Tindakan Medis & Terapi
5 Alat Radioterapi yang Digunakan di RS & Fungsinya, Lebih Baik Mana?
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 12 Maret 2026

Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang memanfaatkan radiasi untuk membunuh sel tumor.
Agar terapi berjalan efektif, pasien akan menggunakan alat radioterapi khusus yang dirancang untuk menargetkan jaringan kanker secara presisi.
Berbagai jenis alat radioterapi tersedia, masing-masing dengan cara kerja, keunggulan, dan tingkat kenyamanan yang berbeda.
Apabila Anda atau anggota keluarga hendak menjalani terapi ini, mari pahami dulu jenis alat radioterapi, cara kerja, serta faktor yang menentukan alat terbaik untuk perawatan pasien!
Radioterapi Menggunakan Alat Apa?
Radioterapi adalah metode pengobatan kanker yang menggunakan alat khusus untuk memancarkan radiasi pengion.
Tujuan dari radioterapi yaitu menghancurkan sel kanker sekaligus meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.
Secara umum, alat radioterapi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
-
Alat radioterapi eksternal, yang menembakkan radiasi dari luar tubuh.
-
Alat radioterapi internal, di mana sumber radiasi ditempatkan di dalam atau dekat tumor.
Meskipun cara kerjanya berbeda, kedua jenis alat ini bekerja dengan prinsip yang sama, yaitu merusak DNA sel kanker sehingga sel tersebut tidak dapat berkembang dan akhirnya mati.
Saat ini alat radioterapi semakin modern, sehingga memungkinkan hasil yang lebih presisi, aman, dan efektif bagi pasien.
Baca Juga: Onkologi (Ilmu Kanker): Jenis, Peran & Kapan Harus Konsultasi?
Jenis Alat Radioterapi
Terkait peralatan apa yang digunakan dalam radioterapi, secara umum, terdapat dua jenis alat radioterapi, yaitu internal dan eksternal. Mari kenali perbedaannya:
a. Alat Radioterapi Eksternal
Alat eksternal atau External Beam Radiotherapy (EBRT) bekerja dengan menembakkan radiasi dari luar tubuh menuju tumor.
Proses radioterapi dengan alat ini menggunakan radiasi yang menembus jaringan sehat untuk mencapai target tumor dengan dosis terkontrol.
Berikut jenis alat radioterapi eksternal lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing:
1. Cobalt-60 Unit
Cobalt-60 unit adalah alat radioterapi kanker yang menggunakan sumber gamma-ray radioaktif Cobalt-60 untuk radioterapi eksternal.
Alat ini memancarkan radiasi dengan energi cukup tinggi (sekitar 1,25 MeV), yang mampu menembus jaringan dan mencapai tumor dengan dosis efektif.
Mesin ini termasuk tipe radionuclide teletherapy unit, salah satu teknologi awal EBRT yang masih digunakan di beberapa fasilitas.
Cara Kerja:
-
Sumber Cobalt-60 berada di dalam tabung khusus dan hanya “menyala” saat radiasi diberikan.
-
Radiasi diarahkan ke tumor menggunakan alat bantu khusus (collimator) yang membentuk sinar sesuai ukuran tumor.
-
Beberapa unit modern dilengkapi rotating gantry dan software kontrol, bahkan ada yang punya imaging di dalam ruangan, sehingga radiasi lebih presisi.
-
Terapi biasanya dibagi beberapa sesi (fraksi), sehingga tubuh punya waktu beristirahat di antara dosis radiasi.
Kelebihan:
Proses terapi relatif cepat.
Banyak rumah sakit menyediakan layanan.
Pasien lebih jarang terganggu oleh masalah teknis.
Kekurangan:
-
Perlunya protokol keamanan radiasi khusus bisa membuat pasien merasa sedikit “ribet” saat masuk area terapi.
-
Kurang presisi dibanding Linac
2. Linear Accelerator (Linac)
Alat radioterapi Linac adalah mesin radioterapi eksternal yang memproduksi sinar X atau elektron energi tinggi untuk menyerang tumor.
Energi sinar ini bisa mencapai megavoltage, lebih tinggi dibanding Cobalt-60, sehingga lebih efektif untuk tumor yang dalam atau besar.
Linac adalah alat EBRT paling banyak digunakan di dunia karena presisinya tinggi.
Cara Kerja:
-
Mesin membuat elektron dari tabung khusus, lalu mempercepatnya hingga energi tinggi di dalam tabung vakum.
-
Elektron menumbuk target logam dan menghasilkan sinar-X (photons) yang diarahkan ke tumor.
-
Sinar-X diputar menggunakan gantry agar menarget tumor dari berbagai sudut, sementara pasien berbaring di treatment couch yang bisa diatur posisinya.
-
Komputer memproses gambar pasien (CT/MRI) untuk menghitung dosis yang pas.
-
Linac modern bahkan bisa menggunakan beberapa energi sinar sekaligus, atau mengintegrasikan MRI/robotic arm untuk akurasi lebih tinggi.
Kelebihan:
-
Radiasi tepat sasaran, risiko efek samping di jaringan sehat lebih rendah.
-
Bisa menyesuaikan energi dan bentuk sinar sesuai ukuran dan lokasi tumor.
-
Beberapa model modern pakai imaging CT/MRI untuk dosis lebih akurat.
Kekurangan:
-
Tidak semua rumah sakit menyediakan.
3. Kilovoltage (kV) X-ray Unit
kV X-ray unit adalah alat yang menghasilkan sinar-X dengan energi rendah (50–300 kVp) untuk terapi superficial atau orthovoltage, ideal untuk tumor dekat permukaan tubuh.
Unit ini menggunakan tabung X-ray konvensional yang dipasang di langit-langit atau lantai, sehingga desainnya sederhana.
Cara kerja:
-
Mesin menggunakan tabung X-ray yang bisa dipasang di lantai atau langit-langit.
-
Sinar-X dihasilkan dan disaring melalui aluminium atau tembaga untuk menyesuaikan kualitas radiasi.
-
Bidang radiasi dibentuk dengan aplikator atau cetakan khusus dari timah agar sesuai dengan bentuk tumor.
-
Pasien berbaring di posisi tetap, dan radiasi diarahkan ke target dari jarak dekat.
-
Durasi paparan dikontrol dengan timer atau monitor internal agar dosis tepat.
-
Untuk tumor lebih dalam, digunakan orthovoltage unit yang meningkatkan penetrasi sinar-X.
Kelebihan:
-
Cocok untuk tumor dangkal.
-
Mesin lebih kecil dan sederhana.
-
Risiko komplikasi lebih rendah untuk terapi superfisial dibanding radiasi energi tinggi.
Kekurangan:
-
Sinar-X kurang menembus.
-
Presisi dan fleksibilitas lebih rendah dibanding Linac.
-
Tidak ideal untuk kasus yang memerlukan perlindungan jaringan sehat lebih ketat.
4. Particle Accelerator (Proton/Light Ion Therapy)
Particle Accelerator adalah alat radioterapi eksternal canggih yang menggunakan proton atau ion ringan alih-alih sinar-X untuk menyerang tumor.
Radiasi sangat terfokus sehingga jaringan sehat hampir tidak terkena paparan. Biasanya tersedia di pusat terapi khusus karena biayanya tinggi.
Cara kerja:
-
Mesin mempercepat proton atau ion menggunakan medan elektromagnetik di cyclotron atau synchrotron hingga energi tinggi.
-
Proton atau ion diarahkan ke tumor dari luar tubuh melalui sistem penyesuaian sinar.
-
Terdapat dua cara mengirimkan radiasi:
-
Broad-beam, sinar disebar secara merata lalu dibentuk sesuai tumor.
-
Pencil-beam scanning (PBS), sinar sempit dipindai di seluruh volume tumor untuk dosis maksimal di target, minim radiasi jaringan sehat.
-
-
Sistem komputer mengatur dosis dan urutan paparan sehingga pasien menerima radiasi tepat di tumor.
Kelebihan:
-
Jaringan sehat hampir tidak terkena radiasi.
-
Bisa digunakan untuk tumor sulit atau dekat organ vital.
-
Efek samping lebih rendah dibanding radioterapi konvensional.
Kekurangan:
-
Hanya tersedia di pusat radioterapi khusus.
-
Biaya tinggi.
-
Waktu persiapan dan perawatan lebih lama.
b. Alat Radioterapi Internal
Alat radioterapi internal disebut sebagai brachytherapy atau brakiterapi, yaitu metode radioterapi di mana sumber radioaktif ditempatkan langsung di dalam atau dekat tumor.
Dengan cara ini, radiasi bisa bekerja lebih fokus pada sel kanker, sambil meminimalkan dampak pada jaringan sehat di sekitarnya.
Metode ini bisa digunakan untuk berbagai jenis kanker, seperti kanker kulit, mata, prostat, payudara, serviks, paru-paru, nasofaring, dan jaringan lunak lainnya.
Brachytherapy dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat dosis radiasi:
-
Low Dose Rate (LDR): dosis rendah, 0,4–2 Gy per jam.
-
Medium Dose Rate (MDR): dosis menengah, 2–12 Gy per jam.
-
High Dose Rate (HDR): dosis tinggi, lebih dari 12 Gy per jam.
-
Ada juga Pulsed Dose Rate (PDR), yang memberikan dosis kecil dalam banyak sesi singkat, meniru efek biologis LDR.
Saat ini, sebagian besar Brachytherapy dilakukan dengan mesin afterloader otomatis, terutama untuk HDR.
Mesin ini menempatkan sumber radioaktif ke dekat atau di dalam tumor dengan presisi tinggi, sehingga pasien bisa menjalani perawatan di luar rumah sakit (outpatient) dalam beberapa sesi (biasanya 2–4 kali dalam 1–2 minggu).
Baca Juga: 10 Rumah Sakit Kanker Terbaik di Indonesia
Mana Alat Radioterapi Terbaik?
Banyak pasien bertanya alat radioterapi mana yang paling baik untuk kanker mereka. Sebenarnya, tidak ada satu alat yang selalu terbaik untuk semua kasus.
Pemilihan alat tergantung pada jenis kanker, lokasi tumor, ukuran, kondisi pasien, dan fasilitas rumah sakit.
-
Untuk tumor yang lebih dekat dengan permukaan tubuh, radioterapi internal atau brachytherapy ataupun partikel elektron (pada Linac) adalah pilihan terbaik.
-
Untuk tumor dalam atau besar biasanya mendapat manfaat lebih dari Linac atau particle therapy
-
Untuk tumor kecil di otak dapat menggunakan Stereotactic Radiosurgery (SRS) yang hanya dimiliki Linac tertentu.
Dengan kata lain, pilihan alat radioterapi bukan soal yang paling canggih atau mahal, tetapi yang paling efektif dan aman untuk kondisi spesifik pasien.
FAQ terkait Alat Radioterapi
Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering muncul beserta jawabannya agar lebih jelas dan mudah dipahami:
1. Lebih baik kemoterapi atau radioterapi?
Tidak ada jawaban tunggal. Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh, sedangkan radioterapi menggunakan radiasi untuk menargetkan tumor secara lokal. Dokter akan menentukan pilihan atau kombinasi keduanya berdasarkan jenis kanker.
2. Apa nama alat radioterapi?
Alat radioterapi berbeda-beda. Alat eksternal yang umum digunakan antara lain: Linear Accelerator (Linac), Cobalt-60 Unit, kV X-ray Unit, dan particle accelerator. Untuk radioterapi internal, biasanya pakai mesin dengan sumber radiasi dari Iridium-192 atau Cobalt-60.
3. Berapa lama waktu radioterapi?
Durasi radioterapi bervariasi tergantung jenis kanker, lokasi, dan metode yang digunakan. Biasanya, setiap sesi berlangsung 10–30 menit dalam beberapa sesi per minggu. Radioterapi internal kadang lebih singkat, hanya beberapa sesi dalam satu atau dua minggu.
4. Radioterapi menggunakan apa?
Radioterapi menggunakan radiasi pengion untuk menghancurkan sel kanker. Radiasi ini bisa berupa sinar-X, elektron, proton, atau sumber radioaktif yang ditempatkan langsung pada tumor (brachytherapy).
Dapatkan Layanan Radioterapi dengan LINAC di Tzu Chi Hospital!
Apabila Anda mempertimbangkan alat radioterapi untuk mendapat terapi terbaik, Anda bisa mendatangi Tzu Chi Hospital yang sudah menggunakan mesin Linear Accelerator (LINAC) VERSA HD untuk praktik radioterapinya.
Alat canggih ini dapat ditemukan di fasilitas Pusat Pengobatan Kanker dan sudah mendukung berbagai prosedur seperti:
-
Stereotactic Radiosurgery (SRS)
-
Stereotactic Radiotherapy (SRT)
-
Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT)
-
Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT)
-
Active Breathing Coordinator (ABC)
Dengan dukungan LINAC, Tzu Chi Hospital dapat memastikan setiap terapi menargetkan tumor secara tepat sambil melindungi jaringan sehat di sekitarnya.
Kenapa Memilih Tzu Chi Hospital untuk Radioterapi?
-
Radiasi diarahkan secara presisi ke tumor.
-
Dosis radiasi disesuaikan untuk hasil optimal.
-
Terapi dilakukan sesuai jadwal tanpa penundaan, karena dalam radioterapi di RS ini “tidak mengenal tanggal merah”.
Tzu Chi Hospital juga memiliki tim dokter spesialis onkologi radiasi berpengalaman, di antaranya:
-
Dr. Defrizal, Sp.Onk.Rad (K) – Konsultan Onkologi Radiasi
Jadwal konsultasi mereka bisa Anda cek melalui menu Cari Dokter.
Namun sebelum memilih terapi dengan LINAC, ada baiknya Anda mendapatkan pemeriksaan terlebih dulu oleh dokter guna menemukan terapi terbaik.
Jadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital untuk jadwal konsultasi dan rekomendasi penanganan kanker terbaik!
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Andre Prawira Putra, Sp.Onk.Rad, M.P.H.
Referensi:
Topik





