Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
15 Gejala Tipes pada Anak: Waspada Demam Tinggi & Diare!
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 26 Maret 2026

Kesehatan buah hati tentu menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua, namun terkadang penyakit datang tanpa terduga, salah satunya adalah demam tifoid atau yang lebih akrab kita kenal dengan sebutan tipes. Mengetahui tanda-tandanya sejak dini bukan hanya soal kewaspadaan, tetapi juga langkah krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih serius pada si kecil.
Berikut adalah panduan komprehensif untuk membantu Anda mengenali gejala tipes pada anak serta langkah medis yang perlu diambil.
15 Gejala Tipes pada Anak

Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang biasanya masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala tipes pada anak sering kali muncul secara bertahap dalam 1 hingga 3 minggu setelah terpapar.
Sebagai orang tua, Anda perlu memperhatikan perubahan fisik dan perilaku anak, karena gejalanya bisa menyerupai flu biasa namun dengan pola yang lebih spesifik.
1. Demam Tinggi yang Meningkat Bertahap
Ini adalah tanda paling khas. Berbeda dengan demam biasa, suhu tubuh anak cenderung meningkat perlahan setiap harinya (seperti menaiki anak tangga) dan bisa mencapai 39° hingga 40°C.
2. Demam Lebih Parah di Malam Hari
Anda mungkin mendapati suhu tubuh anak menurun sedikit di pagi hari, namun melonjak drastis saat memasuki sore dan malam hari. Pola naik-turun ini sering menjadi petunjuk kuat infeksi tipes.
3. Tubuh Terasa Sangat Lemas (Lethargy)
Infeksi bakteri menguras energi anak secara signifikan. Anak yang biasanya aktif mungkin akan terlihat sangat tidak berdaya, tidak mau bermain, dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring.
4. Sakit Kepala Hebat
Anak sering mengeluhkan pusing atau nyeri di area kepala. Hal ini terjadi karena respons peradangan sistemik yang dipicu oleh bakteri di dalam aliran darah.
5. Kehilangan Nafsu Makan
Bakteri tipes menyerang saluran pencernaan, yang secara otomatis menurunkan keinginan anak untuk makan. Jika dibiarkan, hal ini berisiko menyebabkan penurunan berat badan yang drastis.
6. Sakit Perut atau Kembung
Infeksi ini menyebabkan peradangan pada usus halus. Anak biasanya mengeluhkan nyeri tekan di area perut atau merasa perutnya terasa penuh dan tidak nyaman.
7. Sembelit (Konstipasi)
Pada tahap awal, banyak anak justru mengalami sulit buang air besar. Meskipun tipes identik dengan masalah pencernaan, sembelit adalah gejala yang cukup sering muncul di minggu pertama.
8. Diare
Jika sembelit muncul di awal, diare biasanya menyusul kemudian. Tekstur kotoran sering kali digambarkan cair dan berwarna kehijauan, yang merupakan tanda iritasi parah pada dinding usus.
9. Lidah Kotor (Typhoid Tongue)
Coba perhatikan lidah si kecil. Gejala tipes pada anak sering ditandai dengan lidah yang tampak berwarna putih di bagian tengah dengan pinggiran yang tetap berwarna merah kemerahan.
10. Batuk Kering
Beberapa anak menunjukkan gejala pernapasan ringan seperti batuk kering. Hal ini sering membuat orang tua terkecoh dan menganggapnya hanya sebagai flu biasa atau radang tenggorokan.
11. Muncul Bintik Merah (Rose Spots)
Pada beberapa kasus, muncul bintik-bintik kecil berwarna merah muda di area dada atau perut. Bintik ini biasanya samar dan akan hilang jika ditekan, namun ini adalah tanda infeksi bakteri yang sudah menyebar.
12. Nyeri Otot dan Sendi
Anak mungkin merasa pegal-pegal di seluruh tubuh. Rasa nyeri ini mirip dengan gejala pegal saat seseorang mengalami flu berat akibat respon imun tubuh melawan bakteri.
13. Gangguan Tidur atau Mengigau
Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Anak mungkin menjadi gelisah saat tidur, sering terbangun, atau bahkan mengigau (delirium) dalam kondisi demam tinggi.
14. Pembengkakan Hati atau Limpa
Secara medis, dokter mungkin menemukan adanya pembesaran organ dalam perut saat melakukan perabaan. Hal ini terjadi karena hati dan limpa bekerja ekstra keras menyaring bakteri.
15. Dehidrasi
Akibat demam tinggi, diare, dan kurangnya asupan cairan, anak berisiko tinggi mengalami dehidrasi. Tanda-tandanya meliputi bibir kering, mata cekung, dan frekuensi buang air kecil yang berkurang.
Kapan Harus ke Dokter?
Mengenali gejala awal adalah langkah pertama, namun mengambil tindakan medis yang tepat adalah kunci kesembuhan. Anda tidak perlu menunggu hingga seluruh 15 gejala di atas muncul.
Jika Anda mendapati anak mengalami demam yang tidak kunjung turun lebih dari 3 hari, disertai dengan nyeri perut yang hebat, segera lakukan pemeriksaan profesional.
Penting untuk diingat bahwa penanganan tipes yang terlambat dapat memicu komplikasi lain. Misalnya, jika anak Anda ternyata memiliki kondisi penyerta seperti hiperlipidemia (kadar lemak darah tinggi), proses pemulihan bisa menjadi lebih kompleks.
Demi memberikan proteksi terbaik bagi kesehatan keluarga, pastikan Anda mempercayakan perawatan kepada tenaga medis ahli. Di Tzu Chi Hospital PIK, kami menyediakan layanan pediatrik yang komprehensif dengan dukungan teknologi medis terkini untuk menangani berbagai infeksi pada anak.
Jika Anda melihat gejala yang mencemaskan pada buah hati, segera hubungi kami via WhatsApp untuk konsultasi lebih lanjut. Kami siap mendampingi perjalanan kesehatan Anda dan keluarga dengan penuh kasih sayang.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dasman, Sp.A





