Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Kencing Berdarah pada Pria, Ketahui 10 Penyebabnya!
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 12 Maret 2026

Kesehatan sistem perkemihan sering kali menjadi hal yang luput dari perhatian hingga muncul gejala yang kasat mata. Salah satu tanda yang paling sering memicu kekhawatiran adalah ketika Anda mendapati perubahan warna pada urin.
Kondisi kencing berdarah pada pria dapat menyebabkan gangguan kenyamanan yang memerlukan evaluasi medis mendalam.
Melalui artikel ini, kami akan membantu Anda memahami berbagai kemungkinan penyebabnya secara komprehensif agar Anda dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Mari simak ulasan lengkapnya hingga akhir untuk memastikan kesehatan Anda tetap terjaga dengan optimal.
10 Penyebab Kencing Berdarah pada Pria

Penting bagi Anda untuk memahami bahwa kondisi darah dalam urin, atau yang secara medis disebut hematuria, merupakan sebuah gejala dan bukan penyakit yang berdiri sendiri.
Darah tersebut bisa terlihat jelas secara visual (makroskopis) maupun hanya terdeteksi melalui uji laboratorium (mikroskopis).
Berikut adalah rincian mengenai berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab kondisi tersebut:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Walaupun pria memiliki uretra yang lebih panjang dibandingkan wanita, bakteri tetap dapat masuk ke saluran kemih dan berkembang biak. Kondisi ini dapat menimbulkan peradangan pada lapisan saluran kemih sehingga memicu keluarnya sel darah merah bersama urine (hematuria).
ISK tidak hanya terbatas pada kandung kemih, tetapi juga dapat menyebar hingga ke ginjal. Ketika infeksi sudah mencapai ginjal (pielonefritis), gejalanya biasanya lebih berat.
Selain kencing berdarah, penderita dapat mengalami nyeri pada punggung bagian bawah, demam, menggigil, serta rasa tidak nyaman saat buang air kecil seperti anyang-anyangan atau sensasi perih.
2. Infeksi Ginjal (Pielonefritis)
Infeksi ini terjadi ketika bakteri berpindah dari kandung kemih menuju ginjal melalui ureter. Selain menyebabkan kencing berdarah pada pria, infeksi ginjal sering kali dibarengi dengan nyeri punggung bawah dan demam.
3. Batu Ginjal atau Kandung Kemih
Mineral yang mengkristal di dalam ginjal atau kandung kemih dapat membentuk batu yang keras. Saat batu ini bergerak atau bergesekan dengan dinding saluran kemih, ia dapat menciptakan luka kecil yang menyebabkan pendarahan.
4. Pembesaran Prostat Jinak (BPH)
Seiring bertambahnya usia, kelenjar prostat pada pria cenderung membesar dan menekan uretra. Hal ini menghambat aliran urin dan menyebabkan pembuluh darah di area tersebut lebih mudah pecah.
5. Peradangan Prostat (Prostatitis)
Berbeda dengan pembesaran karena usia, prostatitis adalah peradangan yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini bisa membuat buang air kecil terasa sangat sakit dan memicu munculnya darah dalam urin.
6. Olahraga yang Terlalu Berat
Aktivitas fisik dengan intensitas ekstrem, seperti lari jarak jauh atau angkat beban yang sangat berat, dapat menyebabkan trauma mikroskopis pada kandung kemih. Hal ini terkadang mengakibatkan urin berubah warna menjadi kemerahan setelah sesi latihan yang melelahkan.
7. Efek Samping Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan tertentu secara rutin dapat memengaruhi sistem perkemihan Anda.
- Obat pengencer darah (antikoagulan) seperti aspirin atau warfarin.
- Obat kemoterapi jenis tertentu seperti cyclophosphamide.
- Konsumsi antibiotik tanpa pengawasan dokter dalam jangka panjang.
8. Penyakit Ginjal (Glomerulonefritis)
Glomerulonefritis adalah peradangan pada sistem penyaringan kecil di ginjal yang disebut glomeruli. Gangguan pada sistem imun atau komplikasi penyakit sistemik seperti diabetes dapat merusak penyaring ini, sehingga sel darah merah dapat lolos ke dalam urin.
9. Kanker pada Saluran Kemih
Munculnya darah dalam urin tanpa disertai rasa nyeri (painless hematuria) perlu diwaspadai sebagai tanda awal kanker kandung kemih atau kanker ginjal. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan pada kondisi keganasan seperti ini.
10. Trauma atau Cedera Fisik
Benturan keras pada area pinggang atau perut bawah akibat kecelakaan atau olahraga kontak fisik dapat melukai organ dalam seperti ginjal. Luka atau memar pada organ ini secara otomatis akan menyebabkan darah bercampur dengan urin yang sedang diproduksi.
Kapan Harus ke Dokter?
Mengenali kapan tubuh membutuhkan bantuan profesional adalah langkah yang sangat bijak. Anda tidak perlu menunggu hingga rasa sakit menjadi tidak tertahankan untuk menemui dokter spesialis.
Sering kali, penyebab yang mendasari kencing berdarah pada pria dapat didiagnosis dengan lebih efektif jika pemeriksaan dilakukan segera setelah gejala pertama muncul.
Pemeriksaan medis diperlukan jika Anda mengalami perubahan warna urin yang menetap lebih dari satu hari atau jika pendarahan terjadi secara berulang meskipun tanpa disertai rasa sakit.
Deteksi dini melalui prosedur yang tepat tidak hanya membantu meredakan gejala, tetapi juga mencegah risiko komplikasi yang lebih berat di masa depan.
Jika Anda mengalami keluhan terkait kesehatan saluran kemih, Tzu Chi Hospital menyediakan fasilitas diagnostik yang modern dan lengkap untuk memberikan hasil yang akurat.
Silakan hubungi kami via WhatsApp, nantinya tim kami akan membantu Anda untuk mendapatkan pelayanan medis yang profesional dan penuh kasih demi kenyamanan.
Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Saras Serani Sesari, Sp.U





