News
Tzu Chi Hospital Merayakan Pencapaian 100 Tindakan Bedah Laparoskopi dengan Sistem Robotik Pertama dari Eropa
Ditulis Oleh
Admin • 14 Januari 2026

Jakarta, 10 Januari 2026 - Tzu Chi Hospital Pantai Indah Kapuk menorehkan pencapaian penting dalam pengembangan layanan bedah robotik dengan menyelesaikan 100 tindakan Robotic Surgery. Pencapaian ini diumumkan dalam rangkaian Seminar Awam dan Milestone Ceremony yang mengusung tema “A Century of Robotic Excellence: Precision Surgery for a Better Tomorrow” pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Auditorium Lantai 23, Tzu Chi Hospital.
Pencapaian 100 tindakan Robotic Surgery ini mencerminkan konsistensi Tzu Chi Hospital dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir, kompetensi tenaga medis, dan standar keselamatan pasien dalam praktik bedah modern. Lebih dari sekadar angka, milestone ini menunjukkan komitmen berkelanjutan rumah sakit dalam menghadirkan layanan bedah yang lebih presisi, minim invasif, dan berorientasi pada pemulihan pasien.
Direktur Senior Tzu Chi Hospital, Prof. DR. Dr. Satyanegara, Sp.BS (K) menyampaikan bahwa “Teknologi robotik di bidang kesehatan pertama kali berkembang di Amerika Serikat sejak tahun 1980-an dan terus mengalami kemajuan hingga digunakan secara luas dalam bedah minimal invasif. Seiring waktu, teknologi ini mulai diadaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tindakan bedah.”
Implementasi layanan Robotic Surgery dimulai dengan tindakan pertama pada 5 Februari 2024, setelah melalui proses persiapan yang komprehensif, meliputi pelatihan dan sertifikasi tim medis, pembentukan tim multidisiplin, penyusunan protokol klinis dan keselamatan pasien yang ketat. Sejak saat itu, layanan ini terus dikembangkan secara bertahap dan konsisten, hingga mencapai 100 tindakan Robotic Surgery dalam waktu kurang dari dua tahun. Hingga kini, puluhan dokter dari berbagai spesialisasi telah tersertifikasi melakukan tindakan Robotic Surgery di Tzu Chi Hospital.
Direktur Utama Tzu Chi Hospital Dr. Gunawan Susanto, Sp.BS menjelaskan bahwa “Sesuai dengan semangat pendirian Tzu Chi Hospital yang ingin memberikan pelayanan medis seprofesional mungkin, maka kami menyiapkan robotic laparascopy untuk mendapatkan hasil operasi yang lebih baik, sehingga nyeri operasi menjadi minimal, hari perawatan lebih pendek, kemungkinan infeksi lebih rendah dan trauma operasi juga minimal. Sebenarnya alat ini sudah ada di Indonesia, tapi karena termasuk alat mahal, maka biaya operasinya sangat tinggi supaya tidak merugikan rumah sakit agar biaya yang dikeluarkan untuk membeli alat ini bisa dikembalikan. Pada akhirnya, alat ini kurang diminati, padahal sangat berarti untuk pasien. Oleh karena itu, Tzu Chi Hospital mengurangi biaya operasi, karena kami tidak mengejar untuk kembalinya biaya yang sudah dikeluarkan, melainkan agar bisa lebih terjangkau bagi para pasien. Robotic laparascopy ini terutama digunakan di bidang urologi, bedah digestif dan kebidanan. Sedangkan di bidang lain ada penggunaan alat robotik lain, seperti di Tzu Chi Hospital ada robotik untuk tindakan lutut, mammografi payudara, rehabilitasi medik, dan lain lain.”
Dalam perkembangannya, Robotic Surgery di Tzu Chi Hospital telah diterapkan pada berbagai kasus bedah kompleks di bidang digestif, urologi, ginekologi, dan lain-lain, serta digunakan secara terintegrasi dalam layanan Hernia Center, Prostate & Urinary Stone Center, dan Oncology Center. Penerapan teknologi ini mencakup penanganan hernia abdominal, operasi pengangkatan miom, kanker prostat, pembuatan kantong kemih (neobladder), dan prosedur intraabdomen lainnya.
Kepala Tim Dokter Hernia Center DR. Dr. Barlian Sutedja, Sp.B menambahkan, “Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam bidang medis, dalam hal robotic laparoscopy ini merupakan inovasi yang menggabungkan keahlian dokter bedah dengan presisi teknologi robotik. Bagi pasien, metode ini menawarkan sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, serta waktu pemulihan lebih cepat. Sementara bagi tenaga medis khususnya dokter bedah, teknologi ini membantu meningkatkan akurasi tindakan dan efisiensi prosedur bedah.”
Rangkaian acara pencapaian 100 tindakan Robotic Surgery ini diisi dengan seminar awam, talkshow, dan live demonstration robotik. Seminar dibawakan oleh Dr. Andri Hondir, Sp.OG, mengenai peran dan perkembangan teknologi bedah robotik dalam praktik klinis, termasuk manfaatnya bagi keselamatan dan pemulihan pasien. Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan sesi talkshow interaktif bersama dr. Anthony Pratama, Sp.B, M.Kes, AIFO dan pasien, serta robotic surgery live demonstration oleh dr. Stevano Sipahutar, Sp.U, FICRS, yang memberikan gambaran langsung kepada peserta mengenai cara kerja dan keunggulan teknologi bedah robotik Versius CRM.
Setelah pencapaian ini, Tzu Chi Hospital menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan mengintegrasikan teknologi medis mutakhir dan semangat cinta kasih dalam setiap layanan. Tzu Chi Hospital berupaya menghadirkan perawatan yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga bermakna bagi kualitas hidup pasien dan keluarga yang dilayani.
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

Amoxicillin: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

Menu Diet Sehat 7 Hari untuk Turunkan BB tanpa Menyiksa Diri

Kedutan Mata Kanan & Kiri Bawah: Penyebab & Cara Mengatasinya menurut Medis

