu penyebab pastinya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah, hormon, atau kondisi kulit kepala untuk menentukan sumber masalah rambut rontok.

2. Tangani Penyakit yang Mendasari

Jika rambut rontok disebabkan oleh gangguan tiroid, penyakit autoimun, atau infeksi tertentu, pengobatan pada penyakit utamanya akan membantu menghentikan kerontokan secara bertahap.

3. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Kekurangan zat besi, vitamin D, zinc, atau protein dapat membuat rambut rapuh dan mudah rontok. 

Memperbaiki pola makan atau mengonsumsi suplemen sesuai anjuran dokter dapat membantu memperkuat folikel rambut.

4. Gunakan Obat Sesuai Resep Medis

Pada kondisi tertentu seperti alopecia areata, dokter dapat meresepkan obat topikal, kortikosteroid, atau terapi khusus untuk menekan reaksi imun yang menyerang folikel rambut.

5. Pertimbangkan Terapi Medis Tambahan

Beberapa kasus membutuhkan perawatan lanjutan seperti terapi PRP, phototherapy, atau metode lain untuk merangsang pertumbuhan rambut baru di area yang menipis.

6. Hindari Pemicu Kerontokan

Stres berat, efek samping obat, atau penyakit akut dapat memicu rambut rontok berlebihan. 

Menghindari pemicu tersebut dan memberi waktu tubuh untuk pulih sangat membantu proses regenerasi rambut.

7. Terapkan Gaya Hidup Sehat dan Rawat Kulit Kepala

Tidur cukup, mengelola stres, serta merawat kulit kepala dengan lembut dapat mendukung kesehatan rambut secara keseluruhan dan mempercepat pemulihan dari kerontokan.

FAQ terkait Kerontokan pada Rambut

Untuk membantu kamu memahami lebih jauh, berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait rambut rontok akibat penyakit.

Penyakit apa yang ciri-cirinya rambut rontok?

Beberapa penyakit yang sering ditandai dengan rambut rontok antara lain:

  • Alopecia areata

  • Gangguan tiroid

  • Infeksi kulit kepala

  • Penyakit autoimun seperti lupus

  • Kondisi stres berat atau pasca sakit serius

Ciri khasnya bisa berupa rambut rontok berlebihan, penipisan menyeluruh, atau munculnya area botak tertentu.

Sakit apa yang bikin rambut rontok? 

Beberapa jenis penyakit yang sering memicu rambut rontok meliputi:

  • Penyakit autoimun

  • Gangguan metabolisme tubuh

  • Infeksi sistemik

  • Stres fisik atau mental yang berat

Rambut rontok akibat sakit biasanya bersifat sementara, tetapi bisa menjadi parah jika tidak ditangani dengan tepat.

Rambut rontok parah tanda kekurangan apa?

Rambut rontok parah sering dikaitkan dengan kekurangan nutrisi penting, seperti:

  • Zat besi

  • Vitamin D

  • Vitamin B kompleks (termasuk biotin)

  • Zinc

  • Protein

Jika kekurangan ini berlangsung lama, rambut bisa menjadi tipis, rapuh, dan sulit tumbuh kembali.

Kapan Harus ke Dokter?

Rambut rontok perlu segera diperiksakan ke dokter apabila terjadi sangat parah, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti tubuh mudah lelah, demam, berat badan turun drastis, atau perubahan pada kulit dan kuku. 

Kondisi ini menandakan bahwa perawatan rumahan mungkin tidak lagi efektif karena penyebabnya berasal dari masalah medis yang mendasari. 

Diagnosis sejak dini sangat penting untuk mencegah kerontokan permanen dan memastikan penyakit penyebabnya dapat ditangani dengan tepat.

Untuk mendapatkan pemeriksaan yang komprehensif, kamu dapat berkonsultasi di Tzu Chi Hospital yang didukung fasilitas medis lengkap dan dokter spesialis berpengalaman. 

Kamu bisa mengecek jadwal praktik dokter sesuai kebutuhan melalui menu Cari Dokter, lalu membuat janji temu agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal.

 

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Deasy, Sp.DVE


Referensi:

Hair Loss Symptoms and Causes | Mayo Clinic

Types of Disease That Cause Hair Loss | The Hair Loss Doctors

Hair Loss | Johns Hopkins Medicine


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS