Tindakan Medis & Terapi

Ring Jantung - Jenis, Fungsi, Efek Samping & Biayanya

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi02 Februari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Ring jantung adalah alat yang dipasang pada seseorang yang mengalami masalah penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah di jantung. 

Dengan pasang ring jantung, harapannya aliran darah dapat kembali lancar, sehingga jantung dapat kembali berfungsi dengan optimal. 

Pemasangan ring jantung biasanya dilakukan atas rekomendasi dokter spesialis jantung setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis, bukan berdasarkan permintaan pribadi. 

Jika Anda direkomendasikan dengan prosedur ini, mari pahami jenis ring jantung, fungsi, efek samping, dan biaya operasinya!

Apa itu Ring Jantung?

Ring jantung (stent) adalah alat berbentuk tabung kecil seperti jaring yang dipasang di pembuluh darah jantung untuk menjaga agar aliran darah tetap lancar. 

Alat ini umumnya digunakan untuk menangani penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen ke otot jantung. 

Selain di jantung, stent juga dapat digunakan di bagian tubuh lain seperti pembuluh darah besar (aorta), saluran pernapasan, atau pembuluh darah kaki.

Prosedur pemasangan ring jantung disebut angioplasti, yaitu tindakan medis dengan teknik minim invasif (tanpa operasi besar atau sayatan lebar). 

Ring jantung dapat menyelamatkan nyawa karena membantu memulihkan aliran darah ke jantung, terutama pada kasus serangan jantung atau angina (nyeri dada akibat aliran darah tidak lancar). Risiko penyempitan ulang setelah angioplasti menurun menjadi sekitar 10–15%.

Jumlah ring yang dipasang juga bervariasi tergantung kasus keparahan:

  • Pasien dengan penyakit jantung ringan hanya memerlukan satu hingga dua ring.

  • Pasien dengan kondisi yang lebih kompleks dapat memerlukan tiga hingga lima ring. 

  • Pasien dengan kondisi yang sangat parah bisa dipasang enam atau lebih.

Bentuk Ring Jantung

bentuk ring jantung

Tidak sedikit yang penasaran ring jantung seperti apa? Ring jantung berbentuk silinder kecil menyerupai tabung pendek dengan struktur jaring logam halus (metal mesh). 

Umumnya, panjang ring jantung berkisar antara 15–20 milimeter, tetapi dapat bervariasi mulai dari 8 hingga 48 milimeter. Diameternya berkisar antara 2–5 milimeter. 

Bentuknya dirancang khusus agar dapat menahan dinding pembuluh darah tetap terbuka. Karena ukurannya sangat kecil, ring jantung bisa masuk melalui kateter tanpa operasi besar.

Ring jantung bertahan berapa lama? Setelah masuk, ring jantung bersifat permanen, artinya alat ini akan tetap berada di dalam tubuh seumur hidup. 

Meski demikian, ada kemungkinan kecil (sekitar 2–3%) pembuluh darah kembali menyempit, biasanya dalam waktu 6–9 bulan setelah pemasangan. Jika hal ini terjadi, penyempitan dapat ditangani dengan pemasangan ring tambahan.

Jenis Ring Jantung

Ring jantung memiliki beberapa jenis yang berbeda berdasarkan bahan, teknologi, dan fungsinya. 

Umumnya, ring jantung logam lebih sering digunakan daripada plastik, karena daya tahan lebih lama. Ring plastik biasanya hanya untuk kasus tertentu dan bersifat sementara.

Mari ketahui lebih lanjut jenis ring jantung yang umum digunakan:

1. Ring Logam (Bare Metal Stent)

Jenis ring ini terbuat dari logam stainless steel tanpa lapisan obat. Fungsinya untuk menahan dinding arteri agar tetap terbuka. Setelah dipasang, jaringan tubuh akan tumbuh di sekitar ring dan menahannya di tempat.

Risikonya, ring logam dapat menimbulkan jaringan parut yang menyebabkan penyempitan ulang pembuluh darah.

2. Ring Berlapis Obat 

Ring ini adalah pengembangan dari ring logam dasar dan menjadi yang paling umum digunakan saat ini. 

Sesuai namanya, ring ini dilapisi obat khusus untuk mencegah pertumbuhan jaringan parut di dinding pembuluh darah, sehingga risiko penyempitan ulang berkurang drastis.

3. Ring Bio-Terapi 

Ring jenis ini tidak menggunakan lapisan obat, melainkan memiliki antibodi khusus yang menarik Endothelial Progenitor Cells (EPC) dari sumsum tulang. Sel-sel ini membantu mempercepat penyembuhan alami dinding pembuluh darah.

4. Ring yang Dapat Diserap Tubuh 

Jenis berikutnya yaitu ring jantung yang dapat larut dan diserap tubuh secara alami setelah beberapa waktu. 

Ring ini juga dilapisi obat untuk mencegah penyumbatan, tetapi rangkanya akan hilang secara bertahap, memungkinkan pembuluh darah berfungsi normal tanpa benda asing permanen.

5. Ring Terapi Ganda 

Belum banyak yang menggunakan jenis ring ini, tetapi ring terapi ganda merupakan generasi terbaru yang menggabungkan teknologi ring berlapis obat dan ring bio-terapi. 

Jadi, terdapat lapisan obat di bagian dalam dan luar untuk memaksimalkan pencegahan peradangan dan pembekuan darah.

Baca Juga: Pasang Ring Jantung: Penyebab, Langkah, Risiko & Biaya

Fungsi Ring Jantung

Kenapa harus dipasang ring di jantung? Tujuannya untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat. Namun fungsinya lebih luas lagi, berikut beberapa fungsi ring jantung yang perlu Anda ketahui:

1. Membuka Pembuluh Darah yang Tersumbat

Ring jantung berfungsi membuka arteri koroner yang menyempit atau tersumbat akibat penumpukan plak. Saat balon di ujung kateter dikembangkan, ring turut mengembang dan menekan plak ke dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah kembali lancar.

2. Menjaga Pembuluh Darah Tetap Terbuka

Setelah arteri terbuka, ring jantung berperan menjaga agar pembuluh darah tidak menyempit kembali. Struktur logampada ring menopang dinding arteri dari dalam, sehingga darah tetap mengalir dengan stabil dan tekanan di jantung berkurang.

3. Mencegah Serangan Jantung Berulang

Dengan aliran darah yang kembali lancar, ring jantung membantu menurunkan risiko serangan jantung berulang. Pasien yang sebelumnya mengalami angina umumnya merasakan perbaikan signifikan setelah pemasangan ring karena pasokan oksigen ke otot jantung kembali normal.

4. Memperbaiki Fungsi Jantung 

Ring jantung membantu mengoptimalkan kerja jantung dengan memastikan darah kaya oksigen dapat dipompa secara efisien ke seluruh tubuh. Hal ini penting terutama bagi pasien dengan penyempitan berat yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari normal.

5. Mendukung Proses Pemulihan Pasien Pasca Serangan Jantung

Pada kasus darurat seperti serangan jantung akut, pemasangan ring dilakukan melalui prosedur Primary PCI (Percutaneous Coronary Intervention). 

Tindakan ini memulihkan aliran darah dalam hitungan menit, mencegah kerusakan lebih lanjut pada otot jantung, dan meningkatkan peluang pemulihan pasien.

Pemasangan Ring Jantung

Apakah pemasangan ring jantung termasuk operasi besar? Tidak. Prosedur pemasangan ring jantung bukan operasi besar, karena hanya melibatkan sayatan kecil di pergelangan tangan atau selangkangan untuk memasukkan kateter menuju jantung.

Jika Anda direkomendasikan untuk pasang ring jantung, maka prosedur yang diberlakukan yaitu:

  1. Dokter akan membuat sayatan kecil di pergelangan tangan atau selangkangan untuk memasukkan kateter tipis agar bisa mencapai pembuluh darah jantung.

  2. Ring jantung dipasang pada ujung kateter, lalu diarahkan menuju arteri koroner yang tersumbat dengan bantuan panduan sinar X di ruang kateterisasi.

  3. Setelah ring berada di posisi yang tepat, dokter akan mengembangkan balon kecil di dalam ring tersebut. 

  4. Balon akan mengembang untuk menekan plak dan membuka pembuluh darah yang menyempit, sambil membuat ring menempel kuat pada dinding arteri.

  5. Setelah ring terbuka sempurna, balon akan dikempeskan dan ditarik keluar, sementara ring tetap berada di tempatnya.

  6. Selanjutnya kateter dilepas dan sayatan kecil ditutup kembali. 

Dalam beberapa bulan ke depan, jaringan tubuh akan tumbuh menutupi permukaan ring, mirip seperti kulit baru pada luka. Proses ini biasanya berlangsung selama 3 hingga 12 bulan, tergantung jenis ring yang digunakan. 

Pasien umumnya akan diresepkan obat antiplatelet yang berfungsi mencegah penggumpalan darah di sekitar ring.

Biaya Pasang Ring Jantung

Pasang ring jantung biayanya berapa? Biaya pasang ring jantung berkisar antara Rp40.000.000 hingga Rp80.000.000 untuk satu kali tindakan.

Angka ini hanya mencakup pemasangan ring, belum termasuk biaya rawat inap, obat-obatan, dan perawatan lanjutan yang bisa menambah total pengeluaran pasien.

Lantas, apakah BPJS menanggung biaya pasang ring jantung? Jawabannya ya, BPJS Kesehatan menanggung biaya tindakan pemasangan ring jantung.

Baca Juga: Dokter Jantung Terbaik di Jakarta dan Indonesia, Cek Sekarang!

Efek Pasang Ring di Jantung

Banyak orang bertanya, “Apa efek pasang ring di jantung?”. Prosedur ini aman dan minim risiko, tetapi seperti tindakan medis lainnya, tetap ada kemungkinan efek samping.

Efek samping yang paling sering muncul adalah memar atau perdarahan kecil di area tempat kateter dimasukkan, biasanya di pergelangan tangan atau selangkangan. Kondisi ini tergolong normal dan akan membaik dalam beberapa hari.

Namun, pada sebagian kecil kasus, pasien dapat mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti:

  • Reaksi alergi terhadap zat kontras selama angioplasti.

  • Iritasi pada pembuluh darah tempat ring dimasukkan.

  • Perdarahan berlebihan yang membutuhkan transfusi.

Tingkat risiko seseorang mengalami efek samping ini bergantung pada beberapa faktor, seperti usia pasien, kondisi kesehatan secara umum, riwayat penyakit lain (seperti diabetes atau tekanan darah tinggi), serta apakah prosedur dilakukan dalam keadaan darurat atau terencana.

Oleh karena itu, dokter spesialis jantung akan selalu melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan informasi detail tentang tingkat risiko serta langkah-langkah pencegahan sebelum prosedur dilakukan. 

FAQ seputar Ring Jantung

Simak juga pertanyaan umum yang muncul tentang ring jantung serta jawabannya untuk menambah eduksi Anda:

Apa pantangan setelah pasang ring jantung?

Pantangan setelah pasang ring jantung yaitu pasien disarankan menghindari aktivitas fisik berat, seperti mengangkat beban atau olahraga intens selama masa pemulihan. Selain itu, batasi makanan berlemak dan rutin minum obat pengencer darah sesuai anjuran dokter.

Berapa lama pasang ring jantung?

Prosedur pemasangan ring jantung biasanya berlangsung antara 30 menit hingga 2 jam, tergantung kondisi pasien dan jumlah ring yang dipasang. Setelahnya, pasien umumnya dirawat 1–2 hari di rumah sakit untuk observasi sebelum kembali beraktivitas ringan.

Apa kelemahan pasang ring jantung?

Meski tergolong aman, pemasangan ring jantung memiliki beberapa risiko seperti penyempitan ulang dan kemungkinan terbentuknya gumpalan darah di area ring. Pasien juga perlu minum obat pengencer darah jangka panjang agar aliran darah tetap lancar.

Berapa lama orang dengan ring jantung bisa bertahan?

Ring jantung bersifat permanen dan bisa bertahan seumur hidup jika pasien menjaga pola hidup sehat dan rutin kontrol ke dokter. Namun, dalam sebagian kasus, ring dapat tersumbat kembali dalam 6–12 bulan sehingga perlu pemantauan berkala.

Apakah pemasangan ring jantung termasuk operasi besar?

Tidak, pemasangan ring jantung bukan operasi besar karena hanya melibatkan sayatan kecil di pergelangan tangan atau selangkangan untuk jalur masuk kateter. Prosedur ini bersifat minimal invasif.

Layanan Pasang Ring Jantung oleh Spesialis Berpengalaman di Tzu Chi Hospital 

Jika mulai merasakan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur, sebaiknya segera periksakan ke Pusat Layanan Jantung Tzu Chi Hospital. 

Penyempitan pembuluh darah sering kali berkembang tanpa gejala dan baru terdeteksi saat sudah parah, karena itu, deteksi dini sangat penting.

Di Tzu Chi Hospital, prosedur pemasangan ring jantung (stent) dilakukan oleh dokter spesialis jantung berpengalaman dengan dukungan Cath Lab berteknologi tinggi. 

Fasilitas ini dilengkapi dengan fluoroskopi, C-arm robotik, serta teknologi mutakhir seperti IVUS, FFR, OCT, dan Rotablator untuk memastikan hasil tindakan lebih presisi dan minim risiko.

Selain menangani pemasangan ring jantung, Cath Lab Tzu Chi Hospital juga digunakan untuk memeriksa dan mengobati penyumbatan pembuluh darah jantung maupun otak.

Jika Anda ingin mendapatkan pemeriksaan, saatnya buat janji temu melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital dan periksakan jadwal praktiknya melalui menu Cari Dokter.

Cegah komplikasi jantung sejak dini dengan melakukan pemeriksaan di Tzu Chi Hospital!

 

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Hendra Simarmata, Sp.JP(K), FIHA


Sumber:

Angioplasty and Stent Placement for the Heart | Johns Hopkins Medicine

Drug-eluting stents: Do they increase heart attack risk? | Mayo Clinic

Coronary angioplasty and stent insertion | NHS


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS