Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Apa Itu Atrial Fibrilasi? Gejala dan Cara Mengatasinya dengan PFA!
Ditulis Oleh
Admin • 16 Maret 2026

Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar kencang secara tiba-tiba atau terasa seperti ada getaran yang tidak beraturan di dalam dada?
Kondisi ini sering kali bukan sekadar rasa cemas biasa, melainkan tanda dari Atrial Fibrilasi (AFib).
Ini adalah salah satu gangguan irama jantung yang paling umum di dunia. Untuk itu, mari pahami kondisi ini sejak dini untuk mencegah risiko komplikasi fatal seperti stroke.
Artikel ini akan membahas dari gejala, penyebab, diagnosis dan cara mengatasinya!
Apa Itu Atrial Fibrilasi?
.webp)
ECG Normal dan Atrial Fibrilasi | Sumber: Wellue
Atrial fibrilasi adalah kondisi di mana ruang atas jantung (atrium) berdenyut secara kacau dan tidak beraturan.
Pada jantung yang sehat, sinyal listrik mengalir secara teratur dari atas ke bawah untuk memompa darah secara efisien.
Namun, pada penderita atrial fibrilasi, sinyal listrik di atrium menjadi sangat berantakan, menyebabkan atrium hanya bergetar (quiver) alih-alih berdenyut kuat.
Ketidaksinkronan ini menyebabkan atrium tidak mengosongkan darah sepenuhnya ke ventrikel. Darah yang mengendap ini berisiko membeku dan membentuk gumpalan, yang jika terlepas, dapat menyebabkan stroke.
Hal ini membuat jantung berdetak tidak sinkron dan sering kali berdetak sangat cepat, mencapai 100 hingga 175 detak per menit saat istirahat.
Gejala Atrial Fibrilasi
Gejala atrial fibrilasi bisa muncul secara tiba-tiba dan menghilang dengan sendirinya, tetapi juga bisa bersifat menetap.
Beberapa penderita tidak merasakan gejala sama sekali, tetapi berikut adalah gejala yang paling sering muncul:
-
Sensasi jantung berdebar-debar kencang, berpacu.
-
Kesulitan bernapas atau napas terasa pendek saat sedang beristirahat.
-
Merasa lemas dan kekurangan energi sepanjang hari meski sudah beristirahat cukup.
-
Sensasi pusing hingga perasaan seolah-olah ingin pingsan akibat aliran darah ke otak yang tidak stabil.
-
Terasa nyeri atau ada tekanan di area dada.
-
Merasa cepat lelah saat berolahraga atau menaiki tangga.
-
Kebingungan atau sulit fokus akibat aliran darah dan oksigen yang tidak optimal menuju ke otak.
Penyebab Atrial Fibrilasi
Umumnya, penyebab atrial fibrilasi adalah adanya kerusakan pada struktur jantung atau gangguan pada sistem kelistrikan jantung.
Namun terdapat beberapa faktor pemicunya, seperti:
1. Masalah Kardiovaskular
Hipertensi dan penyakit jantung koroner memaksa otot jantung bekerja ekstra keras dalam jangka panjang.
Kondisi ini memicu munculnya jaringan parut pada dinding atrium jantung yang mengganggu jalur listrik normal, sehingga menyebabkan irama jantung kacau.
2. Penyakit Tiroid
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) menyebabkan produksi hormon berlebih. Dampaknya sel jantung menjadi lebih sensitif terhadap sinyal listrik, sehingga jantung mudah tergelincir ke dalam irama cepat yang tidak beraturan secara mendadak.
3. Faktor Gaya Hidup
Konsumsi alkohol, kafein tinggi, dan merokok memasukkan zat kimia yang ke dalam tubuh. Zat-zat ini meningkatkan stres oksidatif, sehingga berakibat pada sistem kelistrikan jantung menjadi tidak stabil.
4. Gangguan Tidur (Sleep Apnea)
Hentian napas saat tidur menyebabkan kadar oksigen turun drastis secara berulang. Konidisi ini memberikan tekanan hebat pada jantung. Dampaknya memicu peradangan di dalam rongga dada yang merusak struktur atrium dan berujung mengubah jalur listrik jantung.
5. Usia dan Faktor Keturunan
Proses penuaan menyebabkan degenerasi sel dan perlambatan konduksi listrik pada otot jantung.
Kerentanan genetik juga berpengaruh pada seberapa stabil sistem "kabel" listrik jantung seseorang sejak lahir.
Kombinasi faktor usia ini secara kumulatif merusak sistem konduksi listrik jantung, yang pada akhirnya memicu ketidakstabilan irama jantung yang bersifat menetap.
Diagnosis Atrial Fibrilasi
Untuk memastikan kondisi irama jantung Anda, dokter spesialis jantung biasanya akan melakukan serangkaian evaluasi medis berikut:
-
Elektrokardiogram (EKG): Tes utama untuk merekam aktivitas listrik jantung secara real-time.
-
Holter Monitor: Alat EKG portabel yang dipakai selama 24 jam atau lebih untuk memantau irama jantung saat aktivitas sehari-hari.
-
Ekokardiogram (Echo): Menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur dan fungsi katup jantung.
-
Tes Darah: Untuk memeriksa kadar tiroid, elektrolit, atau indikasi infeksi.
-
Stress Test: Memantau kinerja jantung saat sedang melakukan aktivitas fisik (biasanya di atas treadmill).
Cara Mengatasi Atrial Fibrilasi
Dalam kasus atrial fibrilasi, pengobatan dilakukan untuk mengembalikan irama jantung normal dan mencegah terjadinya pembekuan darah yang memicu stroke.
Salah satu teknologi untuk menangani atrial fibrilasi adalah melalui prosedur Pulsed Field Ablation (PFA).
Pulsed Field Ablation (PFA) adalah inovasi yang bekerja secara selektif dengan menargetkan sel jantung pemicu aritmia, tetapi tetap menjaga keamanan jaringan di sekitarnya seperti saraf dan pembuluh darah
Bagaimana Cara Kerja PFA?
Berbeda dengan ablasi konvensional yang menggunakan suhu panas atau dingin, PFA menggunakan teknologi denyut listrik mikrodetik.
Energi ini mampu menghancurkan sel-sel jantung yang menjadi pemicu aritmia secara selektif tanpa merusak jaringan saraf, kerongkongan, atau pembuluh darah di sekitarnya.
Prosedur Pulsed Field Ablation (PFA)
Prosedur PFA dilakukan dengan dukungan teknologi 3D Mapping canggih untuk memetakan jalur listrik jantung secara akurat.
Berikut adalah langkah-langkah prosedurnya:
-
Pemetaan Jantung (3D Mapping): Dokter memasukkan kateter khusus untuk membuat peta digital jantung secara tiga dimensi guna mengidentifikasi sumber sinyal listrik yang kacau.
-
Akses Kateter: Kateter PFA dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha menuju ruang atrium jantung.
-
Pemberian Denyut Listrik: Alat akan melepaskan energi listrik berdurasi mikrodetik tepat pada titik pemicu aritmia untuk menonaktifkan sel tersebut.
-
Verifikasi Irama: Dokter memeriksa kembali sistem kelistrikan jantung untuk memastikan irama sudah kembali normal dan stabil.
-
Pemulihan: Karena prosedurnya minim sayatan dan sangat terarah, pasien biasanya menjalani waktu pemulihan yang lebih cepat dan aman.
Teknologi PFA terbaru ini kini telah hadir di Tzu Chi Hospital dan ditangani langsung oleh dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV, seorang ahli kardiologi yang berpengalaman dalam tindakan ablasi kompleks.
Konsultasikan kondisi Anda dengan dr. Simon Salim untuk mendapatkan evaluasi mendalam dan penanganan irama jantung yang optimal melalui teknologi PFA sebelum periode promo berakhir
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat jadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital.
Komplikasi Atrial Fibrilasi
Jika tidak ditangani dengan tepat, dapat meningkatkan risiko stroke iskemik lebih tinggi dibandingkan orang tanpa gangguan irama jantung. Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi:
1. Stroke Iskemik
Ini adalah komplikasi yang paling ditakuti. Saat atrium bergetar, darah cenderung mengendap dan membentuk gumpalan (thrombus).
Jika gumpalan ini lepas ke aliran darah dan menyumbat pembuluh darah otak, pasien akan mengalami stroke yang biasanya berakibat cacat permanen atau kematian.
2. Gagal Jantung
Atrial fibrilasi membuat jantung berdetak terlalu cepat. Kondisi ini membuat jantung "lelah" dan otot jantung melemah seiring waktu. Akibatnya, jantung tidak mampu lagi memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
3. Penurunan Fungsi Kognitif dan Demensia
Penderita atrial fibrilasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan daya ingat dan demensia akibat mikrostroke yang berulang atau aliran darah yang tidak stabil ke otak.
FAQ
Simak juga beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar atrial fibrilasi yang perlu Anda ketahui:
Atrial fibrilasi menandakan apa?
Atrial fibrilasi menandakan adanya gangguan serius pada sistem kelistrikan jantung Anda. Ini menunjukkan bahwa atrium jantung tidak berkoordinasi dengan ventrikel, akibatnya sirkulasi darah tidak berjalan optimal.
Apakah fibrilasi atrium berbahaya?
Ya, atrial fibrilasi berbahaya jika diabaikan. Kondisi ini merupakan pemicu utama stroke dan gagal jantung. Risiko ini dapat ditekan secara signifikan melalui penanganan medis yang komprehensif, seperti prosedur ablasi PFA atau terapi antikoagulan
Atrial fibrilasi apakah sama dengan aritmia?
Atrial fibrilasi adalah salah satu jenis dari aritmia. Aritmia adalah istilah umum untuk semua jenis gangguan irama jantung, sedangkan atrial fibrilasi secara spesifik merujuk pada irama yang tidak beraturan dan sangat cepat di bagian atrium.
Atrial fibrilasi diberi obat apa?
Biasanya dokter meresepkan obat pengencer darah (antikoagulan) untuk mencegah stroke, dan obat pengontrol laju jantung (beta-blocker) atau obat pengontrol irama (anti-aritmia).
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda merasakan denyut jantung yang tidak beraturan disertai sesak napas atau lemas, segera periksakan diri ke dokter spesialis jantung.
Jangan menunggu hingga terjadi nyeri dada hebat atau gejala stroke. Manfaatkan teknologi terbaru PFA + 3D Mapping di Tzu Chi Hospital bersama dr. Simon Salim.
Saat ini tersedia Paket Ablasi Atrial Fibrilasi (PFA) dengan harga promo yang berlaku hingga 31 Juli 2026.
Ambil langkah tepat untuk jantung Anda sekarang. Anda dapat jadwalkan pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau lihat jadwal praktik melalui menu Cari Dokter di website resmi kami.
Jangan biarkan atrial fibrilasi membuat aktivitas harian Anda terasa berat, dapatkan penangananya sekarang untuk kembali beraktivitas dengan percaya diri!
Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV, M.Kes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA, FACC, FHRS
Topik





