Tindakan Medis & Terapi

Cara Menghilangkan Keloid dengan Terapi Laser yang Minim Risiko

logo author

Ditulis Oleh

Admin05 Maret 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Apakah Anda merasa kurang percaya diri karena memiliki bekas luka yang menonjol dan makin membesar? Keloid memang sering kali tidak hanya mengganggu secara fisik, tetapi juga memengaruhi rasa percaya diri, terutama jika muncul di area yang mudah terlihat seperti dada, bahu, atau telinga.

Baca Juga: 10 Efek Radioterapi yang Sering Muncul & Cara Mengatasinya

Dalam penjelasannya, Dr. Deasy Thio, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa keloid bukan sekadar bekas luka biasa. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat agar tidak semakin membesar atau menimbulkan keluhan tambahan. Kabar baiknya, saat ini tersedia berbagai pilihan terapi yang aman dan efektif, termasuk terapi laser yang semakin banyak digunakan.

Apa Itu Keloid?

Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan melebihi luka aslinya akibat proses penyembuhan luka yang tidak normal. Ketika kulit mengalami luka baik karena operasi, jerawat, tindik, atau cedera, tubuh secara alami memproduksi kolagen untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Namun, pada kasus keloid, produksi kolagen terjadi secara berlebihan sehingga membentuk jaringan parut yang menonjol dan meluas melebihi batas luka awal.

Berbeda dengan bekas luka hipertrofik yang biasanya tetap berada dalam batas luka dan bisa mengecil seiring waktu, keloid cenderung terus membesar dan jarang menghilang dengan sendirinya.

Penyebab dan Faktor Risiko Keloid

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama untuk mengalami keloid. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:

  • Riwayat keluarga dengan keloid (faktor genetik).
  • Jenis kulit tertentu, terutama kulit yang lebih gelap.
  • Luka akibat operasi, tindik, vaksinasi, jerawat, atau luka bakar.
  • Area tubuh tertentu seperti dada, bahu, punggung atas, dan daun telinga lebih sering mengalami keloid.

Menurut Dr. Deasy, penting untuk berhati-hati sebelum melakukan prosedur yang melukai kulit, seperti tindik atau tindakan bedah kosmetik, terutama jika memiliki riwayat keloid.

Gejala dan Dampak Keloid

Keloid biasanya tampak sebagai benjolan keras, menonjol, dan dapat berwarna merah muda, kecokelatan, atau lebih gelap dari warna kulit sekitar. Selain mengganggu secara estetika, keloid juga dapat menimbulkan keluhan seperti:

  • Rasa gatal
  • Nyeri atau sensasi tidak nyaman
  • Kulit terasa kencang
  • Gangguan pergerakan jika berada di area sendi

Dampak psikologis juga tidak boleh diabaikan. Banyak pasien merasa minder atau tidak percaya diri karena keloid yang terlihat jelas.

Pilihan Penanganan Keloid

Penanganan keloid harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Salah satu metode yang semakin banyak digunakan adalah terapi laser.

Terapi laser bekerja dengan cara:

  • Mengurangi kemerahan pada keloid
  • Meratakan permukaan jaringan parut
  • Menstabilkan keloid agar tidak mudah membesar
  • Menghambat pertumbuhan pembuluh darah berlebih pada jaringan keloid
  • Membantu mengurangi rasa gatal dan nyeri

Laser tertentu dapat menargetkan pembuluh darah dan jaringan kolagen yang berlebihan tanpa merusak jaringan kulit di sekitarnya. Prosedur ini umumnya dilakukan secara bertahap dalam beberapa sesi untuk mendapatkan hasil optimal.

Keunggulan terapi laser antara lain:

  • Prosedur relatif cepat
  • Minim luka tambahan
  • Risiko komplikasi lebih rendah dibanding tindakan bedah
  • Dapat dikombinasikan dengan terapi lain seperti suntikan kortikosteroid untuk hasil yang lebih maksimal

Namun, jumlah sesi dan hasil akhir sangat bergantung pada ukuran, lokasi, dan respons kulit masing-masing individu.

Apakah Keloid Bisa Hilang Total?

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah keloid dapat hilang sepenuhnya. Secara medis, tujuan terapi keloid adalah mengurangi ukuran, memperbaiki tekstur, dan meminimalkan keluhan, bukan selalu menghilangkan hingga 100%.

Keloid memiliki kecenderungan untuk kambuh, terutama jika hanya ditangani dengan satu metode saja. Oleh karena itu, pendekatan kombinasi sering kali diperlukan. Penting untuk memiliki ekspektasi yang realistis dan mengikuti anjuran dokter selama proses terapi.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter spesialis Dermatovenereologist apabila:

  • Keloid semakin membesar
  • Timbul infeksi pada keloid
  • Muncul rasa nyeri atau gatal yang mengganggu
  • Mengganggu pergerakan
  • Mengurangi rasa percaya diri
  • Ingin melakukan tindakan estetika yang aman

Evaluasi medis akan membantu menentukan jenis terapi yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda. Penanganan dini juga dapat mencegah keloid menjadi lebih besar dan sulit diatasi. Tidak kalah penting adalah merawat luka tetap bersih dan lembab agar mencegah terbentuknya keloid.

Baca Juga: 10 Efek Samping Mamografi & Risikonya, Kenali Sebelum Periksa!

Untuk mendapatkan konsultasi kesehatan yang tepat dan komprehensif, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, dan jadwal praktik tenaga medis dapat diakses dengan mudah melalui menu Cari Dokter. Didukung fasilitas rumah sakit yang lengkap serta layanan pemeriksaan penunjang terpadu, proses konsultasi dan penanganan dapat dilakukan secara aman dan nyaman dalam satu tempat.

Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Deasy Thio, Sp.DVE, FINSDV, FAADV

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS