Tindakan Medis & Terapi

EKG Asistol (Garis Datar) – Penyebab, Ciri & Langkah yang Dilakukan

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi27 Januari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Anda pasti pernah melihat di film-film ketika muncul garis datar di monitor EKG, pertanda bahwa seseorang membutuhkan resusitasi segera. 

Kondisi ini dikenal sebagai asistol, salah satu tanda henti jantung paling gawat dalam dunia medis. 

EKG asistol adalah keadaan ketika jantung benar-benar berhenti menghasilkan aktivitas listrik, sehingga tidak ada detak atau aliran darah ke seluruh tubuh. 

Mari pahami penyebab asistol, cara memastikan diagnosisnya melalui EKG, dan langkah yang harus dilakukan ketika kondisi ini terjadi.

Pengertian EKG Asistol

EKG Asistol

Gambaran EKG Henti Jantung | Sumber: Cleveland Clinic

Apa itu irama asistol pada EKG? Asistol adalah kondisi ketika sistem listrik jantung berhenti bekerja sepenuhnya dan menyebabkan jantung tidak lagi memompa darah sama sekali. 

Dalam dunia medis, keadaan ini sering disebut sebagai “flat-line” karena tampilan hasil EKG (elektrokardiogram) menunjukkan garis datar tanpa gelombang aktivitas listrik.

Selama kondisi ini, seseorang akan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba dan berhenti bernapas, atau hanya tersisa napas megap-megap. 

Tanpa tindakan resusitasi (CPR) atau pertolongan medis segera, kondisi ini fatal hanya dalam hitungan menit.

Padahal normalnya, sinyal jantung membentuk pola gelombang yang menunjukkan setiap detak jantung. Namun pada asistol, tidak ada arus listrik sama sekali, sehingga hasilnya tampak sebagai garis lurus tanpa gelombang.

Peluang untuk menyelamatkan seseorang dari asistol cenderung kecil, apalagi jika kondisi ini terjadi di luar rumah sakit.

Perbedaan Asistol dan PEA EKG

Gambaran EKG PEA dan Asistol

Gambaran EKG PEA dan Asistol | Sumber: The Resuscitation Coach

PEA EKG adalah pulseless electrical activity atau kondisi yang sama-sama menyebabkan tidak adanya denyut nadi (pulseless), tetapi PEA berbeda dengan asistol.

Pada PEA, jantung masih memiliki aktivitas listrik, tetapi arus tersebut terlalu lemah atau kacau sehingga tidak cukup untuk menghasilkan kontraksi otot jantung dan memompa darah. 

Di EKG, PEA masih menampilkan gelombang, kadang bahkan mirip dengan irama normal, tetapi tidak ada nadi yang bisa dirasakan.

Sementara pada asistol, tidak ada aktivitas listrik maupun denyut sama sekali alias jantung benar-benar berhenti total.

Baca Juga: Berapa Detak Jantung Normal? Ketahui Cara Ukurnya & Kapan Harus Waspada! 

Penyebab EKG Asistol

Asistol adalah kondisi ketika jantung kehilangan seluruh aktivitas listriknya, sehingga berhenti memompa darah. Penyebab kondisi ini bisa dikarenakan oleh berbagai faktor, seperti gangguan pada sistem kelistrikan jantung hingga faktor eksternal yang menghambat suplai oksigen.

Berikut beberapa penyebab umum asistol pada EKG:

1. Kekurangan Suplai Darah ke Otot Jantung

Ketika otot jantung kekurangan suplai darah dalam jumlah besar (misalnya karena pembuluh koroner tersumbat), sel pacemaker akan kehilangan kemampuan menghasilkan impuls listrik. Tanpa impuls ini, jantung berhenti memompa dan muncul garis datar pada EKG.

2. Kegagalan Alat Pacu Jantung Implan

Jika seseorang menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) dan perangkat tersebut gagal bekerja, maka jantung tidak lagi menerima rangsangan listrik yang mengatur detaknya. Akibatnya, terjadi asistol total.

3. Penyumbatan Arteri Koroner Kanan

Penyumbatan total pada arteri koroner kanan bisa memicu infark pada nodus sinoatrial (SA) dan atrioventrikular (AV), yaitu dua pusat pengatur ritme jantung utama. Bila keduanya berhenti berfungsi, jantung kehilangan aktivitas listrik sepenuhnya.

4. Cedera Langsung pada Jantung 

Cedera langsung pada jantung, misalnya benturan keras di dada atau sambaran petir dapat menyebabkan depolarisasi sistem kelistrikan jantung secara mendadak. Ini menyebabkan jantung berhenti berdetak, meski terkadang bisa pulih spontan atau setelah resusitasi.

6. Tumor Jantung

Pada beberapa individu, tumor lokal di area konduksi jantung dapat menghambat jalannya impuls listrik. Bila hambatan total terjadi, ritme jantung bisa berhenti sama sekali.

7. Hipotermia

Suhu tubuh yang terlalu rendah memperlambat aktivitas listrik jantung hingga berhenti total. Menariknya, pada kasus hipotermia, asistol kadang masih bisa dibalikkan dengan resusitasi dan penghangatan kembali.

Tanda Seseorang Mengalami Asistol

Kondisi asistol bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah, di jalan, atau bahkan saat seseorang tampak sehat sebelumnya. 

Ketika berada di fasilitas medis, asistol mudah dikenali melalui EKG, karena tampil sebagai garis datar tanpa gelombang listrik. 

Namun, bila terjadi di luar rumah sakit, kondisi ini jauh lebih sulit dideteksi karena tidak ada alat pemantau jantung.

Meskipun sulit dikenali tanpa alat, ada beberapa tanda fisik yang bisa menunjukkan seseorang mengalami asistol. Berikut apa yang terjadi pada jantung selama asistol:

  • Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.

  • Tidak ada denyut nadi yang terasa di leher, pergelangan tangan, atau dada.

  • Tidak bernapas sama sekali.

  • Kulit tampak pucat atau kebiruan akibat kekurangan oksigen.

  • Tidak ada gerakan tubuh atau respons saat dipanggil atau diguncang.

Jika tanda-tanda ini muncul, orang tersebut kemungkinan besar sedang mengalami henti jantung dengan asistol, dan pertolongan pertama berupa CPR (resusitasi jantung paru) harus segera dilakukan sambil menunggu bantuan medis.

Diagnosis EKG Asistol

Pemeriksaan EKG

Pemeriksaan EKG | Sumber: ADInstruments

Bagaimana cara memastikan asistol? Satu-satunya cara untuk memastikan kondisi ini adalah dengan EKG. 

Pemeriksaan ini menggunakan beberapa sensor kecil (biasanya 12 elektroda) yang ditempel di dada untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung. 

Setiap detak jantung menghasilkan arus listrik yang terbaca sebagai gelombang di monitor EKG. 

Selain melalui EKG, petugas medis juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda henti jantung seperti tidak adanya denyut nadi, pernapasan, dan kesadaran. 

Hal yang Bisa Dilakukan saat Mengalami Asistol

Asistol adalah keadaan darurat medis yang harus segera ditangani karena jantung berhenti memompa darah sepenuhnya. 

Dalam kondisi ini, setiap detik berharga untuk menyelamatkan nyawa pasien. Lalu, jika asistol dilakukan apa? Langkah pertama harus memanggil ambulans. Selanjutnya, dokter akan melakukan langkah-langkah, seperti:

1. Melakukan CPR (Resusitasi Jantung-Paru)

Langkah pertama yang selalu dilakukan adalah CPR. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga aliran darah dan oksigen ke otak serta organ vital selama jantung berhenti berdetak. 

Kompresi dada dilakukan dengan irama cepat dan kuat (100–120 kali per menit) disertai bantuan napas buatan bila memungkinkan. 

CPR harus terus dilakukan sampai jantung menunjukkan aktivitas listrik kembali atau tenaga medis memutuskan untuk menghentikan resusitasi.

2. Pemberian Obat Epinefrin

Apa obat untuk irama jantung? Salah satu obat utama yang diberikan dalam kasus asistol adalah epinefrin (adrenalin). 

Obat ini berfungsi menstimulasi sistem saraf simpatis untuk membantu memicu kembali aktivitas listrik jantung. 

Epinefrin biasanya diberikan secara intravena setiap 3–5 menit selama proses resusitasi berlangsung.

3. Menangani Penyebab yang Mendasari

Setelah CPR dan obat diberikan, dokter akan mencari penyebab yang mungkin memicu asistol, misalnya hipoksia (kekurangan oksigen), hipovolemia (kurang darah), atau gangguan pada alat pacu jantung. 

Mengatasi penyebab dasar ini sangat penting agar jantung dapat kembali berfungsi secara normal.

4. Memastikan Ritme Jantung dengan EKG

Selama proses resusitasi, monitor EKG digunakan untuk memastikan aktivitas listrik jantung. Garis datar pada monitor menunjukkan asistol masih berlangsung. 

Jika ritme berubah menjadi ritme “shockable” seperti fibrilasi ventrikel, barulah defibrilasi bisa dipertimbangkan. Namun, selama masih asistol, defibrilasi tidak dianjurkan karena tidak efektif.

5. Pemantauan Intensif di ICU

Jika pasien menunjukkan respons positif setelah CPR dan pemberian obat, tenaga medis akan melanjutkan pemantauan intensif di ruang gawat darurat atau ICU. 

Di sini, pasien bisa diberikan dukungan ventilasi, cairan infus, serta pemantauan EKG berkelanjutan untuk mencegah asistol berulang.

Baca Juga: Gagal Jantung: Ciri-Ciri, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya 

Bahaya EKG Asistol

Jika tidak segera diberikan CPR atau bantuan medis profesional, kondisi ini hampir selalu berujung pada kematian dalam hitungan menit. 

Selain kematian, berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat asistol:

  • Kerusakan otak permanen karena sel otak kekurangan oksigen yang berujung kehilangan memori, kesulitan berbicara, atau kelumpuhan sebagian.

  • Cedera seperti patah tulang rusuk akibat CPR yang intens.

  • Emboli udara pada kasus tertentu yang menyebabkan udara masuk ke pembuluh darah.

  • Rabdomiolisis yaitu kondisi kerusakan otot berat akibat aliran darah yang berhenti lama yang berujung gagal ginjal.

  • Risiko artimia berat setelah jantung kembali berdetak.

FAQ seputar Asistol

EKG asistol adalah kondisi yang harus diwaspadai jika Anda atau anggota keluarga memiliki penyakit kardiovaskular. Simak beberapa pertanyaan yang sering muncul tentang asistol:

Apakah asistol bisa disetrum dengan defibrillator?

Tidak. Asistol bukan irama yang bisa disetrum. Tindakan utama yang harus dilakukan adalah CPR dan pemberian obat seperti epinephrine.

Apa yang harus dilakukan jika pasien mengalami asistol?

Jika seseorang mengalami asistol, tindakan pertama adalah segera memanggil bantuan medis atau ambulans. Selagi menunggu, lakukan resusitasi jantung-paru (CPR) tanpa henti hingga tenaga medis tiba.

Apa itu PEA EKG?

PEA (Pulseless Electrical Activity) adalah kondisi ketika masih ada aktivitas listrik di jantung yang terlihat di EKG, tetapi tidak menghasilkan denyut nadi atau kontraksi jantung yang efektif.

Apakah asistol bisa kambuh setelah berhasil diselamatkan?

Ya, asistol bisa kambuh, terutama jika penyebab utamanya belum sepenuhnya diatasi, misalnya kerusakan permanen pada otot jantung atau gangguan elektrolit berulang.

Bagaimana cara melakukan resusitasi asistol?

Resusitasi asistol dilakukan dengan langkah-langkah CPR, yaitu tekanan dada kuat dan cepat sebanyak 100–120 kali per menit disertai bantuan napas bila memungkinkan

Dapatkan Layanan Perawatan Jantung dengan Fasilitas Modern di Tzu Chi Hospital

Penyakit kardiovaskular adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Jika tidak segera ditangani, gangguan jantung dapat berkembang menjadi kondisi darurat seperti EKG asistol, yaitu tahap akhir dari berhentinya aktivitas listrik jantung.

Untuk mencegah risiko fatal tersebut, penting bagi Anda untuk mendapatkan penanganan cepat dan tepat di rumah sakit dengan fasilitas lengkap seperti Tzu Chi Hospital.

Tzu Chi Hospital hadir dengan layanan perawatan jantung modern dan dokter jantung terbaik. Dilengkapi Cath Lab berteknologi tinggi, tes treadmill, ekokardiogram, hingga CT cardiac angiografi.

Bagi Anda yang belum menunjukkan gejala jantung, tetapi memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, segera lakukan skrining kesehatan jantung sejak dini. 

Anda bisa janji temu untuk pemeriksaan melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital atau lihat jadwal praktik dokter jantung melalui menu Cari Dokter.

Jangan tunggu hingga terlambat, periksakan kesehatan jantung Anda sekarang!

 

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh  dr. Stephanie Salim, Sp.JP


Referensi:

Asystole and its treatment: The possible role of the parasympathetic nervous system in cardiac arrest - Journal of the American College of Emergency Physicians 

Asystole - StatPearls | NCBI Bookshelf


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS