Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Keseleo Pergelangan Kaki Berapa Lama Sembuh? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 18 Mei 2026

Keseleo pergelangan kaki adalah cedera yang sering terjadi saat seseorang melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, bermain, olahraga, atau bahkan hanya saat berjalan di permukaan yang tidak rata.
Banyak orang bertanya-tanya: keseleo pergelangan kaki berapa lama sembuh? Ini adalah pertanyaan penting karena penyembuhan yang tepat dapat mencegah kekambuhan atau komplikasi jangka panjang.
Artikel ini membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang keseleo pergelangan kaki secara lengkap, termasuk penyebab, gejala, tingkat keparahan, berapa lama sembuh, cara pengobatan, tips pencegahan, dan kapan sebaiknya pergi ke dokter.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Keseleo?

Keseleo adalah kondisi ketika ligamen—jaringan ikat kuat yang menghubungkan tulang di sekitar sendi pergelangan kaki—mengalami tarikan berlebihan atau robekan. Dalam dunia medis, kondisi ini secara spesifik dikenal dengan istilah ankle sprain.
Ligamen sendiri memiliki peran vital untuk menjaga stabilitas sendi saat Anda berjalan, berlari, atau menumpu beban tubuh.
Ketika posisi kaki berputar atau tertekuk secara tiba-tiba melebihi batas normalnya, ligamen tersebut akan meregang dan mengalami cedera, mulai dari derajat ringan hingga berat.
Penting untuk membedakan antara sprain (keseleo) dan strain (terkilir otot). Jika sprain melibatkan kerusakan pada ligamen, maka strain merupakan cedera yang terjadi pada otot atau tendon (penghubung otot ke tulang).
Memahami perbedaan ini sangat penting untuk menentukan penanganan dan estimasi waktu pemulihan yang tepat.
Penyebab Keselo Pergelangan Kaki
Keseleo pada pergelangan kaki umumnya terjadi ketika ligamen di sekitar sendi ankle mengalami tekanan berlebihan, salah pijak, atau putaran mendadak sehingga ligamen meregang melebihi kapasitasnya atau robek.
Ini dia beberapa penyebab utamanya:
1. Gerakan Putaran Mendadak (Inversi/Eversi) Saat Aktifitas
Salah satu penyebab paling umum dari keseleo pergelangan kaki adalah gerakan pergelangan kaki yang tiba‑tiba berputar ke dalam (inversion) atau ke luar (eversion).
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Radiological Protection, mayoritas kasus keseleo pergelangan kaki terjadi karena gerakan inversi tiba‑tiba saat kaki mendarat tidak seimbang atau saat melakukan perubahan arah secara cepat.
Hal ini menyebabkan ligamentum talofibular anterior (ATFL), yang terletak di sisi luar pergelangan kaki, mengalami tekanan berlebihan dan mudah robek karena panjang ligamen tidak mampu mengikuti gerakan ekstrem tersebut.
2. Kekuatan Ligamen yang Terpenuhi Batasnya
Struktur ligamen di pergelangan kaki berfungsi menahan gerakan sendi agar tidak berlebihan. Ketika kekuatan atau elastisitas ligamen sudah mencapai batasnya akibat tekanan mendadak, ligamen bisa menjadi terulur atau robek.
Teori patologis menunjukkan bahwa tegangan yang melampaui kemampuan ligamen untuk menahan beban akan mengakibatkan cedera seperti keseleo.
3. Posisi Kaki Saat Mendarat setelah Melompat
Aktivitas olahraga yang melibatkan lompatan, seperti basket atau voli, sering menyebabkan keseleo ketika kaki mendarat dengan posisi yang tidak stabil.
Mendarat dalam posisi jinjit atau sedikit miring meningkatkan risiko ligamen tertarik berlebihan karena sendi berada dalam posisi rentan.
4. Permukaan yang Tidak Rata atau Licin
Berjalan atau berlari di permukaan yang tidak rata (uneven surface) meningkatkan kemungkinan kaki terselip atau terpeleset.
Kondisi permukaan yang buruk membuat keseimbangan tubuh berubah tiba-tiba, sehingga ligamen di pergelangan kaki dipaksa bekerja lebih keras untuk menstabilkan sendi secara spontan. Jika gagal mengompensasi perubahan tersebut, maka terjadilah keseleo.
5. Kurangnya Kekuatan Otot dan Koordinasi
Otot di sekitar pergelangan kaki yang kurang kuat dan kurangnya stabilitas neuromuskular dapat meningkatkan risiko cedera.
Riset menunjukkan bahwa kekurangan dynamic balance (keseimbangan dinamis) membuat individu lebih rentan terhadap keseleo karena kontrol otot yang kurang optimal saat kaki bergerak pada posisi yang tidak sejajar.
6. Riwayat Keseleo Sebelumnya
Individu yang pernah mengalami keseleo memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami cedera berulang.
Hal ini dikarenakan ligamen yang pernah meregang cenderung menjadi kurang stabil, serta proprioceptive control (kemampuan otak merasakan posisi sendi) sering kali terganggu pasca-cedera pertama.
7. Faktor Biomekanik dan Anatomi Tubuh
Selain mekanisme putaran, bentuk tubuh dan cara berjalan seseorang juga memengaruhi risiko keseleo.
Menurut artikel ilmiah di Journal of Orthopaedic and Sports Physical Therapy, struktur kaki seperti high arch (lengkung kaki tinggi) atau flat foot (lengkung kaki datar) dapat mengubah cara sendi menerima beban.
Akibatnya, ligamen di sekitar pergelangan kaki harus bekerja lebih keras secara terus-menerus untuk menjaga stabilitas.
8. Aktivitas Fisik yang Intens tanpa Pemanasan
Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berat tanpa pemanasan yang cukup membuat jaringan tubuh kurang siap menghadapi tekanan mendadak.
Tanpa latihan stretching atau penguatan otot, ligamen tidak memiliki fleksibilitas yang cukup untuk menahan gerakan ekstrem, yang secara langsung meningkatkan kemungkinan terjadinya robekan.
Tingkatan Keseleo Pergelangan Kaki
Keseleo pergelangan kaki tidak selalu sama tingkat keparahannya. Secara umum, cedera ini dibagi menjadi tiga tingkatan, mulai dari ringan hingga berat, tergantung pada seberapa parah ligamen meregang atau robek.
1. Tingkat 1: Ringan
Pada keseleo tingkat 1, ligamen hanya tertarik sedikit tanpa robekan yang signifikan.
Gejala yang muncul biasanya ringan, meliputi:
-
Nyeri ringan di sekitar pergelangan kaki
-
Sedikit bengkak atau memar
-
Masih bisa berjalan dengan sedikit ketidaknyamanan
Biasanya, keseleo ringan ini dapat membaik dalam beberapa hari hingga 1–2 minggu dengan perawatan sederhana seperti istirahat, kompres es, dan penopang ringan.
2. Tingkat 2: Sedang
Tingkat 2 ditandai dengan robekan sebagian pada ligamen. Kondisi ini lebih serius dibanding tingkat 1, sehingga nyeri dan bengkak lebih terasa.
Ciri-cirinya antara lain:
-
Nyeri sedang hingga cukup kuat saat bergerak atau menapak kaki
-
Bengkak lebih jelas dan memar mulai muncul
-
Terasa sedikit ketidakstabilan saat berdiri atau berjalan
Perlu perawatan lebih intensif, termasuk penggunaan penyangga pergelangan kaki, fisioterapi ringan, dan pengurangan aktivitas berat. Waktu penyembuhan biasanya sekitar 2–6 minggu tergantung kondisi dan kepatuhan pengobatan.
3. Tingkat 3: Berat
Pada keseleo tingkat 3, ligamen mengalami robekan total, sehingga sendi pergelangan kaki menjadi sangat tidak stabil.
Gejala yang muncul antara lain:
-
Nyeri hebat bahkan saat tidak bergerak
-
Bengkak dan memar yang luas
-
Ketidakmampuan menahan berat badan atau berjalan
Keseleo berat biasanya memerlukan penanganan medis lebih serius, termasuk pemasangan brace khusus atau fisioterapi intensif. Waktu pemulihan bisa mencapai 8–12 minggu atau lebih, tergantung kondisi ligamen dan terapi yang dijalani.
Keseleo Pergelangan Kaki Berapa Lama Sembuh?
Keseleo pergelangan kaki umumnya membutuhkan waktu 1–12 minggu untuk sembuh, tergantung pada tingkat keparahan cedera dan perawatan yang dilakukan.
Semakin ringan cedera, semakin cepat proses pemulihannya. Sebaliknya, jika ligamen mengalami robekan yang lebih serius, waktu penyembuhan bisa jauh lebih lama dan membutuhkan rehabilitasi tambahan.
1. Keseleo Ringan (Grade I)
Keseleo ringan biasanya sembuh dalam waktu 1–3 minggu.
Pada kondisi ini, ligamen hanya tertarik tanpa robekan besar, sehingga proses penyembuhan relatif cepat. Bahkan, sebagian besar orang masih bisa berjalan, meskipun terasa nyeri ringan.
Perawatan sederhana seperti istirahat, kompres es, dan pembalut elastis biasanya sudah cukup membantu pemulihan.
2. Keseleo Sedang (Grade II)
Keseleo tingkat sedang umumnya membutuhkan waktu 3–6 minggu untuk sembuh.
Ligamen pada kondisi ini mengalami robekan sebagian, sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Aktivitas seperti berjalan atau berdiri biasanya juga terasa lebih sakit.
Pada tahap ini, penggunaan penyangga pergelangan kaki dan latihan rehabilitasi ringan sangat disarankan agar penyembuhan lebih optimal.
3. Keseleo Berat (Grade III)
Keseleo berat bisa membutuhkan waktu 8–12 minggu atau lebih untuk pulih sepenuhnya.
Hal ini karena ligamen mengalami robekan total, sehingga stabilitas pergelangan kaki terganggu. Pada kondisi ini, berjalan tanpa bantuan biasanya sulit dilakukan.
Penanganan medis, fisioterapi intensif, bahkan tindakan lanjutan mungkin diperlukan untuk mengembalikan fungsi sendi secara normal.
Faktor yang Mempengaruhi Lama Penyembuhan
Selain tingkat keparahan, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi cepat atau lambatnya pemulihan:
-
Usia: semakin bertambah usia, proses penyembuhan cenderung lebih lambat
-
Perawatan awal: penanganan yang tepat sejak awal dapat mempercepat pemulihan
-
Aktivitas setelah cedera: terlalu cepat kembali beraktivitas dapat memperparah kondisi
-
Kondisi fisik: kekuatan otot dan stabilitas sendi juga berperan penting
Pengobatan Keseleo Pergelangan Kaki
Pengobatan keseleo pergelangan kaki bertujuan untuk mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan ligamen, dan mengembalikan fungsi sendi seperti semula.
Penanganannya bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari perawatan mandiri di rumah hingga terapi medis jika diperlukan.
1. Metode R.I.C.E. (Perawatan Awal)

Metode R.I.C.E. adalah langkah pertama yang paling dianjurkan setelah mengalami keseleo.
Metode ini terdiri dari:
-
Rest (Istirahat): Hindari aktivitas berat agar ligamen tidak semakin cedera
-
Ice (Kompres es): Kompres selama 15–20 menit untuk mengurangi bengkak
-
Compression (Pembalut): Gunakan perban elastis untuk menstabilkan pergelangan kaki
-
Elevation (Tinggikan kaki): Posisikan kaki lebih tinggi dari jantung saat berbaring
Perawatan ini efektif dilakukan dalam 48–72 jam pertama setelah cedera.
2. Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan pada area yang cedera.
Biasanya digunakan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap sesuai dosis yang dianjurkan agar aman bagi tubuh.
3. Penggunaan Penyangga Pergelangan Kaki
Pada kondisi tertentu, penggunaan brace atau ankle support dapat membantu menjaga stabilitas sendi selama proses penyembuhan.
Alat ini juga membantu mengurangi risiko gerakan berlebihan yang dapat memperparah cedera.
4. Fisioterapi dan Latihan Rehabilitasi
Setelah nyeri mulai berkurang, fisioterapi menjadi langkah penting untuk memulihkan fungsi pergelangan kaki.
Latihan yang biasanya dilakukan meliputi:
-
Latihan peregangan otot
-
Latihan penguatan otot kaki
-
Latihan keseimbangan
Fisioterapi membantu mengembalikan kekuatan dan fleksibilitas sehingga pergelangan kaki bisa digunakan kembali secara normal.
5. Istirahat dan Pembatasan Aktivitas
Mengurangi aktivitas yang memberi beban pada kaki sangat penting agar ligamen dapat pulih dengan baik.
Hindari olahraga atau aktivitas berat sampai kondisi benar-benar membaik untuk mencegah cedera berulang.
6. Penanganan Medis Lanjutan
Jika keseleo tergolong berat atau tidak membaik dengan perawatan biasa, dokter mungkin akan menyarankan penanganan lebih lanjut.
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain:
-
Pemeriksaan lanjutan seperti X-ray atau MRI
-
Penggunaan alat bantu seperti gips atau penyangga khusus
-
Tindakan medis tertentu (jarang, untuk kasus berat)
Cara Mencegah Keseleo Pergelangan Kaki
Keseleo pergelangan kaki sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan yang tepat.
Pencegahan penting dilakukan, terutama jika kamu sering beraktivitas fisik atau pernah mengalami keseleo sebelumnya.
1. Lakukan Pemanasan Sebelum Beraktivitas
Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot dan ligamen sehingga menjadi lebih lentur.
Dengan kondisi tubuh yang lebih siap, risiko cedera seperti keseleo bisa berkurang.
Pemanasan sederhana seperti peregangan atau jalan ringan selama 5–10 menit sudah cukup membantu.
2. Gunakan Sepatu yang Sesuai
Sepatu yang tepat dapat memberikan dukungan dan stabilitas pada pergelangan kaki.
Pilih sepatu dengan ukuran yang pas, tidak terlalu longgar atau sempit, serta sesuai dengan jenis aktivitas yang dilakukan.
Sepatu olahraga biasanya dirancang untuk mengurangi risiko cedera saat bergerak aktif.
3. Perhatikan Permukaan Saat Berjalan atau Berlari
Permukaan yang tidak rata, licin, atau berbatu dapat meningkatkan risiko keseleo.
Selalu perhatikan langkah saat berjalan atau berlari, terutama di area yang tidak familiar. Berjalan dengan lebih hati-hati dapat mencegah kesalahan pijakan.
4. Latih Keseimbangan dan Kekuatan Otot
Latihan keseimbangan membantu meningkatkan kontrol tubuh saat bergerak.
Beberapa latihan sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
-
Berdiri dengan satu kaki
-
Latihan jongkok ringan
-
Latihan dengan bantuan alat keseimbangan
Otot yang kuat dan stabil dapat membantu melindungi ligamen dari cedera.
5. Hindari Aktivitas Berlebihan Tanpa Istirahat
Melakukan aktivitas fisik secara berlebihan tanpa istirahat dapat membuat otot dan ligamen menjadi lelah.
Kondisi ini meningkatkan risiko cedera karena tubuh tidak dalam kondisi optimal. Pastikan kamu memberi waktu istirahat yang cukup agar tubuh bisa pulih.
6. Gunakan Pelindung atau Ankle Support Jika Diperlukan
Jika kamu memiliki riwayat keseleo atau sering melakukan aktivitas berat, penggunaan ankle support bisa menjadi langkah pencegahan tambahan.
Alat ini membantu menjaga stabilitas pergelangan kaki dan mengurangi risiko gerakan yang berlebihan.
7. Jangan Terburu-buru Kembali Beraktivitas Setelah Cedera
Jika sebelumnya pernah mengalami keseleo, pastikan pergelangan kaki sudah benar-benar pulih sebelum kembali ke aktivitas normal.
Kembali terlalu cepat dapat meningkatkan risiko cedera berulang yang justru lebih parah.
Kapan Harus ke Dokter?
Keseleo pergelangan kaki sering dianggap cedera ringan yang bisa sembuh sendiri.Padahal, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat sejak awal.
Gejala keseleo juga tidak selalu langsung terlihat parah, sehingga banyak orang baru menyadari tingkat keparahannya setelah aktivitas sehari-hari mulai terganggu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kapan kondisi ini membutuhkan penanganan medis.
Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami:
-
Nyeri hebat yang tidak membaik setelah beberapa hari
-
Pembengkakan yang semakin parah atau tidak kunjung berkurang
-
Tidak mampu menahan beban atau berjalan
-
Memar luas di sekitar pergelangan kaki
-
Sensasi kesemutan atau mati rasa
-
Pergelangan kaki terasa tidak stabil atau mudah “goyah”
Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, seperti pemeriksaan fisik hingga pencitraan seperti X-ray atau MRI, dapat membantu memastikan apakah terjadi robekan ligamen yang serius atau cedera lain seperti patah tulang.
Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan metode pengobatan yang paling sesuai agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Sebagai rumah sakit yang mengedepankan pelayanan penuh kasih dan profesionalitas, Tzu Chi Hospital PIK menghadirkan fasilitas medis modern serta tim dokter spesialis yang siap membantu menangani berbagai cedera muskuloskeletal, termasuk keseleo pergelangan kaki.
Pemeriksaan melalui layanan Medical Check Up (MCU) maupun konsultasi langsung dapat membantu mengevaluasi kondisi sendi dan ligamen secara menyeluruh.
Dengan pendekatan yang holistik dan humanis, pasien akan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Jika Anda memiliki keluhan atau ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui WhatsApp untuk kemudahan pendaftaran dan informasi konsultasi. Tim kami siap mendampingi Anda menjaga kesehatan dengan pelayanan medis profesional dan penuh kasih.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Roy Edward Konstantino, Sp.OT
Referensi
Preston, R. J. (2003). The LNT model is the best we can do—today. Journal of Radiological Protection, 23(3), 263-268. DOI: 10.1088/0952-4746/23/3/303
Tong, J. W., & Kong, P. W. (2013). Association between foot type and lower extremity injuries: systematic literature review with meta-analysis. Journal of orthopaedic & sports physical therapy, 43(10), 700-714. DOI:10.2519/jospt.2013.4225
Topik





