Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
13 Penyebab Mata Merah pada Anak, Mata Kering & Trauma!
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 18 Maret 2026

Mata adalah jendela dunia, terutama bagi buah hati Anda yang sedang aktif mengeksplorasi lingkungannya. Namun, ketika mata merah pada anak membuat anda khawatir.
Memahami penyebab mata merah pada anak bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang menjaga anak agar tetap bermain dan belajar dengan aktif. Selain itu Anda mungkin akan khawatir apakah mata merah ini akan menular pada saudaranya yang lain
Kondisi mata merah, atau secara medis sering dikaitkan dengan peradangan selaput mata atau konjungtiva, bisa dipicu oleh berbagai faktor mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga infeksi serius.
13 Penyebab Mata Merah pada Anak
Penting bagi Anda untuk mengenali perbedaan gejalanya agar dapat memberikan penanganan awal yang tepat. Berikut penyebab umum mata merah merah pada anak :
1. Konjungtivitis Bakteri
Ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan umum terjadi pada anak-anak. Mata merah disertai kotoran mata (belek) berwarna kuning atau kehijauan yang kental. Hal ini menyebabkan kelopak mata anak saling menempel saat bangun pagi.
2. Konjungtivitis Viral
Mata merah disebabkan infeksi virus sehingga gejala juga disertai dengan flu atau batuk. Perbedaan dengan infeksi karena bakteri, adalah biasanya terjadi bersamaan pada kedua mata dan kotoran mata cair dan bening, mata akan terlihat sangat merah dan terasa perih.
3. Alergi Musiman atau Debu
Jika Anda melihat anak sering mengucek mata disertai bersin-bersin, kemungkinan besar penyebabnya adalah alergi. Reaksi hipersensitivitas pada mata sering kali dipicu oleh polutan lingkungan atau serbuk sari, yang menyebabkan pelepasan histamin sehingga mata menjadi merah dan gatal.
4. Masuknya Benda Asing
Anak-anak sering bermain pasir atau tanah. Sebutir debu atau benda kecil yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi instan dan kemerahan. Jika tidak segera dibersihkan dengan benar, hal ini bisa memicu luka pada kornea.
5. Mata Kering (Dry Eye)
Terlalu lama menatap layar gadget bisa membuat frekuensi berkedip anak berkurang. Hal ini menyebabkan lapisan air mata menguap lebih cepat. Kondisi mata kering kronis jika dibiarkan dapat memicu peradangan ringan yang membuat mata tampak kemerahan.
6. Cedera atau Trauma Ringan
Terbentur mainan atau terkena cakar secara tidak sengaja saat bermain bisa menyebabkan pembuluh darah di selaput putih mata pecah. Meskipun terkadang terlihat menyeramkan karena merah pekat, biasanya kondisi ini tidak disertai rasa nyeri hebat kecuali jika ada kerusakan jaringan dalam.
7. Blefaritis (Peradangan Kelopak Mata)
Biasanya mata merah dan terjadi pembengkakan di sekitar mata dan ada ketombe disekitar bulu mata. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar minyak di dasar bulu mata tersumbat.
8. Selulitis Periorbital
Ini adalah kondisi serius di mana terjadi infeksi pada jaringan di sekitar mata. Jika mata merah disertai bengkak hebat pada kelopak hingga anak sulit membuka mata, ini memerlukan penanganan medis segera.
9. Tersumbatnya Saluran Air Mata
Sering terjadi pada bayi. Saluran yang tersumbat membuat air mata tergenang dan menjadi tempat berkembang biaknya kuman, yang akhirnya memicu mata merah dan infeksi berulang.
10. Iritasi Bahan Kimia
Paparan sabun mandi, sampo, atau kaporit saat berenang dapat mengiritasi lapisan luar mata. Biasanya kemerahan ini bersifat sementara dan akan mereda setelah mata dibilas dengan air bersih.
11. Ulkus Kornea
Luka terbuka pada kornea biasanya diawali dari infeksi atau goresan yang tidak tertangani. Gejalanya meliputi mata sangat merah, nyeri hebat, dan anak menjadi sangat sensitif terhadap cahaya (silau).
12. Efek Samping Penggunaan Obat Tetes Mata yang Salah
Penggunaan obat tetes mata sembarangan tanpa resep dokter justru bisa menyebabkan reaksi "rebound", di mana pembuluh darah mata justru melebar dan membuat mata semakin merah saat penggunaan obat dihentikan.
13. Penyakit Sistemik
Beberapa kasus mata merah hanya menrupakan gejala penyakit lainnya, seperti: penyakit kawasaki. Pada penyakit kawasaki mata merah pada kedua sisi tanpa adanya kotoran mata, disertai demam tinggi selama beberapa hari. Oleh karena itu, pentingnya deteksi dini pada gejala mata merah non-purulen (tanpa nanah) sebagai kunci diagnosis penyakit inflamasi sistemik ini.
Kapan Harus ke Dokter?
Mengetahui kapan harus memberikan pengobatan mandiri dan kapan harus mencari bantuan profesional dapat mengakibatkan komplikasi yang berakibat pada penurunan fungsi penglihatan. Jangan menunda untuk berkonsultasi jika mata merah pada anak menetap lebih dari dua hari atau menunjukkan tanda-tanda bahaya.
Berikut adalah kondisi yang mengharuskan Anda segera membawa anak ke dokter spesialis mata:
- Nyeri Hebat: Anak mengeluh sakit pada area bola mata, bukan sekadar gatal atau mengganjal.
- Gangguan Penglihatan: Anak merasa pandangannya kabur atau melihat lingkaran cahaya.
- Sensitivitas Cahaya: Anak terus-menerus menutup mata atau menangis saat terkena cahaya lampu atau matahari.
- Kotoran Mata Berlebih: Cairan kuning atau hijau yang terus keluar meski sudah dibersihkan berkali-kali.
- Bengkak Luar Biasa: Area kelopak mata tampak sangat merah, hangat saat disentuh, dan membengkak drastis.
- Demam Tinggi: Kondisi mata merah yang dibarengi dengan kenaikan suhu tubuh secara signifikan.
Jangan biarkan keluhan kecil pada mata anak mengganggu keceriaan dan masa depan mereka. Di Tzu Chi Hospital PIK, kami menyediakan fasilitas pemeriksaan mata anak yang komprehensif dengan dukungan teknologi terkini dan tenaga medis yang tulus melayani.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin mengatur jadwal konsultasi dengan cepat, jangan ragu untuk hubungi kami via WhatsApp sekarang juga. Kami siap membantu memberikan perawatan terbaik bagi kesehatan mata Anda dan keluarga.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Amelia, Sp.A





