Tindakan Medis & Terapi
Neuroablasi Radiofrekuensi: Solusi Modern untuk Nyeri Saraf Kejepit
Ditulis Oleh
Admin • 06 Januari 2026

Nyeri saraf kejepit merupakan salah satu keluhan yang sering dialami masyarakat, terutama pada usia produktif hingga lanjut usia. Rasa nyeri yang menjalar dari leher atau punggung hingga lengan dan tungkai dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, bahkan memengaruhi kondisi emosional. Pada sebagian orang, keluhan ini tidak cukup teratasi dengan obat pereda nyeri atau fisioterapi rutin.
Baca Juga: Precision Medicine: Terobosan Baru Pengobatan Berdasarkan Keunikan Setiap Individu
Seiring berkembangnya teknologi medis, kini tersedia pilihan terapi yang lebih terarah dan minim invasif untuk mengatasi nyeri kronik akibat gangguan saraf, salah satunya adalah neuroablasi radiofrekuensi (radiofrequency/RF). Menurut Dr. Nia Yuliatri, Sp.BS, M.Kes, dokter spesialis bedah saraf di Tzu Chi Hospital, terapi radiofrekuensi menjadi salah satu alternatif penanganan nyeri saraf yang efektif, terutama pada pasien yang tidak lagi merespons optimal terhadap terapi konservatif.
Apa itu Radiofrekuensi dan Neuroablasi
Radiofrekuensi adalah teknik medis yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk menghasilkan panas terkontrol pada jaringan tertentu. Dalam konteks nyeri saraf, prosedur ini disebut neuroablasi radiofrekuensi, yaitu tindakan untuk mengurangi kemampuan saraf menghantarkan nyeri.
Neuroablasi tidak berarti merusak saraf secara permanen, melainkan menghambat kemampuan saraf tersebut dalam menghantarkan sinyal nyeri ke otak. Prosedur ini umumnya dilakukan oleh dokter spesialis dengan panduan pencitraan, sehingga titik saraf yang dituju dapat dikenali secara akurat dan aman.
Cara Kerja Radiofrekuensi
- Penentuan area saraf target
Dokter terlebih dahulu mengidentifikasi saraf yang menjadi sumber nyeri berdasarkan pemeriksaan klinis dan pencitraan. - Pemasukan jarum khusus
Jarum yang sangat halus dimasukkan secara tepat ke area saraf target untuk meminimalkan trauma jaringan. - Panduan alat pencitraan
Posisi jarum dipastikan dengan panduan fluoroskopi agar tindakan akurat dan aman. - Penghantaran energi radiofrekuensi
Energi radiofrekuensi dialirkan melalui ujung jarum untuk menghasilkan panas terkontrol pada area target. - Penghambatan sinyal nyeri
Panas tersebut mengganggu transmisi impuls nyeri, sehingga sinyal nyeri ke otak berkurang atau menghilang. - Prosedur singkat dan minim invasif
Tindakan dilakukan dengan anestesi lokal, relatif cepat, dan pasien umumnya dapat pulang pada hari yang sama.
Radiofrekuensi untuk Nyeri Tulang Belakang / Saraf Kejepit
Radiofrekuensi banyak digunakan untuk menangani nyeri kronik pada tulang belakang, termasuk nyeri leher, punggung bawah, serta nyeri akibat saraf kejepit. Pada kondisi ini, saraf yang tertekan atau teriritasi terus-menerus mengirimkan sinyal nyeri ke otak.
Dengan menargetkan saraf penyebab nyeri tersebut, biasanya di sekitar sendi tulang belakang atau di sekitar bantalan tulang belakang, radiofrekuensi membantu meredakan keluhan tanpa harus mengoreksi struktur tulang atau melakukan operasi besar. Banyak pasien merasakan perbaikan signifikan dalam kemampuan bergerak, tidur lebih nyenyak, dan kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Keunggulan Radiofrekuensi Dibanding Minum Obat atau Operasi
Dibandingkan konsumsi obat jangka panjang, radiofrekuensi memiliki keunggulan karena tidak membebani lambung, ginjal, maupun hati. Efek samping sistemik juga relatif minimal.
Jika dibandingkan dengan operasi, radiofrekuensi bersifat minim invasif, risiko komplikasi lebih rendah, waktu pemulihan lebih cepat, dan tidak memerlukan rawat inap lama. Prosedur ini juga dapat menjadi pilihan bagi pasien yang tidak cocok menjalani operasi atau ingin menunda tindakan bedah.
Kapan Harus ke Dokter?
Pada sebagian besar kasus, saraf kejepit dapat membaik dengan istirahat, kompres, atau fisioterapi ringan. Namun, bila nyeri tidak kunjung hilang, menjalar ke tangan atau kaki, disertai kelemahan otot, atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.
Baca Juga: Travelling Hemodialisis Program Dialisis yang Fleksibel dan Aman di Setiap Perjalanan
Di Tzu Chi Hospital, penanganan gangguan saraf dilakukan secara komprehensif oleh tim dokter spesialis saraf dan bedah saraf berpengalaman. Didukung teknologi MRI 3 Tesla Signa Architect, kondisi saraf kejepit pada tulang belakang dapat terdeteksi secara detail dan akurat. Jika diperlukan tindakan lanjutan, tersedia Hybrid Operating Theater pertama di Indonesia yang dilengkapi CT Scan intraoperatif dan Robotic Angiography untuk menunjang prosedur bedah saraf kompleks dengan tingkat keamanan tinggi. Jangan menunda hingga kondisi memburuk segera buat janji temu melalui whatsapp Tzu Chi Hospital atau pilih jadwal konsultasi sesuai praktik dokter melalui menu Cari Dokter, dan dapatkan penanganan tepat sebelum menjadi kondisi serius.
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

Amoxicillin: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

Menu Diet Sehat 7 Hari untuk Turunkan BB tanpa Menyiksa Diri

Kedutan Mata Kanan & Kiri Bawah: Penyebab & Cara Mengatasinya menurut Medis

