Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

10 Penyebab Bintitan pada Mata dan Cara Mencegahnya

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi24 Agustus 2026

BAGIKAN
artikel feature image

penyebab bintitan

Bintitan adalah benjolan merah dan nyeri pada kelopak mata yang sering muncul secara tiba-tiba. Meski terlihat sepele, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas karena menyebabkan rasa tidak nyaman, mata terasa mengganjal, hingga sulit membuka mata sepenuhnya.

Banyak orang mengira penyebab bintitan hanya karena terlalu sering melihat layar atau kurang tidur. Padahal, bintitan umumnya terjadi akibat infeksi bakteri yang masuk ke kelenjar kelopak mata yang tersumbat.

Kabar baiknya, sebagian besar penyebab bintitan dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan tangan, membersihkan riasan mata, dan merawat area sekitar mata dengan benar.

Apa Itu Bintitan?

Bintitan atau dalam istilah medis disebut hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar di kelopak mata yang menyebabkan munculnya benjolan merah, bengkak, dan terasa nyeri.

Kelopak mata memiliki beberapa kelenjar kecil yang berfungsi menghasilkan minyak untuk menjaga kelembapan mata. Ketika kelenjar tersebut tersumbat dan terinfeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus, muncullah benjolan yang dikenal sebagai bintitan.

Berdasarkan lokasinya, bintitan terbagi menjadi dua jenis:

●      Hordeolum eksternum (bintitan luar): Infeksi terjadi pada kelenjar di sekitar akar bulu mata sehingga benjolan terlihat di bagian luar kelopak mata.

●      Hordeolum internum (bintitan dalam): Infeksi terjadi pada kelenjar minyak di bagian dalam kelopak mata dan biasanya terasa lebih nyeri.

Bintitan juga sering disamakan dengan kalazion. Namun, keduanya memiliki perbedaan.

Bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri dan biasanya terasa nyeri, sedangkan kalazion terjadi akibat sumbatan kelenjar minyak tanpa infeksi sehingga cenderung tidak menimbulkan rasa sakit.

10 Penyebab Bintitan yang Sering Terjadi

Bintitan dapat muncul karena kombinasi infeksi bakteri, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebab bintitan yang perlu Anda ketahui:

1. Menyentuh Mata dengan Tangan Kotor

Menyentuh atau menggosok mata dengan tangan yang belum dibersihkan menjadi salah satu penyebab bintitan paling umum. Bakteri dari tangan dapat berpindah ke kelopak mata dan masuk ke kelenjar yang tersumbat.

2. Infeksi Bakteri Staphylococcus aureus

Penyebab utama bintitan adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya dapat hidup normal di permukaan kulit, tetapi bisa menyebabkan infeksi ketika masuk ke kelenjar kelopak mata.

3. Penggunaan Kosmetik Mata yang Tidak Bersih

Maskara, eyeliner, atau eye shadow yang sudah lama digunakan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Penggunaan kosmetik mata yang kedaluwarsa atau terkontaminasi dapat meningkatkan risiko munculnya bintitan.

4. Tidak Membersihkan Riasan Mata Sebelum Tidur

Sisa makeup yang dibiarkan menempel semalaman dapat menyumbat kelenjar minyak di kelopak mata. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan infeksi.

5. Riwayat Bintitan Sebelumnya

Seseorang yang pernah mengalami bintitan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa, terutama jika kebiasaan kebersihan mata belum diperbaiki.

6. Mengalami Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada tepi kelopak mata yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri di area tersebut. Kondisi ini membuat kelenjar kelopak lebih mudah tersumbat dan terinfeksi.

7. Menggunakan Lensa Kontak dengan Cara yang Tidak Tepat

Penggunaan lensa kontak tanpa menjaga kebersihan tangan atau tanpa mengikuti aturan perawatan dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri ke area mata.

8. Daya Tahan Tubuh Menurun

Kondisi seperti diabetes atau gangguan imunitas dapat membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi, termasuk infeksi kecil pada kelopak mata.

9. Stres dan Kurang Tidur

Stres berkepanjangan serta kurang tidur dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan mengalami infeksi bakteri.

10. Lingkungan Berdebu dan Kotor

Paparan debu, polusi, atau lingkungan yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran dan bakteri ke area mata, terutama jika sering mengucek mata.

Cara Mencegah Bintitan

Sebagian besar kasus bintitan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kebiasaan sederhana sehari-hari, seperti:

●  Cuci tangan sebelum menyentuh mata.

●  Hindari menggosok mata terlalu sering.

●  Bersihkan makeup sebelum tidur.

●  Ganti kosmetik mata secara berkala.

●  Jangan berbagi kosmetik atau handuk wajah.

●  Bersihkan lensa kontak sesuai aturan penggunaan.

●  Jaga kondisi kesehatan, terutama kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter mata apabila bintitan tidak membaik setelah beberapa hari, semakin membesar, terasa sangat nyeri, menyebabkan gangguan penglihatan, disertai demam, atau sering muncul berulang kali.

Meskipun sebagian besar bintitan dapat sembuh dengan perawatan sederhana, pemeriksaan dokter tetap penting untuk memastikan tidak ada komplikasi seperti kalazion atau infeksi yang menyebar.

Di Tzu Chi Hospital, Anda dapat menjadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau menemukan dokter spesialis mata yang sesuai melalui Cari Dokter. Layanan tersedia untuk pasien BPJS Kesehatan, asuransi, maupun mandiri.

 

Referensi

  1. Lindsley K, Nichols JJ, Dickersin K. Non-surgical interventions for acute internal hordeolum. Cochrane Database of Systematic Reviews. 2017;(1):CD007742. doi:10.1002/14651858.CD007742.pub4

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Penyakit Mata. Jakarta: Kemenkes RI; 2015.

  3. American Academy of Ophthalmology. Hordeolum (Stye) Preferred Practice Pattern. San Francisco: AAO; 2018. Tersedia di:

  4. Bernardes TF, Bonfioli AA. Blepharitis. Seminars in Ophthalmology. 2010;25(3):79-83. doi:10.3109/08820538.2010.488562

  5. Carlisle RT, Digiovanni J. Differential Diagnosis of the Swollen Red Eyelid. American Family Physician. 2015;92(2):106-112.

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Gladys, Sp.M, M.Res


 


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS