Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Elektrokardiogram - Cek Prosedur, Jenis, & Efek Sampingnya
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 14 Juli 2026

Elektrokardiogram adalah pemeriksaan medis non-invasif yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Tes ini membantu mendeteksi gangguan irama, penyumbatan, hingga tanda kerusakan otot jantung.
Banyak orang sering merasa cemas ketika dokter menyarankan pemeriksaan elektrokardiogram, apakah berarti jantung bermasalah? Apakah nyeri dada yang dirasakan benar berasal dari jantung, atau hanya akibat stres dan kelelahan?
Dalam beberapa kasus, hasil elektrokardiogram bisa menunjukkan pola berbeda tergantung kondisi: mulai dari detak jantung terlalu cepat, lambat, hingga tidak teratur.
Misalnya pada atlet di Asia Tenggara, salah satu penelitian juga menunjukkan prevalensi hasil elektrokardiogram yang dikategorikan abnormal (berdasarkan kriteria internasional tertentu) mencapai 6,7% secara keseluruhan.
Menariknya, pada kelompok atlet wanita, ditemukan sebesar 9,3%, yang dalam banyak kasus bukan merupakan tanda penyakit jantung, melainkan variasi fisiologis akibat adaptasi jantung terhadap aktivitas fisik intens.
Untuk memahami apa arti hasil tersebut dan kapan EKG perlu dilakukan, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Elektrokardiogram?

Apa Itu Elektrokardiogram
Elektrokardiogram adalah sebuah tes cepat, aman, dan non-invasif yang menjadi garda terdepan dalam pemeriksaan kesehatan jantung Anda.
Secara sederhana, elektrokardiogram adalah tes yang merekam aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung Anda setiap kali berdetak. Jantung bekerja karena adanya impuls listrik yang teratur, dan mesin EKG akan menangkap sinyal-sinyal listrik ini dan menampilkannya sebagai grafik gelombang di monitor.
Grafik inilah yang sering disebut sebagai rekam jantung. Rekaman ini memungkinkan dokter untuk melihat secara detail irama dan kecepatan detak jantung, serta pola sinyal listrik yang merambat melalui otot jantung.
Dengan kata lain, hasil dari tes elektrodiogram ini memberikan gambaran langsung tentang bagaimana listrik di jantung Anda bekerja.
Fungsi Elektrokardiogram
Pemeriksaan elektrokardiogram memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya untuk mendiagnosis serangan jantung, tetapi juga sebagai alat skrining dasar yang bisa memberikan informasi awal mengenai berbagai kondisi jantung.
Tes ini berfungsi sebagai mata bagi dokter untuk melihat apa yang terjadi di dalam jantung Anda tanpa perlu pembedahan. Pemeriksaan elektrokardiogram dilakukan menggunakan sebuah alat khusus yang disebut elektrokardiograf.
Berikut adalah fungsi elektrokardiogram dalam membantu dokter mendiagnosis dan memantau kesehatan jantung Anda:
1. Mendeteksi Irama Jantung Tidak Teratur (Aritmia)
Elektrokardiogram akan menunjukkan apakah jantung Anda berdetak dengan irama yang teratur atau malah terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia). Irama yang tidak teratur, seperti fibrilasi atrium, dapat terdeteksi melalui pola gelombang listrik yang abnormal.
2. Mendiagnosis Serangan Jantung
Elektrokardiogram adalah tes penting yang dapat mendiagnosis serangan jantung yang sedang terjadi atau bahkan yang sudah terjadi di masa lalu.
Pola tertentu pada hasil EKG dapat membantu dokter mengetahui bagian jantung mana yang mengalami kerusakan akibat kurangnya suplai darah.
3. Mengidentifikasi Penyebab Nyeri Dada
Jika Anda mengalami nyeri dada, hasil elektrokardiogram dapat membantu tim medis mengetahui apakah nyeri tersebut disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung, seperti tanda-tanda penyumbatan atau penyempitan arteri koroner, atau karena masalah lain.
4. Memeriksa Pasokan Darah dan Oksigen ke Jantung
Elektrokardiogram dapat memberikan petunjuk apakah aliran darah dan oksigen ke otot jantung Anda berkurang.
Bagaimana cara mengetahui penyumbatan pembuluh darah jantung?
5. Mengetahui Perubahan Struktur Jantung
Hasil elektrokardiogram dapat memberi petunjuk mengenai perubahan fisik pada jantung, seperti pembesaran bilik jantung atau kelainan otot jantung (kardiomiopati).
6. Menilai Efektivitas Perawatan Jantung
Jika Anda telah menggunakan alat pacu jantung atau sedang menjalani terapi obat untuk kondisi jantung, elektrokardiogram secara berkala dilakukan untuk melihat seberapa baik alat atau perawatan tersebut bekerja.
Baca Juga: Gagal Jantung: Ciri-Ciri, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya
Jenis Elektrokardiogram
Mengingat gangguan irama jantung seringkali bersifat hilang timbul atau hanya muncul saat beraktivitas, EKG standar mungkin tidak selalu menangkap kelainan tersebut.
Oleh karena itu, dunia medis mengembangkan beberapa jenis EKG portabel dan spesifik untuk memantau jantung Anda dalam berbagai kondisi dan jangka waktu yang lebih panjang.
Berikut adalah jenis-jenis pemeriksaan EKG yang bisa direkomendasikan dokter:
1. EKG Standar (EKG 12-Lead)
.webp)
EKG Standar (EKG 12-Lead) | Sumber: Geekymedics
EKG standar adalah jenis pemeriksaan dasar dan paling umum. EKG dilakukan saat Anda beristirahat dan hanya merekam aktivitas listrik jantung selama beberapa menit (sekitar 5-10 menit).
Meskipun singkat, EKG standar sangat efektif untuk mendeteksi serangan jantung akut, masalah konduksi serius, dan irama jantung yang abnormal secara permanen.
Baca Juga: Serangan Jantung: Ciri-Ciri, Penyebab, Pencegahan, & Cara Mengatasinya
2. Stress Test
Stress test adalah pemeriksaan EKG yang secara khusus dilakukan saat Anda melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan atau berlari di treadmill atau mengayuh sepeda statis. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana jantung merespons tekanan (stres) fisik.
Dokter dapat mengidentifikasi tanda-tanda penyumbatan pembuluh darah koroner yang mungkin tidak terlihat saat Anda beristirahat, karena jantung membutuhkan lebih banyak oksigen saat bekerja keras.
3. Holter Monitor

Holter Monitor | Sumber: Johns Hopkins Medicine
Holter monitor adalah alat EKG kecil dan portabel yang dirancang untuk merekam aktivitas listrik jantung Anda secara terus-menerus selama periode yang lebih lama, biasanya 1 hingga 2 hari.
Alat monitor kecil ini dikalungkan di leher atau ditempelkan di tubuh, lengkap dengan elektroda yang melekat pada dada Anda.
Anda akan diminta beraktivitas seperti biasa di rumah, dan pada saat yang sama, dokter akan meminta Anda mencatat segala aktivitas dan gejala yang dirasakan. Hasilnya sangat berguna untuk mendeteksi aritmia yang muncul secara acak (hilang timbul).
4. Event Monitor (Monitor Kejadian)

Event Monitor | Sumber: Cleveland Clinic
Event monitor adalah alat perekam portabel yang fungsinya mirip dengan Holter, namun alat ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama, hingga 30 hari. Perbedaannya, event monitor hanya akan merekam aktivitas listrik jantung selama beberapa menit ketika:
-
Anda menekan tombol secara manual saat merasakan gejala seperti jantung berdebar atau pusing.
-
Beberapa jenis alat dapat merekam secara otomatis ketika mendeteksi adanya irama jantung yang tidak teratur.
Alat ini sangat efektif untuk mendiagnosis gangguan irama yang sangat jarang terjadi dan sulit ditangkap oleh EKG standar atau Holter monitor 24 jam.
Langkah Persiapan Elektrokardiogram
Anda tidak perlu khawatir, tes ini sangat mudah dan cepat. Namun, untuk memastikan hasil rekaman jantung Anda (EKG) seakurat mungkin dan benar-benar mencerminkan kondisi jantung Anda.
Saat ini, ada beberapa persiapan sederhana namun penting yang perlu Anda perhatikan sebelum prosedur dimulai.
Berikut adalah hal-hal penting yang harus Anda lakukan sebagai persiapan elektrokardiogram:
1. Hindari Minuman Berkafein dan Air Dingin
Kafein pada kopi, teh, atau minuman energi dapat meningkatkan detak jantung sementara, sehingga hasil EKG bisa tampak tidak normal.
Begitu juga air dingin dapat memicu refleks perubahan irama jantung sesaat. Untuk itu, hindari keduanya minimal 2–3 jam sebelum pemeriksaan.
2. Jangan Gunakan Losion, Minyak, atau Krim pada Kulit Dada
Elektroda EKG harus menempel langsung di kulit untuk menangkap sinyal listrik jantung. Penggunaan losion atau minyak dapat menghambat konduktivitas dan menyebabkan gangguan sinyal (artefak) pada hasil rekaman. Pastikan kulit dada, perut atas, dan lengan dalam keadaan bersih dan kering.
3. Sampaikan Semua Obat yang Anda Konsumsi
Beberapa obat seperti beta-blocker, antidepresan, atau obat tekanan darah dapat memengaruhi aktivitas listrik jantung.
Beritahu dokter atau petugas medis mengenai semua obat, suplemen, maupun vitamin yang sedang Anda konsumsi agar hasil EKG dapat diinterpretasikan dengan benar.
4. Kenakan Pakaian yang Nyaman dan Mudah Dilepas
Anda akan diminta untuk melepas pakaian bagian atas agar elektroda bisa dipasang pada dada, lengan, dan kaki. Pilihlah pakaian longgar dan tanpa banyak logam (seperti ritsleting atau kancing besar) agar proses pemasangan elektroda lebih cepat dan nyaman.
5. Datang dalam Kondisi Tenang dan Istirahat Cukup
Stres, cemas, atau kurang tidur dapat meningkatkan detak jantung dan memengaruhi hasil EKG. Cobalah datang lebih awal, tarik napas dalam, dan pastikan Anda dalam keadaan rileks sebelum pemeriksaan dimulai.
Prosedur Melakukan Elektrokardiogram
Prosedur elektrokardiogram sejatinya dapat berlangsung dengan cepat, biasanya hanya sekitar 10 menit, dan sepenuhnya aman.
Beberapa prosedur yang dimaksud yaitu:
1. Penempatan Elektroda
Anda akan diminta berbaring di tempat tidur atau meja pemeriksaan. Petugas kesehatan akan menempelkan hingga 12 plester lengket kecil yang disebut elektroda di dada, serta di lengan dan kaki Anda. Elektroda inilah yang bertindak sebagai sensor.
2. Perekaman Sinyal
Elektroda tersebut disambungkan ke mesin elektrokardiogram (elektrokardiograf) melalui kabel. Mesin akan mulai merekam aktivitas listrik jantung Anda dan menampilkannya sebagai grafik gelombang.
3. Tetap Tenang dan Diam
Selama perekaman, Anda akan diminta untuk tetap diam dan tidak berbicara. Gerakan atau berbicara dapat menghasilkan "artefak" (gangguan) pada grafik yang bisa memengaruhi hasil tes.
Baca Juga: Dokter Jantung Terbaik di Jakarta dan Indonesia, Cek Sekarang!
Siapa yang Membutuhkan Elektrokardiogram
Pemeriksaan elektrokardiogram pada dasarnya tidak hanya dilakukan pada kondisi gawat darurat, tetapi juga sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika Anda memiliki faktor risiko.
Pada sebuah studi di Singapura tentang EKG pada pria muda Asia Tenggara yang melibatkan 18.476 pria muda berusia 16–27 tahun dari berbagai etnis Asia Tenggara, menunjukkan bahwa 7% peserta memiliki hasil EKG abnormal secara keseluruhan.
Jika dilihat berdasarkan etnis, prevalensi pada etnis Tionghoa mencapai 7,2%, sedangkan pada etnis Asia Selatan sebesar 5,7% (perbedaan ini dinilai signifikan secara statistik).
Temuan ini menegaskan bahwa bahkan pada populasi muda tanpa gejala, sekitar 7 dari setiap 100 orang bisa menunjukkan kelainan pada EKG.
Artinya, skrining EKG tetap penting dilakukan, terutama sebelum aktivitas fisik berat seperti pelatihan militer atau olahraga intens, meskipun hasilnya perlu ditafsirkan hati-hati karena sebagian kelainan bisa merupakan variasi normal tubuh.
Oleh karena itu, Anda mungkin memerlukan pemeriksaan elektrokardiogram jika mengalami gejala berikut ini:
-
Nyeri Dada
-
Detak Jantung Berdebar-debar (Palpitasi)
-
Pusing atau Kepala Terasa Ringan
-
Sesak Napas
-
Kelemahan atau Kelelahan yang Tidak Jelas
-
Memiliki Riwayat Penyakit Jantung dalam Keluarga
-
Memiliki Faktor Risiko Penyakit Jantung (seperti Hipertensi atau Diabetes)
Efek Samping Elektrokardiogram
Prosedur elektrokardiogram standar dikenal sangat aman, cepat, dan non-invasif, serta tidak menimbulkan risiko sengatan listrik. Komplikasi serius hampir tidak ada.
Namun, layaknya prosedur medis lain, ada beberapa efek samping minor dan sementara yang mungkin Anda rasakan setelah atau selama EKG.
Efek samping ini umumnya ringan dan segera hilang:
-
Rasa Tidak Nyaman Saat Pelepasan Elektroda: Sensasi seperti mencabut perban saat plester sensor dilepaskan dari kulit Anda.
-
Iritasi atau Kemerahan Kulit: Reaksi ringan di area penempelan plester, terutama bagi Anda yang memiliki kulit sensitif.
-
Bekas Sisa Perekat atau Gel: Sisa-sisa lengket dari gel konduktor atau perekat elektroda yang dapat dengan mudah dibersihkan.
-
Rasa Pegal Ringan: Terkadang terasa jika Anda harus berbaring diam dalam posisi yang sama untuk waktu yang cukup lama.
-
Reaksi Alergi Jarang: Dalam kasus yang sangat langka, munculnya alergi terhadap bahan perekat yang digunakan pada elektroda.
Risiko Elektrokardiogram
Secara umum, risiko elektrokardiogram terbilang sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Tes ini dianggap sebagai salah satu prosedur diagnostik jantung paling aman karena sifatnya yang non-invasif dan tidak menggunakan radiasi atau menyalurkan listrik ke tubuh Anda.
Namun, dalam pemeriksaan elektrokardiogram, setidaknya Anda harus mengetahui beberapa hal terkait risikonya yaitu:
-
Tidak Ada Risiko Sengatan Listrik: Elektroda hanya merekam sinyal, bukan menyalurkan listrik.
-
Risiko Cedera Jaringan Nol: Prosedur tidak melibatkan jarum, sayatan, atau penggunaan alat tajam.
-
Iritasi Kulit: Risiko utama adalah iritasi atau kemerahan ringan akibat perekat elektroda, terutama pada kulit sensitif.
-
Risiko Tambahan pada EKG Stres: Jika Anda menjalani EKG saat berolahraga (stress test), ada risiko minor terkait aktivitas fisik itu sendiri (seperti kelelahan atau sesak napas). Namun, risiko ini selalu diawasi ketat oleh tim medis.
-
Reaksi Cemas: Beberapa pasien mungkin merasakan kecemasan ringan selama pemeriksaan, yang dapat memengaruhi detak jantung, namun ini bukan risiko fisik.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika saat ini Anda mulai merasakan gejala yang disebutkan di atas, terutama nyeri dada yang tidak biasa, sesak napas, atau detak jantung yang sering berdebar, maka sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter.
Deteksi dini penyakit Anda melalui elektrokardiogram adalah kunci untuk mencegah masalah jantung berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.
Selain pemeriksaan elektrokardiogram, dokter mungkin juga akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti usg jantung (ekokardiogram) untuk melihat struktur fisik jantung.
Segera lakukan medical check up rutin dan segera jadwalkan konsultasi dengan spesialis jantung di Tzu Chi Hospital PIK.
Silakan klik menu Cari Dokter di website Tzu Chi Hospital PIK untuk menemukan dokter spesialis jantung terbaik yang dapat menganalisis hasil elektrokardiogram Anda.
Jika Anda ingin menjadwalkan konsultasi atau janji temu, segera Hubungi kami via WhatsApp untuk penanganan yang cepat dan komprehensif. Tzu Chi Hospital PIK siap melayani Anda dengan sepenuh hati.
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Hendra Simarmata, Sp.JP(K), FIHA
Referensi:
Frontiers. Electrocardiographic and Echocardiographic Insights From a Prospective Registry of Asian Elite Athletes.
PubMed Central. Prevalence of Electrocardiographic Abnormalities in an Unselected Young Male Multi-Ethnic South-East Asian Population Undergoing pre-Participation Cardiovascular Screening: Results of the Singapore Armed Forces Electrocardiogram and Echocardiogram Screening Protocol.
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!

10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya

8 Cara Menurunkan Demam Anak tanpa Obat, Pakai Minyak Kayu Putih!

