Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Kencing Berdarah pada Wanita: Arti, Penyebab, & Cara Mengatasinya
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 23 Februari 2026

Kencing berdarah pada wanita bisa menjadi pengalaman yang mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran.
Kondisi ini, yang dalam dunia medis disebut hematuria, terjadi ketika darah muncul dalam urin dan warnanya tampak merah atau cokelat gelap.
Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini sering kali menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut, seperti infeksi saluran kemih.
Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, mari simak artikel ini sampai habis!
Arti Kencing Berdarah pada Wanita
Kencing berdarah pada wanita adalah kondisi ketika terdapat sel darah di dalam urin. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut hematuria.
Darah bisa terlihat jelas dengan mata atau hanya terdeteksi melalui pemeriksaan urine di laboratorium.
Meskipun cukup umum terjadi, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran kemih atau organ terkait.
Secara medis, terdapat dua jenis utama yang membedakan gejalanya:
-
Hematuria makroskopik, yaitu darah dalam urin yang terlihat jelas sehingga urin tampak berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan.
-
Hematuria mikroskopik, yaitu darah dalam urin yang tidak terlihat secara kasat mata dan hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan urine menggunakan mikroskop.
Pada banyak kasus, kencing berdarah pada wanita tidak menimbulkan gejala lain.
Namun, kondisi ini juga dapat disertai keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, nyeri perut bawah, nyeri pinggang, demam, atau mual, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Walaupun tidak selalu menandakan penyakit serius, kencing berdarah bisa menjadi sinyal awal adanya infeksi, peradangan, batu saluran kemih, hingga gangguan ginjal.
Oleh karena itu, kondisi ini sebaiknya tetap dievaluasi oleh tenaga medis untuk mengetahui penyebab pastinya.
Faktor Risiko Kencing Berdarah pada Wanita
Kencing berdarah dapat terjadi pada siapa saja, termasuk remaja hingga usia lanjut. Namun, beberapa faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
1. Usia
Risiko kencing berdarah dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Pada usia tertentu, kemungkinan terjadinya gangguan saluran kemih atau penyakit ginjal juga cenderung lebih tinggi.
2. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih merupakan salah satu faktor risiko paling umum, terutama pada wanita. Infeksi berulang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya darah dalam urin.
3. Riwayat Penyakit Keluarga
Wanita dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal atau batu ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami kencing berdarah.
4. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat, seperti obat pengencer darah, obat pereda nyeri tertentu, dan antibiotik, dapat meningkatkan risiko perdarahan pada saluran kemih.
5. Aktivitas Fisik Berat
Olahraga berat atau aktivitas fisik intens dalam jangka waktu lama dapat memicu kencing berdarah pada wanita, terutama jika tubuh mengalami dehidrasi atau tekanan fisik berlebih.
6. Kurang Asupan Cairan
Kekurangan cairan dapat membuat urin menjadi lebih pekat dan meningkatkan iritasi pada saluran kemih, yang berpotensi menyebabkan darah muncul dalam urin.
7. Paparan Cedera atau Benturan
Cedera pada area perut, panggul, atau punggung bawah akibat kecelakaan atau aktivitas tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya kencing berdarah.
Penyebab Kencing Berdarah pada Wanita
Kencing berdarah pada wanita dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan ringan hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Darah bisa terlihat jelas pada urin atau hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan.
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih merupakan penyebab paling umum kencing berdarah pada wanita. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri pada uretra atau kandung kemih yang menyebabkan peradangan dan iritasi.
Selain darah pada urin, gejala lain yang sering menyertai adalah nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, dan urin berbau tajam.
2. Batu Ginjal atau Batu Saluran Kemih
Batu ginjal terbentuk dari penumpukan mineral dalam ginjal atau saluran kemih. Saat batu bergerak, gesekan dengan dinding saluran kemih dapat menyebabkan luka dan perdarahan, sehingga urin tampak berdarah. Kondisi ini sering disertai nyeri hebat di pinggang atau perut bagian bawah.
3. Peradangan Kandung Kemih (Sistitis)
Peradangan pada kandung kemih, baik akibat infeksi maupun iritasi non-infeksi, dapat memicu kencing berdarah. Sistitis juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah dan sering buang air kecil.
4. Cedera atau Trauma
Benturan atau cedera pada area perut, panggul, atau punggung bawah dapat merusak ginjal maupun saluran kemih. Trauma ini dapat menyebabkan perdarahan internal yang kemudian terlihat sebagai darah dalam urin.
5. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat, seperti pengencer darah atau obat tertentu yang memengaruhi fungsi ginjal, dapat meningkatkan risiko perdarahan pada saluran kemih.
6. Gangguan atau Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal, termasuk peradangan pada filter ginjal, dapat menyebabkan sel darah merah bocor ke dalam urin. Pada beberapa kasus, kencing berdarah menjadi tanda awal gangguan ginjal sebelum muncul gejala lain.
7. Penyakit Serius pada Saluran Kemih
Dalam kasus yang lebih jarang, kencing berdarah dapat menjadi gejala awal penyakit serius seperti tumor atau kanker pada kandung kemih atau ginjal. Perdarahan sering kali muncul tanpa rasa nyeri sehingga perlu pemeriksaan medis lebih lanjut.
Cara Mengatasi Kencing Berdarah pada Wanita
Penanganan kencing berdarah pada wanita sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mengatasi gejala, tetapi juga mencari tahu sumber masalahnya agar penanganan tepat sasaran.
1. Memperbanyak Minum Air Putih
Asupan cairan yang cukup membantu membersihkan saluran kemih dan mengurangi iritasi. Pada kondisi ringan, minum air putih secara optimal dapat membantu meredakan keluhan kencing berdarah.
2. Pengobatan Sesuai Penyebab Medis
Jika kencing berdarah pada wanita disebabkan oleh infeksi, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai kebutuhan medis. Penting untuk mengikuti anjuran agar kondisi dapat tertangani dengan baik.
3. Penanganan Batu Ginjal
Untuk kasus batu ginjal, penanganan dapat berupa terapi obat, perubahan pola makan, hingga tindakan medis tertentu tergantung ukuran dan lokasi batu. Penanganan ini bertujuan menghentikan perdarahan dan mencegah komplikasi.
4. Istirahat dan Menghindari Aktivitas Berat
Jika darah dalam urin dipicu oleh aktivitas fisik berat atau trauma ringan, istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berlebihan dapat membantu proses pemulihan.
5. Pemeriksaan dan Pemantauan Medis
Kencing berdarah pada wanita yang berlangsung berulang atau disertai gejala lain perlu dipantau oleh dokter. Pemeriksaan lanjutan membantu memastikan tidak ada gangguan serius pada ginjal atau saluran kemih.
FAQ seputar Kencing Berdarah pada Wanita
Mari simak juga beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar kencing berdarah pada wanita:
1. Apakah kencing berdarah pada wanita selalu berbahaya?
Tidak selalu. Tidak semua kasus kencing berdarah menunjukkan kondisi serius. Kadang darah terlihat hanya karena campuran dengan darah menstruasi atau infeksi ringan, tetapi tetap perlu diperiksa untuk memastikan sebab pastinya.
2. Apakah kencing berdarah bisa sembuh sendiri tanpa ke dokter?
Dalam beberapa kasus sangat ringan, gejala bisa berkurang setelah istirahat dan cukup minum air putih. Namun, jika darah terus muncul atau terjadi berulang, pemeriksaan medis sangat disarankan.
3. Bisakah kencing berdarah terjadi saat haid?
Ya, terkadang darah yang tampak keluar saat buang air kecil dapat berasal dari aliran menstruasi yang bercampur dengan urin. Ini tetap perlu dibedakan dari kondisi medis lain oleh dokter.
4. Apa yang harus saya lakukan duluan jika mengalami kencing berdarah?
Perbanyak minum air putih, catat gejala lain seperti nyeri atau demam, dan pertimbangkan pemeriksaan medis bila gejala tidak membaik dalam 1–2 hari.
Kapan Harus ke Dokter?
Walaupun beberapa kasus kencing berdarah pada wanita bersifat sementara, ada tanda-tanda yang mengingatkan Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika darah terus muncul atau disertai gejala lainnya.
Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila warna urin tetap merah atau kecokelatan lebih dari 24–48 jam, bahkan disertai rasa nyeri hebat, nyeri panggul, atau nyeri saat buang air kecil.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Anda bisa jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis di Tzu Chi Hospital melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital.
Di sana, tim dokter siap membantu diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda. Cek jadwal praktik dokter lewat menu Cari Dokter di situs resmi Tzu Chi Hospital untuk memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Segera dapatkan pemeriksaan sebelum gejala berkembang menjadi penyakit serius!
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Saras Serani Sesari, Sp.U
Topik





