Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Nyeri Bahu Tidak Bisa Diangkat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 22 Juni 2026

Nyeri bahu tidak bisa diangkat sering dianggap hanya pegal biasa, padahal keluhan ini bisa menandakan adanya gangguan pada sendi, otot, tendon, atau kapsul bahu yang perlu ditangani dengan benar.
Jika Anda mulai merasa bahu nyeri saat mengangkat tangan, sulit menyisir rambut, kesulitan memakai baju, atau bahkan nyeri saat tidur, kondisi ini tidak sebaiknya diabaikan.
Bagi masyarakat umum, keluhan bahu yang kaku dan nyeri memang terdengar sederhana. Namun, keluhan ini dapat sangat mengganggu aktivitas harian, menurunkan kualitas tidur, dan membatasi kemampuan Anda bekerja maupun beraktivitas mandiri.
Untuk itu, mari pahami penyebab, tanda, dan langkah penanganannya sejak dini agar Anda tahu kapan perlu berkonsultasi ke dokter!
Mengenal Kondisi Nyeri Bahu Tidak Bisa Diangkat
Nyeri bahu tidak bisa diangkat adalah kondisi ketika bahu terasa sakit, kaku, lemah, atau terbatas geraknya sehingga lengan sulit diangkat ke depan, ke samping, atau ke atas kepala. Ini bukan nama satu penyakit tertentu, melainkan gejala yang dapat muncul pada berbagai masalah di area bahu.
Bahu merupakan sendi yang sangat aktif dan memiliki ruang gerak luas. Di dalamnya terdapat tulang, tendon, otot, ligamen, bursa, dan kapsul sendi yang bekerja bersama agar lengan bisa bergerak dengan bebas.
Jika salah satu struktur ini mengalami peradangan, cedera, penjepitan, atau kekakuan, maka bahu bisa terasa nyeri dan gerakannya menjadi terbatas.
Pada sebagian orang, keluhan muncul mendadak setelah jatuh atau terbentur. Pada orang lain, keluhan berkembang perlahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan.
Itulah sebabnya, pemeriksaan tidak boleh hanya berdasarkan rasa nyeri saja, melainkan perlu melihat penyebab yang mendasarinya.
Penyebab Nyeri Bahu Tidak Bisa Diangkat
Keluhan ini bisa disebabkan oleh banyak kondisi. Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan dan perlu Anda kenali:
1. Frozen Shoulder
Frozen shoulder adalah kondisi ketika kapsul sendi bahu menebal, meradang, lalu mengencang sehingga gerakan bahu menjadi sangat terbatas.
Kondisi ini sering membuat pasien datang berobat karena merasa bahunya seperti “terkunci”. Banyak orang juga mencari informasi tentang penyebab frozen shoulder karena kondisi ini sering muncul tanpa disadari sejak awal.
Frozen shoulder lebih sering ditemukan pada usia paruh baya, penderita diabetes, orang yang lama tidak menggerakkan bahu, atau pasien yang baru pulih dari cedera maupun operasi.
2. Shoulder Impingement
Shoulder impingement terjadi ketika tendon di bahu mengalami gesekan atau penjepitan saat lengan diangkat.
Akibatnya, bahu terasa nyeri terutama saat tangan digerakkan ke atas. Pada banyak kasus, rasa nyeri muncul di bagian depan atau samping bahu dan dapat memburuk saat tidur di sisi bahu yang sakit.
3. Cedera Rotator Cuff
Rotator cuff adalah kumpulan otot dan tendon yang berfungsi menstabilkan serta membantu pergerakan bahu.
Bila bagian ini mengalami peradangan, robekan kecil, atau robekan yang lebih berat, bahu dapat terasa nyeri dan lemah.
Cedera rotator cuff sering membuat seseorang kesulitan mengangkat lengan, terutama ketika harus mengangkat benda atau menjangkau area di atas kepala.
4. Bursitis Bahu
Bursitis adalah peradangan pada bursa, yaitu kantong kecil berisi cairan yang membantu mengurangi gesekan di sekitar sendi.
Bila bursa di bahu meradang, bahu dapat terasa nyeri, sensitif saat ditekan, dan tidak nyaman saat digerakkan.
Bursitis sering terjadi akibat penggunaan berulang, cedera ringan yang berulang, atau akibat gesekan yang berlangsung terus-menerus.
5. Tendinitis
Tendinitis adalah peradangan pada tendon, yang sering terjadi karena bahu digunakan terlalu sering atau terlalu berat.
Gerakan berulang dalam pekerjaan maupun olahraga dapat memicu iritasi tendon secara perlahan. Pada awalnya, pasien mungkin hanya merasa tidak nyaman saat mengangkat tangan.
Namun jika peradangan bertambah berat, keluhan bisa berkembang menjadi nyeri yang lebih jelas dan sulit diabaikan.
6. Radang Sendi Bahu
Pada bahu, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kaku, dan penurunan fungsi sendi. Seiring waktu, gerakan bahu bisa terasa tidak selancar biasanya dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat digunakan untuk aktivitas harian.
Keluhan pada osteoarthritis biasanya berkembang perlahan. Pasien dapat merasa bahunya makin kaku, kadang disertai bunyi saat digerakkan, dan semakin sulit digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan fleksibilitas penuh.
7. Saraf Terjepit dari Leher
Tidak semua nyeri bahu berasal dari sendi bahu itu sendiri. Dalam beberapa kasus, masalah saraf dari leher dapat menimbulkan nyeri yang menjalar ke bahu dan lengan.
Sebagian orang menggambarkannya sebagai bahu kiri sakit seperti ditusuk atau rasa nyeri tajam yang menjalar dari leher ke bahu.
Karena gejalanya bisa menyerupai gangguan bahu, evaluasi dokter penting untuk memastikan sumber nyeri yang sebenarnya.
8. Cedera akibat Benturan
Jika bahu mendadak sakit dan tidak bisa diangkat setelah jatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan, maka cedera akut harus dicurigai.
Cedera seperti dislokasi, patah tulang, atau robekan tendon dapat membuat bahu terasa sangat nyeri dan langsung sulit digerakkan.
Gejala Nyeri Bahu Tidak Bisa Diangkat
Keluhan pada bahu dapat berbeda-beda pada tiap orang. Meski begitu, ada beberapa gejala yang paling sering dirasakan dan patut Anda kenali lebih awal:
1. Nyeri saat Mengangkat Lengan
Nyeri biasanya muncul saat tangan diangkat ke depan, ke samping, atau ke atas kepala. Aktivitas sederhana seperti mengambil barang di rak, menyisir rambut, atau mengenakan pakaian bisa menjadi terasa menyiksa.
Bila nyeri terus berulang setiap kali bahu digunakan, kondisi ini tidak sebaiknya dianggap sebagai pegal biasa.
Rasa sakit yang menetap saat bergerak sering menjadi petunjuk adanya gangguan struktural di bahu.
2. Bahu Terasa Kaku
Pada beberapa kondisi, terutama frozen shoulder, kekakuan menjadi keluhan utama. Bahu terasa sulit digerakkan ke segala arah, bahkan untuk gerakan sederhana.
Ketika kekakuan bertambah, pasien biasanya mulai kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari yang sebelumnya dianggap sepele. Inilah salah satu alasan penting mengapa evaluasi dini diperlukan.
3. Nyeri Malam Hari
Banyak pasien mengeluhkan bahu terasa lebih nyeri saat malam hari, terutama ketika tidur miring pada sisi yang sakit.
Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh terasa tidak segar keesokan harinya.
4. Lengan Terasa Lemah
Anda mungkin merasa sulit mengangkat barang yang biasanya ringan, atau bahu terasa tidak bertenaga ketika digunakan.
Kelemahan ini penting diperhatikan karena bisa menandakan gangguan yang lebih dari sekadar nyeri biasa. Dokter perlu menilai apakah ada cedera tendon, saraf, atau masalah lain yang menyertainya.
5. Gerakan Bahu Semakin Terbatas
Pada awalnya, Anda mungkin hanya merasa sulit mengangkat tangan tinggi. Namun lama-kelamaan, gerakan lain juga bisa ikut terganggu, misalnya meraih ke belakang, memakai pakaian, atau menjangkau sabuk pengaman.
6. Nyeri Tajam pada Salah Satu Sisi Bahu
Sebagian orang lebih sering mengeluhkan sakit bahu sebelah kiri, meski keluhan tentu bisa terjadi juga di bahu kanan.
Rasa nyeri bisa terasa tajam, menusuk, tertarik, atau seperti ditusuk. Sensasi seperti ini dapat mengarah ke peradangan, penjepitan, maupun gangguan saraf, sehingga pemeriksaan lanjutan sering dibutuhkan untuk memastikan sumbernya.
Diagnosis Nyeri Bahu Tidak Bisa Diangkat
Karena penyebab nyeri bahu bisa bermacam-macam, diagnosis yang tepat menjadi langkah paling penting sebelum menentukan terapi.
Dokter biasanya akan menilai keluhan Anda secara menyeluruh melalui:
1. Riwayat keluhan
Dokter akan menanyakan sejak kapan nyeri muncul, apakah keluhan datang perlahan atau mendadak, gerakan apa yang paling memicu sakit, serta apakah ada riwayat jatuh, olahraga berat, pekerjaan berulang, diabetes, atau penyakit lain.
2. Pemeriksaan Fisik
Setelah itu, dokter akan memeriksa gerakan aktif dan pasif pada bahu. Pemeriksaan ini penting untuk melihat apakah keterbatasan gerak hanya terjadi saat Anda menggerakkan sendiri, atau tetap terbatas saat dokter membantu menggerakkannya.
3. Pemeriksaan Kekuatan Otot
Dokter juga perlu menilai kekuatan otot bahu dan lengan. Ini membantu mendeteksi kemungkinan cedera rotator cuff atau gangguan saraf yang menyebabkan kelemahan.
4. Pemeriksaan Pencitraan
Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan seperti rontgen, USG, atau MRI. Pemeriksaan ini bertujuan melihat tulang, tendon, jaringan lunak, dan kemungkinan kelainan lain yang tidak bisa dipastikan hanya dengan pemeriksaan fisik.
Cara Mengatasi Nyeri Bahu Tidak Bisa Diangkat
Penanganan yang tepat bergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, pengobatan tidak boleh disamaratakan.
Berikut beberapa pendekatan yang sering digunakan dalam penanganan kondisi ini.
1. Istirahat
Bahu yang sedang nyeri perlu diistirahatkan dari aktivitas yang memperberat keluhan, terutama gerakan berulang ke atas kepala.
Namun istirahat bukan berarti bahu dibiarkan diam total. Bahu yang sama sekali tidak digerakkan justru bisa menjadi makin kaku.
2. Kompres Dingin atau Hangat
Kompres dingin sering digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan, terutama pada fase akut.
Sementara itu, kompres hangat dapat membantu melemaskan jaringan sebelum latihan gerak dilakukan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan saran dokter.
3. Obat Pereda Nyeri
Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
Pemberian obat perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan agar penggunaannya aman dan efektif.
4. Fisioterapi
Fisioterapi adalah salah satu komponen penting pada banyak kasus nyeri bahu, termasuk frozen shoulder dan impingement.
Melalui latihan yang terarah, fisioterapi membantu memperbaiki rentang gerak, meningkatkan kekuatan, mengurangi kekakuan, dan memulihkan fungsi bahu secara bertahap.
5. Suntikan antiinflamasi
Jika nyeri sangat berat atau menghambat proses rehabilitasi, dokter dapat mempertimbangkan suntikan kortikosteroid.
Tindakan ini bertujuan membantu meredakan inflamasi sehingga pasien lebih nyaman menjalani terapi lanjutan.
6. Operasi Bila Diperlukan
Pada sebagian kasus tertentu, operasi mungkin diperlukan, misalnya bila terdapat robekan tendon yang berat atau gangguan struktur yang tidak membaik dengan terapi nonoperatif.
Keputusan tindakan tentu akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter secara menyeluruh.
Apakah Frozen Shoulder Boleh Dipijat?
Pertanyaan frozen shoulder boleh dipijat sangat sering diajukan. Jawabannya tidak bisa disamaratakan.
Tidak semua nyeri bahu aman dipijat, apalagi jika pijatan dilakukan terlalu keras atau tanpa mengetahui penyebab nyeri yang sebenarnya.
Pada frozen shoulder, pijatan keras belum tentu membantu dan justru bisa memperparah rasa sakit bila bahu sedang dalam fase peradangan.
Begitu juga bila ternyata keluhan berasal dari robekan tendon, bursitis, atau impingement, maka manipulasi yang salah bisa menambah iritasi pada jaringan.
Karena itu, sebelum mencoba pijat, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu agar diketahui penyebab pastinya.
Kapan Harus ke Dokter?
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa nyeri bahu tidak boleh ditunda lagi untuk diperiksakan. Semakin cepat ditangani, semakin baik peluang pemulihan fungsi bahu.
Jika bahu terasa sangat nyeri atau kaku sampai lengan hampir tidak bisa diangkat, kondisi ini perlu segera dievaluasi agar penyebabnya bisa diketahui.
Karena penyebabnya beragam, penanganannya pun tidak bisa disamaratakan. Pemeriksaan yang tepat sangat penting agar Anda mendapatkan diagnosis yang akurat.
Bila Anda mengalami keluhan bahu kaku, nyeri, atau sulit diangkat, segera jadwalkan pemeriksaan ke Tzu Chi Hospital bila Anda membutuhkan pengobatan lengkap dan canggih oleh dokter berpengalaman.
Anda juga dapat melihat jadwal praktik melalui menu “Cari Dokter” agar konsultasi, diagnosis, pengobatan, terapi, dan perawatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Gerald Wonggokusuma, Sp.OT
Referensi:
National Health Service. Shoulder impingement. NHS. Reviewed November 26, 2024.
Orlando Orthopaedic Center. Struggling to Lift Your Arm? What It Means and How to Find Relief.
Topik





