Disease
Hipertensi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini
Ditulis Oleh
Admin • 26 Agustus 2026

Tekanan darah tinggi jarang datang dengan peringatan. Banyak orang baru mengetahui dirinya mengidap hipertensi setelah muncul keluhan serius atau bahkan setelah terjadi komplikasi. Karena itulah hipertensi kerap dijuluki the silent killer.
Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada angka 140/90 mmHg atau lebih, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan lebih dari satu kali pada waktu berbeda. Angka pertama (sistolik) menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, sedangkan angka kedua (diastolik) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara denyutan.
Mengapa Banyak Orang Belum Menyadari Mengalami Hipertensi?
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8% berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. Namun hanya sekitar 8% penduduk yang pernah didiagnosis hipertensi oleh dokter. Artinya, sebagian besar penyandang hipertensi belum mengetahui kondisinya — dan DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan prevalensi tertinggi secara nasional.
Baca Juga: 19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!
Kondisi ini juga tidak lagi identik dengan usia lanjut. SKI 2023 menemukan hipertensi pada 10,7% kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4% pada kelompok usia 25–34 tahun.
Gejala Hipertensi yang Sering Terlewat
Sebagian besar penyandang hipertensi tidak merasakan keluhan apa pun. Bila muncul, gejalanya sering tidak khas, seperti sakit kepala di bagian belakang, pusing, mudah lelah, jantung berdebar, atau penglihatan kabur. Keluhan tersebut dapat disebabkan banyak kondisi lain, sehingga hanya pengukuran tekanan darah yang dapat memastikannya.
Faktor Risiko Hipertensi yang Perlu Diwaspadai
Beberapa faktor tidak dapat diubah, yaitu usia dan riwayat hipertensi dalam keluarga. Namun sebagian besar faktor risiko justru berkaitan dengan gaya hidup dan dapat dikendalikan:
• Konsumsi garam berlebih WHO menganjurkan kurang dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari
• Berat badan berlebih
• Kurang aktivitas fisik
• Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
• Stres serta waktu istirahat yang kurang
Risiko Hipertensi Bila Tidak Terkontrol
Tekanan darah tinggi yang dibiarkan dalam jangka panjang berpotensi merusak pembuluh darah dan organ vital. Kondisi ini meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan fungsi ginjal, hingga gangguan penglihatan. Data Kementerian Kesehatan menempatkan hipertensi sebagai faktor risiko penyebab kematian terbanyak keempat di Indonesia.
Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini
Kementerian Kesehatan menganjurkan penerapan CERDIK:
• Cek kesehatan secara berkala
• Enyahkan asap rokok
• Rajin aktivitas fisik, sekitar 150 menit per minggu
• Diet seimbang, perbanyak sayur dan buah, batasi garam
• Istirahat yang cukup
• Kelola stres dengan baik
Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga tekanan darah tetap dalam rentang sehat. Kebutuhan setiap orang tentu berbeda dan sebaiknya dievaluasi bersama dokter.
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri ke Dokter?
Pemeriksaan tekanan darah rutin dianjurkan minimal satu kali dalam setahun bagi orang dewasa, dan lebih sering bila memiliki faktor risiko. Bila hasil pengukuran menunjukkan angka tinggi, sebaiknya tidak menunda konsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan evaluasi dan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping
Mengetahui angka tekanan darah Anda hari ini adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kualitas hidup di masa depan. Luangkan waktu untuk memeriksakan tekanan darah secara berkala sebelum tubuh memberi tanda.
Untuk mendapatkan konsultasi kesehatan yang tepat dan komprehensif, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, dan jadwal praktik tenaga medis dapat diakses dengan mudah melalui menu Cari Dokter. Didukung fasilitas rumah sakit yang lengkap serta layanan pemeriksaan penunjang terpadu, proses konsultasi dan penanganan dapat dilakukan secara aman dan nyaman dalam satu tempat.
Artikel ini di Tinjau oleh Team Medis Tzu Chi Hospital
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!

10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya

8 Cara Menurunkan Demam Anak tanpa Obat, Pakai Minyak Kayu Putih!

