Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Mata Merah Berair: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus Waspada
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 22 Juni 2026

Keluhan mata merah berair merupakan salah satu kondisi yang paling sering dialami banyak orang.
Meskipun terlihat ringan, rasa tidak nyaman yang ditimbulkan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja di depan layar hingga saat berkendara.
Kondisi ini sebenarnya adalah sinyal dari mata bahwa sedang terjadi iritasi, peradangan, atau infeksi.
Penting bagi kita untuk tidak meremehkan gejala ini atau sembarangan menggunakan tetes mata tanpa resep dokter.
Mari pahami lebih dalam apa saja penyebab di balik mata merah berair serta penanganan yang tepat.
Mengapa Mata Menjadi Merah dan Berair?
Mata merah terjadi karena pembuluh darah di permukaan mata mengalami pelebaran atau peradangan.
Sedangkan air mata yang keluar berlebihan merupakan respons alami tubuh untuk "mencuci" faktor pengiritasi tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Konjungtivitis (Mata Merah)
Kondisi ini merupakan peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
Konjungtivitis bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang bersifat menular, maupun akibat reaksi alergi.
Biasanya, mata merah akibat infeksi disertai dengan rasa lengket atau munculnya kotoran mata (belek) saat bangun pagi.
2. Reaksi Alergi yang Reaktif
Paparan terhadap pemicu alergi seperti debu, polusi udara, bulu binatang, hingga serbuk sari dapat membuat sistem imun bereaksi berlebihan.
Hal ini memicu pelepasan histamin yang membuat mata terasa sangat gatal, tampak kemerahan, dan terus-menerus memproduksi air mata sebagai upaya perlindungan.
3. Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome)
Terdengar kontradiktif, namun mata yang terlalu kering justru bisa menjadi penyebab utama mata berair.
Saat permukaan mata tidak mendapatkan lubrikasi yang cukup, kelenjar air mata akan mengirimkan sinyal "darurat" untuk memproduksi air mata secara mendadak (refleks).
Namun, air mata refleks ini biasanya hanya mengandung air tanpa nutrisi minyak yang cukup, sehingga mata tetap terasa tidak nyaman.
4. Kelelahan Mata Digital
Di era modern, menatap layar komputer atau ponsel dalam durasi lama sering kali membuat frekuensi berkedip berkurang secara drastis.
Akibatnya, lapisan air mata menguap lebih cepat, memicu ketegangan pada otot mata, serta membuat mata tampak merah dan lelah di akhir hari.
5. Masuknya Benda Asing atau Cedera
Partikel kecil seperti debu, pasir, atau penggunaan lensa kontak yang tidak steril dapat menyebabkan goresan kecil pada kornea.
Kondisi ini merangsang mata untuk terus mengeluarkan air mata guna mengeluarkan benda asing tersebut sekaligus melindungi permukaan mata yang terluka.
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Selain warna merah dan produksi air mata yang meningkat, perhatikan apakah Anda juga merasakan gejala berikut:
-
Rasa mengganjal seperti ada pasir di dalam mata.
-
Mata terasa perih atau panas terbakar.
-
Sensitivitas berlebih terhadap cahaya matahari atau lampu (fotofobia).
-
Penglihatan sedikit kabur yang hilang saat berkedip.
Pertolongan Pertama di Rumah
Sebelum melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, Anda dapat mencoba beberapa langkah mandiri berikut untuk meredakan gejala awal:
1. Pemberian Kompres Mata
Kompres dingin sangat efektif untuk meredakan mata merah yang disertai rasa gatal akibat alergi.
Sebaliknya, kompres hangat dapat membantu jika mata merah disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak pada kelopak mata atau kelelahan otot mata. Gunakan kain bersih yang lembut dan pastikan suhu air tidak terlalu ekstrem.
2. Mengistirahatkan Mata dari Paparan Layar
Jika keluhan muncul setelah bekerja lama di depan monitor, terapkan metode 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar dan lihatlah benda sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
Hal ini membantu otot mata untuk relaksasi dan mengembalikan kelembapan alami mata.
3. Menggunakan Air Mata Buatan (Artificial Tears)
Tetes mata pelumas atau artificial tears yang bebas pengawet dapat membantu membilas faktor pengiritasi ringan dan memberikan kelembapan tambahan pada permukaan mata.
Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat meneteskan cairan agar tidak terjadi kontaminasi bakteri.
4. Menghindari Penggunaan Lensa Kontak dan Kosmetik
Saat mata sedang merah dan berair, sebaiknya hentikan sementara penggunaan lensa kontak serta makeup mata seperti maskara atau eyeliner.
Hal ini bertujuan untuk mencegah iritasi lebih lanjut dan mempercepat proses pemulihan alami jaringan mata.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami gejala mata merah yang disertai nyeri hebat pada bola mata, penurunan tajam penglihatan secara mendadak, atau sensitivitas berlebihan terhadap cahaya (fotofobia).
Untuk mendapatkan penanganan dan konsultasi kesehatan yang tepat dan komprehensif, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital.
Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, sementara jadwal praktik tenaga medis dapat diakses melalui menu Cari Dokter.
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Airina Stefani, Sp.M
Referensi:
Red Eye: Causes, Treatment & Prevention | Cleveland Clinic
Red Eyes: Common Causes and When to See a Doctor | Bayviewvision
Topik





