Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

BAB Warna Hitam: Penyebab, Tanda Bahaya, & Cara Mengatasinya

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi24 Februari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Perubahan warna feses dapat menjadi indikator penting kondisi kesehatan pencernaan Anda. Salah satu perubahan yang sering menimbulkan kekhawatiran adalah BAB warna hitam, terutama karena tampilannya yang berbeda dari biasanya. 

Pada sebagian kasus, BAB hitam tidak selalu berbahaya dan bisa dipicu oleh makanan atau obat tertentu. 

Namun, kondisi ini tetap memerlukan perhatian khusus karena juga dapat menandakan gangguan serius pada saluran cerna.

BAB Berwarna Hitam Pertanda Apa?

BAB berwarna hitam sering kali menimbulkan kekhawatiran karena tampilannya sangat berbeda dari feses normal. 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh hal yang relatif ringan, seperti makanan atau obat tertentu, tetapi juga dapat menjadi tanda perdarahan di saluran pencernaan bagian atas yang tidak boleh diabaikan. 

Feses hitam sering kali tampak sangat gelap, lengket, dan berbau menyengat akibat proses pencernaan darah. 

Oleh karena itu, meskipun Anda merasa mengetahui penyebabnya, BAB warna hitam tetap perlu mendapat perhatian medis.

Penyebab BAB Warna Hitam 

BAB warna hitam dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari yang tidak berbahaya hingga kondisi medis serius. Berikut beberapa penyebab yang perlu Anda ketahui.

1. Perdarahan Saluran Pencernaan Atas

Perdarahan di kerongkongan, lambung, atau usus halus bagian atas merupakan penyebab paling serius BAB hitam. Darah yang tercerna akan berubah warna menjadi hitam dan menghasilkan feses lengket berbau tajam, kondisi ini dikenal sebagai melena.

2. Tukak Lambung atau Radang Lambung

Luka terbuka pada lambung atau usus halus (tukak) serta peradangan berat pada lambung dapat menyebabkan perdarahan perlahan. Asam lambung akan mengoksidasi darah sehingga feses tampak hitam saat dikeluarkan.

3. Robekan Kerongkongan akibat Muntah Hebat

Muntah atau batuk hebat dapat menyebabkan robekan kecil pada kerongkongan (Mallory-Weiss tear). Robekan ini bisa menimbulkan perdarahan yang memicu BAB berwarna hitam.

4. Varises Esofagus

Pembuluh darah yang melebar dan rapuh di kerongkongan, sering terjadi pada penderita penyakit hati, dapat pecah dan menyebabkan perdarahan serius yang terlihat sebagai BAB hitam.

5. Obat dan Suplemen Tertentu

Suplemen zat besi, obat yang mengandung bismuth subsalicylate, atau arang aktif dapat menyebabkan feses berwarna hitam. Pada kondisi ini, perubahan warna umumnya tidak berbahaya dan akan hilang setelah pemicu dihentikan.

6. Konsumsi Makanan Berwarna Gelap

Makanan dan minuman tertentu seperti licorice hitam, blueberry, bit, sayuran hijau tua, atau minuman berwarna gelap dapat mengubah warna feses sementara waktu.

7. Penyakit Serius seperti Kanker Saluran Cerna

Pada kasus tertentu, BAB warna hitam dapat menjadi tanda kanker di lambung, kerongkongan, atau organ pencernaan lain akibat perdarahan dari jaringan tumor. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti penurunan berat badan dan kelelahan.

Cara Mengatasi BAB Warna Hitam

Penanganan BAB warna hitam harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Pada kasus ringan, perubahan gaya hidup sudah cukup. 

Namun, jika disebabkan perdarahan saluran cerna, penanganan medis segera sangat diperlukan. Beberapa cara mengatasinya yaitu:

1. Evaluasi dan Atasi Kehilangan Darah

Jika BAB hitam disebabkan oleh perdarahan (melena), dokter akan terlebih dahulu menilai kondisi umum pasien.

Pada perdarahan yang signifikan, pasien dapat memerlukan:

  • Cairan infus (IV fluids) untuk menjaga tekanan darah

  • Transfusi darah bila terjadi anemia berat

  • Perawatan intensif pada kasus perdarahan aktif atau syok

2. Menghentikan Sumber Perdarahan

Untuk perdarahan saluran cerna bagian atas, dokter biasanya melakukan endoskopi saluran cerna atas. Melalui prosedur ini, perdarahan dapat dihentikan dengan beberapa metode:

  • Elektrokauter untuk menutup pembuluh darah yang bocor

  • Penyuntikan obat langsung ke area perdarahan

  • Pemasangan klip atau gelang (banding) pada pembuluh darah

  • Penjahitan jaringan pada kasus tertentu

3. Mengobati Penyebab Utama

Setelah perdarahan terkontrol, terapi difokuskan pada penyebabnya. Beberapa metode pengobatannya seperti:

  • Pemberian Proton Pump Inhibitor (PPI) jika disebabkan oleh tukak lambung, radang, atau erosi saluran cerna. Obat ini menurunkan produksi asam lambung sehingga membantu penyembuhan jaringan dan mencegah perdarahan ulang.

  • Terapi lanjutan untuk penyakit hati, varises esofagus, atau kondisi kronis lainnya sesuai diagnosis dokter.

4. Periksa Pola Makan

Jika BAB hitam disebabkan oleh makanan berwarna gelap (misalnya licorice hitam atau blueberry), hentikan konsumsi sementara. Warna feses biasanya akan kembali normal dalam beberapa hari setelah pemicu dihentikan.

5. Cukupi Asupan Cairan

Minum air putih yang cukup membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung proses penyembuhan iritasi atau perdarahan ringan. Hidrasi yang baik juga membantu feses keluar lebih lancar dan tidak terlalu pekat.

6. Batasi Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan risiko perdarahan. Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol sangat dianjurkan, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan lambung.

7. Evaluasi Obat dan Suplemen

Beberapa obat dan suplemen, seperti zat besi, bismuth, atau obat pereda nyeri tertentu (NSAID), dapat menyebabkan BAB hitam baik karena perubahan warna feses maupun perdarahan lambung. 

Sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum menghentikan atau mengganti obat agar penanganannya sesuai dengan penyebabnya.

FAQ terkait BAB Warna Hitam

Terdapat beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan oleh orang yang sedang mengalami BAB warna hitam. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Mengapa ibu hamil buang air besar warna hitam?

Pada ibu hamil, buang air besar berwarna hitam paling sering disebabkan oleh konsumsi suplemen zat besi yang umum diresepkan selama kehamilan untuk mencegah anemia. 

Perubahan warna ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya selama tidak disertai keluhan lain.

Namun, segera konsultasikan ke dokter jika BAB hitam tampak lengket, berbau sangat menyengat, atau disertai lemas, nyeri perut, maupun muntah darah.

Obat apa yang menyebabkan BAB hitam?

Pemicu paling umum BAB warna hitam adalah suplemen penambah darah yang mengandung zat besi tinggi, seperti Sangobion. 

Kandungan zat besi dapat bereaksi dalam saluran pencernaan sehingga membuat feses tampak hitam, kondisi yang sering disebut sebagai feses hitam akibat Sangobion. 

Apakah asam lambung bisa menyebabkan BAB berwarna hitam?

Ya, asam lambung dapat menyebabkan BAB berwarna hitam apabila memicu luka atau iritasi parah pada lambung, seperti tukak lambung yang disertai perdarahan. 

Darah yang bercampur dengan asam lambung akan mengalami proses oksidasi sehingga berubah menjadi hitam saat keluar bersama feses. 

BAB yang bagus berwarna apa?

BAB yang sehat umumnya berwarna kecokelatan, mulai dari cokelat muda hingga cokelat tua, dengan tekstur lembut tetapi tetap berbentuk. Selama tidak disertai keluhan lain seperti nyeri atau perdarahan, warna tersebut menandakan fungsi pencernaan yang normal.

Kapan Harus ke Dokter?

BAB warna hitam perlu segera dievaluasi oleh tenaga medis apabila disertai tanda-tanda bahaya berikut. 

Kondisi ini dapat menunjukkan adanya perdarahan atau gangguan serius pada saluran pencernaan dan tidak boleh diabaikan.

Jika Anda mengalami:

  • Feses berwarna hitam pekat, bertekstur lengket seperti aspal, dan berbau sangat busuk.

  • Disertai pusing hebat, tubuh terasa sangat lemas, atau sesak napas.

  • Muncul nyeri perut tajam, muntah darah, atau mual berat.

  • Warna hitam pada feses tidak membaik meskipun Anda sudah menghentikan konsumsi obat atau makanan pemicu.

Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Untuk memudahkan, Anda dapat menjadwalkan pemeriksaan dengan dokter melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital

Informasi jadwal praktik dan pilihan dokter spesialis juga dapat Anda cek langsung melalui menu Cari Dokter di website resmi Tzu Chi Hospital.

Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Sayuri Suwandi, Sp.PD, FINASIM


 


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS