Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Benjolan di Selangkangan: Penyebab, Bahaya, & Cara Mengatasi
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 25 Maret 2026

Menemukan benjolan di area selangkangan sering menimbulkan kekhawatiran karena lokasi ini merupakan area sensitif. Kondisi ini sebenarnya cukup sering terjadi dan dapat dialami oleh berbagai kelompok usia.
Benjolan di selangkangan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari masalah ringan seperti infeksi kulit hingga kondisi yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Memahami kemungkinan penyebab serta tanda bahaya dari benjolan di selangkangan penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Apakah Benjolan di Selangkangan Berbahaya?
Tingkat bahaya dari benjolan di selangkangan sangat bergantung pada penyebabnya.
Sebagian besar benjolan bersifat jinak, misalnya akibat pembesaran kelenjar getah bening karena infeksi, kista kulit, atau lipoma. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya atau dengan pengobatan sederhana.
Namun pada beberapa kasus, benjolan di selangkangan juga dapat menandakan kondisi yang lebih serius seperti:
• hernia inguinalis
• infeksi berat
• tumor atau kanker
Karena itu, benjolan yang membesar cepat, terasa sangat nyeri, keras, atau tidak dapat digerakkan perlu diperiksakan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Penyebab Benjolan di Selangkangan
Berikut beberapa penyebab benjolan di selangkangan yang paling sering ditemukan secara medis.
1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem imun yang berfungsi melawan infeksi.
Jika terjadi infeksi pada area kaki, kulit, atau organ genital, kelenjar getah bening di selangkangan dapat membesar dan teraba sebagai benjolan. Benjolan umumnya terasa lunak, dapat digerakkan saat diraba, dan pada beberapa kasus dapat disertai nyeri. Pembengkakan ini biasanya akan mengecil setelah infeksi membaik.
2. Kista Epidermoid atau Kista Sebasea
Kista merupakan kantong berisi keratin atau cairan yang terbentuk di bawah kulit. Lesi ini umumnya berbentuk bulat, terasa kenyal saat diraba, dapat digerakkan di bawah kulit, dan cenderung tumbuh secara perlahan. Kista biasanya tidak menimbulkan keluhan, namun dapat menjadi nyeri jika mengalami infeksi.
3. Hernia Inguinalis atau Hernia Femoral
Hernia terjadi ketika jaringan lemak atau usus menonjol melalui kelemahan pada dinding otot perut.
Ciri khas hernia di selangkangan antara lain benjolan muncul saat berdiri atau mengejan, dapat mengecil saat berbaring, dan kadang disertai rasa tidak nyaman. Hernia biasanya memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah komplikasi.
4. Lipoma
Lipoma merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak. Benjolan ini umumnya terasa lunak, tidak nyeri, tumbuh perlahan, dan mudah digerakkan saat diraba. Lipoma biasanya tidak berbahaya dan hanya memerlukan tindakan jika ukurannya besar atau mengganggu.
5. Bisul atau Abses
Infeksi bakteri pada folikel rambut atau kelenjar kulit dapat menyebabkan terbentuknya bisul atau abses.
Gejala yang sering muncul meliputi benjolan merah dan nyeri, terasa hangat, dapat berisi nanah, dan kadang disertai demam. Pada abses yang sudah matang, dokter mungkin perlu melakukan tindakan insisi dan drainase untuk mengeluarkan nanah.
6. Varises (Saphena Varix)
Saphena varix merupakan pelebaran abnormal dari vena safena di area selangkangan. Benjolan biasanya terasa lunak, dapat mengecil saat berbaring, dan kadang tampak kebiruan pada permukaan kulit. Kondisi ini perlu dibedakan dengan hernia karena lokasinya yang mirip.
7. Aneurisma Arteri Femoralis
Aneurisma adalah pelebaran abnormal pada pembuluh darah arteri akibat kelemahan dinding pembuluh.
Ciri khasnya antara lain benjolan berdenyut kuat dan mengikuti irama detak jantung. Kondisi ini termasuk jarang namun memerlukan evaluasi medis segera.
8. Infeksi Menular Seksual
Beberapa infeksi menular seksual dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.
Kondisi ini dapat disertai luka pada area genital, nyeri saat berkemih, atau keluarnya cairan abnormal dari genital.
Cara Mengatasi Benjolan di Selangkangan
Penanganan benjolan di selangkangan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Obat Antibiotik
Digunakan jika benjolan disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti abses atau limfadenitis. Antibiotik membantu mengatasi peradangan dan membunuh bakteri penyebab infeksi.
2. Drainase Abses
Pada abses yang berisi nanah, dokter dapat melakukan tindakan kecil untuk mengeluarkan nanah agar penyembuhan lebih cepat.
3. Operasi Hernia
Jika benjolan disebabkan oleh hernia, tindakan pembedahan diperlukan untuk mengembalikan jaringan ke posisi semula serta memperkuat dinding otot perut.
4. Eksisi Kista atau Lipoma
Operasi kecil dapat dilakukan untuk mengangkat kista atau lipoma jika menimbulkan keluhan atau mengganggu kenyamanan.
5. Skleroterapi atau Ablasi
Jika benjolan berkaitan dengan pelebaran pembuluh darah vena (varises), dokter dapat menyarankan tindakan skleroterapi atau ablasi vena. Kedua prosedur ini bertujuan untuk menutup pembuluh darah yang mengalami pelebaran sehingga aliran darah dialihkan ke pembuluh yang lebih sehat dan keluhan dapat berkurang.
6. Penanganan oleh Tim Onkologi
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecurigaan keganasan, pasien akan dirujuk untuk evaluasi lebih lanjut oleh tim onkologi. Penanganan dapat meliputi pembedahan, kemoterapi, atau radioterapi sesuai dengan kondisi pasien.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika benjolan di selangkangan memiliki tanda berikut:
• ukuran cepat membesar
• terasa sangat nyeri
• keras dan tidak dapat digerakkan
• disertai demam
• disertai luka pada area genital
Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk menentukan penyebab pasti dan memastikan penanganan yang tepat.
Jika ingin buat janji temu, Anda bisa menghubungi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital untuk mendapatkan layanan tanpa antre yang lebih nyaman.
Selain itu, Anda juga dapat mengecek jadwal praktik dokter berpengalaman melalui menu Cari Dokter di situs resmi mereka.
Jangan menunda pemeriksaan jika benjolan terasa mencurigakan; deteksi sedini mungkin adalah kunci pemulihan yang optimal!
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Evelyn, Sp.DVE
Topik





