Kesehatan Gigi dan Mulut

Sariawan di Bibir: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

logo author

Ditulis Oleh

Admin02 September 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Sariawan di bibir adalah keluhan yang hampir pernah dialami setiap orang. Meski terasa mengganggu, terutama saat makan atau berbicara, sebagian besar sariawan tergolong ringan dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Perlu diketahui, keluhan yang sering disebut "sariawan di bibir" oleh masyarakat awam sebenarnya bisa merujuk pada dua kondisi berbeda. Menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR/NIH), terdapat perbedaan mendasar antara sariawan (canker sore/aphthous ulcer) yang muncul di bagian dalam mulut atau bibir dan bersifat tidak menular, dengan luka dingin atau fever blister (cold sore/herpes labialis) yang muncul di bagian luar bibir dan bersifat menular karena disebabkan virus herpes simpleks.

Lantas, apa saja penyebab dan cara mengatasi sariawan di bibir yang tepat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Sariawan di Bibir?

Sariawan (aphthous ulcer) adalah luka kecil berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan dan tepi kemerahan, yang dapat muncul di bagian dalam bibir, pipi bagian dalam, gusi, maupun lidah. Berbeda dengan luka dingin, sariawan tidak disebabkan oleh infeksi virus dan tidak menular ke orang lain.

Penyebab Sariawan di Bibir

Menurut Mayo Clinic, penyebab pasti sariawan belum diketahui secara jelas, namun beberapa faktor berikut dapat memicu atau memperberat munculnya sariawan:

1. Cedera Ringan pada Mulut

Tergigit secara tidak sengaja, sikat gigi yang terlalu keras, atau penggunaan kawat gigi dapat melukai jaringan lunak di bibir dan memicu munculnya sariawan.

2. Makanan Tertentu

Makanan yang bersifat asam atau pedas, seperti jeruk, tomat, dan cabai, dapat memicu atau memperparah sariawan pada sebagian orang.

3. Kekurangan Nutrisi

Kekurangan vitamin B12, zat besi, folat, atau zinc dikaitkan dengan meningkatnya risiko sariawan berulang.

4. Stres dan Kelelahan

Stres serta kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko munculnya sariawan.

5. Perubahan Hormon

Beberapa wanita melaporkan sariawan lebih sering muncul menjelang menstruasi akibat perubahan hormon.

6. Kondisi Medis Tertentu

Pada kasus yang lebih jarang, sariawan yang sering berulang dapat dikaitkan dengan gangguan sistem imun atau penyakit pencernaan tertentu, seperti penyakit Crohn atau penyakit celiac.

Baca Juga: Gusi Bengkak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya yang Tepat

Gejala Sariawan di Bibir

Sariawan umumnya dapat dikenali melalui gejala berikut:

  • Luka kecil berbentuk bulat/oval dengan pusat putih atau kekuningan dan tepi kemerahan
  • Rasa nyeri atau perih, terutama saat makan, minum, atau berbicara
  • Sensasi tertusuk atau terbakar sebelum luka benar-benar muncul
  • Umumnya berukuran kecil (kurang dari 1 cm) dan sembuh dalam 1–2 minggu
  • Tidak disertai demam pada sariawan biasa (berbeda dengan luka dingin akibat herpes)

Cara Mengatasi Sariawan di Bibir

Sebagian besar sariawan dapat membaik dengan sendirinya, namun berikut beberapa cara yang dapat membantu mempercepat pemulihan dan meredakan nyeri:

1. Berkumur dengan Air Garam Hangat

Berkumur dengan larutan air garam hangat beberapa kali sehari dapat membantu membersihkan area sariawan dan meredakan peradangan ringan.

2. Hindari Makanan Pemicu

Sementara sariawan belum sembuh, hindari makanan asam, pedas, atau terlalu keras yang berpotensi memperparah rasa perih.

3. Gunakan Obat Oles Khusus Sariawan

Produk yang mengandung bahan seperti benzokain atau kortikosteroid topikal dapat membantu meredakan nyeri, dan dapat digunakan sesuai petunjuk kemasan atau anjuran dokter.

4. Kompres dengan Es Batu

Mengompres area sariawan dengan es yang dibungkus kain dapat membantu mematikan rasa nyeri sementara.

5. Jaga Kebersihan Mulut

Menyikat gigi secara lembut dengan sikat berbulu halus dapat membantu mencegah iritasi tambahan pada area sariawan.

6. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sumber vitamin B12, zat besi, dan folat, dapat membantu mengurangi risiko sariawan berulang, terutama jika penyebabnya terkait kekurangan nutrisi tertentu.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter atau dokter gigi apabila mengalami:

  • Sariawan berukuran besar atau tidak kunjung sembuh setelah 2–3 minggu
  • Sariawan yang sangat sering berulang
  • Disertai demam tinggi atau gejala sistemik lain
  • Muncul bersamaan dengan luka melepuh berkelompok di luar bibir (kemungkinan cold sore/herpes)
  • Nyeri yang sangat mengganggu hingga sulit makan atau minum

Menurut NIDCR, sariawan yang berukuran besar (major aphthous ulcer) atau berlangsung lebih dari beberapa minggu memerlukan evaluasi lebih lanjut, karena berpotensi memerlukan penanganan khusus dan dapat menjadi tanda kondisi medis lain yang mendasarinya.

FAQ

Apakah sariawan di bibir menular?

Tidak. Sariawan (canker sore) bersifat tidak menular. Namun, jika keluhan yang dialami sebenarnya adalah luka dingin (cold sore) akibat virus herpes yang muncul di bagian luar bibir, kondisi tersebut bersifat menular melalui kontak langsung.

Berapa lama sariawan biasanya sembuh?

Sariawan ringan umumnya sembuh dalam 1–2 minggu tanpa meninggalkan bekas. Jika berlangsung lebih dari 3 minggu, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Apa bedanya sariawan dan luka dingin (cold sore)?

Sariawan berupa luka datar di bagian dalam mulut/bibir dan tidak menular, sedangkan luka dingin berupa lepuhan berisi cairan yang muncul berkelompok di bagian luar bibir dan bersifat menular karena disebabkan virus herpes simpleks.

Apakah kekurangan vitamin bisa menyebabkan sariawan berulang?

Ya, kekurangan vitamin B12, zat besi, atau folat dapat meningkatkan risiko sariawan yang sering berulang. Pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah ada kekurangan nutrisi yang mendasarinya.

Konsultasikan Keluhan Sariawan Anda di Tzu Chi Hospital

Sariawan yang berukuran besar, sering berulang, atau tidak kunjung sembuh sebaiknya tidak dibiarkan, karena berpotensi menjadi tanda kondisi medis lain yang perlu dievaluasi.

Tzu Chi Hospital menyediakan layanan konsultasi dengan dokter gigi maupun dokter spesialis penyakit dalam untuk membantu menentukan penyebab dan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Jangan tunda pemeriksaan jika keluhan tidak kunjung membaik. Cari dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter gigi Tzu Chi Hospital, atau jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital maupun hubungi Call Center di 021 5095 0888.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Tim Medis Tzu Chi Hospital

 

 

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS