Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

Kenapa Berat Badan Susah Naik? Ini Penyebab & Solusinya!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi02 April 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Banyak orang mengeluh dan bertanya-tanya, kenapa berat badan susah naik meskipun porsi makan sudah ditambah berkali-kali? 

Anda mungkin merasa sudah makan banyak, namun faktanya porsi besar belum tentu menjamin kalori yang masuk lebih tinggi daripada yang dibakar oleh tubuh. 

Memahami alasan di balik sulitnya menambah angka timbangan sangat penting untuk menghindari kesalahan pola makan. 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor gaya hidup sehari-hari maupun indikasi adanya masalah kesehatan tersembunyi yang memerlukan diagnosa medis lebih lanjut.

Oleh karena itu, mari simak artikel ini sampai selesai!

Penyebab Berat Badan Susah Naik

Berat badan yang sulit bertambah bukan selalu disebabkan oleh kurang makan. Namun kondisi ini bisa dipengaruhi faktor genetik, metabolisme, hingga masalah kesehatan tertentu. 

Penyebabnya juga bisa berbeda pada anak, orang dewasa, maupun bayi. Mari simak beberapa penyebab yang umum:

1. Faktor Genetik 

Salah satu penyebab berat badan susah naik adalah faktor genetik atau memiliki tipe tubuh tertentu.

Lantas, tipe tubuh apa yang kesulitan menambah berat badan?

Jika Anda memiliki tipe tubuh yang cenderung kurus secara alami, tubuh akan lebih efisien membakar kalori meskipun asupan makan sudah cukup.

Kondisi ini sering terlihat sejak usia anak-anak hingga dewasa dan menjelaskan kenapa berat badan susah naik meski sudah berusaha menambah porsi makan.

Selain itu, tipe tubuh juga berperan besar. Anda mungkin termasuk ektomorf, yaitu tipe tubuh dengan tulang kecil, lemak tubuh rendah, dan otot yang sulit terbentuk.

Orang dengan tipe ini umumnya memiliki metabolisme yang cepat (high basal metabolic rate), sehingga kalori tetap terbakar bahkan saat tubuh sedang beristirahat.

2. Metabolisme Tubuh yang Terlalu Cepat

Metabolisme yang tinggi membuat tubuh Anda membakar energi lebih cepat, bahkan saat sedang beristirahat. 

Akibatnya, kalori yang masuk tidak sempat disimpan sebagai cadangan energi atau massa tubuh. 

Kondisi ini sering menjadi penyebab berat badan susah naik pada orang dewasa yang sudah makan rutin tetapi tetap kurus.

3. Asupan Kalori Tidak Seimbang dengan Kebutuhan

Banyak orang merasa sudah makan banyak, padahal jumlah kalori yang dikonsumsi masih belum mencukupi kebutuhan harian. 

Pola makan yang tidak terstruktur, porsi kecil, atau jarang makan bisa membuat tubuh kekurangan energi. Hal ini kerap terjadi pada anak sekolah dan pekerja dewasa dengan aktivitas padat.

4. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Masalah pada sistem pencernaan, seperti peradangan usus atau intoleransi makanan, dapat menghambat penyerapan nutrisi. 

Dalam kondisi ini, makanan yang dikonsumsi tidak dimanfaatkan secara optimal oleh tubuh. Akibatnya, berat badan sulit naik meski frekuensi makan sudah ditingkatkan.

5. Penyakit atau Kondisi Medis Tertentu

Beberapa penyakit seperti hipertiroidisme, diabetes tipe 1, atau infeksi kronis dapat menyebabkan penurunan berat badan atau menghambat kenaikannya. 

Kondisi medis ini meningkatkan kebutuhan energi tubuh atau mengganggu pemanfaatan nutrisi, sehingga berat badan sulit bertambah secara normal.

6. Pengaruh Obat 

Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik jangka panjang atau terapi medis tertentu, dapat menurunkan nafsu makan atau menyebabkan gangguan pencernaan. 

Efek samping seperti mual dan diare membuat asupan kalori berkurang, sehingga berat badan sulit meningkat selama masa pengobatan.

7. Faktor Usia 

Penyebab berat badan susah naik juga sangat dipengaruhi oleh usia. Pada bayi sering berkaitan dengan pola menyusu, kualitas ASI atau susu formula, serta kondisi kesehatan bayi. 

Adapun pada anak dan remaja, lonjakan pertumbuhan tinggi badan bisa membuat berat badan tampak sulit mengejar.

Penyakit yang Menyebabkan Berat Badan Tidak Naik

Salah satu alasan kenapa berat badan susah naik bisa dipicu oleh kondisi kesehatan tertentu. Jika Anda merasa sudah makan cukup banyak, tetapi angka timbangan tetap stagnan atau malah turun, beberapa penyakit berikut patut diwaspadai:

1. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme terjadi saat kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif dan memproduksi hormon tiroid berlebihan. 

Kondisi ini membuat metabolisme tubuh Anda berjalan sangat cepat, bahkan saat sedang istirahat. 

Akibatnya, kalori yang masuk langsung terbakar sebelum sempat disimpan sebagai cadangan energi atau massa tubuh. 

2. Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, tubuh Anda tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengolah gula menjadi energi. 

Karena sel tidak bisa menggunakan glukosa, tubuh akhirnya “memaksa diri” membakar lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif. Kondisi ini membuat berat badan sulit naik dan bahkan bisa turun drastis jika tidak terkontrol.

3. Penyakit Celiac atau IBD

Penyakit celiac dan Inflammatory Bowel Disease (IBD) menyerang sistem pencernaan, khususnya usus. 

Peradangan yang terjadi menghambat penyerapan sari makanan, vitamin, dan mineral penting. Walaupun Anda sudah makan dengan porsi besar, nutrisi tersebut tidak terserap optimal.

4. TBC (Tuberkulosis)

TBC merupakan infeksi kronis yang menguras energi tubuh dalam jangka panjang. Sistem imun bekerja ekstra keras melawan bakteri, sehingga kebutuhan energi meningkat drastis. 

Akibatnya, tubuh membakar cadangan lemak dan otot, membuat penurunan berat badan menjadi salah satu gejala khas penyakit ini.

Solusi Berat Badan Susah Naik

Jika Anda sudah memahami penyebab berat badan susah naik, langkah berikutnya adalah menerapkan solusi yang realistis. 

Kenaikan berat badan tidak bisa instan, tetapi sangat mungkin dicapai jika Anda konsisten dan memahami cara kerja tubuhmu sendiri. Berikut cara mengatasinya:

1. Strategi Surplus Kalori 

Solusi utama dari berat badan susah naik adalah memastikan tubuh berada dalam kondisi surplus kalori. 

Artinya, Anda perlu mengonsumsi sekitar 300–500 kalori lebih banyak dari kebutuhan harian. Tambahan ini sebaiknya dihitung secara kasar dan dilakukan setiap hari agar tubuh punya cukup energi untuk menambah berat badan secara bertahap.

2. Power Protein untuk Bangun Massa Tubuh

Protein berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh, terutama otot. Tanpa protein yang cukup, kenaikan berat badan cenderung berupa lemak saja atau bahkan tidak terjadi sama sekali. 

Pastikan Anda mengonsumsi protein di setiap waktu makan agar berat badan naik dengan komposisi yang lebih sehat.

3. Atur Frekuensi Makan Lebih Sering

Coba tingkatkan frekuensi makan menjadi 4–6 kali sehari dengan porsi sedang. Dengan cara ini, asupan kalori Anda bisa meningkat tanpa harus memaksakan makan dalam jumlah besar sekaligus.

4. Latihan Beban (Weight Training)

Latihan beban membantu tubuh mengubah kelebihan kalori menjadi massa otot, bukan sekadar lemak. 

Selain itu, latihan ini juga merangsang hormon pertumbuhan dan meningkatkan nafsu makan. Kombinasi makan cukup dan latihan beban adalah kunci utama jika Anda ingin berat badan naik secara ideal.

5. Kelola Stres Berlebihan

Stres berkepanjangan dan aktivitas fisik yang terlalu berat tanpa diimbangi asupan kalori bisa menjadi penyebab berat badan tidak naik. 

Saat stres, tubuh membakar lebih banyak energi dan nafsu makan bisa menurun. Mengelola stres dengan baik membantu tubuh berada dalam kondisi yang lebih “siap” untuk menambah berat badan.

FAQ terkait Berat Badan yang Susak Naik

Simak jawaban dari beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar masalah berat badan susah naik:

1. Berat badan susah naik apakah cacingan? 

Infeksi cacing memang dapat menjadi alasan kenapa berat badan susah naik, karena cacing di dalam usus akan menyerap nutrisi dari makanan yang seharusnya diserap oleh tubuh Anda. 

Jika kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti perut kembung, lemas, atau gatal di area dubur, ada baiknya Anda segera melakukan pemeriksaan feses untuk memastikannya.

2. Bagaimana cara menaikkan berat badan yang susah naik? 

Kuncinya adalah mencapai surplus kalori dengan cara yang sehat. Cobalah untuk makan lebih sering dengan frekuensi 5–6 kali sehari dalam porsi kecil namun padat gizi. 

Perbanyak konsumsi minuman padat kalori seperti smoothies buah yang dicampur dengan susu atau kacang-kacangan untuk menambah energi harian tanpa membuat perut begah.

3. Kenapa berat badan naik turun? 

Fluktuasi timbangan adalah hal yang normal. Hal ini biasanya berkaitan dengan retensi air, perubahan kadar hormon, hingga pola makan yang tidak konsisten setiap harinya. 

Namun, jika berat badan Anda terus tidak stabil tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh Anda sedang berjuang mengimbangi asupan nutrisi yang kurang optimal.

Konsultasi dengan Ahli Gizi untuk Temukan Diet yang Tepat bersama Tzu Chi Hospital!

Setiap tubuh itu unik, jadi program diet orang lain belum tentu cocok untuk Anda. Konsultasikan dulu dengan ahli gizi untuk menemukan program yang tepat agar hasilnya maksimal. 

Tzu Chi Hospital menyediakan paket skrining nutrisi berupa Genoku genetic test yang dapat membantu Anda memahami kebutuhan tubuh secara lebih personal, mulai dari pola makan hingga jenis olahraga yang sesuai. 

Cukup sampaikan tujuan program Anda, dan ahli gizi kami yang akan merancangnya. Selain menaikkan berat badan, hasilnya juga akan menjaga energi dan kualitas hidup Anda. 

Jika membutuhkan bantuan dokter spesialis, Anda bisa memanfaatkan menu Cari Dokter pada website kami untuk menemukan ahli yang sesuai dan memeriksa jadwal praktiknya. 

Yuk, buat janji temu sekarang melalui WhatsApp Call Center Tzu Chi Hospital untuk mendapatkan panduan dari ahli gizi berpengalaman. 

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Dian, Sp.GK


Referensi:

Why Can’t I Gain Weight: Common Reasons Plus Weight-Gaining Tips 

What to Do If You Are Underweight | Healthdirect


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS